Pentingnya Susu untuk Tumbuh Kembang Anak

Susu dan Kehidupan Kita

Susu sudah lekat dengan kehidupan kita, mulai kita dilahirkan ke dunia ini, yang dikonsumsi pertama kali adalah susu, khususnya Air Susu Ibu (ASI) – ekslusif 6 bulan dan banyak juga yang meneruskannya hingga usia anak 2 tahun. Namun terkadang jika anak sudah cukup besar, susu dilupakan karena anak lebih suka makan dan minum selain susu.


Data Badan Pusat Statistik tahun 2017 menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia hanya mengonsumsi 16,62 kg susu per kapita per tahun. Sebagai pembanding, di tahun yang sama, tingkat konsumsi susu Filipina adalah 17,8 kg/kapita/tahun; Thailand 22,2 kg/kapita/tahun; Myanmar 26,7 kg/kapita/tahun; dan Malaysia 36,2 kg/kapita/tahun. Walau demikian, konsumsi susu masyarakat Indonesia sebenarnya meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2000, tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia hanya berada di angka 6,4 kg per kapita per tahun, lalu pada 2005, angka itu meningkat menjadi 9,3 kg/kapita/tahun. Meski begitu, tetap saja, tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia tidak cukup tinggi. Padahal, susu penting untuk tumbuh kembang anak.

Manfaat Susu untuk Tumbuh Kembang Anak

Susu memiliki kandungan penting dalam tumbuh kembang anak, seperti lemak yang dibutuhkan untuk perkembangan otak. Penelitian menunjukkan bahwa susu bermanfaat dalam pembentukan tulang untuk jangka panjang, karena susu kaya akan kalsium. Susu juga menyediakan karbohidrat sebagai sumber energi yang dibutuhkan anak untuk aktivitasnya sepanjang hari.


Selain itu, susu memiliki kandungan gizi seperti protein kasein yang bermanfaat dalam meningkatkan penyerapan mineral, seperti kalsium dan fosfor, sedangkan protein ehey sangat baik untuk pertumbuhan dan pemeliharaan otot. Susu juga mengandung vitamin dan mineral, di antaranya adalah vitamin B12, kalsium, riboflavin dan fosfor. Selain itu, kebanyakan produk susu juga diperkaya dengan vitamin lain, termasuk vitamin A dan D.

Mengonsumsi susu juga menurunkan peluang stunting lho bun! Stunting adalah kondisi dimana tubuh anak perawakannya pendek. Sayangnya masih banyak yang belum mengerti dan peduli dengan kondisi ini. Pemantauan Status Gizi (PSG) 2017 menunjukkan prevalensi Balita stunting di Indonesia masih tinggi, yakni 29,6 persen di atas batasan yang ditetapkan WHO sebesar 20 persen.

Dampak paling merugikan dari stunting khususnya terhadap perkembangan otak. Riset menunjukkan stunting mengurangi IQ sebesar 5-11 poin. Nilai sekolah anak-anak jadi lebih rendah. Bukan itu saja, anak-anak yang lahir dengan berat badan kurang punya peluang 2,6 kali lebih kecil untuk melanjutkan ke pendidikan tinggi. Saat anak terkena stunting, produktivitas mereka akan berkurang saat usia muda – capaian pendidikan lebih rendah menghasilkan pekerjaan dengan pemasukan lebih kecil. Info lebih lanjut tentang stunting, klik di sini.

Nah, untuk meminimalisir resiko stunting, orang tua perlu memenuhi nutrisi si kecil, selain dengan makanan yang bergizi, sayur dan buah, minum susu juga dapat menunjang penurunan resiko stunting.

Tips Memilih Susu Pertumbuhan untuk Anak

  1. Sesuaikan dengan usia
  2. Pertimbangkan rasa yang lezat
  3. Perhatikan kandungan nutrisinya

Bagaimana Jika Anak Alergi Susu Sapi?

Tenang Bunda, jika anak terbukti alergi susu sapi, maka kita bisa memberikan si kecil susu formula yang terbuat dari kedelai/soya. Menurut Prof Dr. dr. Rini Sekartini, SpA(K), “Formula dengan isolat protein soya merupakan nutrisi yang tidak kalah baik bagi pertumbuhan dan perkembangan si kecil. Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa pola pertumbuhan, kesehatan tulang dan fungsi metabolisme, fungsi reproduksi, endokrin, imunitas, dan sistem saraf otak dari anak-anak pengonsumsi protein susu sapi dengan isolate protein soya tidak berbeda secara signifikan dengan anak-anak yang mengonsumsi susu sapi.”


Jangan lupa menerapkan 3K (Kenali, Konsultasikan dan Kendalikan). Baca juga cerita saya ketika si kecil mengalami alergi susu sapi.

Ketika anak sulung saya terbukti alergi susu sapi, kami memberikan susu SGM Eskplor Soya agar anak dapat tetap mengonsumsi susu untuk tumbuh kembangnya.

Serba Serbi Alergi Susu Sapi

Bingung gak sih ketika anak kita terbukti alergi susu sapi? Itulah yang sempat kami rasakan sebagai orang tua, ketika si kecil mengalami alergi susu sapi. Selepas ASI ekslusif, si kecil mulai campur minum susu sapi, namun ternyata di beberapa badan dan wajahnya muncul ruam-ruam kemerahan hingga saluran pencernaan si kecil terganggu yang mengakibatkan diare. Gimana gak hancur melihat anak kesakitan karenanya? Akhirnya kami membawa si kecil ke dokter spesialis anak. Setelah melalui beberapa rangkaian pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa anak saya alergi susu sapi. Duh, terus gimana dong? Anak saya dikasih apa dong? Beberapa pertanyaan muncul di benak saya. Dokter menyatakan untuk tidak khawatir karena ada solusi untuk anak yang alergi susu sapi, yaitu minum susu soya.

Sempat bingung anak tidak tercukupi gizinya, mari kita telaah terlebih dahulu mengenai nutrsi pada anak. Sebenarnya bagaimana sih pemberian nutrisi anak usia >1 tahun? Untuk para BADUTA (Bayi di Bawah Dua Tahun) sebaiknya mulai diperkenalkan dengan makanan keluarga, hindari makanan terlalu berbumbu tajam, pedas, terlalu asam atau berlemak, berikan makanan yang bisa dipegang sendiri (finger snack), pemberian ASI/PASI tetap diteruskan, batasi gula, garam dan minyak, serta frekuensi pemberian makan untuk si kecil yaitu 3-4 kali dengan komposisi sebagai berikut: 2-3 porsi lauk-pauk, 2-3 porsi buah-buahan, 3-4 porsi mananan pokok, 3-4 porsi sayuran dan tentunya dibarengi dengan pemberian air putih. Jangan lupa untuk mencuci tangan ketika menyiapkan makanan dan menyuapi anak.

Nah, kalau ternyata nutrisinya tidak terpenuhi dengan baik, maka tumbuh kembang si kecil tidak akan optimal. Tahukah Anda bahwa anak-anak di Indonesia masih banyak yang malnutrisi sehingga menyebabkan anemia dan stunting?

Untuk itu kita sebagai orang tua perlu memperhatikan pemberian asupan makan dan minum untuk anak kita. Lalu bagaimana jika ternyata ada tantangan kesehatan, yang salah satunya alergi susu sapi? Padahal nutrisi yang terdapat pada susu sapi penting untuk tumbuh kembang yang optimal dan kehidupannya di masa mendatang.

Yuk Kenali Alergi Susu Sapi

Untuk kasus tidak bisa mengonsumsi minum sapi sebenarnya bisa dari alergi susu sapi, intoleransi laktosa dan galaktosemia. Tapi memang paling banyak penyebabnya ya alergi susu sapi dengan gejala saluran cerna terganggu (muntah, keram perut, kolik, dan diare), ruam pada kulit, gangguan saluran pernafasan (pilek alergi atau nafas grok-grok).

Yuk Konsultasikan ke Tenaga Kesehatan

Jika anak kita mengalami gejala-gejala yang telah disebutkan di atas, dibutuhkan pemeriksaan kadar IgE spesifik atau uji kulit alergi. Menurut Prof. Dr. Budi Setiabudiawa, dr., SpA(K)., M.Kes, “Sebaiknya orang tua memeriksakan anak ke dokter, karena belum tentu penyebab alergi dari apa yang dikonsumsi, tapi bisa jadi dari udara dll sehingga kita bisa memastikan bahwa gizi anak cukup terpenuhi. Jangan sampai kita menyalahi hati ayam ketika anak kita sembelit dan seterusnya tidak diberikan hati ayam lagi yang penting untuk pertumbuhan si kecil. Mungkin saja penyebab alerginya dari tungau yang ada di rumah.” Jadi, sebagai orang tua kita tidak boleh berasumsi ya!

Yuk Kendalikan Alergi Susu Sapi!

Tentunya kita harus mengindari pemberian susu sapi dan turunannnya dan memberikan nutrisi alternatif pengganti susu sapi, bisa dengan susu formula protein terhidrolisa (ekstensif dan asam amino) dan formula kedelai (soya). Bedanya apa? Untuk pencegahan (karena mungkin ada riwayat alergi dari keluarga), sebaiknya si kecil diberikan susu formula protein terhidrolisa, namun jika si kecil sudah terkena alergi, maka dianjurkan mengonsumsi minum formula kedelai (soya).

