Memilih Tempat Melahirkan Ideal Bagi Ibu Hamil

Bagi saya, memilih tempat melahirkan menjadi prioritas sebelum memilih dokter kandungan, dan saya serta suami memiliki kriteria khusus dalam memilih tempat bersalin. Tempat bersalin bisa di rumah sakit, rumah bersalin, ataupun di tempat bidan. Kami memilih di rumah sakit karena di sana tentunya tersedia perlengkapan medis yang lebih lengkap. Sebenarnya saya melahirkan 2 kali di RS Jakarta Medical Center, Warung Buncit, Jakarta Selatan, tapi kami sempat berencana melahirkan di Rumah Sakit Aulia, Jl Jeruk, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Rumah Sakit Aulia

Di kehamilan pertama, kami memutuskan untuk ke RS Aulia dengan dr. Meity Elvina, SpOG yang saat itu sedang jadwal di sana. Kami mendengar reputasi baik RS Aulia dari orang-orang terdekat kami, katanya RS Aulia itu banyak yang sukses melahirkan normal, dokternya bagus-bagus, manajemen dan petugas medis-nya pro-ASI, dan bagi yang beragama Islam akan dipanggilkan Ustadz untuk didoakan ketika anak kita sudah lahir. Ternyata, yang saya rasakan ketika tahun 2014: dokter memang bagus, tetapi kekurangannya adalah di fasilitas yang belum memadai seperti tidak ada mushola sampai kami harus masuk gang-gang sebelah RS untuk mencari tempat solat, tidak ada kantin sehingga kalau kehausan ya repot, mana ga ada minimarket terdekat kala itu, paling kalau lapar beli makanan dan minuman di Kedai H.Asari seberangnya.

Saya juga merasa perawat-nya masih junior (terlihat masih muda dan belum berpengalaman). Perawatnya ramah-ramah namun ga ada yang sukses nginfus atau pas ngambil darah, pasti lebam-lebam dan sakit deh bagian tubuh saya yang kena jarum.. Minusnya lagi waktu itu gak bisa pakai kartu, jadi benar-benar cash only (entah ya kalau sekarang). Fasilitas seperti toilet dan kebersihan agak minus, masak ya tangga ke poli kebidanan nyeremin banget buat ibu-ibu hamil. Tapi mungkin sekarang lebih bagus ya karena sudah renovasi? Oh ia Aulia ini sudah bertransformasi dari Rumah Sakit Ibu & Anak (RSIA) jadi RS umum.

Kalau ada pembaca yang sudah merasakan RS Aulia yang sudah bertransformasi, silakan meninggalkan komen ya di tulisan ini :). 

Rumah Sakit Jakarta Medical Center (RS JMC)

 Sebenarnya sama sekali ga ada niat buat melahirkan di RS JMC karena ini kan RS umum jadinya ga kepikiran kalua kebidanan-nya bagus. Ibu saya pun menganjurkan untuk melahirkan di JMC saja karena kami sudah familiar dengan RS ini, dekat dengan rumah orang tua (di Pejaten) dan dekat dengan kantor saya (di Mampang). Mungkin doa orang tua kali ya, jadinya melahirkan di JMC 2X hehe..

Kehamilan yan pertama saya ke JMC hanya untuk ‘mencoba’ dan observasi, kala itu dengan dr Arju Anita SpOG yang sedang praktik. Karna kurang puas dan mau ‘mencoba’ dokter lain, bulan ke-4 kami sempat ke dr. Hervy SpOG dan Bu dokter inilah yang membocorkan jenis kelamin anak kami tanpa diminta hehehe… “Wah Bu, monasnya keliatan!” Katanya saat itu ketika USG saya :p . Setelah itu saya kembali ke dr Anita hanya untuk meminta surat rekomendasi dokter karena mau bepergian menggunakan pesawat. Tapi saya tetap periksa rutin di Aulia dengan dr Meity.

Sampai pada akhirnya karena kondisi kehamilan yang memburuk, saya di-observasi dan melahirkan dengan persalinan sesar di JMC dengan dr. Arju Anita SpOG.

Setelah merasakan 2x melahirkan di JMC, saya sangat merekomendasikan JMC sebagai tempat persalinan karena:

  1. Harga terjangkau

Yap, kami sudah survey beberapa RS swasta di Jaksel dan JMC paling murah lho tapi pelayanannya prima! Lahiran yang pertama itu di kelas 2 (3 orang) habis 20juta something, itupun karena banyak tindakan. Lahiran yang kedua habis 20jutaan juga tapi ga sebanyak lahiran pertama dan kami milih kelas 1 (2 orang) lalu upgrade ke kamar utama (sendiri).

Setiap ruangan di kelas 2, 1 dan utama sebenarnya sama ya. Ada TV dengan TV kabel, kulkas, dan kamar mandi dengan shower (tapi enggak ada air hangat). Cuma memang agak sempit ya kalau room-sharing di JMC. Nah kalau di kelas utama, tambahannnya ada sofa untuk yang nunggu. Sama yang membedakan itu di makanan. Kalau kelas 1 makanannya pakai melamin yang jadi 1 tapi ada sekatnya, kalau kelas utama pakai piring / mangkok beling yang terpisah-pisah. Lalu jika di kelas 1 buahnya buah potong kaya semangka dan melon, kelas utama buahnya lebih beragam seperti pir dll. Oh ia, di kelas utama ini kita bisa milih menu untuk keesokan harinya + dipinjamin termos dan dikasih teh/susu (bisa milih).

  1. Dokter Ahli Berpengalaman

Wah, kalau masalah dokter sih ternyata TOP semua ya.. Apalagi katanya dr Anita SpOG itu udah biasa menangani yang gawat janin kaya aku, dan dr Mariza SpoG juga sama berpengalaman. Alhamdulillah bersyukur banget  pas lahiran kedua, dr Mariza tandeman sama dr Anita yang tau riwayat kehamilan aku. Dokter anaknya juga bagus-bagus, ada dr. Rebecca SpA yang menangani anak kami yang pertama (dokter yang Panjang banget antriannya dan banyak yang cocok berobat sama dr Rebecca, termasuk anakku Zhafran). Lalu ada dr. Irma Rochima SpA yang praktik di Brawijaya juga.

Tadinya pas lahir anak kedua, pengen sama dr Rebecca juga tapi sayangnya beliau tidak bisa dan yang available dr. Irma. Bu dr Rebecca sampai nyamperin kami di ruang VK untuk meminta maaf karena tidak bisa memenuhi permintaan saya (Ndak apa dok, mungkin anak kedua jodohnya sama dr Irma). Bu dr Irma ini orangnya asik juga buat berkonsultasi, gak pelit informasi tentang tumbuh kembang anak, orangnya mungil dan ngomongnya lembut. Alhamdulillah aku dan anak-anakku ditangani dokter spesialis yang hebat-hebat!

  1. Pelayanan ramah

Suster, bidan dan bagian administrasinya juga ramah, ga ada yang jutek. Ini penting banget sih dimana kita lagi butuh support sebagai Ibu yang baru melahirkan, belum bisa ngapai-ngapain karena sesar. Jadi H+1 sesar kita akan dilap oleh bidan, hari-hari berikutnya dilap sama keluarga atau mandi sendiri. Bidan-bidan juga selalu standby kalau kita butuh bantuan,mereka juga kasih edukasi gimana caranya mengatasi rasa sakit, mijetin dan bersihin payudara, ngajarin mijetin biar ASI lancar dll. Bahkan bidan juga sangat mengerti dengan kondisi aku, malah ada yang matiin TV dan lampu biar aku istirahat. Mereka engga mau tensi aku naik dan kenapa-kenapa. Katanya kalau bayinya tidur, aku harus tidur which is I agree. 

  1. Lokasi strategis

Di pinggir jalan Warung Buncit, dekat sama Pizza Hut, Pejaten Village (kalau mau sekalian nge-mall), bisa pakai angkutan umum dan TransJakarta (turun di Halte Warung Buncit). Jadi kalau ada yang meu jenguk, Insya Allah mudah dijangkau.

