Memilih Dokter Kandungan Demi Kehamilan dan Persalinan yang Nyaman

Salah satu dokter spesialis yang menurut saya sulit cocok dan butuh effort untuk menemukannya adalah dokter spesialis kandungan (SpOG). Dokter inilah yang akan mendampingi kita mulai awal kehamilan (bahkan untuk beberapa orang, SpOG menemani mulai dari program kehamilan) hingga pasca persalinan. Untuk itu penting sekali dampingan dari SpOG yang cocok dengan kita sehingga kita bisa melalui kehamilan dan persalinan dengan aman, nyaman, dan lancar. Kehamilan adalah momen yang spesial bagi seorang Ibu dimana kehamilan dapat merubah fisik maupun psikis seorang Ibu yang membuatnya lebih moody dan butuh perhatian (berdasarkan pengalaman pribadi). Selain keluarga, tentunya Sang Ibu perlu berkonsultasi dengan ahlinya.

Untuk itu saya memiliki kriteria memilih dokter kandungan bagi kehamilan hingga pasca persalinan saya:

  1. Jenis kelamin

Maafkan ya para SpOG laki-laki, saya lebih memilih SpOG perempuan karena saya merasa lebih nyaman jika ‘buka-bukaan’ dengan orang selain suami saya .

  1. Perhatian

Sang dokter mempelajari medical record kita dan selalu mewanti-wanti untuk menjaga kandungan agar persalinan lancar. Jika kita ingin melahirkan normal (pervagina), sang dokter akan memotivasi kita untuk ke arah sana.

  1. Mudah dihubungi

Mau menerima panggilan telepon dan menjawab chat melalui WhatsApp misalnya, meskipun pertanyaan kita sepele. Contoh pertanyaan sepele saya: Dok, saya sudah boleh dipijit belum ya? 😀

  1. Memberikan resep obat / vitamin sesuai keperluan kita

Kadang ada dokter yang asal meresepkan vitamin ke kita tanpa bertanya dahulu apakah di rumah masih ada vitamin atau tidak, nah itu kan bakal berpengaruh sama biaya yang harus dikeluarkan ya, sudah bayar dokter spesialis dan USG, masa kita harus bayar vitamin yang masih ada di rumah. Jadi numpuk deh vitaminnya.. Untuk itu saya senang dengan dokter yang bertanya terlebih dahulu apakah vitamin masih ada dan memberikan obat sesuai keluhan kita.

  1. Komunikatif (Penjelasan detail)

Memberikan penjelasan detail mengenai kondisi kehamilan kita, bahkan sang dokter memancing agar kita bertanya.

  1. Pelayanan ramah (tidak terburu-buru)

Selalu menyapa dengan hangat dan ramah di setiap konsultasi, tidak terburu-buru ketika menjelaskan sesuatu meski pasien di luar sudah banyak yang menunggu.

  1. Menenangkan

Tidak membuat kita panik jika sesuatu terjadi dengan kita dan kehamilan kita, menenangkan dengan memberi penjelasan + solusi.

  1. Mendukung Apapun Keputusan Kita

Dokter yang baik itu akan mendukung apapun keputusan kita, mau normal, normal dengan tindakan, sesar, atau VBAC (Vaginal Birth After Cesarean) – melahirkan normal setelah sesar, yang penting Ibu dan bayinya selamat.

Alhamdulillah saya dipertemukan dengan dua obgyn (spesialis kandungan) sesuai kriteria-kriteria di atas. Kehamilan pertama saya dipertemukan dengan dr. Meity Elvina, SpOG. di RSIA Aulia (meskipun persalinan tidak dengan beliau dikarenakan emergency), dan kehamilan kedua saya dipertemukan dengan dr. Mariza Yustina, SpOG di RS Jakarta Medical Center (JMC). Sebelumnya saya tidak browsing dokter kandungan di Jakarta (jadi asal datang saja ke RS tersebut dan bertemu dengan dokter yang bertugas saat itu), khusus untuk dr Mariza, saya memilihnya karena  belum pernah merasakan konsultasi dengan beliau di RS JMC (semua obgyn di JMC sudah pernah saya ‘rasakan’) eh malah cocok banget sama dr Mariza. Beda sama kehamilan pertama yang ‘dipegang’ banyak obgyn, di kehamilan kedua ini saya benar-benar dipegang oleh 1 obgyn, yaitu dr. Mariza. 

Konsultasi pertama sekitar bulan Agustus 2017 ketika hasil test-pack saya menunjukkan 2 garis merah dan ketika itu kehamilan saya sekitar 4-5 minggu. Di konsultasi pertama, saya dan suami sudah merasa sreg dan cocok dengan dr. Mariza, semakin mantap keputusan saya ketika melihat review-review di internet mengenai dr. Mariza. Beliau asyik diajak berdiskusi dan perhatian dengan kondisi kehamilan kita, apalagi saya yang punya riwayat eklampsia di kehamilan pertama dan dr. Mariza pun mewanti-wanti agar saya mengonsumsi protein (telur dan daging-dagingan), buah-buahan yang mengandung vitamin C dan kalsium agar eklampsia-nya tidak terjadi lagi di kehamilan kedua. Wanti-wanti ini selalu diutarakan setiap kontrol, seakan dia yang khawatir dengan kehamilan kita dan tidak mau terjadi hal yang buruk.

Setiap konsultasi dia selalu mengingatkan saya untuk terus mengonsumsi makanan dan vitamin yang mencegah datangnya eklampsia, beliau juga selalu mengingatkan untuk menjaga kesehatan selama kehamilan agar saya bisa melahirkan normal setelah sesar. Ketika saya infokan ukuran minus mata saya (-4,75), dr. Mariza tetap optimis saya bisa melahirkan normal. Beliau juga menenangkan dan menjelaskan dengan detail ketika plasenta saya sempat di bawah dan ketika posisi bayi sempat sungsang. Intinya dr Mariza itu memenuhi semua kualifikasi dokter spesialis kandungan yang ideal bagi saya. Meskipun beliau mendukung saya untuk melahirkan normal setelah sesar, namun ketika saya meminta untuk sesar, dia juga hayu-hayu saja, yang penting saya dan anak saya selamat.

Ketika saya masih dirawat di RS pasca persalinan, dr. Mariza yang sedang visit saya menjelaskan bahwa saya harus banyak makan protein (khususnya putih telur 4 buah setiap hari selama 40 hari), tidak boleh kecapean, tidak boleh mengangkat yang berat kecuali anak sendiri dan memotivasi agar ASI lancar keluar dan beliau bilang bahwa saya sudah tidak ada pantangan makanan lagi (hihihi ingat saja kalau saya paling sering nanya ‘dok boleh makan A gak? Dok boleh minum B gak?’ selama hamil).

Hingga kontrol pasca persalinan, dr. Mariza tetap lho mengingatkan saya untuk waspada dengan penyakit eklampsia yang masih bisa datang hingga nifas selesai sehingga saya pun lebih berhati-hati menjaga kondisi badan. Alhamdulillah saya memiliki support system yang sangat membantu saya mengurus rumah dan anak-anak saya sehingga saya bisa banyak istirahat, tidak stress dan bisa fokus memberi ASI dan menjaga kesehatan diri. Banyak sekali hal yang saya baru tahu mengenai kehamilan dan penyakit eklampsia yang pernah saya derita ketika kehamilan pertama.