Menurut Prof Dr. dr. Rini Sekartini, SpA(K), “Formula dengan isolat protein soya merupakan nutrisi yang tidak kalah baik bagi pertumbuhan dan perkembangan si kecil. Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa pola pertumbuhan, kesehatan tulang dan fungsi metabolisme, fungsi reproduksi, endokrin, imunitas, dan sistem saraf otak dari anak-anak pengonsumsi protein susu sapi dengan isolate protein soya tidak berbeda secara signifikan dengan anak-anak yang mengonsumsi susu sapi.”

 

Susu Generasi Maju , susu pertumbuhan anak

“Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan orang tua, yang paling penting adalah alternatif nutrisi agar kebutuhan makronutrien, termasuk protein, dan mikronutrien, tetap terpenuhi”, ujar Prof Dr dr Rini Sekartini SpA(K)

Solusi Persembahan Sarihusada untuk Para Orang Tua yang Anaknya Alergi Susu Sapi

Ternyata nih, seorang aktris & Ibu, Natasha RIzky (istrinya Desta Club 80’s) pernah mengalami hal yang sama dengan saya, anaknya yang bernama Miskha tidak cocok mengonsumsi susu sapi. Mereka awalnya khawatir dengan pemenuhan nutrisi si kecil, tapi akhirnya merasa terbantu dengan adanya alternatif solusi nutrisi seperti formula soya yang membantu orang tua memenuhi nutrisi terbaik bagi si kecil.

Aktris dan seorang Ibu, Natasha Rizky menceritakan pengalaman dengan anak alergi susu sapi. “Saya tidak khawatir lagi dengan alergi yang dialami si kecil, selama ditangani dengan tepat tidak menghalangi tumbuh kembang anak kok. Dia tetap bisa maju bersama protein yang disediakan oleh makanan yang bukan dari susu sapi,”

Nah, pada tanggal 28 Agustus 2019 lalu SGM menghadirkan inovasi terbaru dengan meluncurkan SGM Eksplor Advance+ Soya yang dilengkapi dengan 5 kebaikan ComplinutriSoy+ Soya yang dilengkapi dengan 5 kebaikan ComplinutriSoy+ untuk membantu penuhi kebutuhan nutrsi si kecil. Susu SGM Eksplor Advance+ Soya sebagai solusi nutrisi dalam membantu optimalisasi tumbuh kembang anak-anak yang tidak cocok dengan protein susu sapi, dilengkapi 5 kebaikan ComplinutriSoy+ sebagai berikut: 100% Isolat Protein Soya berkualitas, minyak ikan, omega 3 & 6, bebas laktosa, sumber serat, serta 13 vitamin dan 7 mineral.

Selamat atas peluncuran inovasi terbaru SGM Eksplor Advance+ Soya yang dilengkapi dengan Complinutri+

Tidak hanya itu, SGM Eskplor Advance+ Soya juga menyuarakan dukungan dan semangat kepada kita para orang tua bahwa kita memiliki peranan penting dalam pemenuhan nutrisi si kecil. Dengan alternatif nutrisi yang tepat, si kecil tetap dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal agar kelak dapat mencapai potensi prestasi dan tumbuh menjadi Anak Generasi Maju.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar alergi, yuk cek di sini.

Inilah tampilan dari SGM Eksplor Advance+ Soya dengan ComplinutriSoy+ yang menyediakan solusi nutrisi dalam membantu optimalisasi tumbuh kembang anak-anak yang tidak cocok dengan protein susu sapi.

Perjuangan mendapatkan Abekani

“Tas yang akan memilih pemiliknya”

Kedengaran aneh gak sih? Kenapa harus tas yang memilih pemiliknya, bukankah kita kalau punya uang, tinggal beli saja produknya sehingga kita bisa menjadi pemiliknya? Memang aneh, tapi itu nyata, di Abekani. Apa itu Abekani? Abekani adalah produk kulit (mostly tas) asal Yogyakarta sejak tahun 2009 yang didirikan oleh Tunjung yang lebih dikenal dengan Tunjung Abekani. Selain tas, ada juga dompet, id card, pouch, name tag, dan aksesoris lainnya yang berbahan kulit.

Selain yang di belakang, yang aku pegang juga keren 🙂

Uang saja tidak cukup membeli Abekani dengan cara semestinya. Mengapa semestinya? Karena ada beberapa orang yang menggunakan kesempatan ini menjual tas Abekani dengan harga tinggi di marketplace-marketplace lain. Jadi semua pembelian dan transaksi itu lazimnya dilakukan di Facebook Group Abekani(an) Lovers. Abekanian adalah nama pecinta Abekani. Untuk mendapatkan produk Abekani fresh from WS (dari pabriknya), Anda perlu doa yang banyak, sinyal internet yang mendukung, jempol yang lincah, otak yang harus serius dan konsen serta tentunya keberuntungan. Percuma saja kalau otak dan jempol sudah bekerja dengan baik, ketentuan dari Mbok Tunjung-lah yang akan menentukan. Makin penasaran yaa dengan si Abekani ini? Sebelum kita ‘rebutan’ beli produk Abekani, kita harus join di secret group-nya. Dulu sih katanya sempat open, tapi karena kebanyakan penyusup, jadi lebih sering dibuat secret.

Kenapa saya bisa tergila-gila dan terlihat obsesi dengan produk Abekani itu dimulai dari artikel di Line Today mengenai produk kulit yang digandrungi oleh banyak orang, salah satunya Abekani. Karena sedang hamil, saya jadi ngidam dan semakin mencari tahu dan tambah penasaran plus kepincut. Saya pun mencari teman-teman yang punya kenalan member Abekani dan akhirnya dibantu Bunda Lia Olivia (Kenalan sesama Mombassador). Temannya Bunda Lia ini, yaitu Mba Yulia sudah lama bergabung jadi member Abekani. Sayangnya karena sedang ketat proses penerimaan anggota, saya tidak putus asa. Saya follow semua media social Mbok Tunjung dan mention beliau. Alhamdulillah Mbok Tunjung merespon mention saya di Twitter. Setelah itu kami berteman di Facebook dan setelah ia invite saya, entah kenapa saya gagal terus jadi membernya sampai bolak-balik message Mbok Tunjung sampai saya bosan sendiri. Nah, di tengah kebosanan tapi penasaran itu, saya iseng-iseng ketik facebook groupnya dan klik ‘confirm’ menerima undangan, Alhamdulillah masoooookkkk….!

Saya berhasil gabung di Agustus 2018, namun baru berhasil dapat produknya di akhir April 2019. Tak terasa 8 bulan lamanya penantian ini pecah telor juga mendapatkan tas baru dari pabriknya. Sebenarnya bisa sih beli kalau ada yang jual prelove-nya, tapi kok kurang greget gitu ya. Hehe… Tas pertama yang saya dapatkan adalah c-bag 3tone ukuran small berwarna olive-off white dan black di bagian pegangannya. Sebenarnya saya tuh bukan fans tas kecil, tapi tas ini sangat spesial karena ternyata dia sudah memilih saya dan mudah-mudahan menjadi pemancing di periode selanjutnya. Oh ya, dan ketika saya berhasil mendapatkan tas ini, saya merasakan apa itu yang namanya embargo. Jadi ketika kita berhasil membeli, kita tidak boleh ikutan membeli produk selama 4X NL (Numpang Lewat) – waktu dimana kita bisa membeli produk. Sedangkan NL berlangsung 1-2 minggu 1X, setiap Jumat. Bagaimana cara ikutan NL?

Sensasi membeli produk Abekani tuh emang beda banget deh !

Benar saja, setelah saya mendapatkan C-Bag ini, NL berikutnya saya mendapatkan dompet LW-001 warna havana (cokelat muda) untuk suami yang bulan Mei lalu ulang tahun. Semoga NL/MD berikutnya saya bisa mendapatkan tas jenis Lumongga, Emersonia yang peach/blue dan dompet untuk perempuan seperti Safine. Kenapa saya gak posting keinginan saja sebagai WL? Karena saya ingin dapat tasnya baru dari pabriknya. Perasaan ketika membuka paket dari Abekani tuh bikin deg-degan, karena pertama kalinya mencium bau dan memegang kulit yang baru diproses dari pabriknya menjadi sebuah karya yang indah.

Tas Abekani-ku pertama. Ternyata C-bag ukuran S berwarna olive-off white ini memilihku merawatnya!

Oh ya, saya juga semakin suka dengan Abekani karena mereka mempekerjakan penduduk lokal sehingga secara tidak langsung kita mendukung perekonomiannya mereka juga. Sebagia bahan dalam tas, Abekani menggunakan kain lurik yang dibuat khusus oleh pengrajin di Yogya – ini juga secara tidak langsung kita melestarikan kain lurik asli Indonesia. Tidak hanya itu, Abekani juga rajin membayar pajak karena setiap produk yang kita beli, kita juga membayar ppn dan disetorkan oleh mereka dengan tertib.

Liat deh kulitnya, menul-menul! Jahitannya rapi, pas dibuka dari dus dan dust bag-nya , uhm wangi semerbak…!