  1. Pro-ASI

Kalau bayi kita kondisinya vit, mereka ga akan membiarkan kita kasih susu formula. ASI is the best! Mereka juga melakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) setelah bayi dilahirkan jika kondisi Ibu & bayi sehat serta memungkinkan untuk IMD. Alhamdulillah di kelahiran kedua ini saya bisa IMD dan kata dokternya ASI langsung keluar. Yeayy…!!

  1. Makanan Lezat

Saya juga suka di JMC karena makanan-nya lezat, pas di lidah saya, gak hambar. Kalau kita ada di kamar utama ke atas, maka menunya bisa dipilih, termasuk mau buah apa. Lalu untuk kamar utama, kita dipinjamkan termos isi air panas, dan sore bisa milih susu atau teh. Kalau di VIP, ada minuman Teh Botol Kotak.

Makanan di kantin juga lezat-lezat dengan harga yang terjangkau. Kantin-nya sudah buka pukul 05.00 sd 22.00 dan favoritku tahu goreng, pisang goreng, kwetiau goreng, dan minumnya ice lemon tea.

Pasien di kamar utama ke atas yang mendapatkan makan-nya bisa memilih menu.

Semua pilihannya enaakk…

  1. Room-In dengan Bayi

Ini juga penting sih buat saya, bisa se-ruangan dengan dedek bayi jika semua kondisi memungkinkan. Namanya bayi baru lahir, pasti kita seorang Ibu maunya dekat terus kan dengan bayinya, dan kalau menyusui jadi lebih mudah serta cepat.

Asyiknya rooming-in dengan bayi. Bisa lihat anak kita kapan saja.

  1. Fasilitas di Kamar

Di kamar utama, pasien sendiri dengan reclining bed, lalu ada sofa untuk yang nunggu, AC yang berfungsi sangat baik, televisi cukup besar dengan adanya TV kabel (suami seneng banget), dan kamar mandi dengan shower tapi tidak ada air panas. Di kamar juga sudah disediakan alas di kasur (takutnya darah nifas bocor), sikat & pasta gigi kecil, handuk kecil, dan sabun batangan.

Ruang Utama di RS JMC – Waktu aku di-observasi. Ruangannya nyaman dan pas untuk sendiri dan ditemanin suami.

  1. Bekal untuk pulang

Ternyata ketika saatnya pulang, kami ‘dibekali’ termometer air raksa (manual), kain kasa untuk membersihkan tali pusar, dan buku kesehatan anak – gunanya untuk mencatat riwayat kelahiran & kesehatan termasuk catatan imunisasi.

Kiri: Paspor kesehatan anak pertama. Kanan: Paspr kesehatan anak kedua (Sampulnya aja yang beda, isinya sih sama). Surprisenya adalah data-data orang tua dan bayi sudah diisikan oleh pihak RS dan tulisannya better than me. Jadi ku tak usah ribet-ribet nulis. Hhee…

Biaya?

Kurang dari 20juta dengan pelayanan terbaik. The best lah JMC! Terima kasih untuk manajemen, dokter, bidan, karyawan, cleaning service, security, pokoknya semua keluarga besar Jakarta Medical Center.

Oh ia, dan yang pasti di JMC tidak terasa seperti di rumah sakit, nyaman, tidak bau, dan tidak horor 😀 .

Kurang lebih 8 bulan selalu menyambangi poli ini 🙂

Ruangan operasi, ruangan VK & r. melahirkan ada di sebrang kantin.

Pilihan Modem WiFi 4G yang Bagus dan Murah

Tentu ada banyak alasan mengapa kita membutuhkan sebuah modem wifi 4G di rumah maupun di kantor. Walaupun sejatinya kita sudah memiliki smartphone yang bisa digunakan untuk tethering WiFi. Di antara beberapa alasan yang sering memaksa kita untuk membeli dan memiliki sebuah modem wifi diantaranya adalah:

Bersifat portable. Karena sifatnya yang portable dan bisa dipindahkan sesuka hati tanpa terlalu bergantung pada jaringan listrik membuat modem wifi 4G ini pantas untuk dibeli dan digunakan sebagai backup apabila suatu waktu kita membutuhkan koneksi internet di tempat-tempat yang sulit listrik atau ketika listrik mati.

  • Bisa digunakan untuk mengakses internet melalui laptop atau PC. Mengakses internet melalui tethering Wifi dari smartphone menggunakan PC tentu saja bisa dilakukan. Namun ini bukanlah ide bagus apabila setiap hari kita membutuhkannya. Karena hal tersebut dapat menyebabkan smartphone jadi boros baterai dan mungkin jadi cepat rusak karena lebih sering di-charge. Dengan adanya modem wifi 4G, tingkat keawetan smartphone akan lebih terjaga.
  • Bisa dimanfaatkan saat mati lampu. Seringkali ketika kita sedang sangat membutuhkan koneksi internet, tiba-tiba lampu mati. Pada saat itu, tentu saja modem wifi konvensional tidak bisa diandalkan. Solusinya, selain menggunakan tethering dari smartphone, menggunakan modem WiFi 4G yang dilengkapi dengan baterai akan sangat membantu.
  • Modem wifi 4G adalah solusi bagi mereka yang tinggal di desa-desa atau pelosok. Mengandalkan jaringan Wifi dari Telkom Memang jauh lebih hemat dan lebih stabil. Tapi sayangnya, tidak semua daerah di Indonesia tercover jaringan Telkom. Nah, bagi kamu yang ingin membuka usaha seperti warung kopi, dan ingin melengkapinya dengan jaringan Wifi agar para pelanggan yang datang ngopi tetap bisa menikmati internet, beli saja modem wifi 4g.
  • Tentu saja berbagai alasan di atas hanyalah sebagian dari alasan-alasan yang sering mengemuka di antara mereka-mereka yang membutuhkan sebuah modem Wifi portable. Mungkin kamu punya alasan tersendiri untuk membeli modem wifi untuk digunakan di rumah atau kantor.

Apapun alasannya, sebelum membeli sebuah modem WiFi dengan jaringan 4G, kamu perlu mempertimbangkan untuk mencari yang terbaik. Pasalnya, tidak semua modem wifi diciptakan sama. Ada yang kemampuan menerima signalnya tidak terlalu bagus, ada yang baterainya tidak awet, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, Saya ingin berbagi informasi mengenai beberapa pilihan modem wifi 4G yang bagus tapi harganya murah. Semoga bisa membantu kamu untuk menentukan pilihan yaa.

Modem WiFi MiFi Huawei E5573 Unlock 4G All GSM

Modem yang satu ini support semua operator seluler di Indonesia mulai dari Telkomsel, XL, Indosat, Axis, juga Tree, Bolt, serta Smartfren. Adapun spesifikasi modem besutan Huawei ini adalah:

Menggunakan frekuensi 900/1900/2100 MHz untuk mengakses jaringan 3G. Sedangkan untuk jaringan 4G LTE modem ini mengandalkan frekuensi LTE FDD 850/850+/900/1800MHz dan LTE TDD 2300MHz.

WiFi ini bisa diakses maksimal 10 device dengan jarak maksimum 10 m. Dilengkapi dengan baterai berkapasitas 1500 mah yang bisa bertahan hingga 6 jam penggunaan. Wireless tablet yang digunakan adalah 802.11 b/g/n.

MiFi Modem WiFi Smartfren 4G Andromax M2Y

Bagi kamu yang tinggal di daerah-daerah yang bisa mengakses jaringan Smartfren, modem ini bisa jadi pilihan tepat. Selain karena data Smartfren memang terkenal murah, modem ini juga bisa kamu andalkan untuk mengakses data kecepatan tinggi yang bisa diakses oleh maksimal 32 devices.

Modem ini dilengkapi dengan baterai 3000mAh sehingga bisa diandalkan untuk mengakses WiFi dalam jangka waktu yang lama tanpa jaringan listrik. Baca cerita pengalamanku menggunakan modem WiFi Smartfren Andromax M2Y ketika di Bali. Silakan klik di sini.

