Bulan Madu di Kampung Sampireun – Day 1

3 X 24 jam bersama berdua ( Perjalanan menuju Kampung Sampireun Garut )

3 X 24 jam bersama berdua ( Perjalanan menuju Kampung Sampireun Garut )

Kami berangkat di Jakarta pukul 08.30 pagi dan tiba di Kampung Sampireun pukul 13.30. Kampung Sampireun lokasinya mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi dan rutenya mudah. Patokannya adalah Pasar Samarang, belok ke kanan, terus ikuti jalan, dan nanti di sebelah kiri ada Kampung Sampireun (sebelum lokasi wisata Kebun Mawar). Sesampainya di receptionist, kami disambut dengan ramah ala priangan dan mendapatkan welcome snack (kerupuk) dan welcome drink (jahe). Rasanya nikmat banget, sehabis perjalanan, dihembuskan angin yang sejuk dan menyantap welcome snack & drink.

Jahe haneut (hangat) dan kerupuk menyambut kami di lobi Sampireun

Jahe haneut (hangat) dan kerupuk menyambut kami di lobi Sampireun

Kami mendapatkan kamar jenis ‘Kalapalua Suite Lake’ dengan nomor 1008 yang berada di pinggir danau. Setiap kamar yang ada di pinggir danau ini memiliki kano jika ingin bermain di danau dan jika ingin menuju ke restoran atau tempat spa. Setelah diantar room boy, ia memastikan kembali perlengkapan di kamar lengkap sehingga tamu tidak akan merasa kekurangan. Room boy keluar kamar, kami sudah disambut oleh bunga-bunga yang ada di kursi, souvenir (yang berisi handuk kecil dan mug Kampung Sampireun) di kasur dan tentunya mendapatkan dodol Garut yang terletak di dekat teh, kopi dan pemanas air.

Kapalua Suite Lake tampak nyamping

Kapalua Suite Lake tampak nyamping

 

Dapat kenang-kenangan dari Kampung Sampireun; handuk kecil dan mug.

Dapat kenang-kenangan dari Kampung Sampireun; handuk kecil dan mug.

 

Sofanya sudah ditaburi bunga

Sofanya sudah ditaburi bunga

Pukul 15.00 kami terkaget karena ada seseorang yang mengetok pintu kamar dari balkon (danau) ternyata petugas datang membawa welcome fruit, 2 buah jeruk Garut. Kami kira jika petugas datang dan akan memberikan sesuatu, ia akan datang dari pintu belakang, ternyata setiap petugas akan datang dari danau menggunakan perahu, kecuali house keeping.

Welcome fruit, jeruk Garut yang rasanya segar. Diantarkan oleh emang-emang dari pintu kolam (cukup mengagetkan)

Welcome fruit, jeruk Garut yang rasanya segar. Diantarkan oleh emang-emang dari pintu kolam (cukup mengagetkan)

 

Masing-masing kamar suite lake ada perahu yang bisa digunakan kapan saja

Masing-masing kamar suite lake ada perahu yang bisa digunakan kapan saja

Kamar

Kamarnya ini tidak ada AC (secara udaranya dingin, bo!), kasurnya king size yang besar dan empuk banget (nyaman lah pokoknya), view ke danau, wifi dengan sambungan kencang, dinding kamar terbuat dari bambu dengan sabut kelapa sebagai atapnya, ada sofa bed yang nyaman banget buat gogoleran (baca: tidur-tiduran), televisi datar 31” dengan satellite channels, koran, telepon dengan sambungan langsung, meja rias, kopi+teh+pemanas air, lemari dari bambu dan tentunya kamar mandi yang mewah. Kamar mandinya ini semi-outdoor. Jadi di bagian wastafel, WC, dan bathtub-nya indoor, sedangkan shower-nya tidak ada atapnya. Oh ya, untuk penerangan, jangan harap terang benderang seperti di hotel atau tempat penginapan lainnya, karena remang-remang meski sudah dinyalakan semua lampunya :P. Namanya juga tempat honeymoon dan tempat istirahat :).

Ini dalam kamarnya. Luas dan nyaman banget.

Ini dalam kamarnya. Luas dan nyaman banget.

Hari ini kami menikmati danau dari balkon sambil main congklak yang sudah disediakan (unik banget sih disediakan congklak) dan ‘ngendem’ di kamar. Sekitar pukul 16.00 kami menuju dengan kano ke restoran yang bernama “Seruling Bambu” untuk menyantap coffee break. Menunya ada pisang goreng dengan gula aren, singkong goreng dan kacang rebus serta kopi dan teh. Rasanya nikmat banget sambil duduk di pojok dekat pepohonan.  Selanjutnya kami kembali ke kamar menggunakan kano dan mulai ‘ngendem’ di kamar 🙂 .

Unik banget disediakan congklak. Benar-benar kearifan lokal!

Unik banget disediakan congklak. Benar-benar kearifan lokal!

 

Ke dan dari restoran menggunakan perahu. Deg-degan karena perahunya goyang-goyang. Hehee...

Ke dan dari restoran menggunakan perahu. Deg-degan karena perahunya goyang-goyang. Hehee…

 

Menikmati coffee break (pisang goreng, kacang rebus, teh dan kopi) di Seruling Bambu Restaurant

Menikmati coffee break (pisang goreng, kacang rebus, teh dan kopi) di Seruling Bambu Restaurant

Malam harinya setiap pukul 21.00 akan ada petugas yang berkeliling menggunakan kano, ternyata petugas tersebut membagikan bajigur ke setiap kamar. Hmm.. Memang deh Sampireun ini tidak akan membiarkan tamunya kelaparan di tengah-tengah cuaca dingin. Karena di hari pertama tidak ada acara makan malam dari paketnya, maka kami memutuskan room service dengan memesan Nasi Goreng Sampireun yang berisi telur dadar, ayam goreng, bakso, acar dan kerupuk.