Kalau dipikir-pikir ya, di Abekani tuh kita diajarkan keikhlasan ketika koleksi kita dijual kepada yang menginginkan (karena sudah terlalu banyak tas di rumah), mengajarkan kedisiplinan karena kita harus mantengin laptop/hp di jam yang sudah ditentukan, mengajarkan itu ketelitian dan kecekatan karena kita harus mengisi form/comment dengan cepat dan tepat (Big no no untuk typo), mengajarkan kesabaran dengan internet/traffic dunia maya yang tidak bisa diprediksi, mengajarkan kesabaran manakala gagal membeli produk yang diinginkan dan mengajarkan rasa syukur ketika kita berhasil mendapatkan produk yang kita mau.

Abekani, oh Abekani.. Terima kasih telah mewarnai lemariku!

Penasaran bagaimana caranya gabung di Abekani(an) Lovers dan bagaimana cara membeli tas/produknya? Cek di sini.

Pengalaman Menggunakan Bus Tingkat ‘Putera Mulya’

Januari 2019, masyarakat dibuat kebingungan dengan mahalnya tiket pesawat yang berimbas dengan naiknya harga tiket kereta api, khususnya bagi perantau yang jauh dari daerah asalnya dan ingin pulang menjenguk keluarga. Tak terkecuali kami, The Azfilani Family yang mau menjemput anak sulung yang menghabiskan masa liburan di tempat Mbahnya, di Wonogiri, Solo. Kami berangkat menggunakan bus GMS dan pulangnya tanpa rencana kami memesan tiket bus Putera Mulya.

The Azfilani Famiy berfoto di samping bus tingkat Putera Mulya

 

First Executive Class harganya Rp. 225.000,- . Anak 3 tahun ke atas, full bayar.

Sebenarnya sudah lama kami mendengar ada bus tingkat dari Wonogiri ke Jakarta maupun sebaliknya – sekitar 2 tahun ke belakang, namun baru kali ini kami menaikinya untuk pulang ke Jakarta lanjut Depok. Awalnya kami bingung mau naik apa, kereta, pesawat atau bus saja? Lalu berangkatlah kami ke terminal Krisak yang tak jauh dari rumah Bapak-Ibu. Setelah tanya-tanya, ternyata bus tingkat Putera Mulya 30 menit lagi sampai (pukul 13.00) ke terminal Krisak dan kami ingin melihatnya, senyaman apa sih busnya? Setelah bus datang dan kami survey ke dalam, mantaplah hati untuk pesan tiketnya karena selain harganya terjangkau (dibandingkan naik moda transportasi lainnya), di dalam bus terlihat nyaman. Kami pesan untuk keesokan harinya dengan start dijemput jam 13.30 dari depan Taman Pusaka Wonogiri dan tujuan akhir Pondok Pinang, Jakarta Selatan, tapi kami bisa memilih turun sebelum lokasi akhir, maka kami request untuk turun di Cilandak.

Alhamdulillah bawa anak-anak naik bus dan gak rewel. Mereka menikmati perjalanan ini.

Bus tingkat ini terdiri dari 2 tingkat; tingkat pertama tentunya ada ruang kemudi, 6 seat ‘elegant class’ (configuration seat 1-2), toilet dan coffee maker, sedangkan tingkat kedua ada kira-kira 30-an kursi dengan configuration seat 2-2 yang dinamakan ‘first executive class’. Saat itu kami pesan di first executive class seharga Rp. 225.000,- karena elegant class seharga Rp. 325.000,- sudah penuh. Kenapa jomplang banget jumlahnya dan kenapa lebih mahal? Karena kursi di elegant class ini besarnya seperti naik pesawat business class, jadinya hanya muat 6 kursi saja deh. Perlu diingat, untuk anak di atas 3 tahun sudah bayar full ya…!

Suasana dalam bus tingkat dua

 

My son say “I like this bus” berulang-ulang 🙂

 

My daughter pun senang di dalam bus (Maaf foto blur, susah sekali moto anak-anak dalam keadan bus berjalan).

Kursi di first executive class tak kalah nyaman, sama-sama reclining seat, ada bantal, selimut, USB, AVOD (Audio/Video on Demand) untuk nonton film yang lumayan update (film Indonesia & internasional) dan mendengarkan musik. Kalau bosan dengan daftar film/musiknya, kita bisa mencolokkan flashdisk/USB yang disambungkan ke AVOD. Selain itu di tingkat kedua juga ada dispenser dengan air panas dan air biasa, wah ini sih penting banget buat yang bawa anak dan perlu air panas untuk menyeduh susu, penting juga buat orang yang minumnya banyak seperti saya 🙂 , untuk ‘nyeduh’ kopi, teh, bahkan mie instan juga bisa! Menariknya, setiap penumpang diberikan snack dan kopi instan beserta gelasnya untuk diseduh sendiri. Di dalam bus Putera Mulya juga disediakan ruangan khusus merokok yang muat untuk 2 orang. Wah wah sepertinya manajemen Putera Mulya tahu betul ya bagaimana memanjakan pelanggannya dari segala segmen; emak-emak, bapak-bapak perokok, tukang makan dan minum, tukang tidur dll hehe.

Tersedia pilihan film nasional dan internasional,yang update meski tidak terlalu banyak.

Setiap kursi mendapatkan box berisi 1 snack dan 1 minuman instan.

 

Dispenser di tingkat dua berisi air panas dan air biasa.

Bus akan berhenti 1x selama 30 menit untuk istirahat sekalian solat magrib. Naik bus ini tuh spesial banget, kami tentunya menjadi pusat perhatian dengan bus yang menjulang tinggi dan saat berhenti di tempat peristirahata, bus beda sendiri dan tempat makannya juga beda sendiri dengan bus-bus lain. Tempat makan penumpang Putera Mulya ber-AC, bersih dan ada toilet kering dan bersih di dalamnya, sayangnya penjaga toilet judesnya bukan main. Untuk musholla masih bergabung dengan penumpang bus lain, yaitu di belakang tempat makan bus lain. Makanan yang disediakan rasanya lezat; nasi, pilih 1 lauk, tumisan, sambal dan sop, serta minumnya teh manis panas. Nikmatnyaa…

Tempat makan bersih, ber-AC dan luas

 

Nasi, 1 lauk, 1 sayuran, sop, dan teh manis panas

Setelah itu bus akan kembali melaju ke Jakarta lewat tol yang baru, dan bus keluar di Cikarang sekalian menurunkan penumpang, lalu lanjut ke Bekasi Timur, Terminal Pulo Gebang, Pasar Rebo, Cilandak dan berakhir di Pondok Pinang. Kami sampai di Cilandak jam 02.30 malam, sehingga total perjalanan kami dari Wonogiri ke Jakarta memakan waktu 13 jam.

Menikmati perjalanan..

Bagaimana cara pesan tiketnya?

  1. Kalau dari Jakarta, selain menggunakan telepon, bisa pakai Traveloka dan aplikasi Red Bus. Dari Pondok Pinang berangkat pukul 14.30. Nomor telepon agen Pondok Pinang: 082311256267
  1. Kalau dari Wonogiri, hanya bisa telepon ke agen. Untuk agen di Krisak bisa menghubungi 081329414078

Tips

Jika mengincar duduk di elegant class atau di bagian depan first executive class, pesan dari jauh-jauh hari, minimal 1 minggu sebelumnya.

Apa kata mwulan?

Bisnya nyaman, tapi gak bisa ngebut ya karena mungkin tinggi hehe..  My Son say “I like this bus!” berulang-ulang. Cocok untuk alternatif bepergian lintas Jawa, hanya kekurangannya kebanyakan menurunkan penumpang pas sampai Cikarang dan Bekasi. Mungkin kalau tidak berputar-putar, sampainya lebih cepat. Overall kami puas dengan layanan bus Putera Mulya, merekomendasikannya kepada Anda dan suatu saat akan menggunakan bus ini lagi.

Memilih Tempat Melahirkan Ideal Bagi Ibu Hamil

Bagi saya, memilih tempat melahirkan menjadi prioritas sebelum memilih dokter kandungan, dan saya serta suami memiliki kriteria khusus dalam memilih tempat bersalin. Tempat bersalin bisa di rumah sakit, rumah bersalin, ataupun di tempat bidan. Kami memilih di rumah sakit karena di sana tentunya tersedia perlengkapan medis yang lebih lengkap. Sebenarnya saya melahirkan 2 kali di RS Jakarta Medical Center, Warung Buncit, Jakarta Selatan, tapi kami sempat berencana melahirkan di Rumah Sakit Aulia, Jl Jeruk, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Rumah Sakit Aulia

Di kehamilan pertama, kami memutuskan untuk ke RS Aulia dengan dr. Meity Elvina, SpOG yang saat itu sedang jadwal di sana. Kami mendengar reputasi baik RS Aulia dari orang-orang terdekat kami, katanya RS Aulia itu banyak yang sukses melahirkan normal, dokternya bagus-bagus, manajemen dan petugas medis-nya pro-ASI, dan bagi yang beragama Islam akan dipanggilkan Ustadz untuk didoakan ketika anak kita sudah lahir. Ternyata, yang saya rasakan ketika tahun 2014: dokter memang bagus, tetapi kekurangannya adalah di fasilitas yang belum memadai seperti tidak ada mushola sampai kami harus masuk gang-gang sebelah RS untuk mencari tempat solat, tidak ada kantin sehingga kalau kehausan ya repot, mana ga ada minimarket terdekat kala itu, paling kalau lapar beli makanan dan minuman di Kedai H.Asari seberangnya.