Waktu rafting di Sungai Ayung, Ubud, Bali yang ke bawah banget tempanya, HP aku masih konek dengan internet berkat modem Smartfren M2Y. Sinyalnya juga kenceng!

MODEM MIFI BOLT MAX 2 – Huawei E5577

Bolt adalah salah satu jenis modem yang memiliki kecepatan download mencapai 110 mbps. WiFi ini bisa diakses maksimal oleh 10 device. Menggunakan baterai 3000mh yang bisa bertahan hingga 12 jam. Dilengkapi juga dengan LCD screen berukuran 1,45 inci yang bermanfaat untuk melihat berbagai informasi seperti baterai, signal, jumlah device yang terkoneksi, dan lain-lain.

Malam ini juga support micro SD up to 32 GB, bisa digunakan sebagai WiFi extender, bisa langsung digunakan untuk mengecek pulsa dan kuota, serta support semua operator GSM di Indonesia.

Di mana beli modem wifi 4G yang murah?

Dibandingkan dengan Berbelanja di toko konvensional atau di toko-toko komputer, saya pribadi lebih menganjurkan kamu untuk berbelanja secara online. Selain karena Pilihannya yang beragam dan banyak, belanja online juga terkenal murah. Salah satu toko online yang sering memberikan diskon dan menawarkan produk dengan harga bersahabat adalah Bukalapak.

Memilih Dokter Kandungan Demi Kehamilan dan Persalinan yang Nyaman

Salah satu dokter spesialis yang menurut saya sulit cocok dan butuh effort untuk menemukannya adalah dokter spesialis kandungan (SpOG). Dokter inilah yang akan mendampingi kita mulai awal kehamilan (bahkan untuk beberapa orang, SpOG menemani mulai dari program kehamilan) hingga pasca persalinan. Untuk itu penting sekali dampingan dari SpOG yang cocok dengan kita sehingga kita bisa melalui kehamilan dan persalinan dengan aman, nyaman, dan lancar. Kehamilan adalah momen yang spesial bagi seorang Ibu dimana kehamilan dapat merubah fisik maupun psikis seorang Ibu yang membuatnya lebih moody dan butuh perhatian (berdasarkan pengalaman pribadi). Selain keluarga, tentunya Sang Ibu perlu berkonsultasi dengan ahlinya.

Untuk itu saya memiliki kriteria memilih dokter kandungan bagi kehamilan hingga pasca persalinan saya:

  1. Jenis kelamin

Maafkan ya para SpOG laki-laki, saya lebih memilih SpOG perempuan karena saya merasa lebih nyaman jika ‘buka-bukaan’ dengan orang selain suami saya .

  1. Perhatian

Sang dokter mempelajari medical record kita dan selalu mewanti-wanti untuk menjaga kandungan agar persalinan lancar. Jika kita ingin melahirkan normal (pervagina), sang dokter akan memotivasi kita untuk ke arah sana.

  1. Mudah dihubungi

Mau menerima panggilan telepon dan menjawab chat melalui WhatsApp misalnya, meskipun pertanyaan kita sepele. Contoh pertanyaan sepele saya: Dok, saya sudah boleh dipijit belum ya? 😀

  1. Memberikan resep obat / vitamin sesuai keperluan kita

Kadang ada dokter yang asal meresepkan vitamin ke kita tanpa bertanya dahulu apakah di rumah masih ada vitamin atau tidak, nah itu kan bakal berpengaruh sama biaya yang harus dikeluarkan ya, sudah bayar dokter spesialis dan USG, masa kita harus bayar vitamin yang masih ada di rumah. Jadi numpuk deh vitaminnya.. Untuk itu saya senang dengan dokter yang bertanya terlebih dahulu apakah vitamin masih ada dan memberikan obat sesuai keluhan kita.

  1. Komunikatif (Penjelasan detail)

Memberikan penjelasan detail mengenai kondisi kehamilan kita, bahkan sang dokter memancing agar kita bertanya.

  1. Pelayanan ramah (tidak terburu-buru)

Selalu menyapa dengan hangat dan ramah di setiap konsultasi, tidak terburu-buru ketika menjelaskan sesuatu meski pasien di luar sudah banyak yang menunggu.

  1. Menenangkan

Tidak membuat kita panik jika sesuatu terjadi dengan kita dan kehamilan kita, menenangkan dengan memberi penjelasan + solusi.

  1. Mendukung Apapun Keputusan Kita

Dokter yang baik itu akan mendukung apapun keputusan kita, mau normal, normal dengan tindakan, sesar, atau VBAC (Vaginal Birth After Cesarean) – melahirkan normal setelah sesar, yang penting Ibu dan bayinya selamat.

Alhamdulillah saya dipertemukan dengan dua obgyn (spesialis kandungan) sesuai kriteria-kriteria di atas. Kehamilan pertama saya dipertemukan dengan dr. Meity Elvina, SpOG. di RSIA Aulia (meskipun persalinan tidak dengan beliau dikarenakan emergency), dan kehamilan kedua saya dipertemukan dengan dr. Mariza Yustina, SpOG di RS Jakarta Medical Center (JMC). Sebelumnya saya tidak browsing dokter kandungan di Jakarta (jadi asal datang saja ke RS tersebut dan bertemu dengan dokter yang bertugas saat itu), khusus untuk dr Mariza, saya memilihnya karena  belum pernah merasakan konsultasi dengan beliau di RS JMC (semua obgyn di JMC sudah pernah saya ‘rasakan’) eh malah cocok banget sama dr Mariza. Beda sama kehamilan pertama yang ‘dipegang’ banyak obgyn, di kehamilan kedua ini saya benar-benar dipegang oleh 1 obgyn, yaitu dr. Mariza. 

Konsultasi pertama sekitar bulan Agustus 2017 ketika hasil test-pack saya menunjukkan 2 garis merah dan ketika itu kehamilan saya sekitar 4-5 minggu. Di konsultasi pertama, saya dan suami sudah merasa sreg dan cocok dengan dr. Mariza, semakin mantap keputusan saya ketika melihat review-review di internet mengenai dr. Mariza. Beliau asyik diajak berdiskusi dan perhatian dengan kondisi kehamilan kita, apalagi saya yang punya riwayat eklampsia di kehamilan pertama dan dr. Mariza pun mewanti-wanti agar saya mengonsumsi protein (telur dan daging-dagingan), buah-buahan yang mengandung vitamin C dan kalsium agar eklampsia-nya tidak terjadi lagi di kehamilan kedua. Wanti-wanti ini selalu diutarakan setiap kontrol, seakan dia yang khawatir dengan kehamilan kita dan tidak mau terjadi hal yang buruk.

Setiap konsultasi dia selalu mengingatkan saya untuk terus mengonsumsi makanan dan vitamin yang mencegah datangnya eklampsia, beliau juga selalu mengingatkan untuk menjaga kesehatan selama kehamilan agar saya bisa melahirkan normal setelah sesar. Ketika saya infokan ukuran minus mata saya (-4,75), dr. Mariza tetap optimis saya bisa melahirkan normal. Beliau juga menenangkan dan menjelaskan dengan detail ketika plasenta saya sempat di bawah dan ketika posisi bayi sempat sungsang. Intinya dr Mariza itu memenuhi semua kualifikasi dokter spesialis kandungan yang ideal bagi saya. Meskipun beliau mendukung saya untuk melahirkan normal setelah sesar, namun ketika saya meminta untuk sesar, dia juga hayu-hayu saja, yang penting saya dan anak saya selamat.

Ketika saya masih dirawat di RS pasca persalinan, dr. Mariza yang sedang visit saya menjelaskan bahwa saya harus banyak makan protein (khususnya putih telur 4 buah setiap hari selama 40 hari), tidak boleh kecapean, tidak boleh mengangkat yang berat kecuali anak sendiri dan memotivasi agar ASI lancar keluar dan beliau bilang bahwa saya sudah tidak ada pantangan makanan lagi (hihihi ingat saja kalau saya paling sering nanya ‘dok boleh makan A gak? Dok boleh minum B gak?’ selama hamil).

