Pengalaman Naik Mpok Siti (City Tour Jakarta)

Mpok Siti adalah City Tour Bus keliling (sebagian kecil) Jakarta. Ya, sebagian kecil karena bis ini hanya keliling ke beberapa titik yang sudah ditentukan sesuai temanya; History of Jakarta, Art & Culinary, Shopping Experience / Jakarta Modern. Bis ini berbeda dengan bis yang lainnya karena memiliki tingkat di atasnya (bis tingkat) yang tentunya menjadi spot favorit para turis. Bis ini jenisnya bermacam-macam sesuai sponsornya.

Sabtu itu saya dan keluarga mencoba bagaimana rasanya naik bus tingkat pariwisata. Sebelumnya saya sudah pernah mencoba menaiki bis tingkat ketika saya 4 tahun bersama kedua orang tua dan ingin mengulang kembali momen tersebut bersama keluarga saya yang baru; suami dan anak saya Zhafran yang berumur 2 tahun.

Awalnya saya bingung mencari informasi mengenai Mpok Siti ini. Saya sudah browsing di Google, tweet ke Pemprov DKI, tweet ke @CityTourJakarta dan tidak ada yang membalas. Akhirnya setelah menyisir timeline @CityTourJakarta ,saya mengetahui bahwa semua informasi seputar Mpok Siti bisa ditanyakan ke @PT_TransJakarta . Bertanyalah saya ke @PT_TransJakarta , namun hal itu tidak menjawab pertanyaan saya seputar Mpok Siti. Tweet saya pun hanya dibalas 1X, padahal setelah itu saya masih ada pertanyaan lagi seperti:

  1. Sebaiknya naik dari mana? (start)
  2. Berapa lama waktu perjalanan?
  3. Berapa lama harus menunggu di halte (bis datang berapa jam sekali)?
  4. Apakah bisnya berhenti di setiap titik atau hanya melewati saja?

Tidak ada lagi yang menjawab pertanyaan saya, sampai akhirnya saya merasakan sendiri.

Jadi, kami memutuskan untuk naik Mpok Siti dari halte di depan Balai Kota yang ada logo “City Tour”. Kami menaiki bus History of Jakarta yang disponsori oleh salah satu bank berwarna merah dan ternyata kami harus turun/finish di depan Museum Bank Indonesia. Pengalaman pertama ini saya merasa tidak puas karena waktunya sebentar, dari Balai Kota hanya melewati titik Museum Nasional dan Museum Arsip RI dan berakhir depan Museum Bank Indonesia. Jika ingin lanjut, kami harus ke depan Bank BNI 46 Kota Tua (menyebrang dari Museum Bank Indonesia).

Pengalaman pertama kali naik Mpok Siti

Pengalaman pertama kali naik Mpok Siti

Selain itu kami tidak puas karena tidak berhasil duduk di paling depan dan jendela kami terhalang oleh stiker luar bus sehingga tidak leluasa melihat pemandangan luar. Mungkin sebaiknya bis pariwisata tidak usah ditempel stiker-stiker kali ya.. Saat itu bis yang kami tumpangi diberikan stiker “Merdeka 71” karena masih dalam rangka hari kemerdekaan. Kami juga kecewa dengan pengemudi yang terkesan terburu-buru dan menyuruh kami cepat-cepat turun, padahal kami para penumpang sedang antri turun, lho….! Suaranya pun tidak ramah , berbeda dengan ‘pramugari’-nya. BTW tugasnya si pendamping pengemudi ini apa ya? Sepertinya hanya menyambut penumpang di awal ketika naik dan memberikan karcis saja. Kenapa tidak sekalian menjadi pemandu ya? Karena Mpok Siti ini tidak ada pemandu wisatanya.

Pandangan kami terhalang oleh stiker bus :(

Pandangan kami terhalang oleh stiker bus :(

Akhirnya, saya pun bisa menjawab pertanyaan saya sendiri:

  1. Sebaiknya naik dari mana? Untuk bis Historical of Jakarta, sebaiknya naik dari Bank BNI yang ada di Kota Tua (dekat stasiun Kota).
  2. Berapa lama waktu perjalanan? Dari Balai Kota ke Finish di Museum Bank Indonesia menghabiskan waktu 15 menit dengan macet saat itu.
  3. Berapa lama harus menunggu di halte (bis datang berapa jam sekali)? Saat itu kami menunggu 3 menit untuk mendapatkan bus.
  4. Apakah bisnya berhenti di setiap titik atau hanya melewati saja? Bisnya berhenti di setiap titik dan kita bebas naik turun di titik tersebut.

Overall, saya sih mengapresiasi ide adanya Mpok Siti ini. Hanya saya harap adanya manajemen yang bagus, pemandu dan pengemudi yang ramah, dan kejelasan informasi mengenai bis ini.

Oh ia, setiap saya lihat bis merah ini beredar di Jakarta, bawaan-nya keki karena punya bad impression sama bis ini. Sayang banget 🙁

Pemotretan Pre-Wedding

Dari dulu saya ingin sekali pemotretan pre-wedding dengan konsep unik dan jadul, misalnya foto di Pasar Malam. Untungnya Mas Fikri (yang saat itu masih menjadi calon suami) setuju dengan konsep yang aku mau. Ini beberapa tahap yang dibutuhkan untuk pemotretan pre-wedding:

  1. Mencari konsep

Konsep yang kami tentukan adalah konsep pacaran jadul di pasar malam. Konsep ini tercetus karena saya suka dengan hal-hal yang jadul, dan salah satu yang identik adalah pasar malam.

Konsep pasar malam masih jarang digunakan untuk foto pre-wed

Konsep pasar malam masih jarang digunakan untuk foto pre-wed

  1. Menentukan lokasi

Ketika itu saya kesulitan mencari Pasar Malam. Sudah browsing di internet maupun media sosial, saya tidak menemukan jawabannya. Sampai saya hopeless mau mengganti konsep foto pre-wed. Ketika saya sudah menyerah, saya menemukan Pasar Malam di area yang dekat rumah saya, yaitu di samping Gedung Marinir Cilandak. Ketika kami pulang meninjau rumah kami, kami melihat ada pasar malam yang dilengkapi dengan area permainan ala pasar malam seperti kincir, kuda-kudaan, dan masih banyak lagi. Ternyata setiap bulan puasa, di Cilandak memang diadakan Pasar Malam. Haduh, kemana saja ya saya? :p .

Mengenai izin, Awalnya kami sempat bingung harus memohon izin kepada siapa untuk berfoto di sini, takutnya kami harus izin ke pengelola, panitia atau bahkan preman di sana. Kami sempat kesulitan menemui panitia/pengelola, akhirnya kami izin ke orang-orang yang berkumpul (mungkin panitia) dan mereka bilang silakan saja.