Saya juga merasa perawat-nya masih junior (terlihat masih muda dan belum berpengalaman). Perawatnya ramah-ramah namun ga ada yang sukses nginfus atau pas ngambil darah, pasti lebam-lebam dan sakit deh bagian tubuh saya yang kena jarum.. Minusnya lagi waktu itu gak bisa pakai kartu, jadi benar-benar cash only (entah ya kalau sekarang). Fasilitas seperti toilet dan kebersihan agak minus, masak ya tangga ke poli kebidanan nyeremin banget buat ibu-ibu hamil. Tapi mungkin sekarang lebih bagus ya karena sudah renovasi? Oh ia Aulia ini sudah bertransformasi dari Rumah Sakit Ibu & Anak (RSIA) jadi RS umum.

Kalau ada pembaca yang sudah merasakan RS Aulia yang sudah bertransformasi, silakan meninggalkan komen ya di tulisan ini :). 

Rumah Sakit Jakarta Medical Center (RS JMC)

 Sebenarnya sama sekali ga ada niat buat melahirkan di RS JMC karena ini kan RS umum jadinya ga kepikiran kalua kebidanan-nya bagus. Ibu saya pun menganjurkan untuk melahirkan di JMC saja karena kami sudah familiar dengan RS ini, dekat dengan rumah orang tua (di Pejaten) dan dekat dengan kantor saya (di Mampang). Mungkin doa orang tua kali ya, jadinya melahirkan di JMC 2X hehe..

Kehamilan yan pertama saya ke JMC hanya untuk ‘mencoba’ dan observasi, kala itu dengan dr Arju Anita SpOG yang sedang praktik. Karna kurang puas dan mau ‘mencoba’ dokter lain, bulan ke-4 kami sempat ke dr. Hervy SpOG dan Bu dokter inilah yang membocorkan jenis kelamin anak kami tanpa diminta hehehe… “Wah Bu, monasnya keliatan!” Katanya saat itu ketika USG saya :p . Setelah itu saya kembali ke dr Anita hanya untuk meminta surat rekomendasi dokter karena mau bepergian menggunakan pesawat. Tapi saya tetap periksa rutin di Aulia dengan dr Meity.

Sampai pada akhirnya karena kondisi kehamilan yang memburuk, saya di-observasi dan melahirkan dengan persalinan sesar di JMC dengan dr. Arju Anita SpOG.

Setelah merasakan 2x melahirkan di JMC, saya sangat merekomendasikan JMC sebagai tempat persalinan karena:

  1. Harga terjangkau

Yap, kami sudah survey beberapa RS swasta di Jaksel dan JMC paling murah lho tapi pelayanannya prima! Lahiran yang pertama itu di kelas 2 (3 orang) habis 20juta something, itupun karena banyak tindakan. Lahiran yang kedua habis 20jutaan juga tapi ga sebanyak lahiran pertama dan kami milih kelas 1 (2 orang) lalu upgrade ke kamar utama (sendiri).

Setiap ruangan di kelas 2, 1 dan utama sebenarnya sama ya. Ada TV dengan TV kabel, kulkas, dan kamar mandi dengan shower (tapi enggak ada air hangat). Cuma memang agak sempit ya kalau room-sharing di JMC. Nah kalau di kelas utama, tambahannnya ada sofa untuk yang nunggu. Sama yang membedakan itu di makanan. Kalau kelas 1 makanannya pakai melamin yang jadi 1 tapi ada sekatnya, kalau kelas utama pakai piring / mangkok beling yang terpisah-pisah. Lalu jika di kelas 1 buahnya buah potong kaya semangka dan melon, kelas utama buahnya lebih beragam seperti pir dll. Oh ia, di kelas utama ini kita bisa milih menu untuk keesokan harinya + dipinjamin termos dan dikasih teh/susu (bisa milih).

  1. Dokter Ahli Berpengalaman

Wah, kalau masalah dokter sih ternyata TOP semua ya.. Apalagi katanya dr Anita SpOG itu udah biasa menangani yang gawat janin kaya aku, dan dr Mariza SpoG juga sama berpengalaman. Alhamdulillah bersyukur banget  pas lahiran kedua, dr Mariza tandeman sama dr Anita yang tau riwayat kehamilan aku. Dokter anaknya juga bagus-bagus, ada dr. Rebecca SpA yang menangani anak kami yang pertama (dokter yang Panjang banget antriannya dan banyak yang cocok berobat sama dr Rebecca, termasuk anakku Zhafran). Lalu ada dr. Irma Rochima SpA yang praktik di Brawijaya juga.

Tadinya pas lahir anak kedua, pengen sama dr Rebecca juga tapi sayangnya beliau tidak bisa dan yang available dr. Irma. Bu dr Rebecca sampai nyamperin kami di ruang VK untuk meminta maaf karena tidak bisa memenuhi permintaan saya (Ndak apa dok, mungkin anak kedua jodohnya sama dr Irma). Bu dr Irma ini orangnya asik juga buat berkonsultasi, gak pelit informasi tentang tumbuh kembang anak, orangnya mungil dan ngomongnya lembut. Alhamdulillah aku dan anak-anakku ditangani dokter spesialis yang hebat-hebat!

  1. Pelayanan ramah

Suster, bidan dan bagian administrasinya juga ramah, ga ada yang jutek. Ini penting banget sih dimana kita lagi butuh support sebagai Ibu yang baru melahirkan, belum bisa ngapai-ngapain karena sesar. Jadi H+1 sesar kita akan dilap oleh bidan, hari-hari berikutnya dilap sama keluarga atau mandi sendiri. Bidan-bidan juga selalu standby kalau kita butuh bantuan,mereka juga kasih edukasi gimana caranya mengatasi rasa sakit, mijetin dan bersihin payudara, ngajarin mijetin biar ASI lancar dll. Bahkan bidan juga sangat mengerti dengan kondisi aku, malah ada yang matiin TV dan lampu biar aku istirahat. Mereka engga mau tensi aku naik dan kenapa-kenapa. Katanya kalau bayinya tidur, aku harus tidur which is I agree. 

  1. Lokasi strategis

Di pinggir jalan Warung Buncit, dekat sama Pizza Hut, Pejaten Village (kalau mau sekalian nge-mall), bisa pakai angkutan umum dan TransJakarta (turun di Halte Warung Buncit). Jadi kalau ada yang meu jenguk, Insya Allah mudah dijangkau.

  1. Pro-ASI

Kalau bayi kita kondisinya vit, mereka ga akan membiarkan kita kasih susu formula. ASI is the best! Mereka juga melakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) setelah bayi dilahirkan jika kondisi Ibu & bayi sehat serta memungkinkan untuk IMD. Alhamdulillah di kelahiran kedua ini saya bisa IMD dan kata dokternya ASI langsung keluar. Yeayy…!!

  1. Makanan Lezat

Saya juga suka di JMC karena makanan-nya lezat, pas di lidah saya, gak hambar. Kalau kita ada di kamar utama ke atas, maka menunya bisa dipilih, termasuk mau buah apa. Lalu untuk kamar utama, kita dipinjamkan termos isi air panas, dan sore bisa milih susu atau teh. Kalau di VIP, ada minuman Teh Botol Kotak.

Makanan di kantin juga lezat-lezat dengan harga yang terjangkau. Kantin-nya sudah buka pukul 05.00 sd 22.00 dan favoritku tahu goreng, pisang goreng, kwetiau goreng, dan minumnya ice lemon tea.

Pasien di kamar utama ke atas yang mendapatkan makan-nya bisa memilih menu.

Semua pilihannya enaakk…

  1. Room-In dengan Bayi

Ini juga penting sih buat saya, bisa se-ruangan dengan dedek bayi jika semua kondisi memungkinkan. Namanya bayi baru lahir, pasti kita seorang Ibu maunya dekat terus kan dengan bayinya, dan kalau menyusui jadi lebih mudah serta cepat.

Asyiknya rooming-in dengan bayi. Bisa lihat anak kita kapan saja.

  1. Fasilitas di Kamar

Di kamar utama, pasien sendiri dengan reclining bed, lalu ada sofa untuk yang nunggu, AC yang berfungsi sangat baik, televisi cukup besar dengan adanya TV kabel (suami seneng banget), dan kamar mandi dengan shower tapi tidak ada air panas. Di kamar juga sudah disediakan alas di kasur (takutnya darah nifas bocor), sikat & pasta gigi kecil, handuk kecil, dan sabun batangan.

Ruang Utama di RS JMC – Waktu aku di-observasi. Ruangannya nyaman dan pas untuk sendiri dan ditemanin suami.

  1. Bekal untuk pulang

Ternyata ketika saatnya pulang, kami ‘dibekali’ termometer air raksa (manual), kain kasa untuk membersihkan tali pusar, dan buku kesehatan anak – gunanya untuk mencatat riwayat kelahiran & kesehatan termasuk catatan imunisasi.

Kiri: Paspor kesehatan anak pertama. Kanan: Paspr kesehatan anak kedua (Sampulnya aja yang beda, isinya sih sama). Surprisenya adalah data-data orang tua dan bayi sudah diisikan oleh pihak RS dan tulisannya better than me. Jadi ku tak usah ribet-ribet nulis. Hhee…

Biaya?

Kurang dari 20juta dengan pelayanan terbaik. The best lah JMC! Terima kasih untuk manajemen, dokter, bidan, karyawan, cleaning service, security, pokoknya semua keluarga besar Jakarta Medical Center.