Selesai makan, kami langsung tidur sampai keesokan harinya yang lebih seru!

Pesan nasi goreng untuk dibawa ke kamar. Rasanya lumayan lah. (Dinner hari pertama tidak termasuk dalam paket ya)

Pesan nasi goreng untuk dibawa ke kamar. Rasanya lumayan lah. (Dinner hari pertama tidak termasuk dalam paket ya)

Bulan Madu di Kampung Sampireun Garut

Bulan Madu (lagi) di Kampung Sampireun - Hasil foto fotografer Kampung Sampireun

Bulan Madu (lagi) di Kampung Sampireun – Hasil foto fotografer Kampung Sampireun

Bingung cari tempat untuk bulan madu? Dari berbagai macam pilihan lokasi yang ada, saya akan merekomendasikan Kampung Sampireun, Garut. Sepertinya Kampung Sampireun ini sudah cukup terkenal di masyarakat, khususnya masyarakat Jawa Barat. Lokasinya juga masih bisa ditempuh dengan perjalanan darat dari Jakarta dengan menghabiskan waktu kurang lebih 5 jam.

Yeayyy Alhamdulillah sampai di Kampung Sampireun Garut...!

Yeayyy Alhamdulillah sampai di Kampung Sampireun Garut…!

 

Lobi Kampung Sampireun

Lobi Kampung Sampireun

 

Lobi Kampung Sampireun , ada yang main musik khas Sunda menyambut kami

Lobi Kampung Sampireun , ada yang main musik khas Sunda menyambut kami

Kampung Sampireun memiliki paket honeymoon lengkap yang diberi nama paket ‘Honeymoon Swiss Van Java’ dengan harga paket Rp. 3.500.000- dan kita akan mendapatkan:

  • Menginap 2 malam di kamar yang ada di pinggir danau
  • 2X sarapan
  • 1x makan siang
  • 1x floating candle light dinner
  • Sekoteng & surabi setiap hari
  • Perawatan spa untuk istri & suami
  • Photo Couple
  • Tax & service 21%

Terjangkau kan harganya? Secara kalau menginap biasa, semalamnya bisa 3,3 juta ke atas untuk kamar di pinggir danau. Baiklah, saya akan mulai cerita pengalaman saya dan suami berbulan-madu (lagi) di Sampireun. Siapa bilang bulan madu hanya untuk pengantin baru ? :p

Kamar Kalapalua Suite Lake. Saya kira kami akan disambut dengan bunga-bunga di atas kasur beserta handuk yang dibentuk bebek :p

Kamar Kalapalua Suite Lake. Saya kira kami akan disambut dengan bunga-bunga di atas kasur beserta handuk yang dibentuk bebek :p

Kamar mandi semi outdoor

Kamar mandi semi outdoor

 

Betapa indah dan sejuknya ketika membuka pintu kamar ke arah danau.

Betapa indah dan sejuknya ketika membuka pintu kamar ke arah danau.

 

Kamar kami dari pintu yang dari danau

Kamar kami dari pintu yang dari danau

 

Siap naik perahu :)

Siap naik perahu :)

Saya akan bercerita pengalaman kami bulan madu (lagi) di Kampung Sampireun Garut ke dalam beberapa part, karena banyaknya kisah kami di sana, maka rasanya tidak cukup jika dituangkan ke dalam 1 artikel.

Silakan klik artikel di bawah ini untuk cerita lengkapnya:

Bulan Madu di Kampung Sampireun Day-1

Bulan Madu di Kampung Sampireun Day-2

Bulan Madu di Kampung Sampireun Day-3

Oh ia, saya senang banget ketika saran saya direalisasikan oleh manajemen Kampung Sampireun, yaitu aktif di media sosial!

Semenjak saya menuliskan saran saya di guest comment, yaitu untuk aktif di media sosial, Kampung Sampireun sekarang semakin aktif lho media sosialnya, salah satunya Instagram @sampireunresort .

Alamat Kampung Sampireun:

Jl. Raya Samarang Kamojang KM 4
Kp. Ciparay Desa Sukakarya
Kec. Samarang Kab. Garut,
Jawa Barat – Indonesia

+62262 – 542 393

+6281 323 007 130

info@kampungsampireun.com

sales@kampungsampireun.com.

(Patokannya itu di pertigaan sebelum pasar Samarang, belok kanan dan ikuti jalan saja, nanti sebelum Kebun Mawar, di sebelah kiri ada plang masuk Kampung Sampireun).

 

Pengalaman Naik Mpok Siti (City Tour Jakarta)

Mpok Siti adalah City Tour Bus keliling (sebagian kecil) Jakarta. Ya, sebagian kecil karena bis ini hanya keliling ke beberapa titik yang sudah ditentukan sesuai temanya; History of Jakarta, Art & Culinary, Shopping Experience / Jakarta Modern. Bis ini berbeda dengan bis yang lainnya karena memiliki tingkat di atasnya (bis tingkat) yang tentunya menjadi spot favorit para turis. Bis ini jenisnya bermacam-macam sesuai sponsornya.

Sabtu itu saya dan keluarga mencoba bagaimana rasanya naik bus tingkat pariwisata. Sebelumnya saya sudah pernah mencoba menaiki bis tingkat ketika saya 4 tahun bersama kedua orang tua dan ingin mengulang kembali momen tersebut bersama keluarga saya yang baru; suami dan anak saya Zhafran yang berumur 2 tahun.