  1. Minum teh itu sebaiknya tidak sehabis makan dan tidak berbarengan dengan mengonsumsi makanan minuman yang memiliki zat besi (bahkan kalau bisa Ibu hamil tidak minum teh karena bisa mengurangi HB yang sangat dibutuhkan untuk melahirkan secara normal nantinya). HB juga berfungsi mengurangi tenaga agar ibu hamil tidak anemia dan tidak lemas.
  2. Penyakit eklampsia bisa menyerang sampai 3 bulan setelah melahirkan
  3. Tidak boleh duduk di bawah dan tidak tidur di kasur yang rendah sehabis persalinan sesar sampai bisa dinyatakan oke semua kondisinya (kalau saya, sehabis nifas sudah bisa beraktivitas seperti biasa kecuali mengangkat yang berat-berat kecuali bayi sendiri).
  4. Untuk mencegah eklampsia, Ibu hamil harus banyak mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung vitamin C, kalsium dan daging-dagingan merah.

Banyak sekali ilmu yang saya dapat mengenai kehamilan dari dr Mariza. Kesimpulannya, saya dan suami merekomendasikan dr. Mariza Yustina, SpOG sebagai dokter kandungan Anda dari kehamilan awal hingga pasca-persalinan. Terima kasih untuk dr. Mariza Yustina SpOG atas pendampingannya selama saya hamil kedua dan persalinan kemarin.

Kontrol pasca persalinan. Terima kasih banyak , dr Mariza Yustina SpOG yang mendampingi saya mulai dari awal kehamilan hingga pasca persalinan.

Cerita Kehamilan dan Persalinan Anak Kedua

Setelah kehamilan & persalinan pertama yang bermasalah, saya bertekad di kehamilan kedua kehamilan saya harus sehat dan persalinanan-nya normal. Untuk itu saya berusaha menjaga asupan makan dan minum, mengonsumsi vitamin dan mengelola stress. Di kehamilan kedua ini saya juga sangat menjaga dari makanan yang sangat dilarang oleh dokter: Junk food dan Mie Instant. Alhamdulillah saya lulus dari makanan tersebut karena anak saya di dalam perut juga seolah-olah mengerti sehingga saya tidak mau mengonsumsi makanan tersebut. Saya paling ga kuat kalau lihat orang makan sashimi salmon dan telur ½ matang, cuma meringis setiap lihat foto/video makanan tersebut di media sosial 🙁 (ini nih bahayanya media sosial bagi bumil, jadi banyak kepengin).

Kehamilan kedua ini sebenarnya tidak direncanakan (anak pertama berumur menjelang 3 tahun ketika saya positif hamil) sehingga agak membuat kaget dan rasanya tidak percaya secepat ini diberikan karunia oleh Allah SWT, yaitu anak kedua. Setelah tahu hamil, kami langsung kontrol ke RS Jakarta Medical Center (JMC) – klik di sini untuk review RS JMC –  dan langsung memilih dr. Mariza Yustina SpOG (review tentang dr Mariza, klik di sini) karena saya sudah pernah konsultasi dengan SpOG-SpOG lain di JMC selama hamil pertama sampai KB, dan yang belum pernah sama dr Mariza. Alhamdulillah kami langsung cocok dengan beliau.

Bulan 1 sd bulan 8 Alhamdulillah kehamilan saya bisa dikatakan lancar, bahkan saya sempat ikut shooting produk SGM Bunda, wisuda S2 saat hamil 7 bulan, dan ikut acara Sumber Ayu Bersama Artika Sari Devi+Baim. Bulan 5 plasenta sempat di bawah dan bulan ke-7 posisi bayi sungsang  namun semua bisa diatasi dengan baik, air ketuban oke, plasenta juga bagus. Memasuki minggu 36 jadwalnya saya periksa bagian dalam dari vagina menggunakan USG Transvaginal untuk mengukur panggul dan bekas jahitan sesar pertama, tapiiiiii sayangnya di minggu 36 ke 37, kondisi saya drop karena adanya infeksi, tidak mau makan (maunya minuuuummm terus), asam lambung tinggi, heartburn hampir setiap malam dan itu semua mengakibatkan kondisi badan saya lemas dan tidak bertenaga. Akhirnya saya menghubungi dr. Mariza dan menceritakan kondisi saya, lalu ia mengarahkan saya ke RS untuk di-observasi (apalagi saya punya riwayat eklampsia di kehamilan pertama), jadi memang kalau ada keluhan-keluhan harus segera ke rumah sakit. Oh ia, kondisi ini juga yang membuat saya memutuskan cuti lebih awal.

Dari dulu ga pernah kesampean maternity photo, tapi aku dan suami sempat foto ala-ala di Claket Riverside, Selogiri, Wonogiri (Waktu hamil 4 bulan).

Perut aku emang ga gede-gede banget sih tiap hamil…

Kamis, 22 Maret 2018 – Saya masuk ruang bersalin di RS Jakarta Medical Center (JMC) untuk di-observasi. Tindakan pertama adalah pemberian cairan melalui infus untuk tenaga, cek gula, cek tensi (sampai 140 tapi Alhamdulillah turun lagi setelah minum penurun tekanan darah tinggi), cek urine, CTG, dan tes darah lengkap (termasuk cek pre-eklampsia). Saya sempat bete karena ketika dipasang infusan, kedua bidan yang menangani saya malah ‘berdebat’ seolah-olah belum piawai nginfus sekalian ambil darah, sampai darah saya ngucur kemana-mana dan tangan saya bengkak. Sore-nya dr. Mariza visit dan malamnya saya USG di poli, Alhamdulillah hasilnya bagus, air ketuban, plasenta, posisi bayi semuanya oke, hasil test darah juga Alhamdulillah bagus, negatif pre-eklampsia, hanya gula-nya yang nge-drop dan adanya infeksi. Keputusannya: tetap rawat inap untuk observasi lebih lanjut dan tak lupa infusan saya diganti dari kanan ke kiri oleh Bidan Lilis (bidan yang menangani persalinan pertama saya). Bidan Lilis jago juga ya nginfus, karena enakan setelah ganti posisi infusan. Alhamdulillah keesokan harinya saya sudah bisa pulang karena kondisi bagus semua, meski keputusan sesar tetap ada dan kami berencana sesar di 30-03-2018.

Tas Mas Zhafran, koper keperluan aku suami dan bayi, tas suami. (Di ruang VK, JMC Hospital).

Pulang ke rumah kondisi saya malah kembali ngedrop karena ga mau makan dan asam lambung tetap tinggi. Akhirnya hari Senin, 26 Maret 2018 saya dibawa kembali ke RS dan sudah pasrah untuk operasi sesar karena saya sudah tidak bertenaga lagi (rasanya seperti zombie hidup). Sekitar jam 12 siang diperiksa dr Mariza, akhirnya ia pun memutuskan untuk sesar malam itu juga jam 19.00 (Agak kaget sih karena gak nyangka secepat itu) karena saya benar-benar sudah tidak punya tenaga, daripada dipaksakan normal malah kenapa-kenapa, langsung saja lah sesar dan mulailah saya puasa dari jam 13.00 (Puasa ini menyiksa sekali karena ga bisa minum, haus paraaaaahhhh).

Di ruang VK, menunggu waktu operasi tiba..