Hingga kontrol pasca persalinan, dr. Mariza tetap lho mengingatkan saya untuk waspada dengan penyakit eklampsia yang masih bisa datang hingga nifas selesai sehingga saya pun lebih berhati-hati menjaga kondisi badan. Alhamdulillah saya memiliki support system yang sangat membantu saya mengurus rumah dan anak-anak saya sehingga saya bisa banyak istirahat, tidak stress dan bisa fokus memberi ASI dan menjaga kesehatan diri. Banyak sekali hal yang saya baru tahu mengenai kehamilan dan penyakit eklampsia yang pernah saya derita ketika kehamilan pertama.

  1. Minum teh itu sebaiknya tidak sehabis makan dan tidak berbarengan dengan mengonsumsi makanan minuman yang memiliki zat besi (bahkan kalau bisa Ibu hamil tidak minum teh karena bisa mengurangi HB yang sangat dibutuhkan untuk melahirkan secara normal nantinya). HB juga berfungsi mengurangi tenaga agar ibu hamil tidak anemia dan tidak lemas.
  2. Penyakit eklampsia bisa menyerang sampai 3 bulan setelah melahirkan
  3. Tidak boleh duduk di bawah dan tidak tidur di kasur yang rendah sehabis persalinan sesar sampai bisa dinyatakan oke semua kondisinya (kalau saya, sehabis nifas sudah bisa beraktivitas seperti biasa kecuali mengangkat yang berat-berat kecuali bayi sendiri).
  4. Untuk mencegah eklampsia, Ibu hamil harus banyak mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung vitamin C, kalsium dan daging-dagingan merah.

Banyak sekali ilmu yang saya dapat mengenai kehamilan dari dr Mariza. Kesimpulannya, saya dan suami merekomendasikan dr. Mariza Yustina, SpOG sebagai dokter kandungan Anda dari kehamilan awal hingga pasca-persalinan. Terima kasih untuk dr. Mariza Yustina SpOG atas pendampingannya selama saya hamil kedua dan persalinan kemarin.

Kontrol pasca persalinan. Terima kasih banyak , dr Mariza Yustina SpOG yang mendampingi saya mulai dari awal kehamilan hingga pasca persalinan.

Cerita Kehamilan dan Persalinan Anak Kedua

Setelah kehamilan & persalinan pertama yang bermasalah, saya bertekad di kehamilan kedua kehamilan saya harus sehat dan persalinanan-nya normal. Untuk itu saya berusaha menjaga asupan makan dan minum, mengonsumsi vitamin dan mengelola stress. Di kehamilan kedua ini saya juga sangat menjaga dari makanan yang sangat dilarang oleh dokter: Junk food dan Mie Instant. Alhamdulillah saya lulus dari makanan tersebut karena anak saya di dalam perut juga seolah-olah mengerti sehingga saya tidak mau mengonsumsi makanan tersebut. Saya paling ga kuat kalau lihat orang makan sashimi salmon dan telur ½ matang, cuma meringis setiap lihat foto/video makanan tersebut di media sosial 🙁 (ini nih bahayanya media sosial bagi bumil, jadi banyak kepengin).

Kehamilan kedua ini sebenarnya tidak direncanakan (anak pertama berumur menjelang 3 tahun ketika saya positif hamil) sehingga agak membuat kaget dan rasanya tidak percaya secepat ini diberikan karunia oleh Allah SWT, yaitu anak kedua. Setelah tahu hamil, kami langsung kontrol ke RS Jakarta Medical Center (JMC) – klik di sini untuk review RS JMC –  dan langsung memilih dr. Mariza Yustina SpOG (review tentang dr Mariza, klik di sini) karena saya sudah pernah konsultasi dengan SpOG-SpOG lain di JMC selama hamil pertama sampai KB, dan yang belum pernah sama dr Mariza. Alhamdulillah kami langsung cocok dengan beliau.

Bulan 1 sd bulan 8 Alhamdulillah kehamilan saya bisa dikatakan lancar, bahkan saya sempat ikut shooting produk SGM Bunda, wisuda S2 saat hamil 7 bulan, dan ikut acara Sumber Ayu Bersama Artika Sari Devi+Baim. Bulan 5 plasenta sempat di bawah dan bulan ke-7 posisi bayi sungsang  namun semua bisa diatasi dengan baik, air ketuban oke, plasenta juga bagus. Memasuki minggu 36 jadwalnya saya periksa bagian dalam dari vagina menggunakan USG Transvaginal untuk mengukur panggul dan bekas jahitan sesar pertama, tapiiiiii sayangnya di minggu 36 ke 37, kondisi saya drop karena adanya infeksi, tidak mau makan (maunya minuuuummm terus), asam lambung tinggi, heartburn hampir setiap malam dan itu semua mengakibatkan kondisi badan saya lemas dan tidak bertenaga. Akhirnya saya menghubungi dr. Mariza dan menceritakan kondisi saya, lalu ia mengarahkan saya ke RS untuk di-observasi (apalagi saya punya riwayat eklampsia di kehamilan pertama), jadi memang kalau ada keluhan-keluhan harus segera ke rumah sakit. Oh ia, kondisi ini juga yang membuat saya memutuskan cuti lebih awal.

Dari dulu ga pernah kesampean maternity photo, tapi aku dan suami sempat foto ala-ala di Claket Riverside, Selogiri, Wonogiri (Waktu hamil 4 bulan).

Perut aku emang ga gede-gede banget sih tiap hamil…

Kamis, 22 Maret 2018 – Saya masuk ruang bersalin di RS Jakarta Medical Center (JMC) untuk di-observasi. Tindakan pertama adalah pemberian cairan melalui infus untuk tenaga, cek gula, cek tensi (sampai 140 tapi Alhamdulillah turun lagi setelah minum penurun tekanan darah tinggi), cek urine, CTG, dan tes darah lengkap (termasuk cek pre-eklampsia). Saya sempat bete karena ketika dipasang infusan, kedua bidan yang menangani saya malah ‘berdebat’ seolah-olah belum piawai nginfus sekalian ambil darah, sampai darah saya ngucur kemana-mana dan tangan saya bengkak. Sore-nya dr. Mariza visit dan malamnya saya USG di poli, Alhamdulillah hasilnya bagus, air ketuban, plasenta, posisi bayi semuanya oke, hasil test darah juga Alhamdulillah bagus, negatif pre-eklampsia, hanya gula-nya yang nge-drop dan adanya infeksi. Keputusannya: tetap rawat inap untuk observasi lebih lanjut dan tak lupa infusan saya diganti dari kanan ke kiri oleh Bidan Lilis (bidan yang menangani persalinan pertama saya). Bidan Lilis jago juga ya nginfus, karena enakan setelah ganti posisi infusan. Alhamdulillah keesokan harinya saya sudah bisa pulang karena kondisi bagus semua, meski keputusan sesar tetap ada dan kami berencana sesar di 30-03-2018.

Tas Mas Zhafran, koper keperluan aku suami dan bayi, tas suami. (Di ruang VK, JMC Hospital).

Pulang ke rumah kondisi saya malah kembali ngedrop karena ga mau makan dan asam lambung tetap tinggi. Akhirnya hari Senin, 26 Maret 2018 saya dibawa kembali ke RS dan sudah pasrah untuk operasi sesar karena saya sudah tidak bertenaga lagi (rasanya seperti zombie hidup). Sekitar jam 12 siang diperiksa dr Mariza, akhirnya ia pun memutuskan untuk sesar malam itu juga jam 19.00 (Agak kaget sih karena gak nyangka secepat itu) karena saya benar-benar sudah tidak punya tenaga, daripada dipaksakan normal malah kenapa-kenapa, langsung saja lah sesar dan mulailah saya puasa dari jam 13.00 (Puasa ini menyiksa sekali karena ga bisa minum, haus paraaaaahhhh).

Di ruang VK, menunggu waktu operasi tiba..