Awalnya saya bingung mencari informasi mengenai Mpok Siti ini. Saya sudah browsing di Google, tweet ke Pemprov DKI, tweet ke @CityTourJakarta dan tidak ada yang membalas. Akhirnya setelah menyisir timeline @CityTourJakarta ,saya mengetahui bahwa semua informasi seputar Mpok Siti bisa ditanyakan ke @PT_TransJakarta . Bertanyalah saya ke @PT_TransJakarta , namun hal itu tidak menjawab pertanyaan saya seputar Mpok Siti. Tweet saya pun hanya dibalas 1X, padahal setelah itu saya masih ada pertanyaan lagi seperti:

  1. Sebaiknya naik dari mana? (start)
  2. Berapa lama waktu perjalanan?
  3. Berapa lama harus menunggu di halte (bis datang berapa jam sekali)?
  4. Apakah bisnya berhenti di setiap titik atau hanya melewati saja?

Tidak ada lagi yang menjawab pertanyaan saya, sampai akhirnya saya merasakan sendiri.

Jadi, kami memutuskan untuk naik Mpok Siti dari halte di depan Balai Kota yang ada logo “City Tour”. Kami menaiki bus History of Jakarta yang disponsori oleh salah satu bank berwarna merah dan ternyata kami harus turun/finish di depan Museum Bank Indonesia. Pengalaman pertama ini saya merasa tidak puas karena waktunya sebentar, dari Balai Kota hanya melewati titik Museum Nasional dan Museum Arsip RI dan berakhir depan Museum Bank Indonesia. Jika ingin lanjut, kami harus ke depan Bank BNI 46 Kota Tua (menyebrang dari Museum Bank Indonesia).

Pengalaman pertama kali naik Mpok Siti

Pengalaman pertama kali naik Mpok Siti

Selain itu kami tidak puas karena tidak berhasil duduk di paling depan dan jendela kami terhalang oleh stiker luar bus sehingga tidak leluasa melihat pemandangan luar. Mungkin sebaiknya bis pariwisata tidak usah ditempel stiker-stiker kali ya.. Saat itu bis yang kami tumpangi diberikan stiker “Merdeka 71” karena masih dalam rangka hari kemerdekaan. Kami juga kecewa dengan pengemudi yang terkesan terburu-buru dan menyuruh kami cepat-cepat turun, padahal kami para penumpang sedang antri turun, lho….! Suaranya pun tidak ramah , berbeda dengan ‘pramugari’-nya. BTW tugasnya si pendamping pengemudi ini apa ya? Sepertinya hanya menyambut penumpang di awal ketika naik dan memberikan karcis saja. Kenapa tidak sekalian menjadi pemandu ya? Karena Mpok Siti ini tidak ada pemandu wisatanya.

Pandangan kami terhalang oleh stiker bus :(

Pandangan kami terhalang oleh stiker bus :(

Akhirnya, saya pun bisa menjawab pertanyaan saya sendiri:

  1. Sebaiknya naik dari mana? Untuk bis Historical of Jakarta, sebaiknya naik dari Bank BNI yang ada di Kota Tua (dekat stasiun Kota).
  2. Berapa lama waktu perjalanan? Dari Balai Kota ke Finish di Museum Bank Indonesia menghabiskan waktu 15 menit dengan macet saat itu.
  3. Berapa lama harus menunggu di halte (bis datang berapa jam sekali)? Saat itu kami menunggu 3 menit untuk mendapatkan bus.
  4. Apakah bisnya berhenti di setiap titik atau hanya melewati saja? Bisnya berhenti di setiap titik dan kita bebas naik turun di titik tersebut.

Overall, saya sih mengapresiasi ide adanya Mpok Siti ini. Hanya saya harap adanya manajemen yang bagus, pemandu dan pengemudi yang ramah, dan kejelasan informasi mengenai bis ini.

Oh ia, setiap saya lihat bis merah ini beredar di Jakarta, bawaan-nya keki karena punya bad impression sama bis ini. Sayang banget 🙁

Pemotretan Pre-Wedding

Dari dulu saya ingin sekali pemotretan pre-wedding dengan konsep unik dan jadul, misalnya foto di Pasar Malam. Untungnya Mas Fikri (yang saat itu masih menjadi calon suami) setuju dengan konsep yang aku mau. Ini beberapa tahap yang dibutuhkan untuk pemotretan pre-wedding:

  1. Mencari konsep

Konsep yang kami tentukan adalah konsep pacaran jadul di pasar malam. Konsep ini tercetus karena saya suka dengan hal-hal yang jadul, dan salah satu yang identik adalah pasar malam.

Konsep pasar malam masih jarang digunakan untuk foto pre-wed

Konsep pasar malam masih jarang digunakan untuk foto pre-wed

  1. Menentukan lokasi

Ketika itu saya kesulitan mencari Pasar Malam. Sudah browsing di internet maupun media sosial, saya tidak menemukan jawabannya. Sampai saya hopeless mau mengganti konsep foto pre-wed. Ketika saya sudah menyerah, saya menemukan Pasar Malam di area yang dekat rumah saya, yaitu di samping Gedung Marinir Cilandak. Ketika kami pulang meninjau rumah kami, kami melihat ada pasar malam yang dilengkapi dengan area permainan ala pasar malam seperti kincir, kuda-kudaan, dan masih banyak lagi. Ternyata setiap bulan puasa, di Cilandak memang diadakan Pasar Malam. Haduh, kemana saja ya saya? :p .

Mengenai izin, Awalnya kami sempat bingung harus memohon izin kepada siapa untuk berfoto di sini, takutnya kami harus izin ke pengelola, panitia atau bahkan preman di sana. Kami sempat kesulitan menemui panitia/pengelola, akhirnya kami izin ke orang-orang yang berkumpul (mungkin panitia) dan mereka bilang silakan saja.