Suami langsung mengurus administrasi, saya ganti baju operasi berwarna pink, dan persiapan lainnya.  Menjelang operasi saya lebih tenang karena pikir saya akan cepat bertemu dengan si buah hati, bebas dari kelemahan ini dan bebas makan minum apa saja. Karena satu dan hal lainnya, saya masuk ruangan operasi jam 08.40 dengan berjalan kaki (beda banget sama persalinan saya yang pertama). Masuk ruangan operasi saya langsung tiduran di Kasur yang sempit dan menunduk meluk bantal untuk disuntik anestasi bagian belakang (surprisingly ga sakit lho…!). Kata dokter anestasi-nya, lebih sakit diinfus daripada suntik belakang (emang bener ternyata!). Tangan kanan-kiri posisinya seperti ‘disalib’ dan bagian dada mulai dibatasin tirai biar kita gak lihat prosesnya, tapi saya merasakan kalau perut saya dibelek (meski ga sakit). Alhamdulillah, pukul 20.53 anak kedua kami telah lahir.

Ternyata di RS JMC itu, kalau sesar SpOG-nya dua (wauwww), dan saat itu dr. Mariza didampingi oleh dr.Anita SpOG. Jadi di ruangan operasi ada dokter utama (dr. Mariza), dokter pendamping (dr. Anita), dokter anestasi (yang ternyata wali murid-nya Ibu saya), dokter anak, bidan dan suster-suster.

Jadi… Sesar yang kedua ini saya benar-benar sadar, tak seperti persalinan pertama yang gak sadar saat operasi. Eh tapi saya sempat tidur sih pas operasi sesar kedua ini sampai dibangunkan oleh dokter anak “Malam Bu, saya dr. Irma, dokter anak, anak Ibu sudah lahir, persis Ibu” lalu dedek bayi diciumkan ke pipi dan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) sebentar karena bayi saya tidak kuat dingin. Udah deh, saya ga ingat apa-apa lagi sampai dibawa ke ruang pasca-operasi dan suami saya masuk (di sini saya belum sepenuhnya sadar). Akhirnya sekitar jam 11 malam saya dibawa ke ruang perawatan, dan baru bisa room-in dengan bayi keesokan paginya karena bayi saya masih di-observasi (tidak kuat dingin sama seperti kakaknya ketika lahir).

Pemulihan saya di RS menghabiskan waktu 4 hari 3 malam. Sebenarnya sih sudah bisa pulang 3 hari 2 malam (sesuai paket operasinya), tapi saya extend 1 hari karena di hari ke-3 anak saya lahir, bilirubinnya cukup tinggi dan harus disinar 24 jam. Di hari terakhir, saya sibuk bolak balik kamar (di lantai 3) ke ruangan perina (lantai 4 pojokan pula) , beuh perih banget jalan sambil megangin perut (hitung-hitung belajar jalan biar gak kaku). Berhubung ga menyiapkan pompa ASI, saya harus menyusui langsung dan bolak balik 2-3 jam sekali. Suatu waktu, jam 12 malam (malam Jumat) saya ditelepon dari ruang perina dan mengabarkan anak saya nangis dan harus disusuin, akhirnya diantar Ibu ke atas. Selesai menyusui, saya dan Ibu tidur di sofa depan ruang perina (malam jumat, pojokan, sepi, gelap, Ibu melahirkan yang menarik perhatian yang gaib), hemm rasanya mantaps. Jam 02.00 kami kembali ke kamar dan jam 03.30 saya sendirian balik ke ruang perina untuk menyusui.

Hari terakhir di RS, Mas Zhaf mau menatap dan deketan sama adiknya 🙂

Alhamdulillah hari Jumat kami bisa pulang, bilirubin anak saya sudah normal karena sudah disinar dan disusuin terus (Alhamdulillah saya dikaruniai ASI yang lancar  sejak anak lahir).

Pulangnya, kami dijemput Mbah Puti (Ibu mertua) yang sedang ke Jakarta dan pulang menggunakan Silver Bird Mercedes Benz agar nyaman di perjalanan. Pengemudinya sangat berhati-hati sehingga sampai rumah tidak merasa nyut-nyutan, apalagi mobil Mercy nyaman banget kan (Argo dari Buncit ke Tanah Baru Depok 150rb-an).

Special thanks to. dr Mariza Yustina SpOG (Dokter Kandungan-Dokter Utama), dr. Arju Anita SpOG (Dokter pendamping), dr. Irma Rochima SpA (Dokter Anak), Dokter Anestasi, Bidan dan suster yang bertugas menangani saya mulai dari observasi hingga pulang ke rumah.

Yeay dijemput Mbah Puti… (In Silver Bird Cab).

At the end, melahirkan normal maupun sesar sama saja, yang penting Ibu dan bayinya selamat. Eh beda deng, sesar sakitnya lama huhuuuhuuu 🙁 . Sempat kecewa sih gagal melahirkan normal (gagal maning), tapi akhirnya saya bisa menerima mungkin ini takdir Allah SWT dan saatnya kami fokus membesarkan anak-anak kami.   Mohon bantu doa ya, para pembaca yang budiman :).

Sambil nunggu suami mengurus administrasi, wefie dulu di ruangan

Cafe-Hoping di Jakarta

Bagi bumil kaya gw yang sudah memasuki trimester ke-3, liburan ga bisa jauh-jauh lagi, paling kalau mau refreshing, perginya ke taman atau malah café hoping, menjelajahi café-café unik di Jakarta yang kalau dihitung sebenarnya banyak banget, mungkin daftar Yellow Pages aja bisa kalah.. Hehe…. Kriteria café yang unik bagi gw adalah: tempatnya fotogenic alias instagramable, makanan dan minumannya bervariasi dan enak, harganya affordable, memiliki keunggulan/ciri khas tersendiri, dan lokasinya mudah dijangkau.

Ada beberapa café yang menjadi favorit gw yang biasa gw datengin bareng suami atau teman-teman.

Di Jakarta Selatan, gw sama suami favorit banget makan siang di Mbah Jingkrak Setiabudi. Pertama kali tahu Mbah Jingkrak sejak 7 tahun lalu dari radio hits di Jakarta yang lagi ngomongin café bernuansa Jawa ini. Penasaran karena pilihan lauk dan sambalnya yang pedas, gw dan pacar (yang sekarang jadi suami) menyempatkan makan siang di sana. Kita terkesan banget waktu pertama kali kesana karena nuansanya gak ngebosenin meskipun banyak pernak-pernik khas Jawa dan aksesoris jadul, tapi menurut gw di situlah daya tariknya.  

Selain itu di Jaksel ada Cutie Cats Café di Jl Kemang 1 No. 12 F. Jadi di sini kita akan makan dan minum bareng kucing-kucing lucu nan menggemaskan. Kita harus mengocek dompet sekitar Rp. 50.000,- per jam di hari biasa dan Rp. 75.000/jam di weekend.

Bayangin gemesnya nongkrong bareng kucing-kucing ini.. Unyuuu… (@cutiecatscafe)

Di daerah Depok Jawa Barat ada café unik bertema rumah sakit, namanya Hospitalis Resto & Bar. Sesuai dengan tema dan namanya, nama makanan, minuman,  perangkat makan dan minum hingga furniture-nya bertemakan rumah sakit. Bahkan pelayannya menggunakan kostum dokter/perawat, unik deh! Jangan lupa foto-foto dan upload di media sosial kamu karena minuman kamu akan disajikan seperti infusan.

