Kecewa Pelayanan IGD RS Graha Permata Ibu Depok

Disclaimer: Sebelumnya saya sudah submit keluhan melalui websitenya namun sampai saat ini tidak ada follow up sama sekali dari pihak RS sehingga saya terpaksa menuliskannya di sini. Oh ia, saya telepon ke RS tidak ada yang menjawab telepon saya ketika saya bilang mau complain.

Depok, 14 September 2015

23.00

Izzan demam lagi.

Ketika diminumkan obat demam, tiba-tiba matanya mengarah ke atas dan ketika dipeluk badannya kejut-kejut sebentar.

Panik, bangunin pengasuh Izzan, gak ganti baju, gak bawa apapun, bahkan gak sempat pakai kacamata, yang penting harus ke RS segera! Untungnya suami izin pulang cepat dan kami akhirnya ke RS Graha Permata Ibu Depok karena paling dekat dengan rumah kami.

Di dalam mobil, Izzan diam saja namun mata tetap ke atas, ditepuk-tepuk tidak bereaksi dan tiba-tiba di tengah perjalanan terdengar suara “grooook” dan habis itu tidak bersuara lagi (tambah panik). Pengasuh Izzan di jok belakang sudah menangis dan memanggil-manggil Izzan, saya yang berusaha mengatasi panik malah tambah panik.  Tiba di RS, saya sempat salah turun karena tidak pakai kacamata, sambil lari-larian saya pun mencari UGD dan akhirnya ada security yang datang membantu.

Sampai di UGD, saya langsung membaringkan Izzan dan Izzan langsung dipasangi selang oksigen. Setelah itu dokter jaga keluar dari kamar untuk memeriksa Izzan. Selesai diberikan obat, Izzan sudah bersuara, mengigau dan menggesekkan gigi-giginya satu sama lain (greget-gregetin gigi), saya langsung lapor dokter dan suster, kemudian mereka bilang “Gak apa-apa, itu efek dari demamnya” (dalam hati: kok kayaknya saya harus melakukan sesuatu, tapi apa saya tidak tahu?). Ternyata itu adalah efek dari stip dan mulutnya harus diganjal sesuatu agar lidahnya tidak tergigit (saya baru tahu setelah keluar dari RS dan dapat bbm dari ibu dan tetangga).Di sini saya sudah mulai kesal “KENAPA DOKTER/SUSTER TIDAK MEMBERITAHU SAYA UNTUK MENYUMPAL SESUATU DI MULUT IZZAN. KALAU KENAPA-KENAPA MEMANGNYA MEREKA MAU BERTANGGUNG JAWAB?”

Setelah itu Izzan dikompres pakai air dingin, tapi setau saya jika sedang demam, kompres menggunakan air hangat. Kok mereka pakai air dingin yang sepertinya air keran? Kemudian ketika Izzan BAB, mereka hanya memberikan tisu dan sama sekali TIDAK MEMBANTU kami membersihkannya, padahal di RS JMC (RS langganan kami) mereka akan membantu pasien/keluarga pasien jika pasien BAK/BAB di kasur.

Ketika menunggu perkembangan Izzan, dokter menghampiri saya sambil berdialog dan dia berdialognya dengan MUKA JUDES dan OMONGAN yg KERAS sambil BENTAK (mungkin istirahatnya terganggu atau entahlah) :

Dokter: Ibu tahu dari mana kalau anak ibu panas?

Me: Ya tahu lah dok, suhu badannya kan panas! (Gak penting banget lah saya lagi panik gini diceramahin. Harusnya dokter ikut menenangkan saya)

Dokter: Ibu harusnya cek pakai termometer! (Ya iyalah itu juga saya tahu!) Trus sekarang Ibu gak bawa minum?

Me: Enggak dok (Wong saya buru-buru ke RS). Gampang kok, kami bisa beli minum di kantin RS atau minimarket deket sini

Dokter: Ya udah, kasih minum dia! Air putih atau susu (sambil melengos ke dalam ruangannya)

Ketika saya ingin meminumkan Izzan, datanglah suster.