Budget yang dikeluarkan: Rp. 0,-

Foto di kora-kora dengan properti gulali yang sudah kempes karena dingin :D

Foto di kora-kora dengan properti gulali yang sudah kempes karena dingin :D

  1. Menyiapkan Kostum

Kami menggunakan kostum yang ada saja, saya menggunakan dress midi biru berbunga-bunga, sepatu datar (flat shoes), tas-tas jamannya Sarah dan Jaenab Si Doel, dan rambut lurus digerai menggunakan bando minimalis. Mas Fikri menggunakan kemeja putih polos, celana denim dan sepatu hitam.
Budget yang dikeluarkan: Rp. 0,-

imageedit_6_6854966796

  1. Mencari fotografer

Beruntungnya kami memiliki teman seorang fotografer, namanya Apyut. Dia sudah sering memotret saya, dari jaman saya single dan suka poto-poto sendiri atau poto sama teman.

Budget yang dikeluarkan: Rp. N/A (harga teman hehe). Btw thanks yaaa Apyut sudah menjadi bagian tim sukses pernikahan FikriWulan :).

imageedit_12_5012457899

  1. Menyiapkan make-up sendiri/stylist

Untuk make-up, saya menggunakan make-up sendiri dan natural saja. Sahabat saya Achi yang membantu mendandani saya plus menjadi pengarah gaya. Jadi ketika prewed, kami pergi ber-empat; Saya, Mas Fikri, Aput dan Achi.

Budget yang dikeluarkan: Rp. 0,- (Thanks Achi yang udah bantuin make-up-in gw dari jaman lamaran dan prewed).

imageedit_10_5528583239

Nah, cerita pre-wednya begini…

Ketika itu bulan Juli 2013 bertepatan dengan bulan puasa dan diadakannya Pasar Malam (selalu ada di bulan puasa). Setelah salat isya, kami bersama-sama pergi ke Cilandak Marinir. Unfortunately, sesampainya di sana sempat hujan deras sampai make-up saya luntur, tapi pemotretan harus jalan terus. Sekitar pukul 08.30 hujan berubah menjadi gerimis, kami melakukan poto di permainan kora-kora, kincir, kuda-kudaan dan tong setan.

Ada yang berkesan bagi saya saat melakukan pemotretan, yaitu keramahan dari orang-orang Pasar Malam. Mereka sangat welcome, ramah dan membantu pemotretan kami. Awalnya saya takut mereka terganggu dengan kegiatan kami. Ternyata mereka malah menawarkan diri untuk membantu, misalnya menyalakan listrik yang sempat dipadamkan karena hujan. Mereka menonton kami yang sedang berfoto dan mereka terlihat gembira sambil menggoda kami. Di akhir pemotretan, kami menanyakan apakah ada biaya yang harus dikeluarkan untuk itu semua? Mereka sepakat menjawab “Tidak ada…”. Kami terkejut, mereka membantu dengan ikhlas. Ini adalah momen pemotretan pre-wedding yang berkesan untuk kami.

Kami hanya bisa mendoakan kepada  tim Pasar Malam yang saat itu membantu kami, kepada Aput sang fotografer, Achi untuk make-up dan pengarah gaya. Semoga kebaikan kalian dibalas oleh Allah SWT. Amiin….

Foto-foto lebih lengkap bisa di lihat di album ini.

imageedit_4_9329226128

 

 

 

Menentukan Lokasi Pernikahan

Akhirnya janur kuning atas nama kami berdiri dengan anggung di pinggir jalan Manga Besar Jaksel :)

Akhirnya janur kuning atas nama kami berdiri dengan anggung di pinggir jalan Manga Besar Jaksel :)

Menurut saya, lokasi pernikahan ini lumayan urusan yang njelimet selain urusan catering. Karena biasanya gedung yang diincar oleh para calon pengantin sudah dipesan 1 bahkan 2 tahun sebelumnya. Maka dari itu ada calon pengantin yang tanggal resepsinya mengikuti lokasi, ada yang kekeuh di tanggal tersebut tapi lokasinya bebas. Nah kalau kami termasuk yang kekeuh tanggalnya segitu, lokasi mengikuti. Di bawah ini adalah kriteria pemilihan gedung menurut kami.

Kriteria pemilihan gedung untuk resepsi versi Fikri Wulan:

  1. Dapat menampung hingga 1.000 orang
  2. Harga terjangkau
  3. Memiliki akses transportasi umum yang mudah karena kami tidak ingin tamu kesulitan menjangkau lokasi pernikahan kami. Jika memungkinkan dekat dengan akses tol (untuk memudahkan keluarga dari luar Jakarta).
  4. Memiliki tempat parkir yang luas. Nah ini penting banget karena kami gak mau orang-orang yang lewat terganggu dengan acara kami sehingga acara pernikahan kami bisa berkah. Selain itu untuk memudahkan tamu memarkirkan kendaraan pribadinya
  5. Ada tempat salat yang memadai
  6. Dekat dengan penginapan.
  7. Petugas gedung yang cooperactive

Saat itu kami survey beberapa tempat di Jakarta Selatan yang dekat dengan Pasar Minggu dan Depok (karena dekat dengan rumah orang tua saya dan rumah kami); diantaranya gedung Kementerian Dalam Negeri Kalibata, Kementerian Pertanian Ragunan, Gedung Aldevco Pejaten, Gedung PLN Ragunan, Masjid Al Azhar dan beberapa tempat lainnya. Sebenarnya saya ingin banget di Kemendagri Kalibata karena aulanya bagus, luas, parkiran luas dan mudah transportasinya.

