Baik Diperuntukkan Semua Orang

Saya hanya ingin berbagi pengalaman saja yang ‘ngena’ banget di saya, mudah-mudahan pembaca juga ‘ngena’ ya setelah baca pengalaman saya ini. Jadi gini….

Saya ada tugas makalah dari kampus yang mengharuskan wawancara dengan beberapa narasumber yang kompeten dan memiliki kredibilitas, kemudian saya pun menulis siapa-siapa yang akan saya wawancarai. Ketika itu saya menargetkan mewawancarai eks petinggi salah satu stasiun televisi yang sekarang juga menjadi ‘seseorang’ (yang penting) di media yang baru. Saya senang sekali karena ia merespon dan akan menjawab pertanyaan terkait makalah saya, namun saya tunggu-tunggu beberapa hari dan sudah mengingatkan juga, nampaknya ia tidak bisa membantu saya. Oh ia, saat perkenalan di email, saya hanya menyebutkan saya dari universitas mana (tidak menyebutkan saya bekerja di mana. Mungkin kalau dia tahu, dia akan langsung membantu saya).

Deadline semakin dekat, saya tidak kunjung mendapat jawaban dari Ibu itu, alias saya di-‘gantung’. Saya pun mencari narasumber lain dan ketemulah nama Ibu Billy Sarwono atau yang dikenal dengan sebutan Ibu Oni Sarwono. Hari itu juga dia merespon email saya dan menyatakan tidak bisa menjadi informan saya, di situ saya merasa sedih dan sudah lemas, tapi di akhir paragraf ia merekomendasikan 2 orang beserta kontaknya! Bayangkan, tanpa ditanya, Ibu Oni mau merekomendasikan saya kepada rekannya dan langsung memberikan kontaknya. Jarang sekali saya bertemu orang seperti beliau. Lalu saya mulai mengontak Ibu Nina Mutmainah Armando dan Alhamdulillah Ibu Nina juga orangnya sangat responsif dan baik. Akhirnya Ibu Nina menjadi narasumber saya dan kami bertemu di UI, sehubungan dengan profesinya sebagai dosen di sana. Ternyata eh ternyata, Ibu Nina ini teman dari dosen yang menugaskan pembuatan makalah itu. What a journey.. Alhamdulillah saya mendapatkan narasumber sesuai topik makalah tanpa bantuan dari jejaring si bapak dosen (saya cari sendiri dan berdoa kepada Allah).

Oh ia, ibu-yang-menggantungkan-saya itu sebenarnya kenal dengan big boss saya, namun saya tidak mau bawa-bawa nama bos dan corporate saya.

Apa yang dapat dipelajari?

  1. Berbuat baiklah kepada siapapun yang meminta pertolonganmu. Siapa tahu orang itu yang akan menolongmu nanti (si ibu itu sempat laporan barang ketinggalan dan saya mengetahui hal itu, lalu saya bantu sedikit tapi si ibu itu tidak tahu.)
  2. Orang baik itu masih ada, percaya kepada Allah. Contohnya Ibu Oni dan Ibu Nina.
  3. Berdoa terus agar diberikan kemudahan
  4. Komitmen mengerjakan tugas

Terima kasih banyak untuk Ibu Oni yang akhirnya mempertemukan saya dengan Ibu Nina. Terima kasih untuk Ibu Nina yang bersedia menjadi narasumber saya dan meluangkan waktu untuk bertemu langsung dengan saya.

Terima kasih juga untuk ibu yang menggantungkan saya. Jika Ibu tidak menggantungkan saya, maka saya tidak mendapatkan pengalaman seperti ini, mendapatkan keajaiban dan bertemu orang baik seperti Ibu Oni dan Ibu Nina.

Well, semoga kita termasuk orang yang peka, saling membantu dan rendah hati.

Foto dengan Ibu Nina Armando seusai wawancara. Ibu Nina sangat responsif dan baik. Terima kasih bu..

Foto dengan Ibu Nina Armando seusai wawancara. Ibu Nina sangat responsif dan baik. Terima kasih bu..

 

 

Leave a Reply