Budget yang dikeluarkan: Rp. 0,-

Foto di kora-kora dengan properti gulali yang sudah kempes karena dingin :D

Foto di kora-kora dengan properti gulali yang sudah kempes karena dingin :D

  1. Menyiapkan Kostum

Kami menggunakan kostum yang ada saja, saya menggunakan dress midi biru berbunga-bunga, sepatu datar (flat shoes), tas-tas jamannya Sarah dan Jaenab Si Doel, dan rambut lurus digerai menggunakan bando minimalis. Mas Fikri menggunakan kemeja putih polos, celana denim dan sepatu hitam.
Budget yang dikeluarkan: Rp. 0,-

imageedit_6_6854966796

  1. Mencari fotografer

Beruntungnya kami memiliki teman seorang fotografer, namanya Apyut. Dia sudah sering memotret saya, dari jaman saya single dan suka poto-poto sendiri atau poto sama teman.

Budget yang dikeluarkan: Rp. N/A (harga teman hehe). Btw thanks yaaa Apyut sudah menjadi bagian tim sukses pernikahan FikriWulan :).

imageedit_12_5012457899

  1. Menyiapkan make-up sendiri/stylist

Untuk make-up, saya menggunakan make-up sendiri dan natural saja. Sahabat saya Achi yang membantu mendandani saya plus menjadi pengarah gaya. Jadi ketika prewed, kami pergi ber-empat; Saya, Mas Fikri, Aput dan Achi.

Budget yang dikeluarkan: Rp. 0,- (Thanks Achi yang udah bantuin make-up-in gw dari jaman lamaran dan prewed).

imageedit_10_5528583239

Nah, cerita pre-wednya begini…

Ketika itu bulan Juli 2013 bertepatan dengan bulan puasa dan diadakannya Pasar Malam (selalu ada di bulan puasa). Setelah salat isya, kami bersama-sama pergi ke Cilandak Marinir. Unfortunately, sesampainya di sana sempat hujan deras sampai make-up saya luntur, tapi pemotretan harus jalan terus. Sekitar pukul 08.30 hujan berubah menjadi gerimis, kami melakukan poto di permainan kora-kora, kincir, kuda-kudaan dan tong setan.

Ada yang berkesan bagi saya saat melakukan pemotretan, yaitu keramahan dari orang-orang Pasar Malam. Mereka sangat welcome, ramah dan membantu pemotretan kami. Awalnya saya takut mereka terganggu dengan kegiatan kami. Ternyata mereka malah menawarkan diri untuk membantu, misalnya menyalakan listrik yang sempat dipadamkan karena hujan. Mereka menonton kami yang sedang berfoto dan mereka terlihat gembira sambil menggoda kami. Di akhir pemotretan, kami menanyakan apakah ada biaya yang harus dikeluarkan untuk itu semua? Mereka sepakat menjawab “Tidak ada…”. Kami terkejut, mereka membantu dengan ikhlas. Ini adalah momen pemotretan pre-wedding yang berkesan untuk kami.

Kami hanya bisa mendoakan kepada  tim Pasar Malam yang saat itu membantu kami, kepada Aput sang fotografer, Achi untuk make-up dan pengarah gaya. Semoga kebaikan kalian dibalas oleh Allah SWT. Amiin….

Foto-foto lebih lengkap bisa di lihat di album ini.

imageedit_4_9329226128

 

 

 

Menentukan Lokasi Pernikahan

Akhirnya janur kuning atas nama kami berdiri dengan anggung di pinggir jalan Manga Besar Jaksel :)

Akhirnya janur kuning atas nama kami berdiri dengan anggung di pinggir jalan Manga Besar Jaksel :)

Menurut saya, lokasi pernikahan ini lumayan urusan yang njelimet selain urusan catering. Karena biasanya gedung yang diincar oleh para calon pengantin sudah dipesan 1 bahkan 2 tahun sebelumnya. Maka dari itu ada calon pengantin yang tanggal resepsinya mengikuti lokasi, ada yang kekeuh di tanggal tersebut tapi lokasinya bebas. Nah kalau kami termasuk yang kekeuh tanggalnya segitu, lokasi mengikuti. Di bawah ini adalah kriteria pemilihan gedung menurut kami.

Kriteria pemilihan gedung untuk resepsi versi Fikri Wulan:

  1. Dapat menampung hingga 1.000 orang
  2. Harga terjangkau
  3. Memiliki akses transportasi umum yang mudah karena kami tidak ingin tamu kesulitan menjangkau lokasi pernikahan kami. Jika memungkinkan dekat dengan akses tol (untuk memudahkan keluarga dari luar Jakarta).
  4. Memiliki tempat parkir yang luas. Nah ini penting banget karena kami gak mau orang-orang yang lewat terganggu dengan acara kami sehingga acara pernikahan kami bisa berkah. Selain itu untuk memudahkan tamu memarkirkan kendaraan pribadinya
  5. Ada tempat salat yang memadai
  6. Dekat dengan penginapan.
  7. Petugas gedung yang cooperactive

Saat itu kami survey beberapa tempat di Jakarta Selatan yang dekat dengan Pasar Minggu dan Depok (karena dekat dengan rumah orang tua saya dan rumah kami); diantaranya gedung Kementerian Dalam Negeri Kalibata, Kementerian Pertanian Ragunan, Gedung Aldevco Pejaten, Gedung PLN Ragunan, Masjid Al Azhar dan beberapa tempat lainnya. Sebenarnya saya ingin banget di Kemendagri Kalibata karena aulanya bagus, luas, parkiran luas dan mudah transportasinya.

Tadinya jugaaa kami mau mengadakan acara resepsi dengan outdoor di Museum Transportasi TMII. Kebetulan saya kenal baik dengan kepala museum-nya. Tempatnya asik dan unik banget resepsi, tapi sayangnya jauh dan kami harus menyediakan tiket masuk TMII kepada tamu undangan (tambah budget lagi) karena undangan kami cukup banyak.

Graha 57 berada di kompleks SMK 57 Jakarta Selatan (Foto waktu kami survey)

Graha 57 berada di kompleks SMK 57 Jakarta Selatan (Foto waktu kami survey)

Tampak Depan

Tampak Depan

Akhirnya karena tempat-tempat tersebut sudah full booked, maka kami memutuskan untuk menyelenggarakan di Graha 57 yang berada di kompleks SMK 57 Ragunan. Kami memilih Graha 57 karena lokasinya di tengah antara Pejaten Barat dan Depok. Saat itu harga sewa-nya Rp. 5.000.000,- di malam hari (jika di siang hari Rp. 4.500.000) dengan kapasitas maksimum 1.000 orang dan sudah termasuk kebersihan + keamanan. Untuk akad-nya, agar lebih simple kami menggunakan Masjid Assalam yang berada di lingkungan SMK 57 juga. Graha 57 juga dekat dengan tol Simatupang, parkirnya luas, dekat halte Trans Jakarta, akses transportasi umum mudah, dan petugasnya juga baik. Oh ya, yang saya suka di sini adalah adanya penginapan di dalam kawasan SMK 57 (yang biasa digunakan untuk praktik para Siswa-Siswinya) jadi lumayan menghemat pengeluaran hotel. Harganya kalau tidak salah 200.000/malam. Tempat penginapan ini bisa digunakan para saudara yang ingin beristirahat. Kamarnya lumayan lega, bersih, meski tidak ber-AC (menggunakan kipas angin).