Suami langsung mengurus administrasi, saya ganti baju operasi berwarna pink, dan persiapan lainnya.  Menjelang operasi saya lebih tenang karena pikir saya akan cepat bertemu dengan si buah hati, bebas dari kelemahan ini dan bebas makan minum apa saja. Karena satu dan hal lainnya, saya masuk ruangan operasi jam 08.40 dengan berjalan kaki (beda banget sama persalinan saya yang pertama). Masuk ruangan operasi saya langsung tiduran di Kasur yang sempit dan menunduk meluk bantal untuk disuntik anestasi bagian belakang (surprisingly ga sakit lho…!). Kata dokter anestasi-nya, lebih sakit diinfus daripada suntik belakang (emang bener ternyata!). Tangan kanan-kiri posisinya seperti ‘disalib’ dan bagian dada mulai dibatasin tirai biar kita gak lihat prosesnya, tapi saya merasakan kalau perut saya dibelek (meski ga sakit). Alhamdulillah, pukul 20.53 anak kedua kami telah lahir.

Ternyata di RS JMC itu, kalau sesar SpOG-nya dua (wauwww), dan saat itu dr. Mariza didampingi oleh dr.Anita SpOG. Jadi di ruangan operasi ada dokter utama (dr. Mariza), dokter pendamping (dr. Anita), dokter anestasi (yang ternyata wali murid-nya Ibu saya), dokter anak, bidan dan suster-suster.

Jadi… Sesar yang kedua ini saya benar-benar sadar, tak seperti persalinan pertama yang gak sadar saat operasi. Eh tapi saya sempat tidur sih pas operasi sesar kedua ini sampai dibangunkan oleh dokter anak “Malam Bu, saya dr. Irma, dokter anak, anak Ibu sudah lahir, persis Ibu” lalu dedek bayi diciumkan ke pipi dan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) sebentar karena bayi saya tidak kuat dingin. Udah deh, saya ga ingat apa-apa lagi sampai dibawa ke ruang pasca-operasi dan suami saya masuk (di sini saya belum sepenuhnya sadar). Akhirnya sekitar jam 11 malam saya dibawa ke ruang perawatan, dan baru bisa room-in dengan bayi keesokan paginya karena bayi saya masih di-observasi (tidak kuat dingin sama seperti kakaknya ketika lahir).

Pemulihan saya di RS menghabiskan waktu 4 hari 3 malam. Sebenarnya sih sudah bisa pulang 3 hari 2 malam (sesuai paket operasinya), tapi saya extend 1 hari karena di hari ke-3 anak saya lahir, bilirubinnya cukup tinggi dan harus disinar 24 jam. Di hari terakhir, saya sibuk bolak balik kamar (di lantai 3) ke ruangan perina (lantai 4 pojokan pula) , beuh perih banget jalan sambil megangin perut (hitung-hitung belajar jalan biar gak kaku). Berhubung ga menyiapkan pompa ASI, saya harus menyusui langsung dan bolak balik 2-3 jam sekali. Suatu waktu, jam 12 malam (malam Jumat) saya ditelepon dari ruang perina dan mengabarkan anak saya nangis dan harus disusuin, akhirnya diantar Ibu ke atas. Selesai menyusui, saya dan Ibu tidur di sofa depan ruang perina (malam jumat, pojokan, sepi, gelap, Ibu melahirkan yang menarik perhatian yang gaib), hemm rasanya mantaps. Jam 02.00 kami kembali ke kamar dan jam 03.30 saya sendirian balik ke ruang perina untuk menyusui.

Hari terakhir di RS, Mas Zhaf mau menatap dan deketan sama adiknya 🙂

Alhamdulillah hari Jumat kami bisa pulang, bilirubin anak saya sudah normal karena sudah disinar dan disusuin terus (Alhamdulillah saya dikaruniai ASI yang lancar  sejak anak lahir).

Pulangnya, kami dijemput Mbah Puti (Ibu mertua) yang sedang ke Jakarta dan pulang menggunakan Silver Bird Mercedes Benz agar nyaman di perjalanan. Pengemudinya sangat berhati-hati sehingga sampai rumah tidak merasa nyut-nyutan, apalagi mobil Mercy nyaman banget kan (Argo dari Buncit ke Tanah Baru Depok 150rb-an).

Special thanks to. dr Mariza Yustina SpOG (Dokter Kandungan-Dokter Utama), dr. Arju Anita SpOG (Dokter pendamping), dr. Irma Rochima SpA (Dokter Anak), Dokter Anestasi, Bidan dan suster yang bertugas menangani saya mulai dari observasi hingga pulang ke rumah.

Yeay dijemput Mbah Puti… (In Silver Bird Cab).

At the end, melahirkan normal maupun sesar sama saja, yang penting Ibu dan bayinya selamat. Eh beda deng, sesar sakitnya lama huhuuuhuuu 🙁 . Sempat kecewa sih gagal melahirkan normal (gagal maning), tapi akhirnya saya bisa menerima mungkin ini takdir Allah SWT dan saatnya kami fokus membesarkan anak-anak kami.   Mohon bantu doa ya, para pembaca yang budiman :).

Sambil nunggu suami mengurus administrasi, wefie dulu di ruangan

Cafe-Hoping di Jakarta

Bagi bumil kaya gw yang sudah memasuki trimester ke-3, liburan ga bisa jauh-jauh lagi, paling kalau mau refreshing, perginya ke taman atau malah café hoping, menjelajahi café-café unik di Jakarta yang kalau dihitung sebenarnya banyak banget, mungkin daftar Yellow Pages aja bisa kalah.. Hehe…. Kriteria café yang unik bagi gw adalah: tempatnya fotogenic alias instagramable, makanan dan minumannya bervariasi dan enak, harganya affordable, memiliki keunggulan/ciri khas tersendiri, dan lokasinya mudah dijangkau.

Ada beberapa café yang menjadi favorit gw yang biasa gw datengin bareng suami atau teman-teman.

Di Jakarta Selatan, gw sama suami favorit banget makan siang di Mbah Jingkrak Setiabudi. Pertama kali tahu Mbah Jingkrak sejak 7 tahun lalu dari radio hits di Jakarta yang lagi ngomongin café bernuansa Jawa ini. Penasaran karena pilihan lauk dan sambalnya yang pedas, gw dan pacar (yang sekarang jadi suami) menyempatkan makan siang di sana. Kita terkesan banget waktu pertama kali kesana karena nuansanya gak ngebosenin meskipun banyak pernak-pernik khas Jawa dan aksesoris jadul, tapi menurut gw di situlah daya tariknya.  

Selain itu di Jaksel ada Cutie Cats Café di Jl Kemang 1 No. 12 F. Jadi di sini kita akan makan dan minum bareng kucing-kucing lucu nan menggemaskan. Kita harus mengocek dompet sekitar Rp. 50.000,- per jam di hari biasa dan Rp. 75.000/jam di weekend.

Bayangin gemesnya nongkrong bareng kucing-kucing ini.. Unyuuu… (@cutiecatscafe)

Di daerah Depok Jawa Barat ada café unik bertema rumah sakit, namanya Hospitalis Resto & Bar. Sesuai dengan tema dan namanya, nama makanan, minuman,  perangkat makan dan minum hingga furniture-nya bertemakan rumah sakit. Bahkan pelayannya menggunakan kostum dokter/perawat, unik deh! Jangan lupa foto-foto dan upload di media sosial kamu karena minuman kamu akan disajikan seperti infusan.

Di Jakarta Utara ada Bong Kopitown dimana kita bakal ngerasain makan serasa di penjara karena nuansanya dibuat seperti di penjara. Misalnya beberapa bagian meja dikelilingi tembok terali berwarna hitam. Jangan lupa untuk pesan nasi penjara yang disajikan menggunakan wadah aluminium seperti di penjara.

Selain Bong Kopitown, di Kelapa Gading juga ada Samudra Laut 73 yang memberikan pengalaman makan serasa berada di kapal selam. Di beberapa bagian dinding, terdapat jendela-jendela berbentuk bundar yang mirip seperti jendela pada kapal selam. Untuk menambah kesan seperti di bawah laut, setiap meja diisi dengan pasir dan berbagai jenis batuan laut.

