Alhamdulillah Masih ada Orang Jujur dan Sudah Ada Sistem yang Canggih!

Siapa di sini yang pernah kehilangan ‘gadget’? Atau mungkin kehilangan barang kesayangan? Pasti di antara pembaca yang budiman pernah ada yang merasakan kehilangan-kehilangan. Kehilangan pacar, sampai kehilangan file buat skripsi atau tugas. Pastinya nyesek banget, kan? Itulah yang saya rasakan ketika iPad saya tercinta (karena satu-satunya) ketinggalan di taksi. Pasti teman-teman langsung nanya taksi apa? Jawabannya Blue Bird! Daaaannn teman-teman saya yang mendengarnya langsung tidak peduli karena mereka tahu jika barang tertinggal di Blue Bird, mayoritas aman dan selalu kembali kepada yang punya, ada lagi yang tidak peduli karena saya adalah karyawan Blue Bird yang mana mereka tidak khawatir barang saya hilang di ‘taksi sendiri’.

Jadi kejadiannya begini, Selasa 17 Februari 2013 sekitar pukul 8 malam lebih sedikit, saya menggunakan taksi Blue Bird (tentunya) dari Mampang ke rumah (Pejaten Barat), lalu saya menyimpan iPad di sebelah saya (tidak dimasukkan ke dalam tas karena penuh). Ada yang aneh pada malam itu,

Apa yang aneh, Lan? Pengemudinya berubah jadi Superman?

Bukaaaannn…. Jadi, selama dalam perjalanan, saya sama sekali tidak menyentuh iPad, padahal biasanya saya selalu ‘menyentuh’ iPad saya yang tidak pernah mati (kecuali ketika saya sakit parah). Sesampainya di rumah, saya langsung ke kamar dan masuk toilet karena ada ‘urusan pribadi’ yang tidak bisa ditahan lagi. Sesudah ‘urusan-yang-sangat-penting’ itu selesai, saya mau update status nih ceritanya… Eh, si iPad ga saya temukan di tas hitam saya. Saya panik dan mengobrak-ngabrik seluruh isi kamar, bahkan saya mereka  kejadian ketika saya masuk rumah sampai saya ke toilet.

Saya cek rak pot tanaman, ah mana mungkin ada di sini, nanti disiram sama ibu..

Saya cek di kompor, ah tambah gak mungkin, nanti dijadiin penggorengan sama ayah..

Saya cek di kolong meja, mungkin juga siih.. Siapa tahu saat itu saya sedang khilaf.

Setelah dipikir-pikir, oh iya! Kemungkinan tertinggal di taksi yang tadi saya naiki. Naasnya saya tidak hafal nomor taksi tersebut, yang saya hafal nomor depannya saja,yaitu “BJ” yang poolnya di Warung Buncit (Satu tempat dengan kantor pusat, dan kebetulan pacar saya supervisor-nya. Hehhe….). Langsung saya menghubungi pacar saya yang kebetulan pada saat itu sedang istirahat karena sakit. Pacar saya menghubungi bagian operasi pool dan customer care Blue Bird Group untuk melacak nomor taksinya terlebih dahulu.

Saya senewen dan meminta ayah untuk mengantarkan saya ke kantor. Sesampainya di kantor, saya langsung menghampiri bagian checking sampai-sampai petugasnya keheranan. Harapan saya hilang karena mereka tidak menemukan adanya iPad berwarna putih. Harapan saya tumbuh kembali ketika berada di ruang operasi meter, saya dibantu oleh pembina pengemudi untuk mengecek pengemudi yang membawa saya dengan menyebutkan ciri-cirinya, tapi ternyata tidak ketemu.Harapan saya pecah lagi.. Dengan langkah-tidak-lebih-dari-seribu, saya menuju ke tempat customer care. Mereka mempunyai sistem yang bisa melacak taksi yang membawa saya, bahkan saya tidak ingat dengan nomornya. Hebaaattt kaaan…?! *promosi terselubung*. Sesampainya di sana, saya bertemu dengan petugas Customer Care bernama Mba Dian dan beliau mengabarkan bahwa iPad saya sudah ditemukan dan diamankan oleh Pak Mukhlis (pengemudi)dengan nomor lambung taksi BJ 5382 yang posisinya sudah berada di sekitaran Semanggi.

Tuh kaaan jauhnya Pejaten - Semanggi (9.8 km)

Tadinya saya menyuruh Pak Mukhlis untuk datang ke kantor saat itu juga karena saya tidak bisa tidur tanpa iPad saya (ini beneran sedikit lebay), namun keadaan tidak memungkinkan karena saat itu ia baru saja menaikkan penumpang dan kondisi sedang macet. Akhirnya setelah saya pamit-pamitan dengan tim customer care, lalu tim operasi, dan mengabari pacar saya, saya pulang ke rumah dengan hati tenang. Alhamdulillah Wa syukurillah…

Sebenarnya saya tidak meragukan Blue Bird dan pengemudinya, hanya saja saya takut sebelum pengemudi yang menemukan barang, ada penumpang naik dan dia mengambil barang tersebut. Untungnya selama dari Pejaten hingga Semanggi (yang jaraknya mencapai puluhan km), taksi dalam keadaan kosong dan pengemudi sudah ngeh kalau ada iPad saya yang tertinggal.

Akhirnya saya ke ruang operasi meter di pagi hari dan bertemu dengan Pak Jati (Supervisor Shift 1 yang sedang bertugas) untuk serah terima barket. Ahh,, akhirnya saya tanda tangan di atas kertas tanda terima barket, dan nanti pengemudi dan iPad saya ada di daftar barket yang ada di majalah Mutiara Biru :D.

Tanda Terima Barang Ketinggalan 🙂

Terima kasih untuk:

Mas Fikri, Supervisor Operasi Meter Pool Warung Buncit, merangkap pacar yang saya cintai, yang sudah saya bentak-bentak karena ga hapal pengemudinya yang rambutnya udah ubanan semua :p *peace*

Mba Dian dan tim Cust Care yang sigap mengatasi masalah

Pak Santoso, Pak Heru, dan ops meter pool Buncit yang ikut kerepotan atas complain barket (barang ketinggalan) dengan nomor B-38 ini.. hehe :p

Petugas checking yang membantu mencari data nomor mobil yang sudah masuk ke pool

Ayah yang mengantarkanku balik ke kantor

Pak Mukhlis dengan nomor taksi BJ 5362 yang sudah mengamankan iPad saya

Tips untuk teman-teman:

  1. Usahakan untuk naik taksi terpercaya seperti taksi dari Blue Bird Group
  2. Selalu mencatat nomor lambung taksi
  3. Jangan lengah di dalam taksi
  4. Ketika turun dari taksi, cek barang bawaan

(sumpah ini bukan advertorial!) :p

Sekian dan terima kasih ya para pembaca yang budiman… Semoga teman-teman tidak akan kehilangan apapun itu yang berarti. Jika memang harus hilang, ikhlaskanlah.. (Sok jadi motivator :p)

 

 

 

Leave a Reply