So, sudah siap hunting gedung/lokasi pernikahan?

 

Menonton Sambil Tiduran di Bioskop

Mari kita nonton di Velvet Class!

Mari kita nonton di Velvet Class!

Menonton sambil tiduran di bioskop? Yap, bisa banget! Bioskop sekarang banyak berinovasi ya, salah satunya bisa menonton bioskop sambil tiduran bak di hotel. Bioskop di Jakarta yang memiliki fasilitas ini adalah CGV Blitz, namanya Velvet Class.

Senin malam after office, saya kencan dengan suami menonton Startrek. Karena bosan dengan suasana bioskop yang begitu-begitu saja, kami pun memutuskan untuk mencoba Velvet Class CGV Blitz yang di Grand Indonesia. Harga tiketnya 220ribu (1 bed untuk 2 orang) sudah termasuk welcome snack, welcome drink, premium lounge with free wifi, vip toilet, special counter yang terpisah dengan kelas lain. Kalau mau pilih posisi yang ‘best view’ menambah 30ribu dan dapat air mineral.

Kami duduk di paling atas

Kami duduk di paling atas

 

Nyaman banget kan nonton di sini.. Awas ketiduran :D

Nyaman banget kan nonton di sini.. Awas ketiduran :D

Kesannya memang wah banget, nonton bioskop sambil tiduran, bantal yang banyak, kasur yang empuk, selimut yang hangat dan pasangan yang bisa dipeluk (eits, pasangan yang halal lho ya :p) dan pasangannya sedia sendiri-sendiri, CGV Blitz tidak menyediakan pasangannya 😀 . Kami duduk di A (paling atas) dan kalau sambil tiduran , subtitle tidak akan terbaca or terbaca sedikit. Lain kali mau coba yang best view ah.. Sound + kualitas layar oke, overall tidak mengecewakan.

Ticket counter-nya terpisah dengan yang regular, jadi berasa bos banget deh nonton di sini. Selesai transaksi, di sebelahnya disuguhi welcome snack (makanan kering dan mini marshmallow) dan welcome drink (sirup markisa sih waktu itu). Lounge-nya pun terpisah dengan yang regular, bentuknya seperti restaurant-restaurant dengan sofa dan kursi-kursi. Posisi toilet mojok banget (agak menjauh gitu) saking VIP-nya. Untung gak lagi nonton film horror. Oh ia, di sini kita gak bisa pesan paket makanan & minuman seperti yang regular karena dianggapnya kita kan level-bos-yang-gak-perlu-harga-paketan. Akhirnya kami pesan ice tea dan mix snacks (Cheese roll, onin ring dan potato wedges) total 95ribu rupiah (kurang lebih, lupa lagi).

Porsinya sedikit untuk aku hehe

Porsinya sedikit untuk aku hehe

 

Welcome snack & drink

Welcome snack & drink

 

Ada 3 jenis camilan yang disediakan

Ada 3 jenis camilan yang disediakan

Ada yang disayangkan nih sebenarnya, bentuk tiket dan keramahan star-nya (staf CGV Blitz). Saya kira bentuk tiketnya akan wah dan berkelas, ternyata sama saja dengan yang regular. Bedanya, yang Velvet dimasukkan ke dalam amplop kecil. Saat kunjungan kami ke sana, stafnya hanya 1 yang ramah, sedangkan yang lain seperti angot-angotan. Bayangan saya, kami akan disambut layaknya bos, ditawari makan minum dan pelayanan ekstra dengan senyum dan ucapan terima kasih. Ternyataaaa zonk.. Kami disambut biasa saja, malah kami yang memulai percakapan, daaannnn kami yang langsung ambil makanan dan minuman di tempatnya. Bahkan gelas gak ada, jadi saya yang harus cerewet, es batu juga mencair (ini lagi-lagi saya yang cerewet minta es batu), snacknya juga kalau habis gak akan direfill sampai kita yang minta sendiri. Oh ia, stafnya yang ramah dan tersenyum hanya 1 L. Ketika saya tanya apakah bisa memesan makanan dan minuman dari dalam ketika film sudah mulai, katanya tidak bisa, harus pesan saat itu juga (hal ini berbeda dengan yang saya baca di blog orang-orang yang katanya kita bisa pesan meskipun film sudah mulai).

Premium Lounge khusus customer Velvet & Gold class

Premium Lounge khusus customer Velvet & Gold class

Sambil menunggu film dimulai, bisa duduk-duduk dan wifian di sini sambil cemal cemil

Sambil menunggu film dimulai, bisa duduk-duduk dan wifian di sini sambil cemal cemil

Well, pengalaman kami kali ini cukup berkesan karena bisa menonton sambil tiduran di Velvet Class dan merasakan semua fasilitas yang ada. Semoga nanti saya dan pembaca blog ini ada rezeki untuk nonton velvet class lagi :).

 

Membuat Undangan Pernikahan

 

Undangan Pernikahan Ahmad Zainul Fikri & Wulan Muhariani

Undangan Pernikahan Ahmad Zainul Fikri & Wulan Muhariani

Salah satu persiapan dalam resepsi pernikahan adalah membuat undangan. Tentunya setiap calon pengantin ingin memiliki undangan fisik yang bagus, tak terkecuali saya dan si Mas. Bulan September 2013 (3 bulan sebelum hari H) kami memulai pencarian desain dan vendor undangan. Ada teman yang mereferensikan Pasar Tebet di Jakarta Selatan untuk mencari vendor undangan. Di sana ada banyaaaaak sekali pilihan vendor undangan, lokasinya ada di lantai basement Pasar Tebet. Undangan yang sederhana hingga yang paling wah pun ada.

Awalnya kami ingin membuat undangan dengan bentuk pop-up, jadi ketika undangan dibuka, akan muncul gambar yang akan ‘nimbul’. Pilihan lain adalah undangan yang menggunakan frame foto sehingga frame-nya dapat digunakan lagi oleh para tamu undangan. Setelah keliling, ternyata harga pop-up card minimal Rp. 15.000/pcs dan untuk frame minimal Rp. 18.000/pcs. Sempat give up dengan jenis undangan yang ada, akhirnya kami menemukan satu kios yang belum didatangin karena desain undangan yang dipajang lucu-lucu dan beda dengan yang lain (memang agak mojok dan ke dalam), namanya Moza Card’s Tebet

Akhirnya undangan pernikahan kami, kami percayakan di sana. Deal 13 September, ACC desain 1 Oktober 2013, undangan selesai cetak 3 November 2013. Harga per pcs-nya Rp. 9.500 untuk 350 undangan (sudah termasuk desain standar dan pita undangan) . Kami juga mendapatkan bonus thank you card.