Oh ia, dan yang pasti di JMC tidak terasa seperti di rumah sakit, nyaman, tidak bau, dan tidak horor 😀 .

Kurang lebih 8 bulan selalu menyambangi poli ini 🙂

Ruangan operasi, ruangan VK & r. melahirkan ada di sebrang kantin.

Pilihan Modem WiFi 4G yang Bagus dan Murah

Tentu ada banyak alasan mengapa kita membutuhkan sebuah modem wifi 4G di rumah maupun di kantor. Walaupun sejatinya kita sudah memiliki smartphone yang bisa digunakan untuk tethering WiFi. Di antara beberapa alasan yang sering memaksa kita untuk membeli dan memiliki sebuah modem wifi diantaranya adalah:

Bersifat portable. Karena sifatnya yang portable dan bisa dipindahkan sesuka hati tanpa terlalu bergantung pada jaringan listrik membuat modem wifi 4G ini pantas untuk dibeli dan digunakan sebagai backup apabila suatu waktu kita membutuhkan koneksi internet di tempat-tempat yang sulit listrik atau ketika listrik mati.

  • Bisa digunakan untuk mengakses internet melalui laptop atau PC. Mengakses internet melalui tethering Wifi dari smartphone menggunakan PC tentu saja bisa dilakukan. Namun ini bukanlah ide bagus apabila setiap hari kita membutuhkannya. Karena hal tersebut dapat menyebabkan smartphone jadi boros baterai dan mungkin jadi cepat rusak karena lebih sering di-charge. Dengan adanya modem wifi 4G, tingkat keawetan smartphone akan lebih terjaga.
  • Bisa dimanfaatkan saat mati lampu. Seringkali ketika kita sedang sangat membutuhkan koneksi internet, tiba-tiba lampu mati. Pada saat itu, tentu saja modem wifi konvensional tidak bisa diandalkan. Solusinya, selain menggunakan tethering dari smartphone, menggunakan modem WiFi 4G yang dilengkapi dengan baterai akan sangat membantu.
  • Modem wifi 4G adalah solusi bagi mereka yang tinggal di desa-desa atau pelosok. Mengandalkan jaringan Wifi dari Telkom Memang jauh lebih hemat dan lebih stabil. Tapi sayangnya, tidak semua daerah di Indonesia tercover jaringan Telkom. Nah, bagi kamu yang ingin membuka usaha seperti warung kopi, dan ingin melengkapinya dengan jaringan Wifi agar para pelanggan yang datang ngopi tetap bisa menikmati internet, beli saja modem wifi 4g.
  • Tentu saja berbagai alasan di atas hanyalah sebagian dari alasan-alasan yang sering mengemuka di antara mereka-mereka yang membutuhkan sebuah modem Wifi portable. Mungkin kamu punya alasan tersendiri untuk membeli modem wifi untuk digunakan di rumah atau kantor.

Apapun alasannya, sebelum membeli sebuah modem WiFi dengan jaringan 4G, kamu perlu mempertimbangkan untuk mencari yang terbaik. Pasalnya, tidak semua modem wifi diciptakan sama. Ada yang kemampuan menerima signalnya tidak terlalu bagus, ada yang baterainya tidak awet, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, Saya ingin berbagi informasi mengenai beberapa pilihan modem wifi 4G yang bagus tapi harganya murah. Semoga bisa membantu kamu untuk menentukan pilihan yaa.

Modem WiFi MiFi Huawei E5573 Unlock 4G All GSM

Modem yang satu ini support semua operator seluler di Indonesia mulai dari Telkomsel, XL, Indosat, Axis, juga Tree, Bolt, serta Smartfren. Adapun spesifikasi modem besutan Huawei ini adalah:

Menggunakan frekuensi 900/1900/2100 MHz untuk mengakses jaringan 3G. Sedangkan untuk jaringan 4G LTE modem ini mengandalkan frekuensi LTE FDD 850/850+/900/1800MHz dan LTE TDD 2300MHz.

WiFi ini bisa diakses maksimal 10 device dengan jarak maksimum 10 m. Dilengkapi dengan baterai berkapasitas 1500 mah yang bisa bertahan hingga 6 jam penggunaan. Wireless tablet yang digunakan adalah 802.11 b/g/n.

MiFi Modem WiFi Smartfren 4G Andromax M2Y

Bagi kamu yang tinggal di daerah-daerah yang bisa mengakses jaringan Smartfren, modem ini bisa jadi pilihan tepat. Selain karena data Smartfren memang terkenal murah, modem ini juga bisa kamu andalkan untuk mengakses data kecepatan tinggi yang bisa diakses oleh maksimal 32 devices.

Modem ini dilengkapi dengan baterai 3000mAh sehingga bisa diandalkan untuk mengakses WiFi dalam jangka waktu yang lama tanpa jaringan listrik. Baca cerita pengalamanku menggunakan modem WiFi Smartfren Andromax M2Y ketika di Bali. Silakan klik di sini.

Waktu rafting di Sungai Ayung, Ubud, Bali yang ke bawah banget tempanya, HP aku masih konek dengan internet berkat modem Smartfren M2Y. Sinyalnya juga kenceng!

MODEM MIFI BOLT MAX 2 – Huawei E5577

Bolt adalah salah satu jenis modem yang memiliki kecepatan download mencapai 110 mbps. WiFi ini bisa diakses maksimal oleh 10 device. Menggunakan baterai 3000mh yang bisa bertahan hingga 12 jam. Dilengkapi juga dengan LCD screen berukuran 1,45 inci yang bermanfaat untuk melihat berbagai informasi seperti baterai, signal, jumlah device yang terkoneksi, dan lain-lain.

Malam ini juga support micro SD up to 32 GB, bisa digunakan sebagai WiFi extender, bisa langsung digunakan untuk mengecek pulsa dan kuota, serta support semua operator GSM di Indonesia.

Di mana beli modem wifi 4G yang murah?

Dibandingkan dengan Berbelanja di toko konvensional atau di toko-toko komputer, saya pribadi lebih menganjurkan kamu untuk berbelanja secara online. Selain karena Pilihannya yang beragam dan banyak, belanja online juga terkenal murah. Salah satu toko online yang sering memberikan diskon dan menawarkan produk dengan harga bersahabat adalah Bukalapak.

Memilih Dokter Kandungan Demi Kehamilan dan Persalinan yang Nyaman

Salah satu dokter spesialis yang menurut saya sulit cocok dan butuh effort untuk menemukannya adalah dokter spesialis kandungan (SpOG). Dokter inilah yang akan mendampingi kita mulai awal kehamilan (bahkan untuk beberapa orang, SpOG menemani mulai dari program kehamilan) hingga pasca persalinan. Untuk itu penting sekali dampingan dari SpOG yang cocok dengan kita sehingga kita bisa melalui kehamilan dan persalinan dengan aman, nyaman, dan lancar. Kehamilan adalah momen yang spesial bagi seorang Ibu dimana kehamilan dapat merubah fisik maupun psikis seorang Ibu yang membuatnya lebih moody dan butuh perhatian (berdasarkan pengalaman pribadi). Selain keluarga, tentunya Sang Ibu perlu berkonsultasi dengan ahlinya.

Untuk itu saya memiliki kriteria memilih dokter kandungan bagi kehamilan hingga pasca persalinan saya:

  1. Jenis kelamin

Maafkan ya para SpOG laki-laki, saya lebih memilih SpOG perempuan karena saya merasa lebih nyaman jika ‘buka-bukaan’ dengan orang selain suami saya .

  1. Perhatian

Sang dokter mempelajari medical record kita dan selalu mewanti-wanti untuk menjaga kandungan agar persalinan lancar. Jika kita ingin melahirkan normal (pervagina), sang dokter akan memotivasi kita untuk ke arah sana.

  1. Mudah dihubungi

Mau menerima panggilan telepon dan menjawab chat melalui WhatsApp misalnya, meskipun pertanyaan kita sepele. Contoh pertanyaan sepele saya: Dok, saya sudah boleh dipijit belum ya? 😀

  1. Memberikan resep obat / vitamin sesuai keperluan kita

Kadang ada dokter yang asal meresepkan vitamin ke kita tanpa bertanya dahulu apakah di rumah masih ada vitamin atau tidak, nah itu kan bakal berpengaruh sama biaya yang harus dikeluarkan ya, sudah bayar dokter spesialis dan USG, masa kita harus bayar vitamin yang masih ada di rumah. Jadi numpuk deh vitaminnya.. Untuk itu saya senang dengan dokter yang bertanya terlebih dahulu apakah vitamin masih ada dan memberikan obat sesuai keluhan kita.

  1. Komunikatif (Penjelasan detail)

Memberikan penjelasan detail mengenai kondisi kehamilan kita, bahkan sang dokter memancing agar kita bertanya.

  1. Pelayanan ramah (tidak terburu-buru)

Selalu menyapa dengan hangat dan ramah di setiap konsultasi, tidak terburu-buru ketika menjelaskan sesuatu meski pasien di luar sudah banyak yang menunggu.

  1. Menenangkan

Tidak membuat kita panik jika sesuatu terjadi dengan kita dan kehamilan kita, menenangkan dengan memberi penjelasan + solusi.

  1. Mendukung Apapun Keputusan Kita

Dokter yang baik itu akan mendukung apapun keputusan kita, mau normal, normal dengan tindakan, sesar, atau VBAC (Vaginal Birth After Cesarean) – melahirkan normal setelah sesar, yang penting Ibu dan bayinya selamat.