Di Jakarta Utara ada Bong Kopitown dimana kita bakal ngerasain makan serasa di penjara karena nuansanya dibuat seperti di penjara. Misalnya beberapa bagian meja dikelilingi tembok terali berwarna hitam. Jangan lupa untuk pesan nasi penjara yang disajikan menggunakan wadah aluminium seperti di penjara.

Selain Bong Kopitown, di Kelapa Gading juga ada Samudra Laut 73 yang memberikan pengalaman makan serasa berada di kapal selam. Di beberapa bagian dinding, terdapat jendela-jendela berbentuk bundar yang mirip seperti jendela pada kapal selam. Untuk menambah kesan seperti di bawah laut, setiap meja diisi dengan pasir dan berbagai jenis batuan laut.

Mereka mengusung tema “Happiest Prisoner on Earth” ( @bongkopitown )

Di Jakut juga ada Hello Kitty Café yang tentu saja mengangkat tema Hello Kitty sebagai dekorasi dan  makanan serta minumannya. Salah satu menu yang unik ada burger mini yang dihiasi gambar wajah Hello Kitty.

Di Jakarta Barat ada Café Strawberry yang cocok dikunjungi bareng-bareng karena ada berbagai permainan board game seperti monopoli dan games lain yang bisa digunakan bersama.

Café unik yang biasanya ada di mall dan unik yaitu Nanny’s Pavillon, aku paling suka Nannys Pavillon di Puri Mall yang mengangkat tema Post Office (masing-masing Nanny’s Pavillon memiliki teman yang berbeda-beda, misalnya Le Cirque di Mal Kelapa Gading, Study Room di Living World Alam Sutera dll). Makanan dan minumannya juga enak dan bervariasi. Recommended deh .

Nanny’s Pavillon dengan tema post-office (@nannyspavillon)

Mau tahu lebih lengkap informasi seputar café-café kece di Jakarta sebagai referensi liburan weekend nanti? Cus ke Cafe unik di Jakarta baca di Blog Traveloka . Di sana juga ada referensi-referensi tempat kece lainnya, mulai dari cafe, taman, sampai tempat-tempat yang lagi ngehits. 

Bagi pembaca yang berasal dari non-Jabodetabek dan ngiler pengen makan minum nongkrong di café-café tersebut, cus langsung pesan paket tiket pesawat+hotel di Traveloka (jangan terpisah ya) karena harganya lebih hemat lho dibanding pesan terpisah, hematnya bisa sampai 20% tanpa kode promo apapun!

Promo bundling kaya gini memang menguntungkan banget bagi kita karena sisa uangnya bisa dialokasikan untuk yang lain atau bisa di-pos-kan ke biaya tak terduga, apalagi kalau lagi bepergian biasanya mata suka lapar mau beli ini itu, atau perut lapar karena pengen nyobain makanan dan minuman di tempat itu. Keuntungan lain jika pesannya sekaligus di satu tempat, kita ga usah diribetin sama urusan administrasinya. Tiket plus+hotel? Langsung Traveloka saja deh..

Menginap Kekinian di Hotel Yats Colony Yogyakarta

“Penginapan ini  selain kekinian, ramah lingkungan, artistic, instagramable, mendukung produk lokal serta menjunjung kearifan lokal meskipun bergaya modern.”

Genic banget tempatnya, nyaman, asri, asik buat family vacation ataupun liburan bareng pasangan dan teman-teman.

Genic banget tempatnya, nyaman, asri, asik buat family vacation ataupun liburan bareng pasangan dan teman-teman.

Waktu lagi buka Instagram, nemu postingan  dari seorang seleb di tempat yang Instagramable. Penasaran dong, setelah ditelusuri ternyata tempat itu bernama Yats Colony, sebuah penginapan di Yogyakarta yang lagi kekinian. Hotel ini punya 5 jenis kamar, ada Ha, Na, Ca, Ra dan Ka (Aksara Jawa Ha-Na-Ca-Ra-Ka). Kamar yang paling sering diminati adalah jenis Ha karena kamarnya bertingkat (lantai bawah layaknya ruang tamu, dan kamar atas seperti kamar tidur). Kamar jenis Ha ini hanya ada 2 di sini. Oh ia, sangat disarankan untuk memesan kamar di sini jauh-jauh hari. Seperti saya yang mepet akhirnya dapat kamar jenis Ka, kamar deluxe di pojok belakang dengan view tanam-tanaman, padahal sih ngincernya kamar Ha atau Na yang di pinggir kolam renang. Untuk pembayaran, sayangnya baru sistem transfer saja ke rekening mereka langsung. Untuk jenis kamar KA, harga yang dibayarkan Rp. 500.000,- (pemesanan menggunakan booking.com) setelah itu kita harus melakukan konfirmasi melalui WhatsApp ke pihak Yats Colony.

Tampak depan kamar jenis KA

Tampak depan kamar jenis KA

Dalam kamar jenis 'KA'. Look, My boy is enjoy the room!

Dalam kamar jenis ‘KA’. Look, My boy is enjoy the room!

Meskipun dapat kamar jenis KA, apa yang didapatkan sudah worth it. Luas kamarnya cukup (22 square meter) dan fasilitas sudah oke seperti  toiletries yang lengkap (dengan penamaaan bahasa Indonesia dan bahasa Jawa), sandal yang nyaman, shower, flat TV dengan channel nasional & internasional, Telepon, AC yang dingin, pengering rambut, toilet dengan air hangat yang berfungsi dengan baik,  bantal selimut yang hypoallergenic, handuk & seprai yang bersih, dan kamar yang bersih. Pokoknya penginapan yang baru diluncurkan ini kekinian banget lah!

Toiletries dengan bahasa Jawa. Misalnya "Rikma" yang artinya "sisir".

Toiletries dengan bahasa Jawa. Misalnya “Rikma” yang artinya “sisir”.

 

Kamar mandi dan toilet di kamar KA. Lumayan lega...

Kamar mandi dan toilet di kamar KA. Lumayan lega…

Setiap ruangan memiliki desain yang custom dan ramah lingkungan karena terbuat dari bahan daur ulang dan pelapis mewah yang terpilih. Seprai tempat tidur tie-dye yang handmade dan lokal punya oleh Purana Indonesia, bantal mewah nan empuk dilapisi oleh Semak Studios, dan karya seni asli seniman Indonesia, yang semuanya ekslusif dibuat untuk Yats Colony. Penginapannya tidak luas namun indah, lobi dan restoran menyatu di bagian depan, sedangkan kamar-kamar ada di bangunan samping. Di lantai bawah terdapat front desk dan butik, sedangkan restoran di lantai 2. Ketika kita datang, receptionist membantu check-in dengan cepat dan kita akan diantar oleh security hingga pintu kamar.

Main becak mini yang disediakan di depan lobi.

Main becak mini yang disediakan di depan lobi.

Aktivitas yang bisa dilakukan di sini selain tidur dan nonton TV, tentunya bisa poto-poto, renang, santai sambil baca buku/majalah, bahkan kerja. Ngetik, cari inspirasi sambil oret-oret di meja kerja yang ada di kamar sudah cukup nyaman (tapi kalau bagi saya sih lebih enak tiduran dibanding kerja :p ).

Salah satu spot foto yang 'laku'. Tapi memang indah sih yaaa.. Dan asik banget kalau leyeh-leyeh sambil baca buku di sini...