1043869_10201686891877624_1370628483_n

Work in progress

Work in progress

 

Di sela istirahat kerja, menyempatkan mengurus undangan. Pokoknya segala sesuatu kami kerjakan berdua.

Di sela istirahat kerja, menyempatkan mengurus undangan. Pokoknya segala sesuatu kami kerjakan berdua.

Desain undangan kami mengambil warna dasar pink yang dikombinasikan dengan warna coklat seperti warna favorit saya. Isinya ada foto pop-up saya dan Mas Fikri ketika pre-wed di pasar malam, isi undangan (informasi dll) dan belakangnya adalah kalender 2014.

Pop-up ala-ala dengan foto ketika pre-wedding

Pop-up ala-ala dengan foto ketika pre-wedding

 

Bagian belakang jadi kalender 2014

Bagian belakang jadi kalender 2014

Setelah undangan jadi, kami langsung list undangan dan bahu-membahu menyebarkannya.

Oh ia, selain undangan fisik, kami juga membuat undangan melalui Facebook, SMS, Whatsap, dan web invitation di www.fikriwulan.com

Bagi yang terinspirasi dengan undangan kami, bisa langsung kontak Moza Card’s Tebet

No telp: 021 94448666

No HP: 085814448666

Email: idrisjayadiputra@yahoo.com

Pasar Tebet Barat Lantai Bassement Blok Cks No 8

 

IMG_7811

Denah acara, ini tidak termasuk ke dalam paket. Ini dibuat dan didesain oleh Mas Fikri

Kids Massage di Klinik Bunafsi Wonogiri

Zhafran dan Papiki di depan klinik

Zhafran dan Papiki di depan klinik

Tahun ini kami sekeluarga pulang kampung menggunakan kendaraan darat ke Garut, Singaparna, Bandung , kembali ke Depok dan keesokan harinya dilanjutkan perjalanan udara ke Solo lanjut Wonogiri. Terbayang kan capek dan lelahnya badan ini, tak terkecuali anakku Zharan yang selama mudik ini aktifnya bukan main. Hari ke-2 di Wonogiri kami memutuskan untuk membawa Zhafran untuk pijat. Awalnya kami akan pijat ke RS PKU, namun saya terinspirasi dari postingan teman di FB yang membawa anaknya pijat ke Bunafsi, akhirnya kami membawa Zhafran ke sana juga. Biaya yang dikeluarkan untuk kids massage Rp. 35.000,- selama sekitar 30 menit. Meski Zhafran rewel, tapi therapist-nya sabar.

Sambil nunggu giliran, main-main dulu

Sambil nunggu giliran, main-main dulu

Zhafran dipijat

Zhafran dipijat

Saya senang di Wonogiri ada tempat khusus Ibu & Anak seperti klinik Bunafsi. Klinik ini bersih, homy, petugasnya ramah dan therapisnya bersertifikat. Selain itu saya sempat melirik ruangan perawatannya yang bernama Edelweis, ruangannya luas, nyaman, bersih, sepertinya rooming-in dengan bayi, toiletnya nyaman. Mungkin kalau melahirkan di Wonogiri, saya akan memilih di sini. Hehe…

Saya harap ke depannya semakin banyak klinik or terserah namanya apa, yang ramah dengan ibu & anak serta memenuhi kebutuhan Ibu & anak dengan harga yang terjangkau.

Semoga info ini bermanfaat yaa untuk Ibu-Ibu di Wonogiri dan sekitarnya 🙂

 

Tempat perawatan bayi di lantai 2

Tempat perawatan bayi di lantai 2

Tempat perawatan Ibu, mungkin karena penuh jadi tempat perawatan bayi juga..

Tempat perawatan Ibu, mungkin karena penuh jadi tempat perawatan bayi juga..

 

Daftar pelayanan mediskin dan spa

Daftar pelayanan mediskin dan spa

 

Daftar pelayanan wajah untuk Ibu

Daftar pelayanan wajah untuk Ibu

 

Eklampsia Pasca Melahirkan

Kurang lebih 75-80% penyebab kematian ibu melahirkan adalah preeklampsia-eklampsia, infeksi dan perdarahan dari seluruh kematian maternal (Rambulangi, 2003). Menurut data SKRT (1995) persentase penyebab kematian ibu melahirkan terbagi atas 45% perdarahan, 15% infeksi dan 13% preeklampsia-eklampsia.

Alhamdulillah, saya termasuk seorang Ibu hamil yang selamat dari penyakit eklampsia meski penyakit eklampsia-ku tidak berhenti setelah melahirkan. Jika kebanyakan penyakit akan berhenti setelah si bayi dilahirkan, eklampsia akan terus menghantui si ibu. Untuk itu setelah melahirkan harus tetap dikontrol kesehatannya, terlebih tekanan darah. Bagi ibu yang kehamilannya menderita eklampsia, agar tidak mengonsumsi garam atau makanan yang asin berlebih, dan banyak-banyak istirahat.

Ada  yang saya sesalkan ketika melahirkan di RS. Tenaga medis  tidak menginformasikan kepada saya mengenai apa yang saya alami serta do’s & dont’s-nya. Misalnya saja, saya tidak tahu kalau saya tidak boleh makan garam berlebih. Saya baru tahu ketika suster melihat saya ngemil biskuit dan keripik yang asin, dia hanya bilang “Ibu tidak boleh banyak makan yang asin-asin ya.” Tapi dia tidak menjelaskan alasannya. Selain itu ketika saya banyak berbicara (karena banyak tamu), suster datang ke tempat saya “Kata dokter ibu harus banyak istirahat ya…” dan tidak mengemukakan alasannya. Padalah setahu saya, penderita eklampsia harus ketat dalam menjaga makanan dan waktu istirahat. Intinya: Saya dan keluarga kurang terinformasikan dengan baik. (Inilah gunanya menggali informasi dari seminar, majalah, internet).

Perlu Istirahat Banyak

Mitos: Ibu melahirkan dilarang tidur di pagi hari agar darah putih tidak naik ke atas

Fakta: Ibu melahirkan sangat dianjurkan untuk banyak beristirahat, terlebih bagi ibu yang menderita eklampsia. Ibu harus cukup istirahat demi pemulihan stamina setelah melahirkan (yang membutuhkan energi sangat banyak) dan menunjang kesehatan diri sendiri dan bayi.

Saran saya bagi para keluarga & rekan yang akan mengunjungi bayi dan si ibu, lebih baik menjenguknya ketika sudah di rumah saja, atau jika ingin menengok di RS, diperhatikan waktu kunjungannya disesuaikan dengan jam yang berlaku di RS.

Dua minggu pasca melahirkan wajah saya masih pucat, kulit berwarna kuning hingga obgyn di klinik kantor pun khawatir akan kondisi saya dan merujuk untuk cek darah. (Lagi-lagi saya bandel dan ignore rujukannya).

 

Apakah ada dampak jangka panjang bagi ibu penderia eklampsia?

Dari informasi yang dihimpun, Ibu penderita eklampsia yang telah melahirkan harus tetap rutin check-up kesehatannya. Eklampsia telah membuat organ-organ dalam si ibu terganggu, ada juga yang tekanan darah tingginya berlanjut.

