9 Summers 10 Autumns, dari Kota Apel ke Kota “Big Apple”

9 Summers 10 Autumns, saya pikir itu adalah sebuah novel dari negeri barat sana, ternyata itu adalah sebuah novel karya anak Indonesia, Iwan Setyawan. Novel dengan cover berwarna putih itu kini diangkat ke layar lebar dan kisah Iwan selama di Indonesia dan Eropa dapat kita saksikan bersama-sama dalam gambar yang bergerak.

Jujur saya belum membaca novelnya (padahal sudah beli 🙁  ) , saya malah langsung menontonnya di bioskop. Dulu saya anti menonton layar lebar jika novelnya belum selesai say abaca (jika film tersebut diangkat dari sebuah buku/novel). 9 Summers 10 Autumn menceritakan kisah Iwan yang anak seorang sopir angkot asal Batu, Malang. Ia berjuang keras untuk bersekolah hingga kuliah di jurusan Statistik Institut Pertanian Bogor.

Usai menuntaskan pendidikan, ia kemudian merantau ke Jakarta dan berhasil bekerja di Amerika Serikat sebagai Director, Internal Client Management di Nielsen Consumer Research, New York. Dari kota yang dikenal dengan apelnya, Iwan kini beranjak ke negeri ‘apel besar’.

Seketika teman saya bertanya, apakah filmnya menyedihkan seperti apa yang dibilang di timeline Twitter? Menurut saya bukan sedih, tapi lebih ke tersentuh oleh kisah Iwan dan keluarganya, terutama sang Ayah yang rela mengorbankan untuk menjual angkot kesayangannya demi mewujudkan impian Iwan.

Banyak hal yang dapat kita ambil dari kisah ini. Oh ia, film ini tidak full adegan yang mengharukan kok.. Tenang saja, karena di film ini juga dibumbui adegan komedi juga.. 🙂

Mari dukung film Indonesia !

 

AkberJKT Nobar di Blok M Square