Alhamdulillah saya dipertemukan dengan dua obgyn (spesialis kandungan) sesuai kriteria-kriteria di atas. Kehamilan pertama saya dipertemukan dengan dr. Meity Elvina, SpOG. di RSIA Aulia (meskipun persalinan tidak dengan beliau dikarenakan emergency), dan kehamilan kedua saya dipertemukan dengan dr. Mariza Yustina, SpOG di RS Jakarta Medical Center (JMC). Sebelumnya saya tidak browsing dokter kandungan di Jakarta (jadi asal datang saja ke RS tersebut dan bertemu dengan dokter yang bertugas saat itu), khusus untuk dr Mariza, saya memilihnya karena  belum pernah merasakan konsultasi dengan beliau di RS JMC (semua obgyn di JMC sudah pernah saya ‘rasakan’) eh malah cocok banget sama dr Mariza. Beda sama kehamilan pertama yang ‘dipegang’ banyak obgyn, di kehamilan kedua ini saya benar-benar dipegang oleh 1 obgyn, yaitu dr. Mariza. 

Konsultasi pertama sekitar bulan Agustus 2017 ketika hasil test-pack saya menunjukkan 2 garis merah dan ketika itu kehamilan saya sekitar 4-5 minggu. Di konsultasi pertama, saya dan suami sudah merasa sreg dan cocok dengan dr. Mariza, semakin mantap keputusan saya ketika melihat review-review di internet mengenai dr. Mariza. Beliau asyik diajak berdiskusi dan perhatian dengan kondisi kehamilan kita, apalagi saya yang punya riwayat eklampsia di kehamilan pertama dan dr. Mariza pun mewanti-wanti agar saya mengonsumsi protein (telur dan daging-dagingan), buah-buahan yang mengandung vitamin C dan kalsium agar eklampsia-nya tidak terjadi lagi di kehamilan kedua. Wanti-wanti ini selalu diutarakan setiap kontrol, seakan dia yang khawatir dengan kehamilan kita dan tidak mau terjadi hal yang buruk.

Setiap konsultasi dia selalu mengingatkan saya untuk terus mengonsumsi makanan dan vitamin yang mencegah datangnya eklampsia, beliau juga selalu mengingatkan untuk menjaga kesehatan selama kehamilan agar saya bisa melahirkan normal setelah sesar. Ketika saya infokan ukuran minus mata saya (-4,75), dr. Mariza tetap optimis saya bisa melahirkan normal. Beliau juga menenangkan dan menjelaskan dengan detail ketika plasenta saya sempat di bawah dan ketika posisi bayi sempat sungsang. Intinya dr Mariza itu memenuhi semua kualifikasi dokter spesialis kandungan yang ideal bagi saya. Meskipun beliau mendukung saya untuk melahirkan normal setelah sesar, namun ketika saya meminta untuk sesar, dia juga hayu-hayu saja, yang penting saya dan anak saya selamat.

Ketika saya masih dirawat di RS pasca persalinan, dr. Mariza yang sedang visit saya menjelaskan bahwa saya harus banyak makan protein (khususnya putih telur 4 buah setiap hari selama 40 hari), tidak boleh kecapean, tidak boleh mengangkat yang berat kecuali anak sendiri dan memotivasi agar ASI lancar keluar dan beliau bilang bahwa saya sudah tidak ada pantangan makanan lagi (hihihi ingat saja kalau saya paling sering nanya ‘dok boleh makan A gak? Dok boleh minum B gak?’ selama hamil).

Hingga kontrol pasca persalinan, dr. Mariza tetap lho mengingatkan saya untuk waspada dengan penyakit eklampsia yang masih bisa datang hingga nifas selesai sehingga saya pun lebih berhati-hati menjaga kondisi badan. Alhamdulillah saya memiliki support system yang sangat membantu saya mengurus rumah dan anak-anak saya sehingga saya bisa banyak istirahat, tidak stress dan bisa fokus memberi ASI dan menjaga kesehatan diri. Banyak sekali hal yang saya baru tahu mengenai kehamilan dan penyakit eklampsia yang pernah saya derita ketika kehamilan pertama.

  1. Minum teh itu sebaiknya tidak sehabis makan dan tidak berbarengan dengan mengonsumsi makanan minuman yang memiliki zat besi (bahkan kalau bisa Ibu hamil tidak minum teh karena bisa mengurangi HB yang sangat dibutuhkan untuk melahirkan secara normal nantinya). HB juga berfungsi mengurangi tenaga agar ibu hamil tidak anemia dan tidak lemas.
  2. Penyakit eklampsia bisa menyerang sampai 3 bulan setelah melahirkan
  3. Tidak boleh duduk di bawah dan tidak tidur di kasur yang rendah sehabis persalinan sesar sampai bisa dinyatakan oke semua kondisinya (kalau saya, sehabis nifas sudah bisa beraktivitas seperti biasa kecuali mengangkat yang berat-berat kecuali bayi sendiri).
  4. Untuk mencegah eklampsia, Ibu hamil harus banyak mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung vitamin C, kalsium dan daging-dagingan merah.

Banyak sekali ilmu yang saya dapat mengenai kehamilan dari dr Mariza. Kesimpulannya, saya dan suami merekomendasikan dr. Mariza Yustina, SpOG sebagai dokter kandungan Anda dari kehamilan awal hingga pasca-persalinan. Terima kasih untuk dr. Mariza Yustina SpOG atas pendampingannya selama saya hamil kedua dan persalinan kemarin.

Kontrol pasca persalinan. Terima kasih banyak , dr Mariza Yustina SpOG yang mendampingi saya mulai dari awal kehamilan hingga pasca persalinan.

Cerita Kehamilan dan Persalinan Anak Kedua

Setelah kehamilan & persalinan pertama yang bermasalah, saya bertekad di kehamilan kedua kehamilan saya harus sehat dan persalinanan-nya normal. Untuk itu saya berusaha menjaga asupan makan dan minum, mengonsumsi vitamin dan mengelola stress. Di kehamilan kedua ini saya juga sangat menjaga dari makanan yang sangat dilarang oleh dokter: Junk food dan Mie Instant. Alhamdulillah saya lulus dari makanan tersebut karena anak saya di dalam perut juga seolah-olah mengerti sehingga saya tidak mau mengonsumsi makanan tersebut. Saya paling ga kuat kalau lihat orang makan sashimi salmon dan telur ½ matang, cuma meringis setiap lihat foto/video makanan tersebut di media sosial 🙁 (ini nih bahayanya media sosial bagi bumil, jadi banyak kepengin).

Kehamilan kedua ini sebenarnya tidak direncanakan (anak pertama berumur menjelang 3 tahun ketika saya positif hamil) sehingga agak membuat kaget dan rasanya tidak percaya secepat ini diberikan karunia oleh Allah SWT, yaitu anak kedua. Setelah tahu hamil, kami langsung kontrol ke RS Jakarta Medical Center (JMC) – klik di sini untuk review RS JMC –  dan langsung memilih dr. Mariza Yustina SpOG (review tentang dr Mariza, klik di sini) karena saya sudah pernah konsultasi dengan SpOG-SpOG lain di JMC selama hamil pertama sampai KB, dan yang belum pernah sama dr Mariza. Alhamdulillah kami langsung cocok dengan beliau.

Bulan 1 sd bulan 8 Alhamdulillah kehamilan saya bisa dikatakan lancar, bahkan saya sempat ikut shooting produk SGM Bunda, wisuda S2 saat hamil 7 bulan, dan ikut acara Sumber Ayu Bersama Artika Sari Devi+Baim. Bulan 5 plasenta sempat di bawah dan bulan ke-7 posisi bayi sungsang  namun semua bisa diatasi dengan baik, air ketuban oke, plasenta juga bagus. Memasuki minggu 36 jadwalnya saya periksa bagian dalam dari vagina menggunakan USG Transvaginal untuk mengukur panggul dan bekas jahitan sesar pertama, tapiiiiii sayangnya di minggu 36 ke 37, kondisi saya drop karena adanya infeksi, tidak mau makan (maunya minuuuummm terus), asam lambung tinggi, heartburn hampir setiap malam dan itu semua mengakibatkan kondisi badan saya lemas dan tidak bertenaga. Akhirnya saya menghubungi dr. Mariza dan menceritakan kondisi saya, lalu ia mengarahkan saya ke RS untuk di-observasi (apalagi saya punya riwayat eklampsia di kehamilan pertama), jadi memang kalau ada keluhan-keluhan harus segera ke rumah sakit. Oh ia, kondisi ini juga yang membuat saya memutuskan cuti lebih awal.

Dari dulu ga pernah kesampean maternity photo, tapi aku dan suami sempat foto ala-ala di Claket Riverside, Selogiri, Wonogiri (Waktu hamil 4 bulan).