Apakah eklampsia akan memengaruhi kehamilan berikutnya?

Jawabannya, iya akan mempengaruhi. Untuk itu Ibu yang menderita eklampsia di kehamilan pertama wajib memperketat kondisi ibu dan janin di kehamilan kedua. Kehamilan selanjutnya juga harus di bawah pengawasan dokter serta konsumsi makanan sehat, hindari stress, olahraga dan menikmati kehamilan dengan penuh rasa syukur dan berdoa. Di kehamilan kedua ini, penentuan sesar atau normal, dilihat dari kondisi Ibu dan janin. Jika di kehamilan kedua Ibu mengalami eklampsia, maka Ibu akan sesar kembali. Namun jika Ibu bebas dari eklampsia, kemungkinan normal masih ada dengan melihat pertimbangan dokter.

Well, semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi para ibu hamil dan keluarganya. Tulisan ini berdasarkan pengalaman saya disertai pengetahuan yang saya dapat dari berbagai referensi. Mari bersama-sama menyelamatkan Ibu hamil dan menekan angka kematian Ibu hamil di Indonesia!

 

Hasil penelitian (dalam bentuk skripsi) yang bagus mengenai eklampsia :

http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20320037-S-Nanien%20Indriani.pdf

 

 

 

Waktu Berkualitas Penentu Kebahagiaan Keluarga

Jika ditanya lebih baik kualitas atau kuantitas bersama anak? Saya tentu akan menjawab kualitas. Buat apa lama-lama atau sering bersama anak jika kita asik sendiri menonton televisi/film atau juga memainkan gadget kita? Dari hasil survey Indonesian Nutrition Association (INA) menyatakan bahwa “menghabiskan satu jam saja bersama anak dapat meningkatkan kebahagiaan ibu dan ayah secara signifikan, bahkan sampai dua minggu ke depan”. Selanjutnya hasil survei juga mengungkapkan bahwa ibu masih menduduki urutan teratas untuk perannya dalam pengasuhan anak, sementara ayah menempati urutan keempat setelah nenek atau kakek dan anggota keluarga lain, maupun guru.

Selama ini kita hanya mengetahui bahwa peran ayah yang utama adalah mencari nafkah, tapi siapa sangka bahwa ayah juga berperan dalam keharmonisan keluarga, lho! Menurut Psikolog Rini Hildayani , M.Si “Penting bagi ayah dan ibu untuk saling bekerja sama dalam memperbanyak interaksi dengan anak yang melibatkan komunikasi serta sentuhan fisik. Misalnya ketika anak melakukan sesuatu yang baik, orang tua bisa menunjukkan apresiasi melalui pujian dan belaian.”

Nah, saya ingin bercerita bagaimana suami saya memiliki bonding moment dengan anak kami, Zhafranizzan yang September 2016 ini genap berusia 2 tahun. Saya bersyukur memiliki suami yang care terhadap saya maupun anak saya. Bonding moment ini sudah dia jalankan sejak anak saya masih di dalam perut, mulai dari mengelus, mengajak berbicara, dan memperdengarkan doa untuknya. Ketika ia lahir, suami saya tak ragu untuk membersihkan kotoran, mengganti popok bahkan memandikannya. Oh ya, bahkan urusan menggunting kuku bayi pun dia lebih jago daripada saya, lho! Meski kami memiliki pengasuh anak, suami saya masih sering turun langsung mengurus anak seperti menyuapi, memakaikan baju dan bermain tentunya.

Menjemur bayi juga salah satu bonding time

Menjemur bayi juga salah satu bonding time

Kebetulan suami saya memiliki waktu kerja yang berbeda dengan saya, dia bisa pulang dari kantor jam 24.00 dan sampai rumah jam 01.00 dini hari. Kadang-kadang anak kami bangun di jam papanya pulang. Suami saya dengan sabar mengajaknya bermain, entah itu bermain mobil-mobilan, mengenalkan berbagai jenis binatang, hingga memainkan apa saja yang ada di rumah saat itu. Meski hanya 1 jam, bonding time ini berarti bagi si anak. Ia akan merasa diperhatikan, disayangi sehingga tumbuh kembang anak pun akan bagus. Contohnya saja anak kami saat ini sering mengejutkan dengan kata-kata di luar dugaan kami berdua sampai kami pun akan bilang “Wah, kok Zhafran bisa bilang itu ya…” Bonding time pun diteruskan ketika anak kami tidur. Setelah anak tidur dengan nyenyak, papanya akan mengusap kepala sambil mendoakannya, lalu mencium ubun-ubun kepalanya. Tentunya hal tersebut baik untuk religi sang anak. Melihatnya pun saya bahagia.

Dalam 1 bulan sekali hingga dua kali (karena saya kuliah), kami merencakan kegiatan ke luar rumah, misalnya berolahraga di taman, maupun berekreasi ke tempat wisata. Minggu lalu kami menyempatkan jalan-jalan ke Monas. Mulai dari menggunakan taksi, Commuter Line, dan bajaj, kami melakukan bonding time bersama dengan berinteraksi satu sama lain. Anak saya senang sekali melihat dan merasakan sesuatu yang baru seperti naik Commuter Line, naik bajaj dan bisa lari sepuasnya di area Monas. Saya percaya bonding time seperti ini akan menentukan karakternya dan tentunya akan berdampak positif terhadap keluarga kecil kami. Tubuh kami sehat, jiwa kami terikat 🙂

Nestle 2

Menggunakan Taksi untuk ke stasiun

Menggunakan Taksi untuk ke stasiun

Naik Commuter Line dari Suasiun UI sampai Gondangdia

Naik Commuter Line dari Suasiun UI sampai Gondangdia

Untuk memenuhi kalsium dan kebutuhan-minum-susu Zhafran, kami memberikan Nestlé LACTOGROW yang memiliki kandungan Asam Linoleat (Omega 6), Asam Alfa-Linolenat (Omega 3), minyak ikan, 11 vitamin dan 7 mineral. Kebetulan anak saya tidak bisa minum sembarang susu dikarenakan pencernaannya bermasalah, Alhamdulillah Zhafran cocok mengonsumsi Nestlé LACTOGROW. Alhamdulillah lagi ketika saya diundang di acara press conference Nestlé Lactogrow Happy Date with Legendaddy – Happy Winter Land, isi goodie bag-nya ada 2 kotak susu Nestlé LACTOGROW. Alhamdulillah rezeki anak saleh :). Sayangnya saya tidak sempat mengajak anak saya bermain di Happy Winter Land karena bentrok dengan jadwal kuliah. Huhuhu 🙁 BTW masih ada cara lain kok untuk bonding moment dengan anak, salah satunya saat memberikan dia susu Nestlé LACTOGROW :).

