Semakin Banyak Pilihan Menginap di Jakarta Selatan

Kita sebagai manusia pasti senang sekali jika punya banyak pilihan, salah satunya tempat untuk menginap di kala bepergian dengan kepentingan liburan ataupun kepentingan bisnis.

Maven Buncit tampak depan (sumber: wego.co.id)

Kebutuhan kita akan tempat menginap ini telah dipenuhi oleh Maven Hotels & Resorts yang mendirikan Hotel Maven Buncit. Hotel mungil yang berlokasi di Jl Kemang V Jakarta Selatan ini memang dibangun untuk para smart business traveler. Ada 2 jenis kamar yang bisa Anda pilih; Classic room dan Maven Suites. Saya sendiri merasakan menginap di Classic Room, dan saya akan bercerita mengenai pengalaman menginap di hotel ini.

Kebetulan kantor saya berlokasi di Mampang, sangat dekat dengan Maven Buncit (hanya 10 menit saja, itupun karena macet). Saat itu di kantor sangat hectic sehingga saya harus lembur hingga pagi hari. Karena lelah, saya pun memutuskan untuk beristirahat, ingin pergi ke Puncak, tapi kejauhan. Apalagi ke Bandung?! Teringat ada hotel yang baru dibuka Juni 2013 lalu di daerah Kemang Timur dan saya yang memang senang mencoba hotel-hotel baru langsung menghubungi nomor telepon +6221 7990770 untuk check-in siang itu.

Ternyata saat itu ada kamar yang masih kosong (denger-denger sih meski baru tapi tingkat occupancy-nya sudah lebih dari 80%) dan saya langsung menuju tempat tinggal saya di daerah Pejaten Barat untuk mengambil baju dan keperluan lainnya. Kamar yang saya tempati memang berukuran mini, namun terasa cozy karena kasurnya yang empuk dan ruangannya yang bersih.

Di dalam kamar, saya tidak merasa bosan karena sudah tersedia 32” LED TV dengan akses TV Cable, dan yang terpenting adalah danya wi-fi! Saya pun bisa sambil mengerjakan pekerjaan kantor dan keep-in-touch dengan dunia luar melalui social media.

Ada kolam renangnya juga lho di Maven!

Eh siapa tuh yang jadi 'model'? :p

Asyik beraktivitas di dalam kamar; tidur, internetan sambil nonton tv, saya pun merasa lapar di malam hari. Segera saya pesan dari Maven Café, sepiring Nasi Goreng Maven, segelas es jeruk dan es krim. Semua makanan, minuman plus dessert ini bisa saya nikmati dengan kocek di bawah 100 ribu. Rasanya lumayan lah, tidak jauh dengan hotel-hotel di kelasnya.

Esoknya di pagi hari saya harus kembali ke kantor, namun saya harus mengisi perut dulu alias sarapan. Ah, untungnya di Maven ini sudah disediakan sarapan (sudah termasuk paket menginap). Saya disediakan nasi goreng khas Maven dan teh manis yang hangat, setelah itu check-out dan kembali beraktivitas di kantor.

Setelah update status dan check-in via Foursquare dan path (anak socmed banget ye :p ) , teman-teman pun langsung bertanya, di mana itu Maven Buncit? Tenang, saya jelaskan di sini. Maven Buncit patokannya lampu merah Total Buah. Kalau dari Pejaten Village, arahnya di sebelah kiri, kalau dari Mampang, adanya di sebelah kanan. Kemudian patokannya adalah sebelum 7-Eleven Buncit belok ke kiri (kalau dari Pejaten ya), arahnya ke SMU 60. Pokoknya ga jauh deh dari jalan utama…!