Tadinya jugaaa kami mau mengadakan acara resepsi dengan outdoor di Museum Transportasi TMII. Kebetulan saya kenal baik dengan kepala museum-nya. Tempatnya asik dan unik banget resepsi, tapi sayangnya jauh dan kami harus menyediakan tiket masuk TMII kepada tamu undangan (tambah budget lagi) karena undangan kami cukup banyak.

Graha 57 berada di kompleks SMK 57 Jakarta Selatan (Foto waktu kami survey)

Graha 57 berada di kompleks SMK 57 Jakarta Selatan (Foto waktu kami survey)

Tampak Depan

Tampak Depan

Akhirnya karena tempat-tempat tersebut sudah full booked, maka kami memutuskan untuk menyelenggarakan di Graha 57 yang berada di kompleks SMK 57 Ragunan. Kami memilih Graha 57 karena lokasinya di tengah antara Pejaten Barat dan Depok. Saat itu harga sewa-nya Rp. 5.000.000,- di malam hari (jika di siang hari Rp. 4.500.000) dengan kapasitas maksimum 1.000 orang dan sudah termasuk kebersihan + keamanan. Untuk akad-nya, agar lebih simple kami menggunakan Masjid Assalam yang berada di lingkungan SMK 57 juga. Graha 57 juga dekat dengan tol Simatupang, parkirnya luas, dekat halte Trans Jakarta, akses transportasi umum mudah, dan petugasnya juga baik. Oh ya, yang saya suka di sini adalah adanya penginapan di dalam kawasan SMK 57 (yang biasa digunakan untuk praktik para Siswa-Siswinya) jadi lumayan menghemat pengeluaran hotel. Harganya kalau tidak salah 200.000/malam. Tempat penginapan ini bisa digunakan para saudara yang ingin beristirahat. Kamarnya lumayan lega, bersih, meski tidak ber-AC (menggunakan kipas angin).

So, sudah siap hunting gedung/lokasi pernikahan?

 

Menonton Sambil Tiduran di Bioskop

Mari kita nonton di Velvet Class!

Mari kita nonton di Velvet Class!

Menonton sambil tiduran di bioskop? Yap, bisa banget! Bioskop sekarang banyak berinovasi ya, salah satunya bisa menonton bioskop sambil tiduran bak di hotel. Bioskop di Jakarta yang memiliki fasilitas ini adalah CGV Blitz, namanya Velvet Class.

Senin malam after office, saya kencan dengan suami menonton Startrek. Karena bosan dengan suasana bioskop yang begitu-begitu saja, kami pun memutuskan untuk mencoba Velvet Class CGV Blitz yang di Grand Indonesia. Harga tiketnya 220ribu (1 bed untuk 2 orang) sudah termasuk welcome snack, welcome drink, premium lounge with free wifi, vip toilet, special counter yang terpisah dengan kelas lain. Kalau mau pilih posisi yang ‘best view’ menambah 30ribu dan dapat air mineral.

Kami duduk di paling atas

Kami duduk di paling atas

 

Nyaman banget kan nonton di sini.. Awas ketiduran :D

Nyaman banget kan nonton di sini.. Awas ketiduran :D

Kesannya memang wah banget, nonton bioskop sambil tiduran, bantal yang banyak, kasur yang empuk, selimut yang hangat dan pasangan yang bisa dipeluk (eits, pasangan yang halal lho ya :p) dan pasangannya sedia sendiri-sendiri, CGV Blitz tidak menyediakan pasangannya 😀 . Kami duduk di A (paling atas) dan kalau sambil tiduran , subtitle tidak akan terbaca or terbaca sedikit. Lain kali mau coba yang best view ah.. Sound + kualitas layar oke, overall tidak mengecewakan.

Ticket counter-nya terpisah dengan yang regular, jadi berasa bos banget deh nonton di sini. Selesai transaksi, di sebelahnya disuguhi welcome snack (makanan kering dan mini marshmallow) dan welcome drink (sirup markisa sih waktu itu). Lounge-nya pun terpisah dengan yang regular, bentuknya seperti restaurant-restaurant dengan sofa dan kursi-kursi. Posisi toilet mojok banget (agak menjauh gitu) saking VIP-nya. Untung gak lagi nonton film horror. Oh ia, di sini kita gak bisa pesan paket makanan & minuman seperti yang regular karena dianggapnya kita kan level-bos-yang-gak-perlu-harga-paketan. Akhirnya kami pesan ice tea dan mix snacks (Cheese roll, onin ring dan potato wedges) total 95ribu rupiah (kurang lebih, lupa lagi).

Porsinya sedikit untuk aku hehe

Porsinya sedikit untuk aku hehe

 

Welcome snack & drink

Welcome snack & drink

 

Ada 3 jenis camilan yang disediakan

Ada 3 jenis camilan yang disediakan

Ada yang disayangkan nih sebenarnya, bentuk tiket dan keramahan star-nya (staf CGV Blitz). Saya kira bentuk tiketnya akan wah dan berkelas, ternyata sama saja dengan yang regular. Bedanya, yang Velvet dimasukkan ke dalam amplop kecil. Saat kunjungan kami ke sana, stafnya hanya 1 yang ramah, sedangkan yang lain seperti angot-angotan. Bayangan saya, kami akan disambut layaknya bos, ditawari makan minum dan pelayanan ekstra dengan senyum dan ucapan terima kasih. Ternyataaaa zonk.. Kami disambut biasa saja, malah kami yang memulai percakapan, daaannnn kami yang langsung ambil makanan dan minuman di tempatnya. Bahkan gelas gak ada, jadi saya yang harus cerewet, es batu juga mencair (ini lagi-lagi saya yang cerewet minta es batu), snacknya juga kalau habis gak akan direfill sampai kita yang minta sendiri. Oh ia, stafnya yang ramah dan tersenyum hanya 1 L. Ketika saya tanya apakah bisa memesan makanan dan minuman dari dalam ketika film sudah mulai, katanya tidak bisa, harus pesan saat itu juga (hal ini berbeda dengan yang saya baca di blog orang-orang yang katanya kita bisa pesan meskipun film sudah mulai).