Choky Sitohang, salah satu Legendaddy juga hadir di acara  Nestlé LACTOGROW

Choky Sitohang, salah satu Legendaddy juga hadir di acara Nestlé LACTOGROW

Resume Buku “Komunikasi dalam Pusaran Kompetisi”

Siang itu ruangan 403 sangat beruntung kedatangan dosen pengganti sekaligus praktisi komunikasi yang sudah sangat terkenal, Bapak Eddy Kurnia. Beliau tidak hanya membagikan ilmunya, tapi juga membagikan bukunya kepada semua mahaswa-mahasiswi Magister Komunikasi Universitas Mercu Buana. Beliau sangat pintar, humble dan bersahaja. Saat menulis buku ini, Bapak Eddy Kurnia menjabat sebagai Vice President Public & Marketing Communication TELKOM. Saat ini Pak Eddy menjabat sebagai Corporate Secretary PERURI.

Pada kesempatan kali ini, izinkan saya mengunduh resume buku Pak Eddy Kurnia yang berjudul “Komunikasi dalam Pusaran Kompetisi: “Perspektif Praktisi Mengelola Komunikasi di TELKOM”.

Buku ini sangat bagus untuk menjadi referensi bagi para mahasiswa/i dan praktisi komunikasi. Saya kagum dan tercengang setelah membaca buku ini. Perspektif Kehumasan saya jadi semakin bertambah, dan yang terpenting adalah, praktek komunikasi sebenarnya bisa kok dikaitkan dengan teori yang sudah ada. Buku ini mudah dimengerti dan kita langsung dapat memahami teori dan praktiknya.

Baiklah, ini resume dari saya.. Semoga bermanfaat bagi para pembaca 🙂

Salam hormat untuk Pak Eddy, senang mendapatkan ilmu secara langsung dari Bapak.

13173816_10207042642048031_8417272396786342741_n

 

Bukunya dicoret-coret sama anak ketika saya tertidur dan bukunya masih dibaca :)

Bukunya dicoret-coret sama anak ketika saya tertidur dan bukunya masih dibaca :)

Saat ini tugas praktisi komunikasi semakin menantang, terlebih di pusaran kompetisi. Bapak Eddy Kurnia, yang pada saat itu menjabat sebagai Vice President Public and Marketing Communication TELKOM membagi pengalaman serta tips & trick bagaimana komunikasi dalam pusaran kompetisi dengan perspektif praktisi mengelola komunikasi di TELKOM. Bapak Eddy Kurnia berusaha memaparkan bahwa antara teori dan praktek dapat ditipiskan gap-nya, ia pun menjelaskan prakteknya di TELKOM, sebuah perusahaan telekomunikasi di Indonesia yang industrinya monopolistik menjadi pasar bebas, bahkan hypercompetition dengan jumlah lincensed operator yang dinilai terlalu banyak.

Dewasa ini dalam praktek mengelola fungsi komunikasi, salah satu tantangan terbersarnya adalah bagaimana kita mengindari gesekan yang membahayakan dengan berbagai kepentingan stakeholders sehingga proses komunikasi bisa berjalan mulus dan efektif. Dalam keseharian mengelola fungsi komunikasi, gesekan dengan berbagai kepentingan stakeholders adalah sesuatu yang tidak terelakan dan tidak menjadi masalah sepanjang masih dalam batas-batas yang bisa ditoleransi.

Komunikasi tidak lagi sederhana, terutama jika masyarakat sudah memiliki stigma negatif kepada perusahaan, khususnya BUMN yang dinilai manja, monopoli dan derivatif – derivatif budayanya yang minor. Tahapan melakukan reser persepsi publik ke posisi yang netral membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Peran komunikasi juga dituntut untuk peka agar setiap isu yang muncul tidak dipersepsi negatif oleh pasar atau investor. Komunikasi tidak cukup berupa kata-kata saja tetapi juga harus disertai oleh bukti-bukti nyata yang mendukungnya. “Communication is what the receiver understands, not what the sender says”. David & Newsroom (1985:425).

Komunikasi itu sebenarnya ada teorinya, komunikasi (communication) berasal dari perkataan latin (communis) yang berarti sama (common). Jika kita melakukan komunikasi, kita sedang berusaha mengadakan kesamaan (commonness) dengan orang lain. Ini berarti kita sedang berusaha memberikan informasi, gagasan atau sikap. (Wilbur Schraam dalam Effendi 2005:22).

Inti dari kehidupan organisasi adalah komunikasi, pemangku kepentingan atau yang di lingkungan manajemen lebih dikenal dengan istilah stakehodlers adalah elemen penting yang harus diperhitungkan oleh perusahaan dalam proses pengambilan keputusan atau kebijakan. Freeman mendefinisikan pemangku kepentingan sebagai “setiap kelompok atau individu yang dapat menengahi atau dipengaruhi oleh pencapaian tujuan perusahaan.” (Freeman dalam Solihin, 2009). Tergantung pada konteks dan isunya, stakeholder tertentu bisa saja dipandang sebagai raja sedangkan stakeholder yang lain tidak. Dalam konteks pelayanan, pelanggan adalah raja. Dalam konteks bisnis, boleh jadi investor adalah raja. Dalam konteks lingkungan, masyarakat adalah sektor raja.

Dalam memetakan suatu persoalan atau membuat perencanaan komunikasi ke dapan, kita bisa mengandalkan bantuan model-model yang dikembangkan dalam disiplin komunikasi. Pertama ada model stimulus-respons (John C Zachars & Colemen C Bender) yang menjelaskan bahwa setiap rangsangan akan menimbulkan tanggapan, setiap aksi akan menimbulkan reaksi. Kedua ada model komunikasi Shannon – Weaver yang sangat concern terhadap masalah ketepatan pesan dan menunjukkan peran dari noise yang dapat mengganggu akurasi pesan. Ketiga adalah model Lasswell yang termasuk model yang sering dijadikan acuan oleh TELKOM ketika menyusun perencanaan komunikasi. Keempat adalah model Sirkuler Osgood & Schramm yang menggambarkan suatu proses komunikasi yang dinamis. Kelima adalah model universal komunikasi antar manusia bahwa ‘sumber-penerima’ diperlakukan sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan untuk menegaskan bahwa setiap orang yang terlibat di dalam komunikasi adalah sumber sekaligus penerima (Devito: 1997:27). Keenam adalah model linear, interaksional dan transaksional yang menyatakan bahwa komunikasi merupakan suatu transaksi pada saat sumber dan penerima memainkan peran yang dapat saling dipertukarkan di seluruh tindakan komunikasi. Ketujuh adalah model komunikasi umum seperti sender, encoding, message, media, decoding, receiver, response, noise, feedback (Kotler) 1997:605.

Hal yang semakin penting diterapkan dalam perusahaan adalak komunikasi organisasi seperti halnya TELKOM yang lebih sulit membina internal communication dibandingkan eksternal communication. Proses komunikasi dalam struktur formal pada hakikatnya dapat dibedakan atas tiga dimensi (Sheha 2005: 187 – 188) yaitu vertikal, horizontal dan dimensi luar organisasi, sedangkan aliran informasi dalam suatu organisasi dapat terjadi dengan tiga cara, yaitu serentak, berurutan atau kombinasi dari keduanya.