Salah satu spot foto yang ‘laku’. Tapi memang indah sih yaaa.. Dan asik banget kalau leyeh-leyeh sambil baca buku di sini…

Untuk menu sarapan, Alhamdulillah bisa dimakan sama bumil yang picky eater seperti saya, menu sarapan bervariasi, furniturenya keren dan artistik,  anak saya pun lahap makan di sini, bahkan berkali-kali nambah makan nasi kuning dan lauk-pauknya 😀 . Sayangnya restoran untuk breakfast buka mulai pukul 07.00, jadi kalau dapat morning flight ga bisa sarapan di sini deh… Atau kalau bangun-bangun kelaparan harus nunggu sampai jam 07.00 untuk compliment breakfast-nya.

Suatu sudut di restoran bagian luar.

Suatu sudut di restoran bagian luar.

 

Bagian luar restoran

Bagian luar restoran

 

Anak ini makan banyak banget dan nambah terus :)

Anak ini makan banyak banget dan nambah terus 🙂

 

Family-breakfast at Yats Colony

Family-breakfast at Yats Colony

Apa kata mwulan?

Overall, kami sekeluarga merekomendasikan penginapan ini ketika berlibur di Yogyakarta. Lokasinya juga strategis dengan obyek-obyek wisata di Yogya. Oh ia, kalau sudah berada di Jalan Patangpuluhan, lihat ke kiri dan hati-hati terlewat, apalagi kalau malam hari.

Pokoknya jadi pengen kembali menginap di sini dan mau mencoba kamar yang jenis Ha atau Na yang menghadap ke kolam, rasanya nyaman dan damai buat leyeh-leyeh seharian di Yogya.

Yats Colony

Jl. Patangpuluhan No. 23

Wirobrajan, Yogyakarta.

WA: +62817150811

www.yats.co

Terima kasih atas pelayanan excellent-nya, dear Yats Colony :)

Terima kasih atas pelayanan excellent-nya, dear Yats Colony 🙂

5 Hal yang bisa dilakukan saat di Tempat Wisata Taman Bambu Tangerang

 

sumber:tangerangkota.go.id

sumber:tangerangkota.go.id

Tangerang sepertinya tidak mau kalah dengan kota-kota besar lainnya di Pulau Jawa. Berbagai tempat wisata di Tangerang kini mulai bermunculan, salah satunya adalah tempat wisata dengan konsep taman. Taman tersebut adalah Taman Bambu yang dibangun tahun 2016 oleh Dinas Pertamanan Tangerang. Konsep taman bambu sendiri tidak datang sendirinya dari Dinas Pertamanan Tangerang, namun berkat kerjasama dengan Komunitas Bambu Nusantara yang lebih mengerti tentang sisi-sisi lain yang dimiliki oleh bambu.

Setelah diresmikan menjadi tempat publik, tempat wisata di Tangerang ini langsung diserbu anak-anak muda hingga orang dewasa. Bahkan, jika sudah memasuki akhir pekan, taman ini penuh dengan anak-anak karena konsep tempat wisata ini ternyata adalah tempat edukasi sekaligus sebagai tempat bermain dan bersantai. Dikutip dari berbagai sumber, ini lah daya tarik Taman Bambu yang membuatnya menarik.

Berfoto di jembatan gantung

Hampir semua taman yang ada saat ini memiliki sebuah spot berupa jembatan. Hal yang sama juga bisa ditemukan oleh pengunjung ketika datang menuju taman bambu. Hanya saja, jembatan di taman bambu berbeda dengan jembatan-jembatan lainnya. Jembatan ini dibuat dari bilah-bilah bambu yang dirangkai sedemikan rupa sehingga menjadikannya terlihat sebagai sebuah jembatan menarik. Jika dilihat dari kejauhan, jembatan ini terlihat cantik dengan pohon-pohon hijau disekelilingnya. Makanya tidak jarang pengunjung harus rela antri untuk bisa berfoto di jembatan bambu ini.

sumber:tangerangkota.go.id

sumber:tangerangkota.go.id

Bertualang di aneka rumah bambu

Karena Dinas Pertamanan kota Tangerang bekerjasama dengan Komunitas Bambu Nusantara, maka hal-hal baru disuguhkan melalui taman ini. Salah satunya adalah petualangan di rumah-rumah bambu yang dibangun sedemikan rupa. Rumah-rumah ini memiliki keunikan tersendiri sehingga cukup seru untuk anak-anak yang ingin menikmati wisata singkat di taman ini.

Berfoto di perahu dan patung wanita menari

Di salah satu sisi taman terdapat sebuah perahu yang dilengkapi dengan dua orang yang sedang mendayung dan sebuah patung wanita menari. Inilah salah satu ciri khas dari taman bambu. Patung-patung ini sebagai simbol selamat datang yang diberikan kepada pengunjung taman bambu. Jangan sampai terlewatkan untuk berswafoto dengan latar patung wanita menari dan dua orang yang sedang mendayung perahu ini ya!

Baca juga : Saya, Salah Satu Turis Lokal di Perayaan Waisak

Menikmati cahaya lampion yang temaram

Jika taman-taman lain kurang menarik di kala malam, maka hal yang berbeda terjadi di taman bambu. Tempat wisata di tangerang ini menawarkan sebuah pengalaman menarik berkunjung ke taman melalui lampion-lampionnya. Bukan sembarang lampion karena lampion ini terbuat dari anyaman bambu. Cahaya yang dihasilkannya tentu saja berbeda dengan dengan lampion atau lampu-lampu umum di taman yang lain.

sumber:forwatnews.com

sumber:forwatnews.com

Bersantai di temani dengan pohon-pohon rindang

Bagi yang sudah selesai menjelajahi semua sisi taman bambu, bisa sejenak beristirahat di kursi-kursi yang disediakan di taman ini. Posisinya tepat berada dekat dengan pohon-pohon rindang, yang memberikan suasana yang sejuk. Tentu saja, tempat ini menjadi salah satu spot foto yang menarik untuk dicoba saat berkunjung ke taman bambu.

Terakhir, untuk menuju sumber-sumber spot dari taman bambu, setiap pengunjung akan diajak menjejakkan kaki di jalan-jalan setapak yang terbuat dari kayu. Penasaran dengan Taman Bambu? Tempat wisata di Tangerang ini buka setiap harinya dari pukul 07.00-22.00 dan untuk menikmati suasana taman tidak dipungut biaya apa pun alias gratis!

Serba-Serbi Diare dan Tips Menghadapinya

Paling bete kan kalau anak atau anggota keluarga ada yang terkena diare? Rasanya pengen gitu keluarga bebas diare, bahkan impiannya Indonesia Merdeka Diare…! Dulu anak saya pernah diare gara-gara intoleransi laktosa. Di saat-saat ini kita sebagai Ibu pasti repot, apalagi bagi Ibu bekerja seperti saya. Izin/cuti kerja untuk mengurus anak, di rumah pun tidak bisa leha-leha karena harus siaga: mengganti popok, membersihkan yang terkena kotoran, memberi makanan dan minuman yang bergizi, dan tentunya pengeluaran rumah tangga membengkak karena harus membeli ekstra popok dan susu khusus anak alergi (tentu harganya lebih mahal dari susu sapi biasa). Rugi banget kan kalau anak kena diare ☹

Wah impian saya ini ternyata sejalan dengan Nutricia Sarihusada yang menggelar kampanye edukasi “Indonesia Merdeka Diare”.  “Nutricia Sarihusada melalui kampanye “Indonesia Merdeka Diare” adalah langkah nyata komitmen perusahaan terhadap  nutrisi untuk bangsa agar  anak Indonesia dapat menjadi anak generasi maju. Kami berharap melalui kampanye edukasi ini akan membuat banyak ibu yang semakin mengerti penanganan tepat diare pada anak” kata Nabhila Chairunissa, Brand Manager Digestive Care – Sari Husada.

Dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A (Medical Expert), Maria Melisa (Head of Brand SGM), Nabhila Chairunissa ( Brand manager digestive care - Sarihusada), Cindy Charlota (Public Figure Mom).

Dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A (Medical Expert), Maria Melisa (Head of Brand SGM), Nabhila Chairunissa ( Brand manager digestive care – Sarihusada), Cindy Charlota (Public Figure Mom).

Fakta Tentang Diare

  1. 1 dari 7 anak Indonesia pernah mengalami diare dengan frekuensi 2-6 kali dalam setahun. Jika diare berkelanjutan, bias berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak, antara lain berat badan anak.
  2. Penyebab diare yang paling umum adalah infeksi pada usus yang disebabkan oleh virus, bakteri atau parasit. Namun, penyebab terbanyak diare pada anak adalah Rotavirus, dan penelitian menemukan bahwa sebagian (30%) anak Indonesia yang mengalami diare karena Rotavirus juga mengalami intoleransi laktosa. (Unpublished data from Department of Pediatrics FK-UGM. Hasil penelitian di 6 rumah sakit di Indonesia. 2007.)
  3. Penelitian di negara lain bahkan mendapatkan angka kejadian intoleransi laktosa yang lebih tinggi, yakni sekitar 67% pada diare karena Rotavirus dan 49% pada diare non-Rotavirus. (Hu et al. Pak J Pharm Sci 2016;29:321-3)
  4. Pada saat diare terutama oleh Rotavirus, terjadi kerusakan jonjot usus, sehingga produksi beberapa enzim di jonjot usus yang berguna untuk proses pencernaan nutrisi, di antaranya enzim laktase, akan berkurang. Enzim laktase berguna untuk mencerna gula alami (laktosa) yang terdapat pada susu. Laktosa yang tidak tercerna akhirnya tidak dapat diserap sehingga menyebabkan diare semakin berat, kembung, dan tinja yang berbau asam. Kondisi ini disebut sebagai intoleransi laktosa.

Mom, Inilah yang Harus Dilakukan Ketika Anak Diare:

  1. Perhatikan anak tercukupi cairan-nya agar tidak dehidrasi dan kekurangan gizi
  2. Untuk anak yang masih mendapat ASI. Teruskan pemberiannya karena ASI adalah yang terbaik
  3. Cegah dehidrasi dengan larutan oralit
  4. Konsultasikan ke tenaga medis
  5. Jaga kebersihan tubuh dan lingkungan si kecil
  6. Pada beberapa keadaan, nutrisi bebas laktosa diberikan atas rekomendasi
  7. Saya juga baru dapat pengetahuan lagi dari acara ini. Menurut Dr. Ariani Dewi Widodo Sp.A(K) bahwa jika anak sedang diare, jangan kurangi porsi susu bubuknya, tapi lebih baik menambahkan porsi air agar nutrisi tetap terjaga.

Wah semoga dengan kampanye dari Nutricia Sarihusada ini angka diare di Indonesia menurun dan Indonesia Merdeka Diare…..!

Yuks Mom, lebih peka dengan kondisi si kecil demi tumbuh kembangnya yang maksimal 🙂

Terima kasih Nutricia dan Sarihusada atas edukasinya mengenai diare. Very good event for everyone, especially for the parents.

Terima kasih Nutricia dan Sarihusada atas edukasinya mengenai diare. Very good event for everyone, especially for the parents.

Tetap Bugar Selama Puasa

Rabu, 31 Mei 2017 lalu saya dan beberapa blogger berkesempatan menghadiri Buka Bersama Lazada Indonesia #BukBerLazada di Aston Kuningan, kami mendapatkan tips untuk menjaga kesehatan dan kebugaran selama Ramadhan.

Biasanya kalau Ramadhan itu ada yang jadi malas-malasan ya untuk beraktivitas dengan alasan loyo berpuasa, padahal ada tips dan trick-nya lho agar kita tetap bugar. Ada juga yang makannya jadi seenaknya. Seala Septiani, S.Gz – Nutrition Consultant mengatakan “Menjaga pola makan yang baik adalah salah satu kunci mendukung gaya hidup sehat. Namun, masih banyak orang yang kurang paham bagaimana mengatur pola makan, khususnya saat berpuasa di bulan Ramadhan. Menjaga keseimbangan asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh dapat dilakukan dengan memperhatikan asupan saat sahur dan berbuka puasa.”

Kebutuhan gizi saat puasa tidak lebih banyak dari kebutuhan normal sehari-hari di luar bulan puasa, yaitu sekitar 2.000 kkal per hari yang 60%-nya bersumber dari karbohidrat, 15% dari protein, dan 25%nya dari lemak. Selain itu , tubuh juga membutuhkan 28-38 gram serat per hari dan sekitar 2 liter air putih agar berfungsi optimal. Konsumsi makanan yang beragam dapat membantu memenuhi seluruh kebutuhan gizi tersebut, khususnya saat menjalankan ibadah puasa. Tidak berlebih, tapi juga tidak kurang. Pastikan juga cukup minum air saat sahut dan berbuka.

Selain pola makan yang seimbang, olah raga teratur adalah pendukung utama untuk mendapatkan pola hidup yang sehat di bulan puasa. Berolah raga dengan porsi yang cukup dan teratur menjadikan tubuh tetap fit dan sehat sehingga tidak mudah letih sebelum waktu berbuka, dengan intensitas 40% hingga 50% lebih sedikit dari zona latihan yang biasa dilakukan.

Apa saja sih jenis olahraga yang bisa dilakukan saat berpuasa? Sebagai Co-Founder Sana Studio, Laila Munaf bilang “Puasa bukanlah halangan untuk tetap berolahraga, seperti jogging/treadmill ringan, bersepeda, yoga hingga berenang. Selain itu, masih ada beberapa teknik olahraga tingan yang bisa dilakukan, seperti olahraga kelenturan contohnya plank atau senam lantai atau olahraga yang membentuk otot.” Kemudian Mba Laila dan kami pun mempraktikkan olahraga ringan menggunakan sarana yang ada, misalnya kursi.

Nah teman-teman, puasa jangan dijadikan alasan untuk malas-malasan ya, ayo bangun-bangun jangan kebanyakan tidur 😀 (*kemudian ngaca diri sendiri :p )

Tim Lazada, Sahabat Anak dan para pembicara / pengisi acara

Tim Lazada, Sahabat Anak dan para pembicara / pengisi acara di acara BukBer Lazada dan Peluncuran Lazada Berbagi

Belanja Online Sambil Berbagi? Bisa banget…!

Belanja online seperti menjadi bagian yang tak terpisahkan ya bagi sebagian besar masyarakat? Termasuk aku, aku tuh dalam 1 minggu, ada aja transaksi online, apalagi kalau di bulan Ramadhan. Mudah dan banyak pilihan sih…!