Perut aku emang ga gede-gede banget sih tiap hamil…

Kamis, 22 Maret 2018 – Saya masuk ruang bersalin di RS Jakarta Medical Center (JMC) untuk di-observasi. Tindakan pertama adalah pemberian cairan melalui infus untuk tenaga, cek gula, cek tensi (sampai 140 tapi Alhamdulillah turun lagi setelah minum penurun tekanan darah tinggi), cek urine, CTG, dan tes darah lengkap (termasuk cek pre-eklampsia). Saya sempat bete karena ketika dipasang infusan, kedua bidan yang menangani saya malah ‘berdebat’ seolah-olah belum piawai nginfus sekalian ambil darah, sampai darah saya ngucur kemana-mana dan tangan saya bengkak. Sore-nya dr. Mariza visit dan malamnya saya USG di poli, Alhamdulillah hasilnya bagus, air ketuban, plasenta, posisi bayi semuanya oke, hasil test darah juga Alhamdulillah bagus, negatif pre-eklampsia, hanya gula-nya yang nge-drop dan adanya infeksi. Keputusannya: tetap rawat inap untuk observasi lebih lanjut dan tak lupa infusan saya diganti dari kanan ke kiri oleh Bidan Lilis (bidan yang menangani persalinan pertama saya). Bidan Lilis jago juga ya nginfus, karena enakan setelah ganti posisi infusan. Alhamdulillah keesokan harinya saya sudah bisa pulang karena kondisi bagus semua, meski keputusan sesar tetap ada dan kami berencana sesar di 30-03-2018.

Tas Mas Zhafran, koper keperluan aku suami dan bayi, tas suami. (Di ruang VK, JMC Hospital).

Pulang ke rumah kondisi saya malah kembali ngedrop karena ga mau makan dan asam lambung tetap tinggi. Akhirnya hari Senin, 26 Maret 2018 saya dibawa kembali ke RS dan sudah pasrah untuk operasi sesar karena saya sudah tidak bertenaga lagi (rasanya seperti zombie hidup). Sekitar jam 12 siang diperiksa dr Mariza, akhirnya ia pun memutuskan untuk sesar malam itu juga jam 19.00 (Agak kaget sih karena gak nyangka secepat itu) karena saya benar-benar sudah tidak punya tenaga, daripada dipaksakan normal malah kenapa-kenapa, langsung saja lah sesar dan mulailah saya puasa dari jam 13.00 (Puasa ini menyiksa sekali karena ga bisa minum, haus paraaaaahhhh).

Di ruang VK, menunggu waktu operasi tiba..

Suami langsung mengurus administrasi, saya ganti baju operasi berwarna pink, dan persiapan lainnya.  Menjelang operasi saya lebih tenang karena pikir saya akan cepat bertemu dengan si buah hati, bebas dari kelemahan ini dan bebas makan minum apa saja. Karena satu dan hal lainnya, saya masuk ruangan operasi jam 08.40 dengan berjalan kaki (beda banget sama persalinan saya yang pertama). Masuk ruangan operasi saya langsung tiduran di Kasur yang sempit dan menunduk meluk bantal untuk disuntik anestasi bagian belakang (surprisingly ga sakit lho…!). Kata dokter anestasi-nya, lebih sakit diinfus daripada suntik belakang (emang bener ternyata!). Tangan kanan-kiri posisinya seperti ‘disalib’ dan bagian dada mulai dibatasin tirai biar kita gak lihat prosesnya, tapi saya merasakan kalau perut saya dibelek (meski ga sakit). Alhamdulillah, pukul 20.53 anak kedua kami telah lahir.

Ternyata di RS JMC itu, kalau sesar SpOG-nya dua (wauwww), dan saat itu dr. Mariza didampingi oleh dr.Anita SpOG. Jadi di ruangan operasi ada dokter utama (dr. Mariza), dokter pendamping (dr. Anita), dokter anestasi (yang ternyata wali murid-nya Ibu saya), dokter anak, bidan dan suster-suster.

Jadi… Sesar yang kedua ini saya benar-benar sadar, tak seperti persalinan pertama yang gak sadar saat operasi. Eh tapi saya sempat tidur sih pas operasi sesar kedua ini sampai dibangunkan oleh dokter anak “Malam Bu, saya dr. Irma, dokter anak, anak Ibu sudah lahir, persis Ibu” lalu dedek bayi diciumkan ke pipi dan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) sebentar karena bayi saya tidak kuat dingin. Udah deh, saya ga ingat apa-apa lagi sampai dibawa ke ruang pasca-operasi dan suami saya masuk (di sini saya belum sepenuhnya sadar). Akhirnya sekitar jam 11 malam saya dibawa ke ruang perawatan, dan baru bisa room-in dengan bayi keesokan paginya karena bayi saya masih di-observasi (tidak kuat dingin sama seperti kakaknya ketika lahir).

Pemulihan saya di RS menghabiskan waktu 4 hari 3 malam. Sebenarnya sih sudah bisa pulang 3 hari 2 malam (sesuai paket operasinya), tapi saya extend 1 hari karena di hari ke-3 anak saya lahir, bilirubinnya cukup tinggi dan harus disinar 24 jam. Di hari terakhir, saya sibuk bolak balik kamar (di lantai 3) ke ruangan perina (lantai 4 pojokan pula) , beuh perih banget jalan sambil megangin perut (hitung-hitung belajar jalan biar gak kaku). Berhubung ga menyiapkan pompa ASI, saya harus menyusui langsung dan bolak balik 2-3 jam sekali. Suatu waktu, jam 12 malam (malam Jumat) saya ditelepon dari ruang perina dan mengabarkan anak saya nangis dan harus disusuin, akhirnya diantar Ibu ke atas. Selesai menyusui, saya dan Ibu tidur di sofa depan ruang perina (malam jumat, pojokan, sepi, gelap, Ibu melahirkan yang menarik perhatian yang gaib), hemm rasanya mantaps. Jam 02.00 kami kembali ke kamar dan jam 03.30 saya sendirian balik ke ruang perina untuk menyusui.

Hari terakhir di RS, Mas Zhaf mau menatap dan deketan sama adiknya 🙂

Alhamdulillah hari Jumat kami bisa pulang, bilirubin anak saya sudah normal karena sudah disinar dan disusuin terus (Alhamdulillah saya dikaruniai ASI yang lancar  sejak anak lahir).

Pulangnya, kami dijemput Mbah Puti (Ibu mertua) yang sedang ke Jakarta dan pulang menggunakan Silver Bird Mercedes Benz agar nyaman di perjalanan. Pengemudinya sangat berhati-hati sehingga sampai rumah tidak merasa nyut-nyutan, apalagi mobil Mercy nyaman banget kan (Argo dari Buncit ke Tanah Baru Depok 150rb-an).

Special thanks to. dr Mariza Yustina SpOG (Dokter Kandungan-Dokter Utama), dr. Arju Anita SpOG (Dokter pendamping), dr. Irma Rochima SpA (Dokter Anak), Dokter Anestasi, Bidan dan suster yang bertugas menangani saya mulai dari observasi hingga pulang ke rumah.

Yeay dijemput Mbah Puti… (In Silver Bird Cab).

At the end, melahirkan normal maupun sesar sama saja, yang penting Ibu dan bayinya selamat. Eh beda deng, sesar sakitnya lama huhuuuhuuu 🙁 . Sempat kecewa sih gagal melahirkan normal (gagal maning), tapi akhirnya saya bisa menerima mungkin ini takdir Allah SWT dan saatnya kami fokus membesarkan anak-anak kami.   Mohon bantu doa ya, para pembaca yang budiman :).

Sambil nunggu suami mengurus administrasi, wefie dulu di ruangan

Cafe-Hoping di Jakarta

Bagi bumil kaya gw yang sudah memasuki trimester ke-3, liburan ga bisa jauh-jauh lagi, paling kalau mau refreshing, perginya ke taman atau malah café hoping, menjelajahi café-café unik di Jakarta yang kalau dihitung sebenarnya banyak banget, mungkin daftar Yellow Pages aja bisa kalah.. Hehe…. Kriteria café yang unik bagi gw adalah: tempatnya fotogenic alias instagramable, makanan dan minumannya bervariasi dan enak, harganya affordable, memiliki keunggulan/ciri khas tersendiri, dan lokasinya mudah dijangkau.

Ada beberapa café yang menjadi favorit gw yang biasa gw datengin bareng suami atau teman-teman.

Di Jakarta Selatan, gw sama suami favorit banget makan siang di Mbah Jingkrak Setiabudi. Pertama kali tahu Mbah Jingkrak sejak 7 tahun lalu dari radio hits di Jakarta yang lagi ngomongin café bernuansa Jawa ini. Penasaran karena pilihan lauk dan sambalnya yang pedas, gw dan pacar (yang sekarang jadi suami) menyempatkan makan siang di sana. Kita terkesan banget waktu pertama kali kesana karena nuansanya gak ngebosenin meskipun banyak pernak-pernik khas Jawa dan aksesoris jadul, tapi menurut gw di situlah daya tariknya.  

Selain itu di Jaksel ada Cutie Cats Café di Jl Kemang 1 No. 12 F. Jadi di sini kita akan makan dan minum bareng kucing-kucing lucu nan menggemaskan. Kita harus mengocek dompet sekitar Rp. 50.000,- per jam di hari biasa dan Rp. 75.000/jam di weekend.

Bayangin gemesnya nongkrong bareng kucing-kucing ini.. Unyuuu… (@cutiecatscafe)

Di daerah Depok Jawa Barat ada café unik bertema rumah sakit, namanya Hospitalis Resto & Bar. Sesuai dengan tema dan namanya, nama makanan, minuman,  perangkat makan dan minum hingga furniture-nya bertemakan rumah sakit. Bahkan pelayannya menggunakan kostum dokter/perawat, unik deh! Jangan lupa foto-foto dan upload di media sosial kamu karena minuman kamu akan disajikan seperti infusan.