Komunikasi manajemen merupakan hal yang penting dalam komunikasi organisasi. Jika komunikasi manajemen tidak bekerja dengan baik maka komunikasi karyawan tidak aka berjalan dengan baik juga. Ada yang harus diwaspadai oleh para manajer, yaitu selentingan. “Dengan kecepatan kereta api yang sedang menyala, selentingan itu menembus pintu, melampaui kantor manajer, melewati kamar peralatam, dan berjalan terus sepanjang gang-gang” (David dalam Gibson, 1986:450). Selentingan merupakan hal yang normal terjadi dalam perusahaan, para manajer hendaknya memahami dan mengantisipasi ini.

Perusahaan juga harus peka dengan situasi dan kondisi serta perusahaan harus mau berubah. “Control your destiny, or somebody else will” – Jack Welch CEO General Electric. Dalam kata lain, berubahlah sebelum dipaksa orang lain untuk berubah. Perubahan, apakah perubahan organisasi kerja, perubahan waktu kerja, cara kerja dan bentuk kerja maupun perubahan tempat kerja, potensial mengundang masalah. Jika perubahan terjadi tiba-tiba tanpa dikomunikasikan sebelumnya, karyawan merasa tidak siap sehingga timbul sikap resisten di dalam diri karyawan yang menolak perubahan.

Tuntutan terhadap perubahan bisa datang dari berbagai arah, seperti kemajuan ekonomi Cina, semakin langka dan mahalnya bahan bakar minyak, datangnya pesaing baru, keharusan ecolabelling, perubahan pola konsumsi masyarakat, dan perubahan regulasi pemerintah. Mengubah sesuatu yang sudah mapan dan mendarah daging tidaklah mudah. TELKOM perlu waktu bertahun-tahun untuk mengubah mental dilayani menjadi mental melayani. Di sinilah peran komunikasi dalam perusahaan, yakni mensosialisasikan perubahan.

Selain perubahan, perusahaan juga harus siap dengan krisis karena setiap perusahaan bisa saja dilanda krisis. Perusahaan yang hari ini berjalan normal, besok atau lusa tiba-tiba terhuyung dilanda krisis. Bagi perusahaan yang mengandalkan kepercayaan masyaakat sebagai bisnis utamanya, memelihata persepsi publik adalah sesuatu yang sangat mendesak. Krisis yang melanda perusahaan perlu penanganan yang tepat karenanya komunikasi dapat memainkan peranan yang strategis dalam kasus ini.

Komunikasi krisis bertauran erat dengan peran media massa karena media massa adalah salah satu partner utama sekaligus pihak yang mempublikasikan hitam – putihnya fakta di lapangan. Komunikasi efektif dengan media mutlak dibangun dan perusahaan juga sebaiknya memiliki standard of procedure (SOP) krisis. Dalam konteks profesional, Public Relations bertanggung jawab langsung kepada manajemen puncak. Setiap konstituen memiliki persepsi yang berbeda, untuk itu perancangan pesan harus dibuat dengan pertimbangan yang matang. Public Relations juga harus berusaha “well-informed” tentang keinginan stakeholders. Karenanya, komunikasi itu sebagian merupakan science, art dan skill.

Mungkinkah stakeholders dikotak-kotakkan sementara bisa saja mereka terikat oleh lebih dari satu peran? Harus ditekankan bahwa pengkotak-kotakan lebih merupakan bagian dari upaya mempermudah identifikasi. Mapping tentang stakeholders perusahaan sangat membantu dalam merencanakan dan merumuskan pesan komunikasi yang bebas dari ‘efek samping’.

Perusahaan juga harus mengadakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) seperti TELKOM dengan program Internet Goes to School (IGTS). TELKOM, baik melalui berbagai program pengembangan infrastruktur maupun CSR IGTS telah berusaha untuk membantu mengatasi semua segi kesenjangan (akses, basic skill dan konten), seiring dengan meluasnya penggunaan internet, TELKOM membuat CSR Indigo (Indonesia Digital Community).

Di TELKOM, fungsi Public Relation dan Marketing Communication disatukan dalam satu unit Public & Marketing Communication. Penyatuan kedua fungsi tersebut menyebabkan sebagian proses marketing dan komunikasi menjadi sebuah kekuatan bisnis yang saling menguatkan. Kemudian dalam komunikasi kita perlu menyandingkan iklan dan publisitas. Untuk membangun sebuah merek, urutannya adalah: publisitas dulu, setelah itu baru beriklan. Agar publisitas menghasilkan output seperti yang diharapkan, ada beberapa teknik yang lazim digunakan seperti penggunaan endorser dan special events.

Dalam membangun merek sebuah produk tidak cukup hanya menggunakan iklan semata. Iklan membutuhkan Public Relations sedangkan Public Relations tidak harus membutuhkan iklan. Jika periklanan itu memelihara merek sedangkan Public Relations membangun merek. Banyak operator seluler menderita kerugian berlipat-lipat, miliaran dana dianggarkan untuk iklan, sementara keuntungan perusahaan justru menurun.

Public Relation yang modern adalah Public Relatuion yang mampu memanfaatkan media. Jika kita tidak bisa memenangkan pertempuran media, kita tidak akan bisa memenangkan pertempuran pasar, akhirnya produk kita tidak laku. Public Relation yang cerdas adalah Public Relation yang mempunyai perencanaan yang matang dan jitu. Jika sebelumnya Public Relation identik dengan media relations, maka kini praktisi PR harus berpikir bahwa PR lebih dari sekedar audiens media arus utama dan bahwa publik menginginkan partisipasi, bukan propaganda. Perusahaan seperti TELKOM perlu membangun opini publik karena perusahaan dengan posisi, ukuran dan status seperti TELKOM sering mengundang perhatian publik. Tugas Public Relation adalah mengubah sentimen negatif menjadi netral dan positif.

Pekerjan PR semakin tertantang ketika perusahaan memiliki persaingan yang ketat seperti halnya TELKOM yang dulu selalu memiliki kinerja cemerlang. Ada salah satu case study yang dicatat dalam buku ini, yaitu saat migrasi Flexy, salah satu produk TELKOM. Ada hikmah yang bisa diambil dari sebuah krisis yang dialalami oleh TELKOM, yaitu saat migrasi Flexi. Perusahaan menganggap bahwa migrasi ini akan menjadi krisis, justru menjadikan Flexi lebih populer. Hal itu disebabkan oleh strategi komunikasi yang kuat, salah satunya dengan press release yang mumpuni dan pertemuan dengan media untuk mengedukasi Flexi.

Sebagai praktisi komunikasi, kita juga harus melakukan pendekatan pribadi/human relations yang sering dilakukan oleh Bapak Eddy Kurnia. Praktisi komunikasi harus memiliki hubungan yang baik untuk media. Selain untuk publisitas, hubungan ini juga bisa digunakan untuk menahan berita yang negatif dan belum lengkap informasinya. Sebuah perusahaan perlu meraih simpati ataupun opini publik yang positif.