Oh ia, pengalaman saya menginap di sini, stafnya ramah-ramah.. Oke deh hospitality-nya 😀

Sejenak beristirahat di Maven Buncit

 Di Balik Maven Buncit

Ternyata ada yang unik lho dari Maven Buncit, karena Maven Buncit mempunyai 3 srikandi hebat, dia adalah Lucy Evelyn, MM (Chief Operating Officer Maven Hotel & Resorts), Lia Nadyasari (General Manager Sales Marketing & Partnership Maven Hotel & Resorts), dan Retno (Business Development Manager Maven Hotel & Resorts). Sebagai seorang wanita, saya merasa bangga! Cheers 😀

Srikandi Maven Kompak Berhijau Ria

 

 

 

Zippo Ajak Kaum Urban Berpetualang ke Pulau Macan!

Apa sih Zippo? Ya, seperti kamu, awalnya saya mengira bahwa Zippo adalah merek korek api. Ternyata produk Zippo juga banyak variannya, mau berkemah, mau nonton konser, mau traveling, atau sekedar nongkrong? Produk Zippo setia menemani keseharian kita.  Kalau mau tahu lebih lengkap produk Zippo, bisa lihat di sini.

Kenapa saya ngomongin Zippo di blog saya? Karena Zippo yang memang membawa ‘petualangan’  ke dalam hidup kita, bekerja sama dengan Hard Rock FM, Majalah Juice dan Area menyelenggarakan kontes foto online  “Zippo Ventures”  (coba deh cek #ZippoVentures di Twitter kamu). Setiap orang (termasuk saya :p) dapat meng-upload foto yang menunjukkan tema “adventure” di tempat-tempat urban di Indonesia. Mau tahu caranya ?

  1. Klik link berikut : http://shout.lt/ldzS
  2. Isi data diri
  3. Upload foto urbanmu yang paling urban deh!
  4. Jangan lupa untuk follow @Zippo_INA dan like FB https://www.facebook.com/Zippo

 

 

 

 

 

 

 

 

TANYA-JAWAB

Deadlinya kapan, Lan?

Kompetisi ini dimulai dari tanggal 5 September sampai 29 September 2013. Buruaaaan!

Apa sih hadiahnya?

Wah, ga baca judulnya nih. Hadiahnya trip ke Pulau Macan, Pulau Seribu, dan hamper dari Zippo (terdiri dari Zippo Widproof lighter dan pulpen Zippo).  Untuk 20 foto pertama yang mengikuti kontes, Zippo akan memberikan GRATIS Zippo merchandise (t-shirts, topi dan foam hands), dan 20 foto terbaik yang akan dipilih oleh Zippo dan media partner akan dipublikasikan di Facebook app, jadi setiap orang bisa vote foto kita!

Pulau Macan itu di mana?

                Pulau Macan terletak di bagian utara Kepulauan Seribu, Jakarta. Pulaunya kecil seperti pulau pribadi, di sana airnya masih jernih.      Letaknya memang jauh dari kota Jakarta, karena kita harus menempuh perjalanan selama 90 menit menggunakan speed-boat untuk kesana, tapi kalau udah sampai di Pulau Macan, aummm… grrrr dijamin betah deh (apalagi kalo buah honeymoon 😀 )

Courtesy : wolipop.com

Contoh foto Urban itu kaya gimana ?

Coba aja liat contoh punya saya :p (please jangan ditimpuk)

Kayak gini nih... hehehehee . BTW ini foto yang aku pakai buat ikutan kontes Zippo Ventures

[tooltip tiptext=”null”]Ayo tunjukkan jiwa petualanganmu! Kapan lagi bisa menikmati trip ke Pulau Macan, gratiiisss..![/tooltip]

 

 

Lombok, Suatu Hari Saya Akan Mengunjungimu (Lagi): Day 3

Pantai Kuta Lombok di Siang Hari

Tidak terasa hari ini adalah hari terakhir kami di Lombok dalam perjalanan fotografi. Pagi hari kami menghabiskan waktu di Hotel Novotel Lombok yang mempunyai akses langsung ke Pantai Kuta Lombok. Pantai Kuta Lombok mempunyai tektstur pasir seperti Merica yang menyebabkan kaki kita kesulitan berjalan karena terjerambab ke dalam pasir pantai. Saya dan room-mate memutuskan untuk berjalan sampai ke ujung pantai yang masih wilayah Hotel Novotel dan menemukan Patung Putri Mandalika beserta pria-pria yang mengejarnya. Dikarenakan Sang Putri tidak dapat mengambil keputusan, ia berlari ke laut dan berjanji akan datang kembali setahun sekali. Masyarakat di sana mempercayai bahwa rambut sang putri berubah menjadi cacing atau yang disebut dengan ‘nyale’. Inilah yang mendasari adanya tradisi ‘Bau Nyale’ di Pantai Kuta Lombok, yaitu tradisi mencari cacing nyale (rambut sang putri).

