Lombok, Suatu Hari Saya Akan Mengunjungimu (Lagi) : Day 1

Betapa bersyukurlah bagi orang yang berkesempatan mengunjungi Lombok, Nusa Tenggara Barat, termasuk saya.

Pada tanggal 26 – 28 April 2013 saya berkesempatan mengunjungi wilayah yang masuk ke Waktu Indonesia Tengah (WITA), Lombok, Nusa Tenggara Barat. Trip saya kali ini bersama dengan Venture Magazine dan didukung oleh Merpati Airline.

Nyaris Ketinggalan Pesawat

Ya, saya nyaris ketinggalan pesawat. Kronologis mengenai peristiwa ini bisa kamu lihat di artikel ini. Pengalaman saya menggunakan pesawat ini juga sudah saya tuliskan lengkap di sini.

Desa Sukarara

Tiba di bandara International Lombok pukul 14.00 WITA, kami menyempatkan diri untuk mendokumentasikan pendaratan kami di bandara dan berfoto berlatarkan tulisan “Bandara International Lombok”.

Seakan tidak ingin membuang waktu, kami bergegas menuju Desa Sukarara, sentra penghasil songket terbesar di Lombok.Di desa ini saya dan yang lainnya berkesempatan untuk belajar menenun. Konon katanya setiap wanita asli Lombok, jika ingin menikah haruslah bisa menenun dan menyelesaikan satu tenunan.

Menenun itu kakinya harus lurus dan duduknya juga harus tegak

Entah kebetulan atau seperti apa, saya diajari menenun dengan motif yang menggambarkan kehidupan keluarga yang bahagia, sakinah, mawaddah dan warrahmah. Mba-mba yang mengajari saya pun bilang: “Mba sepertinya akan menikah dalam waktu dekat ya, karena biasanya yang duduk di sini adalah orang yang akan menikah dalam waktu dekat”. Wah betul sekali apa yang ia ‘baca’, karena sebentar lagi saya akan menikah. Hehe :p

Selesai diajari menenun, saya dibisiki oleh mba-mba tersebut untuk memberikan tip suka rela (sebelunya sang tour-guide juga sudah memberitahukan hal ini). Setelah proses bisik membisik ini selesai, si mba tadi memakaikan saya baju adat khas Lombok dan saya pun langsung meminta salah satu rekan fotografer untuk mengabadikannya.

Menggunakan baju suku asli Lombok beserta hantaran pernikahan

Kami sudah terlihat seperti suku Lombok belum ?

Setelah asik berfoto ria, saya menyempatkan belanja oleh-oleh dan ternyata harganya di sini mahal-mahal, bisa dua kali lipat lebih mahal dari sentra oleh-oleh.  Yaah, itung-itung membantu perekonomian setempat lha yaa. Darimana lagi penghasilan mereka jika tidak dari kunjungan seperti ini.

Selesai menenun dan menjadi suku Sukarara sehari, kami pun bergegas ke hotel tempat kami menginap untuk check-in, yaitu Hotel Novotel Lombok yang berlokasi di Kuta Lombok. Saya sekamar dengan dr. Desi yang baik hati, selama di kamar saya malah sering ngeberisikin dia dan curhat masalah medis. Haha, maap ya dok :p .

View Novotel Lombok

 

View standard room Novotel Lombok

Photography Workshop

Kunjungan saya ke Lombok juga dalam rangka pelatihan fotografi, jadi selama perjalanan kami juga hunting foto dan belajar langsung dari ahlinya. Selesai makan malam, kami memasuki ruangan serba guna dan mengikuti pelatihan fotografi selama 1,5 jam;  mulai dari teori dan praktik, salah satunya adalah memotret full-moon yang saat itu terlihat dari Lombok.

Belajar teknik "Bulp" di photography workshop

 

 

One comment

Leave a Reply