Sensivitas bagi praktisi komunikasi itu sangat penting. Kepentingan wartawan dan perusahaan seringkali tidak sama. Jurnalis ingin fakta agar menjadi informasi untuk bahan berita sedangkan perusahaan ingin dipandang dengan citra yang baik. Di sinilah seni menjalin hubungan media diperlukan. Hubungan ini hendaknya dilakukan secara berkesinambungan. Hubungan ini bahkan seyogyanya dijalin tidak hanya dalam kerangka bisnis tetapi juga dalam kerangka hubungan antar pribadi.

Praktisi Public Relation dapat memanfaatkan press release untuk mendapatkan publisitas dan menaikan citra positif. Secara umum TELKOM mengeluarkan siaran pers untuk memperbaiki dan atau memelihata citra perusahaan atau merek, membuat profil media lebih tinggi dan lebih baik, mengubah sikap publik, memperbaiki dan meningkatkan hubungan dengan publik, meningkatkan pangsa pasar produk-produk TELKOM, mempengaruhi kebijakan pemerintah (regulasi) baik pada tingkat lokal maupun nasional, memperbaikin komunikasi dengan investor maupun para konsultannya dan memperbaiki hubungan industrial.

Siaran pers yang dapat digunakan oleh wartawan adalah siaran pers yang sudah ditulis dengan format piramida terbalik, bahasanya mudah dimengerti dan yang terpenting memiliki nilai berita. Elemen terpenting dalam pembuatan siaran pers adalah tulisan yang jelas, memilih media yang tepat dan waktu pendistribusian siaran pers itu sendiri haruslah tepat.

Bentuk siaran pers ada tiga; basic publicity release, product release dan financial release. Penulisan pers release bersifat deduktif dan menyerupai penulisan berita. Hal ini agar memudahkan wartawan yang sangat sibuk untuk segera menemukan inti informasi yang dianggapnya penting. Selain itu memudahkan reporter dan editor memotong bagian-bagian berita yang dianggap tidak penting ketika dihadapkan kepada kendala teknis, misalnya berita terlalu panjang, sementara kapling yang tersedia sangat terbatas. Terakhir, memudahkan para wartawan dalam menyusun pesan berita melalui rumus baku yang sudah sangat dikuasainya, sekaligus menghindari kemungkinan adanya fakta atau informasi penting yang terlewat tidak dilaporkan. Jika harus memberitakan sesuatu yang kurang enak, maka PR dilarang berbohong dan sebaiknya membuat perspective game atau mengalihkan sudut pandang.

Selain press release, kegiatan PR ada media briefing atau konferensi pers. Dibandingkan melayani pertanyaan media satu persatu misalnya, lebih efektif menyelenggarakan media briefing dengan beberapa wartawan sekaligus. Kriteria pemilihan media antara lain kredibilitas media, target pembaca media tersebut dan coverage atau sirkulasi media.

Pesan dari Bapak Eddy Kurnia yang dapat saya ambil dari buku ini adalah: “Bagi para praktisi komunikasi, apapun dan bagaimanapun medan yang harus dilalui, kuncinya hanya satu: tingkatkan kepiawaian mengemudikan perahu karet agar kita bisa melesat lincah di sela-sela batu sungai sambil menghindari jeram-jeram yang siap menerkan saat kita di tengah-tengah.” Artinya seorang praktisi komunikasi harus pawai mengikuti perkembangan jaman, berpikir terbuka, peka dan mau belajar sesuatu yang baru.

 

Kurnia, Eddy. Komunikasi dalam Pusaran Kompetisi: Perspektif Praktisi Mengelola  Komunikasi di TELKOM. Jakarta: Republika. 2010.

 

Inilah 5 Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi yang Baru Lahir

Merawat bayi yang baru lahir adalah rutinitas yang menyenangkan sekaligus mendebarkan bagi orangtua baru. Sebab orangtua baru masih harus banyak belajar untuk memenuhi segala kebutuhan bayi. Soal urusan perlengkapan bayi bisa diselesaikan dengan belanja online di MatahariMall. Sebab pilihan perlengkapan bayi di MatahariMall sangat modern dan siap memenuhi semua kebutuhan bayi.

Lain halnya soal kebutuhan imunisasi dasar lengkap untuk si buah hati. Setidaknya para orangtua harus tahu perihal 5 imunisasi dasar lengkap ini untuk si kecil yang baru lahir.

Imunisasi Hepatitis B

Hepatitis B merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Serangan terhadap organ hati jelas akan menimbulkan risiko kesehatan yang berbahaya bagi bayi. Bayi baru lahir berusia 0 hingga 7 hari biasanya patut mendapatkan imunisasi hepatitis B tahap pertama. Selanjutnya, imunisasi diberikan pada bayi berusia 1 hingga 2 bulan. Masih ada pula imunisasi tahap ketiga untuk batita berusia 6 bulan hingga 1,5 tahun.

DPT

DPT adalah singkatan untuk penyakit Dipteri, Pertusis, dan Tetanus. Dipteri merupakan penyakit yang menyerang saluran tenggorokan. Sedangkan pertusis adalah infeksi saluran pernapasan yang ditandai dengan gejala batuk hebat hingga radang paru-paru. Penyakit yang terakhir yang tetanus adalah infeksi kuman yang menyerang sistem saraf dan otot.

Imunisasi Polio

Wabah polio memang sudah tidak lagi menjangkiti masyarakat Indonesia. Namun kewaspadaan terhadap penyakit ini harus tetap dilakukan secara seksama. Bayi berusia 0 hingga 4 bulan harus menerima imunisasi polio untuk mencegah penyakit yang berisiko menyebabkan kelumpuhan ini.

BCG

Imunisasi yang satu ini diberikan pada bayi berusia maksimal 1 bulan untuk mencegah penyakit TBC (tuberkulosis). Imunisasi yang satu ini biasanya akan menimbulkan bekas di kulit berupa jaringan parut disertai sedikit benjolan di permukana kulit.

Campak

Biasanya para orangtua mengetahui tentang infomasi imunisasi penyakit ini. Bayi berusia 9 bulan sudah bisa memperoleh imunisasi campak. Ketika beranjak besar dan sudah memasuki usia sekolah, biasanya sejumlah sekolah akan mengadakan program imunisasi campak untuk para muridnya.

Nah, selain memenuhi kebutuhan perlengkapan bayi, sudahkah para orangtua memberikan imunisasi dasar lengkap untuk si buah hati yang baru lahir?

Kalau belum, yuk segera hubungi dokter anak dan buatlah jadwal untuk imunisasi secepatnya.

 

Alhamdulillah Zhafranizzan bisa imunisasi sesuai jadwalnya, kecuali imunisasi tambahan yang sedang langka :(

Alhamdulillah Zhafranizzan bisa imunisasi sesuai jadwalnya, kecuali imunisasi tambahan yang sedang langka :(