Berdasarkan survey yang dilakukan Lazada kepada lebih dari 1.000 responden, ditemukan bahwa 70% responden telah mengalokasikan anggaran untuk berbelanja online selama Ramadhan dari rumah atau kantor (Aku banget nih). Waktu favorit berbelanja di siang hari, menjelang berbuka dan setelah Shalat Tarawih. Sebagian besar dari responden juga berbelanja online minimal 2 kali setiap minggunya, dan mengalokasikan 50% dari THR untuk berbelanja online. Apa aja sih yang dibelanjain? Produk-produk rumah tangga untuk perayaan Idul Fitri seperti toples kue, sprei, keset, taplak meja, gorden dan lain-lain.

Nah, good news nih buat para online shopper, karena untuk pertama kalinya Lazada menggelar kampanye Ramadhan sebulan penuh tanggal 19 Mei – 25 Juni 2017. Di periode ini juga Lazada mengadakan program #LazadaBerbagi yang mengajak para konsumen kaya kita untuk berpartisipasi dan turut berbagi kebahagiaan dengan sejumlah anak yang kurang beruntung di Jakarta. Menurut Haikal Bekti – Head of Online Marketing Lazada Indonesia bilang bahwa “Sebagai e-commerce yang terus berusaha memberikan pengalaman belanja yang menyenangkan, maka bulan puasa kami akan menghadirkan berbagai penawaran menarik dari seller dan brand; diskon hingga 70% untuk berbagai produk mulai dari makanan, minuman, alat olahraga, produk fashion, kecantikan; hingga undian berhadiah perjalanan Umrah gratis!”

Tim Lazada dan perwakilan Sahabat Anak

Tim Lazada dan perwakilan Sahabat Anak di BukBer Lazada dan peluncuran #LazadaBerbagi

Lazada juga menghadirkan fitur terbaru untuk mengisi pulsa secara online dengan potongan harga 15%, halaman khusus produk halal, flash sales harian dan diskon dengan beragam tema mingguna untuk semua kategori. Tidak ketinggalan sejumlah video tips Ramadhan harian.

Tidak hanya belanja atau diskon saja yang dipikirkan oleh Lazada, tapi Lazada juga peduli dengan isu pendidikan anak-anak yang kurang beruntung melalui program #LazadaBerbagi yang menggandeng Sahabat Anak. Untuk setiap pembelanjaan minimum Rp. 200.000, Lazada akan mendonasikan Rp. 5.000 kepada Yayasan Sahabat Anak. Belanja bisa sambil beramal, kan…!

Sama @harrismaul dan @dadansiganas

Sama @harrismaul dan @dadansiganas di #BukberLazada

Sama @harrismaul dan @atemalam

Sama @harrismaul dan @atemalam di #BukBerLazada

Staycation di Best Western Premier The Hive

Minggu lalu kami berkesempatan staycation sebelum puasa di Best Western Premier The Hive, Jakarta  Timur. Thanks to @hellobellboy who gave us a chance to enjoy this hotel.

Merayakan ulang tahun ke-30 Papiki (Papa Piki) my hubby

Merayakan ulang tahun ke-30 Papiki (Papa Piki) my hubby

 

Hotel ini lokasinya tidak jauh dari UKI Cawang, cukup dekat juga dengan bandara Halim. Tidak jauh juga ke Bassura, Cijantung Mall, atau ke Kota Kasablanka. Hotel yang lobinya di lantai 5 ini memiliki fasilitas yang lengkap, seperti: 24-hours business center, restoran yang menyajikan makanan local maupun cita rasa internasional, kolam renang anak, kolam renang dewasa, tempat spa yang mewah dan tempat gym yang modern.

Concierge di lantai 1

Concierge di lantai 1

Di bawah hotel, tepatnya di lantai 1 ada berbagai macam restaurant yang bisa dipilih untuk lunch atau dinner, ada juga KFC buat nyemil-nyemil, namun KFC dan restaurantnya tutup di jam 21.00. Di lantai 2 ada bank BRI, Indomart minimarket dan ada foodcourt keren, namanya Wiki-Wiki Wok. Desainnya tuh anak muda banget, beda dari foodcourt biasa, makanan-minumannya bermacam-macam, dan di pojokan ada tempat bermain anak-anak. Oh ia, di lantai 1 ada apotik Century jika perlu obat-obatan yang tidak terbawa.

Pojok bermain di Wiki Wiki Wok. Bersih dan adem.

Pojok bermain di Wiki Wiki Wok. Bersih dan adem.

Memasuki lobi hotel, kita akan disapa oleh receptionist yang ramah dengan proses check-in yang tepat. Deposit yang dibutuhkan selama menginap Rp. 300.000,- bisa dibayar cash maupun credit card, deposit ini akan dikembalikan/dirilis jika tidak ada pemakaian dalam kamar/service lainnya di hotel. Selesai check-in, kami menikmati infuse water segar sebagai welcome drink dan beberapa macam cookies. Oh ia, lobinya mengakomodir hobi aku dan suami. Suami suka aquascape, kebetulan di lobinya ada aquarium dengan aquascape yang bagus. Aku hobi baca, di lobinya ada reading corner yang bukunya cukup banyak, khususnya buku direktori Jakarta. Di lobi juga tersedia toko roti dan kue, lengkap kan…!

Lobi Hotel di lantai 5

Lobi Hotel di lantai 5

Buckwheat Bakery, toko roti di lobi Best Western Premier The Hive. Setelah jam 17.00 harganya disc 50%, lumayan buat ngemil di kamar :)

Buckwheat Bakery, toko roti di lobi Best Western Premier The Hive. Setelah jam 17.00 harganya disc 50%, lumayan buat ngemil di kamar 🙂

Zhaf dan my hubby menikmati pemandangan aquarium sambil menunggu aku check-in

Zhaf dan my hubby menikmati pemandangan aquarium sambil menunggu aku check-in

Baca buku tentang how to be a great leader di reading corner yang ada di lobi hotel Best Western Premier The Hive

Baca buku tentang how to be a great leader di reading corner yang ada di lobi hotel Best Western Premier The Hive

Setelah itu kami naik ke lantai 8 (Superior Twin). Meski kasurnya twin, tapi 1 kasur bisa berdua lho, jadi aku sama suami bisa 1 kasur, anakku bisa beda kasur. Hihihi… :p . Fasilitas di kamar sangat lengkap, mulai dari free wifi (wi-finya kencang), 43-inch flat screen LED TV dengan berbagai macam channel lokal dan internasional, mini bar, AC yang berfungsi baik, tea/coffee, air botol mineral merek Alto, safe deposit box, bathroom with rain shower, complimentary bath products (yang super lengkap), hair dryer, key card access system, bathrobe, dan senter. Di kamar juga ada alat penunjuk kiblat (Bisa BT kalau di hotel ga ada penunjuk kiblat, males telepon reservasi/liat kompas) dan amazingly ada al-quran yang bagus. Meski nama hotelnya kebarat-baratan, tapi tetap memerhatikan sisi religius.

Kaget pas buka laci sudah disediakan Al-Quran. Masya Allah :)

Kaget pas buka laci sudah disediakan Al-Quran. Masya Allah 🙂

Kamar superior deluxe yang nyaman. Hati-hati dengan kayu penyangga kasurnya(di bagian ujungnya) , apalagi kalau bawa anak kecil yang lari kesana kemari. Kadang kaki suka kepentok kalau ga hati-hati.