Premium Lounge khusus customer Velvet & Gold class

Premium Lounge khusus customer Velvet & Gold class

Sambil menunggu film dimulai, bisa duduk-duduk dan wifian di sini sambil cemal cemil

Sambil menunggu film dimulai, bisa duduk-duduk dan wifian di sini sambil cemal cemil

Well, pengalaman kami kali ini cukup berkesan karena bisa menonton sambil tiduran di Velvet Class dan merasakan semua fasilitas yang ada. Semoga nanti saya dan pembaca blog ini ada rezeki untuk nonton velvet class lagi :).

 

Membuat Undangan Pernikahan

 

Undangan Pernikahan Ahmad Zainul Fikri & Wulan Muhariani

Undangan Pernikahan Ahmad Zainul Fikri & Wulan Muhariani

Salah satu persiapan dalam resepsi pernikahan adalah membuat undangan. Tentunya setiap calon pengantin ingin memiliki undangan fisik yang bagus, tak terkecuali saya dan si Mas. Bulan September 2013 (3 bulan sebelum hari H) kami memulai pencarian desain dan vendor undangan. Ada teman yang mereferensikan Pasar Tebet di Jakarta Selatan untuk mencari vendor undangan. Di sana ada banyaaaaak sekali pilihan vendor undangan, lokasinya ada di lantai basement Pasar Tebet. Undangan yang sederhana hingga yang paling wah pun ada.

Awalnya kami ingin membuat undangan dengan bentuk pop-up, jadi ketika undangan dibuka, akan muncul gambar yang akan ‘nimbul’. Pilihan lain adalah undangan yang menggunakan frame foto sehingga frame-nya dapat digunakan lagi oleh para tamu undangan. Setelah keliling, ternyata harga pop-up card minimal Rp. 15.000/pcs dan untuk frame minimal Rp. 18.000/pcs. Sempat give up dengan jenis undangan yang ada, akhirnya kami menemukan satu kios yang belum didatangin karena desain undangan yang dipajang lucu-lucu dan beda dengan yang lain (memang agak mojok dan ke dalam), namanya Moza Card’s Tebet

Akhirnya undangan pernikahan kami, kami percayakan di sana. Deal 13 September, ACC desain 1 Oktober 2013, undangan selesai cetak 3 November 2013. Harga per pcs-nya Rp. 9.500 untuk 350 undangan (sudah termasuk desain standar dan pita undangan) . Kami juga mendapatkan bonus thank you card.

1043869_10201686891877624_1370628483_n

Work in progress

Work in progress

 

Di sela istirahat kerja, menyempatkan mengurus undangan. Pokoknya segala sesuatu kami kerjakan berdua.

Di sela istirahat kerja, menyempatkan mengurus undangan. Pokoknya segala sesuatu kami kerjakan berdua.

Desain undangan kami mengambil warna dasar pink yang dikombinasikan dengan warna coklat seperti warna favorit saya. Isinya ada foto pop-up saya dan Mas Fikri ketika pre-wed di pasar malam, isi undangan (informasi dll) dan belakangnya adalah kalender 2014.

Pop-up ala-ala dengan foto ketika pre-wedding

Pop-up ala-ala dengan foto ketika pre-wedding

 

Bagian belakang jadi kalender 2014

Bagian belakang jadi kalender 2014

Setelah undangan jadi, kami langsung list undangan dan bahu-membahu menyebarkannya.

Oh ia, selain undangan fisik, kami juga membuat undangan melalui Facebook, SMS, Whatsap, dan web invitation di www.fikriwulan.com

Bagi yang terinspirasi dengan undangan kami, bisa langsung kontak Moza Card’s Tebet

No telp: 021 94448666

No HP: 085814448666

Email: idrisjayadiputra@yahoo.com

Pasar Tebet Barat Lantai Bassement Blok Cks No 8

 

IMG_7811

Denah acara, ini tidak termasuk ke dalam paket. Ini dibuat dan didesain oleh Mas Fikri

Kids Massage di Klinik Bunafsi Wonogiri

Zhafran dan Papiki di depan klinik

Zhafran dan Papiki di depan klinik

Tahun ini kami sekeluarga pulang kampung menggunakan kendaraan darat ke Garut, Singaparna, Bandung , kembali ke Depok dan keesokan harinya dilanjutkan perjalanan udara ke Solo lanjut Wonogiri. Terbayang kan capek dan lelahnya badan ini, tak terkecuali anakku Zharan yang selama mudik ini aktifnya bukan main. Hari ke-2 di Wonogiri kami memutuskan untuk membawa Zhafran untuk pijat. Awalnya kami akan pijat ke RS PKU, namun saya terinspirasi dari postingan teman di FB yang membawa anaknya pijat ke Bunafsi, akhirnya kami membawa Zhafran ke sana juga. Biaya yang dikeluarkan untuk kids massage Rp. 35.000,- selama sekitar 30 menit. Meski Zhafran rewel, tapi therapist-nya sabar.