Mereka mengusung tema “Happiest Prisoner on Earth” ( @bongkopitown )

Di Jakut juga ada Hello Kitty Café yang tentu saja mengangkat tema Hello Kitty sebagai dekorasi dan  makanan serta minumannya. Salah satu menu yang unik ada burger mini yang dihiasi gambar wajah Hello Kitty.

Di Jakarta Barat ada Café Strawberry yang cocok dikunjungi bareng-bareng karena ada berbagai permainan board game seperti monopoli dan games lain yang bisa digunakan bersama.

Café unik yang biasanya ada di mall dan unik yaitu Nanny’s Pavillon, aku paling suka Nannys Pavillon di Puri Mall yang mengangkat tema Post Office (masing-masing Nanny’s Pavillon memiliki teman yang berbeda-beda, misalnya Le Cirque di Mal Kelapa Gading, Study Room di Living World Alam Sutera dll). Makanan dan minumannya juga enak dan bervariasi. Recommended deh .

Nanny’s Pavillon dengan tema post-office (@nannyspavillon)

Mau tahu lebih lengkap informasi seputar café-café kece di Jakarta sebagai referensi liburan weekend nanti? Cus ke Cafe unik di Jakarta baca di Blog Traveloka . Di sana juga ada referensi-referensi tempat kece lainnya, mulai dari cafe, taman, sampai tempat-tempat yang lagi ngehits. 

Bagi pembaca yang berasal dari non-Jabodetabek dan ngiler pengen makan minum nongkrong di café-café tersebut, cus langsung pesan paket tiket pesawat+hotel di Traveloka (jangan terpisah ya) karena harganya lebih hemat lho dibanding pesan terpisah, hematnya bisa sampai 20% tanpa kode promo apapun!

Promo bundling kaya gini memang menguntungkan banget bagi kita karena sisa uangnya bisa dialokasikan untuk yang lain atau bisa di-pos-kan ke biaya tak terduga, apalagi kalau lagi bepergian biasanya mata suka lapar mau beli ini itu, atau perut lapar karena pengen nyobain makanan dan minuman di tempat itu. Keuntungan lain jika pesannya sekaligus di satu tempat, kita ga usah diribetin sama urusan administrasinya. Tiket plus+hotel? Langsung Traveloka saja deh..

Menginap Kekinian di Hotel Yats Colony Yogyakarta

“Penginapan ini  selain kekinian, ramah lingkungan, artistic, instagramable, mendukung produk lokal serta menjunjung kearifan lokal meskipun bergaya modern.”

Genic banget tempatnya, nyaman, asri, asik buat family vacation ataupun liburan bareng pasangan dan teman-teman.

Genic banget tempatnya, nyaman, asri, asik buat family vacation ataupun liburan bareng pasangan dan teman-teman.

Waktu lagi buka Instagram, nemu postingan  dari seorang seleb di tempat yang Instagramable. Penasaran dong, setelah ditelusuri ternyata tempat itu bernama Yats Colony, sebuah penginapan di Yogyakarta yang lagi kekinian. Hotel ini punya 5 jenis kamar, ada Ha, Na, Ca, Ra dan Ka (Aksara Jawa Ha-Na-Ca-Ra-Ka). Kamar yang paling sering diminati adalah jenis Ha karena kamarnya bertingkat (lantai bawah layaknya ruang tamu, dan kamar atas seperti kamar tidur). Kamar jenis Ha ini hanya ada 2 di sini. Oh ia, sangat disarankan untuk memesan kamar di sini jauh-jauh hari. Seperti saya yang mepet akhirnya dapat kamar jenis Ka, kamar deluxe di pojok belakang dengan view tanam-tanaman, padahal sih ngincernya kamar Ha atau Na yang di pinggir kolam renang. Untuk pembayaran, sayangnya baru sistem transfer saja ke rekening mereka langsung. Untuk jenis kamar KA, harga yang dibayarkan Rp. 500.000,- (pemesanan menggunakan booking.com) setelah itu kita harus melakukan konfirmasi melalui WhatsApp ke pihak Yats Colony.

Tampak depan kamar jenis KA

Tampak depan kamar jenis KA

Dalam kamar jenis 'KA'. Look, My boy is enjoy the room!

Dalam kamar jenis ‘KA’. Look, My boy is enjoy the room!

Meskipun dapat kamar jenis KA, apa yang didapatkan sudah worth it. Luas kamarnya cukup (22 square meter) dan fasilitas sudah oke seperti  toiletries yang lengkap (dengan penamaaan bahasa Indonesia dan bahasa Jawa), sandal yang nyaman, shower, flat TV dengan channel nasional & internasional, Telepon, AC yang dingin, pengering rambut, toilet dengan air hangat yang berfungsi dengan baik,  bantal selimut yang hypoallergenic, handuk & seprai yang bersih, dan kamar yang bersih. Pokoknya penginapan yang baru diluncurkan ini kekinian banget lah!

Toiletries dengan bahasa Jawa. Misalnya "Rikma" yang artinya "sisir".

Toiletries dengan bahasa Jawa. Misalnya “Rikma” yang artinya “sisir”.

 

Kamar mandi dan toilet di kamar KA. Lumayan lega...

Kamar mandi dan toilet di kamar KA. Lumayan lega…

Setiap ruangan memiliki desain yang custom dan ramah lingkungan karena terbuat dari bahan daur ulang dan pelapis mewah yang terpilih. Seprai tempat tidur tie-dye yang handmade dan lokal punya oleh Purana Indonesia, bantal mewah nan empuk dilapisi oleh Semak Studios, dan karya seni asli seniman Indonesia, yang semuanya ekslusif dibuat untuk Yats Colony. Penginapannya tidak luas namun indah, lobi dan restoran menyatu di bagian depan, sedangkan kamar-kamar ada di bangunan samping. Di lantai bawah terdapat front desk dan butik, sedangkan restoran di lantai 2. Ketika kita datang, receptionist membantu check-in dengan cepat dan kita akan diantar oleh security hingga pintu kamar.

Main becak mini yang disediakan di depan lobi.

Main becak mini yang disediakan di depan lobi.

Aktivitas yang bisa dilakukan di sini selain tidur dan nonton TV, tentunya bisa poto-poto, renang, santai sambil baca buku/majalah, bahkan kerja. Ngetik, cari inspirasi sambil oret-oret di meja kerja yang ada di kamar sudah cukup nyaman (tapi kalau bagi saya sih lebih enak tiduran dibanding kerja :p ).

Salah satu spot foto yang 'laku'. Tapi memang indah sih yaaa.. Dan asik banget kalau leyeh-leyeh sambil baca buku di sini...

Salah satu spot foto yang ‘laku’. Tapi memang indah sih yaaa.. Dan asik banget kalau leyeh-leyeh sambil baca buku di sini…

Untuk menu sarapan, Alhamdulillah bisa dimakan sama bumil yang picky eater seperti saya, menu sarapan bervariasi, furniturenya keren dan artistik,  anak saya pun lahap makan di sini, bahkan berkali-kali nambah makan nasi kuning dan lauk-pauknya 😀 . Sayangnya restoran untuk breakfast buka mulai pukul 07.00, jadi kalau dapat morning flight ga bisa sarapan di sini deh… Atau kalau bangun-bangun kelaparan harus nunggu sampai jam 07.00 untuk compliment breakfast-nya.

Suatu sudut di restoran bagian luar.

Suatu sudut di restoran bagian luar.

 

Bagian luar restoran

Bagian luar restoran

 

Anak ini makan banyak banget dan nambah terus :)

Anak ini makan banyak banget dan nambah terus 🙂

 

Family-breakfast at Yats Colony

Family-breakfast at Yats Colony

Apa kata mwulan?

Overall, kami sekeluarga merekomendasikan penginapan ini ketika berlibur di Yogyakarta. Lokasinya juga strategis dengan obyek-obyek wisata di Yogya. Oh ia, kalau sudah berada di Jalan Patangpuluhan, lihat ke kiri dan hati-hati terlewat, apalagi kalau malam hari.