Kamar superior deluxe yang nyaman. Hati-hati dengan kayu penyangga kasurnya(di bagian ujungnya) , apalagi kalau bawa anak kecil yang lari kesana kemari. Kadang kaki suka kepentok kalau ga hati-hati.

imageedit_3_6216896664

Nyampe kamar, Zg=haf langsung nempel di bantal :p

Nyampe kamar, Zhaf langsung nempel di bantal :p

Kamar mandi dengan perlengkapannya yang lengkap.

Kamar mandi dengan perlengkapannya yang lengkap.

Balkon di dalam kamar bisa dibuka, namun butuh bantuan room-service demi keamanan bersama. Saat itu view kami tepat ke pemukiman warga, kalau nengok kiri viewnya ke tol Cawang.

Untuk kolam renang dan restoran berlokasi sama dengan lobi, di lantai 5. Agak risih sih kalau mau renang, soalnya lokasinya di tengah-tengah lobi dan restoran. Restorannya bernama “Heather Restaurant”, untuk breakfast makanan dan minumannya cukup beragam, bahkan ada chocolate fondue kesukaanku! . Bisa pilih juga mau di indoor atau di outdoor. Kalau aku sih jelas di indoor, biar adem :D.

Nyampe hotel langsung foto-foto samping kolam renang :P

Nyampe hotel langsung foto-foto samping kolam renang 😛

Kolam renang anak (depan), dan kolam renang dewasa (belakang)

Kolam renang anak (depan), dan kolam renang dewasa (belakang)

Setelah sarapan di Heather Resto, asik main air di pinggir kolam renang.

Setelah sarapan di Heather Resto, asik main air di pinggir kolam renang.

Serunya main air

Serunya main air

Bagaimana menurut mwulan?

So far, aku bisa rekomendasiin hotel Best Western Premier The Hive buat kamu yang punya aktivitas di Jakarta Timur dan sekitarnya. Fasilitas di luar  hotel lumayan lengkap, jadi buat pelancong lokal maupun mancanegara ga usah repot-repot keluar hotel. Thank you for best service, BWPTheHive !

Instagram @BWPTheHive ini aktif banget lho…! Fast response juga 🙂 Folow deh, kadang ada promo, event seru, bahkan kuis berhadiah voucher menginap.

Best Western Premier The Hive:

Jl. DI. Panjaitan Kav. 3-4
Jakarta 13340, Indonesia
Tel. : +62 21 2982 1888
Fax. : +62 21 2982 1999
Email : reservation@bwpremierthehive.com

Menginap di The Westlake Resort Yogyakarta

Beruntungnya saya sebagai salah satu Mombassador SGM Batch 4 mendapatkan kesempatan Jalan-jalan, networking, dan belajar di Yogyakarta. Selama kegiatan Temu Bunda 2016, kami menginap di The Westlake Resort Yogyakarta.

Nostalgia rumah zaman dulu.

Nostalgia rumah zaman dulu.

Resort ini luaaaaasssss banget, konsep dan suasananya seperti rumah-rumah jaman dulu dimana memiliki taman yang lapang di tengah-tengah bangunan, mengingatkanku dengan rumah Almh Kakek-Nenek di Garut. Nuansanya old tapi modern, adem dan tenang.  Bahkan ketika jalan ke area kamar, rasanya seperti ada di Bali. Jika dapat kamar jauh, kita harus naik Buggy Car yang keliling atau bisa juga ditelepon dari kamar (Karna luasss bangett). Sebenarnya saya dapat kamar dekat dengan area utama, namun karena ada yang minta tukeran, jadi dapat kamar yang jauh. Yowislah gapapa, jadi naik Buggy Car terus (Di perumahan ga ada yang kaya begini sih :p ).

Mengarah ke kamar, kita harus pakai buggy car (jika dapat kamar jauh ya). Selagi menunggu Buggy Car, foto-foto dulu deh...

Mengarah ke kamar, kita harus pakai buggy car (jika dapat kamar jauh ya). Selagi menunggu Buggy Car, foto-foto dulu deh…

Sepertinya untuk batch 4 kebanyakan dapat yang deluxe room dengan view kolam dan kebun kecil, termasuk saya dan room-mate. Kamarnya lega dengan ukuran 32m2, kasurnya empuk, Cuma AC-nya kurang terasa dingin kalau siang dan sore hari, balkon-nya enak buat yoga (ceileh, kaya yang sering yoga aja….), air hangat berfungsi dengan baik, internet kenceng b-g-t.  Deluxe room ini tergolong lengkap dilengkapi dengan electronic key card system, 42” LED TV dengan saluran satelit, telepon, Coffee & Tea making facilities, mini bar, refrigerator, safe deposit box, hair dryer (berdasakan permintaan), wardrobe dan work/writing desk.

Belakang kamar deluxe ada teras dengan kolam kecil, berisi ikan-ikan kecil pula. Ademm...

Belakang kamar deluxe ada teras dengan kolam kecil, berisi ikan-ikan kecil pula. Ademm…

Luas ya kamarnya.. Jadi kalau mau bawa balita juga enak, si balita bisa lari-larian di kamar.

Luas ya kamarnya.. Jadi kalau mau bawa balita juga enak, si balita bisa lari-larian di kamar.

Kamar mandinya oke. Air hangat berfungsi sempurna.

Kamar mandinya oke. Air hangat berfungsi sempurna.

Fasilitas hotel-nya cukup lengkap dengan kolam renang dengan view langsung ke danau dan kedalamannya 1,55m, fasilitas memancing, sepeda-an, room service, dan ballroom yang luas. Salah satu favorit aku adalah ruangan yang menghadap ke kolam renang dan danau. Kursi-kursi dan ubinnya berasa lagi di rumah kakek-nenek (old house), mereka memakai kursi jengki ala jaman dulu dan ubin tehel yang bermotif. Serasa ‘pulang ke rumah’, enak banget kalau sore-sore nyantai di sana sambil merasakan angin sepoi-sepoi. Selain itu mereka juga punya semacam dermaga di dekat danau untuk tea-time atau mini gathering. Asik banget buat leyeh-leyeh sore atau di pagi hari. Staf mereka juga ramah-ramah, serasa di rumah deh….

Breakfast with a view . Nice ya...

Breakfast with a view . Nice ya…

Suka banget leyeh-leyeh di sini. Kursi dan ubinnya jadul banget, aku suka!

Suka banget leyeh-leyeh di sini. Kursi dan ubinnya jadul banget, aku suka!

Ini bukan timba benerin sih, tapi bener-bener mengingatkanku sama rumah Alm Nenek Kakek. Di tengah-tengah rumah ada taman dan timba-an.

Ini bukan timba benerin sih, tapi bener-bener mengingatkanku sama rumah Alm Nenek Kakek. Di tengah-tengah rumah ada taman dan timba-an.

View dari lobi tengah

View dari lobi tengah

Asyik ya suasananya, kaya kembali ke zaman dulu

Asyik ya suasananya, kaya kembali ke zaman dulu

Overall, saya puas menginap di sini. Resort ini bisa dipilih sebagai alternatif tempat menginap di Yogyakarta.

Kolam renang dan danau yang berdampingan.

Kolam renang dan danau yang berdampingan.

Ketemu mba Nuniek di dermaga Westlake. Hellooo Mba Nuniek...!

Ketemu mba Nuniek di dermaga Westlake. Hellooo Mba Nuniek…!