Suster: Ibu! Jangan diberi minum!

Me: Lho kenapa sus? Kata dokter tadi anak saya harus dikasih minum

Suster: Kalau lagi kayak gini gak boleh dikasih minum, bla bla bla (dia menceramahi saya) nanti anak ibu bisa lewat . Kalaupun Ibu mau kasih dia minum, posisinya gak gitu, harus dibangunkan!

(Kok bisa-bisanya suster bisa ngomong kaya gitu di tengah kepanikan kami)

Me: Diam saja daripada marah-marah di UGD. (Padahal tadi saya juga akan membangunkan posisi Izzan, hanya saja si suster-sok-tahu ini tidak melihatnya.)

Setelah saya mengalami sendiri, ternyata benar apa kata orang-orang bahwa RS ini SANGAT TIDAK DIREKOMENDASIKAN. Dokter dan susternya judes, pelayanannya payah, bahkan suster pun tidak mau bantuin membuang diapers ketika kami bersiap pulang dan saya paling tidak suka omongannya yang ngawur. RS ini juga terkenal dengan mahalnya, tapi tidak sebanding dengan pelayanannya.

Pagi harinya saya langsung membawa DSA langganan Izzan di Jakarta Medical Center dan sesudah bertemu dengan dr Rebeca Izzan berangsur membaik, dr Rebeca pun dengan sabar menjelaskan demam dan kejang pada anak.

Jika ada yang kenal dengan manajemen RS Graha Permata Ibu, tolong sampaikan keluhan saya demi pelayanan RS yang lebih baik sehingga kesehatan masyarakat juga terjamin. Saya sudah berusaha menyampaikan langsung kepada mereka tapi hasilnya NIHIL.

Keberuntungan Bisa Diciptakan

Minggu lalu saya beruntung sekali dapat bertemu dengan motivator terkenal secara personal, yaitu Bapak Jamil Azzaini. Sebenarnya pertemuan kami ini dilandasi pertemuan bisnis, namun saya tetap bersyukur dapat bercakap-cakap di tengah padatnya jadwal Pak Jamil.

Di pertemuan itu Pak Jamil memotivasi saya dengan kata-katanya yang luar biasa, jadi gini yang saya tangkap:

“Keberuntungan itu sebenarnya tidak ada. Jika orang itu disebut beruntung, berarti itu adalah energi positif/energi baik yang ia kumpulkan.”

Selama ini kita selalu berpikir bahwa kehidupan orang lain itu enak sekali dan menyenangkan daripada kita dan kita berpikir bahwa orang itu sangat beruntung, padahal ‘keenakan’ dia itu adalah balasan dari sikap dia selama ini yang baik dan energinya dia yang positif.

Jadi kalau disimpulkan, karma does exist dan hukum kekekalan energi bisa berlaku di sini. Jika orang itu berbuat baik, maka kebaikan itu akan membalas dengan sendirinya melalui apa saja.

Jadi jika teman-teman merasa hidupnya kurang beruntung, coba deh berbuat baik dengan tulus, Insya Allah kebaikan itu akan berkumpul membantu Anda.

Nah, bagaimana dengan orang yang minim ibadah namun hidupnya bahagia? Kalau menurut saya, berbuat baik itu harus vertikal dan horizontal, vertikal di sini berarti beribadah kepada Tuhan YME dan horizontal berarti baik terhadap sesama. Nah, jika vertikal ini tidak dilakukan, maka bisa saja kebahagiaan yang-kita-lihat-dari-orang-lain-itu adalah ‘down payment’ dari Tuhan. Jadi orang itu diberikan kebahagiaan yang semu dan sewaktu-waktu akan diambil oleh-Nya misalnya sakit keras, kehilangan orang yang disayang, dan masih banyak lagi.

Intinya kita harus: Cerdas, Keras, iklhas.

Berfoto bersama Pak Jamil Azzaini, Kiyadon Pacific Place, 9 Oktober 2015

Berfoto bersama Pak Jamil Azzaini, Kiyadon Pacific Place, 9 Oktober 2015