Pokoknya jadi pengen kembali menginap di sini dan mau mencoba kamar yang jenis Ha atau Na yang menghadap ke kolam, rasanya nyaman dan damai buat leyeh-leyeh seharian di Yogya.

Yats Colony

Jl. Patangpuluhan No. 23

Wirobrajan, Yogyakarta.

WA: +62817150811

www.yats.co

Terima kasih atas pelayanan excellent-nya, dear Yats Colony :)

Terima kasih atas pelayanan excellent-nya, dear Yats Colony 🙂

5 Hal yang bisa dilakukan saat di Tempat Wisata Taman Bambu Tangerang

 

sumber:tangerangkota.go.id

sumber:tangerangkota.go.id

Tangerang sepertinya tidak mau kalah dengan kota-kota besar lainnya di Pulau Jawa. Berbagai tempat wisata di Tangerang kini mulai bermunculan, salah satunya adalah tempat wisata dengan konsep taman. Taman tersebut adalah Taman Bambu yang dibangun tahun 2016 oleh Dinas Pertamanan Tangerang. Konsep taman bambu sendiri tidak datang sendirinya dari Dinas Pertamanan Tangerang, namun berkat kerjasama dengan Komunitas Bambu Nusantara yang lebih mengerti tentang sisi-sisi lain yang dimiliki oleh bambu.

Setelah diresmikan menjadi tempat publik, tempat wisata di Tangerang ini langsung diserbu anak-anak muda hingga orang dewasa. Bahkan, jika sudah memasuki akhir pekan, taman ini penuh dengan anak-anak karena konsep tempat wisata ini ternyata adalah tempat edukasi sekaligus sebagai tempat bermain dan bersantai. Dikutip dari berbagai sumber, ini lah daya tarik Taman Bambu yang membuatnya menarik.

Berfoto di jembatan gantung

Hampir semua taman yang ada saat ini memiliki sebuah spot berupa jembatan. Hal yang sama juga bisa ditemukan oleh pengunjung ketika datang menuju taman bambu. Hanya saja, jembatan di taman bambu berbeda dengan jembatan-jembatan lainnya. Jembatan ini dibuat dari bilah-bilah bambu yang dirangkai sedemikan rupa sehingga menjadikannya terlihat sebagai sebuah jembatan menarik. Jika dilihat dari kejauhan, jembatan ini terlihat cantik dengan pohon-pohon hijau disekelilingnya. Makanya tidak jarang pengunjung harus rela antri untuk bisa berfoto di jembatan bambu ini.

sumber:tangerangkota.go.id

sumber:tangerangkota.go.id

Bertualang di aneka rumah bambu

Karena Dinas Pertamanan kota Tangerang bekerjasama dengan Komunitas Bambu Nusantara, maka hal-hal baru disuguhkan melalui taman ini. Salah satunya adalah petualangan di rumah-rumah bambu yang dibangun sedemikan rupa. Rumah-rumah ini memiliki keunikan tersendiri sehingga cukup seru untuk anak-anak yang ingin menikmati wisata singkat di taman ini.

Berfoto di perahu dan patung wanita menari

Di salah satu sisi taman terdapat sebuah perahu yang dilengkapi dengan dua orang yang sedang mendayung dan sebuah patung wanita menari. Inilah salah satu ciri khas dari taman bambu. Patung-patung ini sebagai simbol selamat datang yang diberikan kepada pengunjung taman bambu. Jangan sampai terlewatkan untuk berswafoto dengan latar patung wanita menari dan dua orang yang sedang mendayung perahu ini ya!

Baca juga : Saya, Salah Satu Turis Lokal di Perayaan Waisak

Menikmati cahaya lampion yang temaram

Jika taman-taman lain kurang menarik di kala malam, maka hal yang berbeda terjadi di taman bambu. Tempat wisata di tangerang ini menawarkan sebuah pengalaman menarik berkunjung ke taman melalui lampion-lampionnya. Bukan sembarang lampion karena lampion ini terbuat dari anyaman bambu. Cahaya yang dihasilkannya tentu saja berbeda dengan dengan lampion atau lampu-lampu umum di taman yang lain.

sumber:forwatnews.com

sumber:forwatnews.com

Bersantai di temani dengan pohon-pohon rindang

Bagi yang sudah selesai menjelajahi semua sisi taman bambu, bisa sejenak beristirahat di kursi-kursi yang disediakan di taman ini. Posisinya tepat berada dekat dengan pohon-pohon rindang, yang memberikan suasana yang sejuk. Tentu saja, tempat ini menjadi salah satu spot foto yang menarik untuk dicoba saat berkunjung ke taman bambu.

Terakhir, untuk menuju sumber-sumber spot dari taman bambu, setiap pengunjung akan diajak menjejakkan kaki di jalan-jalan setapak yang terbuat dari kayu. Penasaran dengan Taman Bambu? Tempat wisata di Tangerang ini buka setiap harinya dari pukul 07.00-22.00 dan untuk menikmati suasana taman tidak dipungut biaya apa pun alias gratis!

Serba-Serbi Diare dan Tips Menghadapinya

Paling bete kan kalau anak atau anggota keluarga ada yang terkena diare? Rasanya pengen gitu keluarga bebas diare, bahkan impiannya Indonesia Merdeka Diare…! Dulu anak saya pernah diare gara-gara intoleransi laktosa. Di saat-saat ini kita sebagai Ibu pasti repot, apalagi bagi Ibu bekerja seperti saya. Izin/cuti kerja untuk mengurus anak, di rumah pun tidak bisa leha-leha karena harus siaga: mengganti popok, membersihkan yang terkena kotoran, memberi makanan dan minuman yang bergizi, dan tentunya pengeluaran rumah tangga membengkak karena harus membeli ekstra popok dan susu khusus anak alergi (tentu harganya lebih mahal dari susu sapi biasa). Rugi banget kan kalau anak kena diare ☹

Wah impian saya ini ternyata sejalan dengan Nutricia Sarihusada yang menggelar kampanye edukasi “Indonesia Merdeka Diare”.  “Nutricia Sarihusada melalui kampanye “Indonesia Merdeka Diare” adalah langkah nyata komitmen perusahaan terhadap  nutrisi untuk bangsa agar  anak Indonesia dapat menjadi anak generasi maju. Kami berharap melalui kampanye edukasi ini akan membuat banyak ibu yang semakin mengerti penanganan tepat diare pada anak” kata Nabhila Chairunissa, Brand Manager Digestive Care – Sari Husada.

Dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A (Medical Expert), Maria Melisa (Head of Brand SGM), Nabhila Chairunissa ( Brand manager digestive care - Sarihusada), Cindy Charlota (Public Figure Mom).

Dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A (Medical Expert), Maria Melisa (Head of Brand SGM), Nabhila Chairunissa ( Brand manager digestive care – Sarihusada), Cindy Charlota (Public Figure Mom).

Fakta Tentang Diare

  1. 1 dari 7 anak Indonesia pernah mengalami diare dengan frekuensi 2-6 kali dalam setahun. Jika diare berkelanjutan, bias berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak, antara lain berat badan anak.
  2. Penyebab diare yang paling umum adalah infeksi pada usus yang disebabkan oleh virus, bakteri atau parasit. Namun, penyebab terbanyak diare pada anak adalah Rotavirus, dan penelitian menemukan bahwa sebagian (30%) anak Indonesia yang mengalami diare karena Rotavirus juga mengalami intoleransi laktosa. (Unpublished data from Department of Pediatrics FK-UGM. Hasil penelitian di 6 rumah sakit di Indonesia. 2007.)
  3. Penelitian di negara lain bahkan mendapatkan angka kejadian intoleransi laktosa yang lebih tinggi, yakni sekitar 67% pada diare karena Rotavirus dan 49% pada diare non-Rotavirus. (Hu et al. Pak J Pharm Sci 2016;29:321-3)
  4. Pada saat diare terutama oleh Rotavirus, terjadi kerusakan jonjot usus, sehingga produksi beberapa enzim di jonjot usus yang berguna untuk proses pencernaan nutrisi, di antaranya enzim laktase, akan berkurang. Enzim laktase berguna untuk mencerna gula alami (laktosa) yang terdapat pada susu. Laktosa yang tidak tercerna akhirnya tidak dapat diserap sehingga menyebabkan diare semakin berat, kembung, dan tinja yang berbau asam. Kondisi ini disebut sebagai intoleransi laktosa.