Sambil nunggu giliran, main-main dulu

Sambil nunggu giliran, main-main dulu

Zhafran dipijat

Zhafran dipijat

Saya senang di Wonogiri ada tempat khusus Ibu & Anak seperti klinik Bunafsi. Klinik ini bersih, homy, petugasnya ramah dan therapisnya bersertifikat. Selain itu saya sempat melirik ruangan perawatannya yang bernama Edelweis, ruangannya luas, nyaman, bersih, sepertinya rooming-in dengan bayi, toiletnya nyaman. Mungkin kalau melahirkan di Wonogiri, saya akan memilih di sini. Hehe…

Saya harap ke depannya semakin banyak klinik or terserah namanya apa, yang ramah dengan ibu & anak serta memenuhi kebutuhan Ibu & anak dengan harga yang terjangkau.

Semoga info ini bermanfaat yaa untuk Ibu-Ibu di Wonogiri dan sekitarnya 🙂

 

Tempat perawatan bayi di lantai 2

Tempat perawatan bayi di lantai 2

Tempat perawatan Ibu, mungkin karena penuh jadi tempat perawatan bayi juga..

Tempat perawatan Ibu, mungkin karena penuh jadi tempat perawatan bayi juga..

 

Daftar pelayanan mediskin dan spa

Daftar pelayanan mediskin dan spa

 

Daftar pelayanan wajah untuk Ibu

Daftar pelayanan wajah untuk Ibu

 

Eklampsia Pasca Melahirkan

Kurang lebih 75-80% penyebab kematian ibu melahirkan adalah preeklampsia-eklampsia, infeksi dan perdarahan dari seluruh kematian maternal (Rambulangi, 2003). Menurut data SKRT (1995) persentase penyebab kematian ibu melahirkan terbagi atas 45% perdarahan, 15% infeksi dan 13% preeklampsia-eklampsia.

Alhamdulillah, saya termasuk seorang Ibu hamil yang selamat dari penyakit eklampsia meski penyakit eklampsia-ku tidak berhenti setelah melahirkan. Jika kebanyakan penyakit akan berhenti setelah si bayi dilahirkan, eklampsia akan terus menghantui si ibu. Untuk itu setelah melahirkan harus tetap dikontrol kesehatannya, terlebih tekanan darah. Bagi ibu yang kehamilannya menderita eklampsia, agar tidak mengonsumsi garam atau makanan yang asin berlebih, dan banyak-banyak istirahat.

Ada  yang saya sesalkan ketika melahirkan di RS. Tenaga medis  tidak menginformasikan kepada saya mengenai apa yang saya alami serta do’s & dont’s-nya. Misalnya saja, saya tidak tahu kalau saya tidak boleh makan garam berlebih. Saya baru tahu ketika suster melihat saya ngemil biskuit dan keripik yang asin, dia hanya bilang “Ibu tidak boleh banyak makan yang asin-asin ya.” Tapi dia tidak menjelaskan alasannya. Selain itu ketika saya banyak berbicara (karena banyak tamu), suster datang ke tempat saya “Kata dokter ibu harus banyak istirahat ya…” dan tidak mengemukakan alasannya. Padalah setahu saya, penderita eklampsia harus ketat dalam menjaga makanan dan waktu istirahat. Intinya: Saya dan keluarga kurang terinformasikan dengan baik. (Inilah gunanya menggali informasi dari seminar, majalah, internet).

Perlu Istirahat Banyak

Mitos: Ibu melahirkan dilarang tidur di pagi hari agar darah putih tidak naik ke atas

Fakta: Ibu melahirkan sangat dianjurkan untuk banyak beristirahat, terlebih bagi ibu yang menderita eklampsia. Ibu harus cukup istirahat demi pemulihan stamina setelah melahirkan (yang membutuhkan energi sangat banyak) dan menunjang kesehatan diri sendiri dan bayi.

Saran saya bagi para keluarga & rekan yang akan mengunjungi bayi dan si ibu, lebih baik menjenguknya ketika sudah di rumah saja, atau jika ingin menengok di RS, diperhatikan waktu kunjungannya disesuaikan dengan jam yang berlaku di RS.

Dua minggu pasca melahirkan wajah saya masih pucat, kulit berwarna kuning hingga obgyn di klinik kantor pun khawatir akan kondisi saya dan merujuk untuk cek darah. (Lagi-lagi saya bandel dan ignore rujukannya).

 

Apakah ada dampak jangka panjang bagi ibu penderia eklampsia?

Dari informasi yang dihimpun, Ibu penderita eklampsia yang telah melahirkan harus tetap rutin check-up kesehatannya. Eklampsia telah membuat organ-organ dalam si ibu terganggu, ada juga yang tekanan darah tingginya berlanjut.

Apakah eklampsia akan memengaruhi kehamilan berikutnya?

Jawabannya, iya akan mempengaruhi. Untuk itu Ibu yang menderita eklampsia di kehamilan pertama wajib memperketat kondisi ibu dan janin di kehamilan kedua. Kehamilan selanjutnya juga harus di bawah pengawasan dokter serta konsumsi makanan sehat, hindari stress, olahraga dan menikmati kehamilan dengan penuh rasa syukur dan berdoa. Di kehamilan kedua ini, penentuan sesar atau normal, dilihat dari kondisi Ibu dan janin. Jika di kehamilan kedua Ibu mengalami eklampsia, maka Ibu akan sesar kembali. Namun jika Ibu bebas dari eklampsia, kemungkinan normal masih ada dengan melihat pertimbangan dokter.

Well, semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi para ibu hamil dan keluarganya. Tulisan ini berdasarkan pengalaman saya disertai pengetahuan yang saya dapat dari berbagai referensi. Mari bersama-sama menyelamatkan Ibu hamil dan menekan angka kematian Ibu hamil di Indonesia!