Patung sang Putri dan Pemuda-Pemuda yang Mengejarnya

Setelah asyik bermain di pantai, saya berjemur di saung yang sudah disediakan Novotel dan diakhiri dengan berenang di kolam renang yang viewnya ke laut. Ternyata aktivitas di pagi hari yang baru saja saya lewati membuat perut saya lapar. Berbalut dengan handuk dan baju yang basah, saya langsung bergabung dengan yang lain untuk sarapan.

Meratakan pasir dengan menggunakan 2 kerbau (at Novotel Lombok)

Leyeh-leyeh di saung yahg telah disediakan Novotel. View langsung ke Pantai Kuta Lombok. Indahnya... :)

Swim..swimmm... 1 kolam untuk sendiri :p

 

Pukul 09.00 kami check-out dari hotel dan berangkat selama waktu 1 jam menuju Pantai Tanjung Aan. Pantai Tanjung Aan memiliki warna pantai yang biru (turqoise) dan masih terlihat jernih. Di sini ombaknya tergolong tenang sehingga asyik untuk berenang. Ada yang unik di sini, Anda jangan sekali-kali menawar barang jualan jika memang tidak berniat membeli karena sang penjual akan mengejar Anda sampai masuk ke dalam bus dan terkesan agak memaksa jika Anda meresponsnya.

Kalau setiap weekend bisa kesini, wah nikmatnyaa...

Warna airnya cantik banget kan

Jangan lupa membawa kacamata hitam+topi!

Mudah-mudahan pantainya akan sebagus ini ya, setidaknya untuk 20 tahun ke depan dan selamanyaaaa

 

Tiba di bandara pukul 14.00 dan ternyata oh ternyata ada beberapa masalah sehingga kami harus mengunakan pesawat pengganti (Citilink) pukul 18.00 WITA dan transit di Surabaya untuk berganti pesawat dengan Merpati. Dalam penerbangan pulang ini, saya mendapat pengalaman lain, yaitu ketika kami menggunakan Citilink, saya mendapat kursi di dekat emergency window, di mana di situ adalah clear area sehingga tidak bisa menyimpan apa-apa selain kaki. Selain itu tanggung jawab duduk di emergency window juga berbeda, karena kami diajarkan untuk bisa membuka jendela ketika dalam keadaan darurat dan mengarahkan penumpang lain.

Pulang menggunakan Citilink :D

3 cewek duduk di emergency window

Alhamdulillah sesampainya di bandara Djuanda tidak ada masalah apa-apa. Transit di bandara Djuanda hanya 40 menit sehingga kami hanya sempat salat dan membeli makanan kecil. Setelah check-in, saya keburu senang karena mendapatkan kursi di pinggir jendela. Ketika boarding dan mulai menduduki kursi, memang betul saya duduk di pinggir dekat jendela, namun sialnya di kursi saya (nomor 9) tidak ada jendela! Mana sebelah saya orangnya ga enak banget, mas-mas ga jelas. Jadi selama perjalanan pulang saya tidak bisa tidur dan menikmati penerbangan.

Cemberut selama perjalanan Surabaya-Jakarta karena ga ada jendela di dalam peswat Merpati nomor 9

Well, perjalanan ke Lombok ini meninggalkan kesan untuk saya karena dapat melihat kebudayaan masyarakat Lombok dan tentunya pemandangannya yang menawan. Suatu hari saya berjanji, akan ke Lombok lagi untuk mengeksplor lebih jauh.