Target Umur Menikah ?

Seamat Idul Fitri dari Wulan, Fikri, dan Dedek bayi dalam perut ^_^

Seamat Idul Fitri dari Wulan, Fikri, dan Dedek bayi dalam perut ^_^

Halo pembaca,

Sudah lama juga ya saya tidak menyapa Anda melalui blog ini. Sebelumnya saya beserta keluarga mengucapkan Selamat Idul Fitri 1435H, Mohon maaf lahir dan batin. Bagaimana dengan lebarannya?Pasti teman-teman ada yang mudik dan yang tidak. Kemudian bagaimana dengan ‘status’-nya? Apakah masih sendiri? Sudah punya ‘gandengan’, sudah menambah 1 anggota keluarga (hamil/punya anak lagi)? Hm, sepertinya masalah relationship ini cukup sensitif ya kalau masa lebaran gini…

Menjelang perayaan idul fitri, sudah banyak di antara kita atau mungkin Anda yang update status mengenai ‘pertanyaan-pertanyaan sensitif’ seperti mana calonnya ? Mayoritas yang ditanyakan kepada orang dewasa memang pasangan yaa…

Untungnya saya tergolong orang tidak pernah mendengar kalimat seperti itu karena di umur 22,5 sudah punya pasangan (suami) dan sedang hamil juga. Jadi saya tidak pernah merasakan ditanya “kapan menikah?”, “kapan pasangannya dikenalin?”, “Udah isi belum?”.

Kalimat yang saya terima dari saudara atau rekan-rekan orang tua adalah: “Duh, putrinya ‘Neng’ (ibu saya) udah besar ya, cepet hajatan/mantuan (menikah) dong….” Dan saya selalu menanggapi dengan santai sambil nyeletuk : “Ah, mana mungkin secepat itu. Minimal umur 25 tahun lah, sudah mapan bekerja, menjadi wanita karir, beli rumah, mobil dll.” Wah, baru sekarang saya berpikir mengapa saya bisa berbicara demikian ya? Saat itu saya seperti ‘jaga jarak’ dengan menikah (mungkin saat itu belum bertemu pria yang tepat). Seharusnya saya mengatakan “Insya Allah, doakan saja yaaa..” .

Ternyata sebelum umur 25 tahun dan belum mapan, saya sudah bertemu dengan pria yang tepat dan sudah menikah. Duh, saya jadi malu sendiri sama omongan saya terdahulu. Memang betul ya apa kata orang tua bahwa kita harus menjaga omongan, tidak boleh sembarangan, bisa jadi kita menelan ludah sendiri.

Akhir-akhir ini saya mendengarkan beberapa yang terdekat saya berbicara apa yang dulu saya katakan, bahwa belum ingin menikah jika bla bla bla atau ada pula yang menargetkan umur ke sekian. Hm, tidak salah juga sih, mungkin orang tersebut memiliki target atau tujuan lainnya. Namun berdasarkan  pengalaman saya, ucapan seperti itu patut dipikir ulang karena konon katanya wanita itu ‘pamali’ untuk menargetkan umur untuk menikah. Jadi, jika ada yang bertanya “kapan menikah?” mungkin lebih baik dijawab dengan ucapan meminta doa kepada orang yang bertanya, biar terlihat diplomatis juga 🙂 .

Selain itu kita sebagai wanita juga harus pandai-pandai menjaga omongan biar ga ‘ngelantur’ . Hehe….

Well, percaya atau tidak, itulah pengalaman saya pribadi.

Selamat berlebaran temans… Semoga Allah selalu menuntun kita di jalan-Nya. Amiinn…

 

 

2 comments

  1. badai says:

    Malam mbak,, maaf sy.mau taanya ya,, sy dpt panggilan sbg staff adm di blue bird,, kalo boleh tau standar gaji utk posisi itu di blue bird brp ya??

    Maksih banyak ya mbak

    • mwulan says:

      HI, maaf banget baru bales , blognya sementara cuti dulu berhubung saya cuti melahirkan juga. Hehe..
      Wah kalau masalah gaji aku gak tahu nih…. Apa sekarang sudah bergabung di Blue Bird?

Leave a Reply