 

Hasil penelitian (dalam bentuk skripsi) yang bagus mengenai eklampsia :

http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20320037-S-Nanien%20Indriani.pdf

 

 

 

Waktu Berkualitas Penentu Kebahagiaan Keluarga

Jika ditanya lebih baik kualitas atau kuantitas bersama anak? Saya tentu akan menjawab kualitas. Buat apa lama-lama atau sering bersama anak jika kita asik sendiri menonton televisi/film atau juga memainkan gadget kita? Dari hasil survey Indonesian Nutrition Association (INA) menyatakan bahwa “menghabiskan satu jam saja bersama anak dapat meningkatkan kebahagiaan ibu dan ayah secara signifikan, bahkan sampai dua minggu ke depan”. Selanjutnya hasil survei juga mengungkapkan bahwa ibu masih menduduki urutan teratas untuk perannya dalam pengasuhan anak, sementara ayah menempati urutan keempat setelah nenek atau kakek dan anggota keluarga lain, maupun guru.

Selama ini kita hanya mengetahui bahwa peran ayah yang utama adalah mencari nafkah, tapi siapa sangka bahwa ayah juga berperan dalam keharmonisan keluarga, lho! Menurut Psikolog Rini Hildayani , M.Si “Penting bagi ayah dan ibu untuk saling bekerja sama dalam memperbanyak interaksi dengan anak yang melibatkan komunikasi serta sentuhan fisik. Misalnya ketika anak melakukan sesuatu yang baik, orang tua bisa menunjukkan apresiasi melalui pujian dan belaian.”

Nah, saya ingin bercerita bagaimana suami saya memiliki bonding moment dengan anak kami, Zhafranizzan yang September 2016 ini genap berusia 2 tahun. Saya bersyukur memiliki suami yang care terhadap saya maupun anak saya. Bonding moment ini sudah dia jalankan sejak anak saya masih di dalam perut, mulai dari mengelus, mengajak berbicara, dan memperdengarkan doa untuknya. Ketika ia lahir, suami saya tak ragu untuk membersihkan kotoran, mengganti popok bahkan memandikannya. Oh ya, bahkan urusan menggunting kuku bayi pun dia lebih jago daripada saya, lho! Meski kami memiliki pengasuh anak, suami saya masih sering turun langsung mengurus anak seperti menyuapi, memakaikan baju dan bermain tentunya.

Menjemur bayi juga salah satu bonding time

Menjemur bayi juga salah satu bonding time

Kebetulan suami saya memiliki waktu kerja yang berbeda dengan saya, dia bisa pulang dari kantor jam 24.00 dan sampai rumah jam 01.00 dini hari. Kadang-kadang anak kami bangun di jam papanya pulang. Suami saya dengan sabar mengajaknya bermain, entah itu bermain mobil-mobilan, mengenalkan berbagai jenis binatang, hingga memainkan apa saja yang ada di rumah saat itu. Meski hanya 1 jam, bonding time ini berarti bagi si anak. Ia akan merasa diperhatikan, disayangi sehingga tumbuh kembang anak pun akan bagus. Contohnya saja anak kami saat ini sering mengejutkan dengan kata-kata di luar dugaan kami berdua sampai kami pun akan bilang “Wah, kok Zhafran bisa bilang itu ya…” Bonding time pun diteruskan ketika anak kami tidur. Setelah anak tidur dengan nyenyak, papanya akan mengusap kepala sambil mendoakannya, lalu mencium ubun-ubun kepalanya. Tentunya hal tersebut baik untuk religi sang anak. Melihatnya pun saya bahagia.

Dalam 1 bulan sekali hingga dua kali (karena saya kuliah), kami merencakan kegiatan ke luar rumah, misalnya berolahraga di taman, maupun berekreasi ke tempat wisata. Minggu lalu kami menyempatkan jalan-jalan ke Monas. Mulai dari menggunakan taksi, Commuter Line, dan bajaj, kami melakukan bonding time bersama dengan berinteraksi satu sama lain. Anak saya senang sekali melihat dan merasakan sesuatu yang baru seperti naik Commuter Line, naik bajaj dan bisa lari sepuasnya di area Monas. Saya percaya bonding time seperti ini akan menentukan karakternya dan tentunya akan berdampak positif terhadap keluarga kecil kami. Tubuh kami sehat, jiwa kami terikat 🙂

Nestle 2

Menggunakan Taksi untuk ke stasiun

Menggunakan Taksi untuk ke stasiun

Naik Commuter Line dari Suasiun UI sampai Gondangdia

Naik Commuter Line dari Suasiun UI sampai Gondangdia

Untuk memenuhi kalsium dan kebutuhan-minum-susu Zhafran, kami memberikan Nestlé LACTOGROW yang memiliki kandungan Asam Linoleat (Omega 6), Asam Alfa-Linolenat (Omega 3), minyak ikan, 11 vitamin dan 7 mineral. Kebetulan anak saya tidak bisa minum sembarang susu dikarenakan pencernaannya bermasalah, Alhamdulillah Zhafran cocok mengonsumsi Nestlé LACTOGROW. Alhamdulillah lagi ketika saya diundang di acara press conference Nestlé Lactogrow Happy Date with Legendaddy – Happy Winter Land, isi goodie bag-nya ada 2 kotak susu Nestlé LACTOGROW. Alhamdulillah rezeki anak saleh :). Sayangnya saya tidak sempat mengajak anak saya bermain di Happy Winter Land karena bentrok dengan jadwal kuliah. Huhuhu 🙁 BTW masih ada cara lain kok untuk bonding moment dengan anak, salah satunya saat memberikan dia susu Nestlé LACTOGROW :).

Choky Sitohang, salah satu Legendaddy juga hadir di acara  Nestlé LACTOGROW

Choky Sitohang, salah satu Legendaddy juga hadir di acara Nestlé LACTOGROW