Di Jakarta Utara ada Bong Kopitown dimana kita bakal ngerasain makan serasa di penjara karena nuansanya dibuat seperti di penjara. Misalnya beberapa bagian meja dikelilingi tembok terali berwarna hitam. Jangan lupa untuk pesan nasi penjara yang disajikan menggunakan wadah aluminium seperti di penjara.

Selain Bong Kopitown, di Kelapa Gading juga ada Samudra Laut 73 yang memberikan pengalaman makan serasa berada di kapal selam. Di beberapa bagian dinding, terdapat jendela-jendela berbentuk bundar yang mirip seperti jendela pada kapal selam. Untuk menambah kesan seperti di bawah laut, setiap meja diisi dengan pasir dan berbagai jenis batuan laut.

Mereka mengusung tema “Happiest Prisoner on Earth” ( @bongkopitown )

Di Jakut juga ada Hello Kitty Café yang tentu saja mengangkat tema Hello Kitty sebagai dekorasi dan  makanan serta minumannya. Salah satu menu yang unik ada burger mini yang dihiasi gambar wajah Hello Kitty.

Di Jakarta Barat ada Café Strawberry yang cocok dikunjungi bareng-bareng karena ada berbagai permainan board game seperti monopoli dan games lain yang bisa digunakan bersama.

Café unik yang biasanya ada di mall dan unik yaitu Nanny’s Pavillon, aku paling suka Nannys Pavillon di Puri Mall yang mengangkat tema Post Office (masing-masing Nanny’s Pavillon memiliki teman yang berbeda-beda, misalnya Le Cirque di Mal Kelapa Gading, Study Room di Living World Alam Sutera dll). Makanan dan minumannya juga enak dan bervariasi. Recommended deh .

Nanny’s Pavillon dengan tema post-office (@nannyspavillon)

Mau tahu lebih lengkap informasi seputar café-café kece di Jakarta sebagai referensi liburan weekend nanti? Cus ke Cafe unik di Jakarta baca di Blog Traveloka . Di sana juga ada referensi-referensi tempat kece lainnya, mulai dari cafe, taman, sampai tempat-tempat yang lagi ngehits. 

Bagi pembaca yang berasal dari non-Jabodetabek dan ngiler pengen makan minum nongkrong di café-café tersebut, cus langsung pesan paket tiket pesawat+hotel di Traveloka (jangan terpisah ya) karena harganya lebih hemat lho dibanding pesan terpisah, hematnya bisa sampai 20% tanpa kode promo apapun!

Promo bundling kaya gini memang menguntungkan banget bagi kita karena sisa uangnya bisa dialokasikan untuk yang lain atau bisa di-pos-kan ke biaya tak terduga, apalagi kalau lagi bepergian biasanya mata suka lapar mau beli ini itu, atau perut lapar karena pengen nyobain makanan dan minuman di tempat itu. Keuntungan lain jika pesannya sekaligus di satu tempat, kita ga usah diribetin sama urusan administrasinya. Tiket plus+hotel? Langsung Traveloka saja deh..

Menginap Kekinian di Hotel Yats Colony Yogyakarta

“Penginapan ini  selain kekinian, ramah lingkungan, artistic, instagramable, mendukung produk lokal serta menjunjung kearifan lokal meskipun bergaya modern.”

Genic banget tempatnya, nyaman, asri, asik buat family vacation ataupun liburan bareng pasangan dan teman-teman.

Genic banget tempatnya, nyaman, asri, asik buat family vacation ataupun liburan bareng pasangan dan teman-teman.

Waktu lagi buka Instagram, nemu postingan  dari seorang seleb di tempat yang Instagramable. Penasaran dong, setelah ditelusuri ternyata tempat itu bernama Yats Colony, sebuah penginapan di Yogyakarta yang lagi kekinian. Hotel ini punya 5 jenis kamar, ada Ha, Na, Ca, Ra dan Ka (Aksara Jawa Ha-Na-Ca-Ra-Ka). Kamar yang paling sering diminati adalah jenis Ha karena kamarnya bertingkat (lantai bawah layaknya ruang tamu, dan kamar atas seperti kamar tidur). Kamar jenis Ha ini hanya ada 2 di sini. Oh ia, sangat disarankan untuk memesan kamar di sini jauh-jauh hari. Seperti saya yang mepet akhirnya dapat kamar jenis Ka, kamar deluxe di pojok belakang dengan view tanam-tanaman, padahal sih ngincernya kamar Ha atau Na yang di pinggir kolam renang. Untuk pembayaran, sayangnya baru sistem transfer saja ke rekening mereka langsung. Untuk jenis kamar KA, harga yang dibayarkan Rp. 500.000,- (pemesanan menggunakan booking.com) setelah itu kita harus melakukan konfirmasi melalui WhatsApp ke pihak Yats Colony.

Tampak depan kamar jenis KA

Tampak depan kamar jenis KA

Dalam kamar jenis 'KA'. Look, My boy is enjoy the room!

Dalam kamar jenis ‘KA’. Look, My boy is enjoy the room!

Meskipun dapat kamar jenis KA, apa yang didapatkan sudah worth it. Luas kamarnya cukup (22 square meter) dan fasilitas sudah oke seperti  toiletries yang lengkap (dengan penamaaan bahasa Indonesia dan bahasa Jawa), sandal yang nyaman, shower, flat TV dengan channel nasional & internasional, Telepon, AC yang dingin, pengering rambut, toilet dengan air hangat yang berfungsi dengan baik,  bantal selimut yang hypoallergenic, handuk & seprai yang bersih, dan kamar yang bersih. Pokoknya penginapan yang baru diluncurkan ini kekinian banget lah!

Toiletries dengan bahasa Jawa. Misalnya "Rikma" yang artinya "sisir".

Toiletries dengan bahasa Jawa. Misalnya “Rikma” yang artinya “sisir”.

 

Kamar mandi dan toilet di kamar KA. Lumayan lega...

Kamar mandi dan toilet di kamar KA. Lumayan lega…

Setiap ruangan memiliki desain yang custom dan ramah lingkungan karena terbuat dari bahan daur ulang dan pelapis mewah yang terpilih. Seprai tempat tidur tie-dye yang handmade dan lokal punya oleh Purana Indonesia, bantal mewah nan empuk dilapisi oleh Semak Studios, dan karya seni asli seniman Indonesia, yang semuanya ekslusif dibuat untuk Yats Colony. Penginapannya tidak luas namun indah, lobi dan restoran menyatu di bagian depan, sedangkan kamar-kamar ada di bangunan samping. Di lantai bawah terdapat front desk dan butik, sedangkan restoran di lantai 2. Ketika kita datang, receptionist membantu check-in dengan cepat dan kita akan diantar oleh security hingga pintu kamar.

Main becak mini yang disediakan di depan lobi.

Main becak mini yang disediakan di depan lobi.

Aktivitas yang bisa dilakukan di sini selain tidur dan nonton TV, tentunya bisa poto-poto, renang, santai sambil baca buku/majalah, bahkan kerja. Ngetik, cari inspirasi sambil oret-oret di meja kerja yang ada di kamar sudah cukup nyaman (tapi kalau bagi saya sih lebih enak tiduran dibanding kerja :p ).

Salah satu spot foto yang 'laku'. Tapi memang indah sih yaaa.. Dan asik banget kalau leyeh-leyeh sambil baca buku di sini...

Salah satu spot foto yang ‘laku’. Tapi memang indah sih yaaa.. Dan asik banget kalau leyeh-leyeh sambil baca buku di sini…

Untuk menu sarapan, Alhamdulillah bisa dimakan sama bumil yang picky eater seperti saya, menu sarapan bervariasi, furniturenya keren dan artistik,  anak saya pun lahap makan di sini, bahkan berkali-kali nambah makan nasi kuning dan lauk-pauknya 😀 . Sayangnya restoran untuk breakfast buka mulai pukul 07.00, jadi kalau dapat morning flight ga bisa sarapan di sini deh… Atau kalau bangun-bangun kelaparan harus nunggu sampai jam 07.00 untuk compliment breakfast-nya.

Suatu sudut di restoran bagian luar.

Suatu sudut di restoran bagian luar.

 

Bagian luar restoran

Bagian luar restoran

 

Anak ini makan banyak banget dan nambah terus :)

Anak ini makan banyak banget dan nambah terus 🙂

 

Family-breakfast at Yats Colony

Family-breakfast at Yats Colony

Apa kata mwulan?

Overall, kami sekeluarga merekomendasikan penginapan ini ketika berlibur di Yogyakarta. Lokasinya juga strategis dengan obyek-obyek wisata di Yogya. Oh ia, kalau sudah berada di Jalan Patangpuluhan, lihat ke kiri dan hati-hati terlewat, apalagi kalau malam hari.

Pokoknya jadi pengen kembali menginap di sini dan mau mencoba kamar yang jenis Ha atau Na yang menghadap ke kolam, rasanya nyaman dan damai buat leyeh-leyeh seharian di Yogya.

Yats Colony

Jl. Patangpuluhan No. 23

Wirobrajan, Yogyakarta.

WA: +62817150811

www.yats.co

Terima kasih atas pelayanan excellent-nya, dear Yats Colony :)

Terima kasih atas pelayanan excellent-nya, dear Yats Colony 🙂