Mom, Inilah yang Harus Dilakukan Ketika Anak Diare:

  1. Perhatikan anak tercukupi cairan-nya agar tidak dehidrasi dan kekurangan gizi
  2. Untuk anak yang masih mendapat ASI. Teruskan pemberiannya karena ASI adalah yang terbaik
  3. Cegah dehidrasi dengan larutan oralit
  4. Konsultasikan ke tenaga medis
  5. Jaga kebersihan tubuh dan lingkungan si kecil
  6. Pada beberapa keadaan, nutrisi bebas laktosa diberikan atas rekomendasi
  7. Saya juga baru dapat pengetahuan lagi dari acara ini. Menurut Dr. Ariani Dewi Widodo Sp.A(K) bahwa jika anak sedang diare, jangan kurangi porsi susu bubuknya, tapi lebih baik menambahkan porsi air agar nutrisi tetap terjaga.

Wah semoga dengan kampanye dari Nutricia Sarihusada ini angka diare di Indonesia menurun dan Indonesia Merdeka Diare…..!

Yuks Mom, lebih peka dengan kondisi si kecil demi tumbuh kembangnya yang maksimal 🙂

Terima kasih Nutricia dan Sarihusada atas edukasinya mengenai diare. Very good event for everyone, especially for the parents.

Terima kasih Nutricia dan Sarihusada atas edukasinya mengenai diare. Very good event for everyone, especially for the parents.

Tetap Bugar Selama Puasa

Rabu, 31 Mei 2017 lalu saya dan beberapa blogger berkesempatan menghadiri Buka Bersama Lazada Indonesia #BukBerLazada di Aston Kuningan, kami mendapatkan tips untuk menjaga kesehatan dan kebugaran selama Ramadhan.

Biasanya kalau Ramadhan itu ada yang jadi malas-malasan ya untuk beraktivitas dengan alasan loyo berpuasa, padahal ada tips dan trick-nya lho agar kita tetap bugar. Ada juga yang makannya jadi seenaknya. Seala Septiani, S.Gz – Nutrition Consultant mengatakan “Menjaga pola makan yang baik adalah salah satu kunci mendukung gaya hidup sehat. Namun, masih banyak orang yang kurang paham bagaimana mengatur pola makan, khususnya saat berpuasa di bulan Ramadhan. Menjaga keseimbangan asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh dapat dilakukan dengan memperhatikan asupan saat sahur dan berbuka puasa.”

Kebutuhan gizi saat puasa tidak lebih banyak dari kebutuhan normal sehari-hari di luar bulan puasa, yaitu sekitar 2.000 kkal per hari yang 60%-nya bersumber dari karbohidrat, 15% dari protein, dan 25%nya dari lemak. Selain itu , tubuh juga membutuhkan 28-38 gram serat per hari dan sekitar 2 liter air putih agar berfungsi optimal. Konsumsi makanan yang beragam dapat membantu memenuhi seluruh kebutuhan gizi tersebut, khususnya saat menjalankan ibadah puasa. Tidak berlebih, tapi juga tidak kurang. Pastikan juga cukup minum air saat sahut dan berbuka.

Selain pola makan yang seimbang, olah raga teratur adalah pendukung utama untuk mendapatkan pola hidup yang sehat di bulan puasa. Berolah raga dengan porsi yang cukup dan teratur menjadikan tubuh tetap fit dan sehat sehingga tidak mudah letih sebelum waktu berbuka, dengan intensitas 40% hingga 50% lebih sedikit dari zona latihan yang biasa dilakukan.

Apa saja sih jenis olahraga yang bisa dilakukan saat berpuasa? Sebagai Co-Founder Sana Studio, Laila Munaf bilang “Puasa bukanlah halangan untuk tetap berolahraga, seperti jogging/treadmill ringan, bersepeda, yoga hingga berenang. Selain itu, masih ada beberapa teknik olahraga tingan yang bisa dilakukan, seperti olahraga kelenturan contohnya plank atau senam lantai atau olahraga yang membentuk otot.” Kemudian Mba Laila dan kami pun mempraktikkan olahraga ringan menggunakan sarana yang ada, misalnya kursi.

Nah teman-teman, puasa jangan dijadikan alasan untuk malas-malasan ya, ayo bangun-bangun jangan kebanyakan tidur 😀 (*kemudian ngaca diri sendiri :p )

Tim Lazada, Sahabat Anak dan para pembicara / pengisi acara

Tim Lazada, Sahabat Anak dan para pembicara / pengisi acara di acara BukBer Lazada dan Peluncuran Lazada Berbagi

Belanja Online Sambil Berbagi? Bisa banget…!

Belanja online seperti menjadi bagian yang tak terpisahkan ya bagi sebagian besar masyarakat? Termasuk aku, aku tuh dalam 1 minggu, ada aja transaksi online, apalagi kalau di bulan Ramadhan. Mudah dan banyak pilihan sih…!

Berdasarkan survey yang dilakukan Lazada kepada lebih dari 1.000 responden, ditemukan bahwa 70% responden telah mengalokasikan anggaran untuk berbelanja online selama Ramadhan dari rumah atau kantor (Aku banget nih). Waktu favorit berbelanja di siang hari, menjelang berbuka dan setelah Shalat Tarawih. Sebagian besar dari responden juga berbelanja online minimal 2 kali setiap minggunya, dan mengalokasikan 50% dari THR untuk berbelanja online. Apa aja sih yang dibelanjain? Produk-produk rumah tangga untuk perayaan Idul Fitri seperti toples kue, sprei, keset, taplak meja, gorden dan lain-lain.

Nah, good news nih buat para online shopper, karena untuk pertama kalinya Lazada menggelar kampanye Ramadhan sebulan penuh tanggal 19 Mei – 25 Juni 2017. Di periode ini juga Lazada mengadakan program #LazadaBerbagi yang mengajak para konsumen kaya kita untuk berpartisipasi dan turut berbagi kebahagiaan dengan sejumlah anak yang kurang beruntung di Jakarta. Menurut Haikal Bekti – Head of Online Marketing Lazada Indonesia bilang bahwa “Sebagai e-commerce yang terus berusaha memberikan pengalaman belanja yang menyenangkan, maka bulan puasa kami akan menghadirkan berbagai penawaran menarik dari seller dan brand; diskon hingga 70% untuk berbagai produk mulai dari makanan, minuman, alat olahraga, produk fashion, kecantikan; hingga undian berhadiah perjalanan Umrah gratis!”

Tim Lazada dan perwakilan Sahabat Anak

Tim Lazada dan perwakilan Sahabat Anak di BukBer Lazada dan peluncuran #LazadaBerbagi

Lazada juga menghadirkan fitur terbaru untuk mengisi pulsa secara online dengan potongan harga 15%, halaman khusus produk halal, flash sales harian dan diskon dengan beragam tema mingguna untuk semua kategori. Tidak ketinggalan sejumlah video tips Ramadhan harian.

Tidak hanya belanja atau diskon saja yang dipikirkan oleh Lazada, tapi Lazada juga peduli dengan isu pendidikan anak-anak yang kurang beruntung melalui program #LazadaBerbagi yang menggandeng Sahabat Anak. Untuk setiap pembelanjaan minimum Rp. 200.000, Lazada akan mendonasikan Rp. 5.000 kepada Yayasan Sahabat Anak. Belanja bisa sambil beramal, kan…!

Sama @harrismaul dan @dadansiganas

Sama @harrismaul dan @dadansiganas di #BukberLazada

Sama @harrismaul dan @atemalam

Sama @harrismaul dan @atemalam di #BukBerLazada