Keberuntungan Bisa Diciptakan

Minggu lalu saya beruntung sekali dapat bertemu dengan motivator terkenal secara personal, yaitu Bapak Jamil Azzaini. Sebenarnya pertemuan kami ini dilandasi pertemuan bisnis, namun saya tetap bersyukur dapat bercakap-cakap di tengah padatnya jadwal Pak Jamil.

Di pertemuan itu Pak Jamil memotivasi saya dengan kata-katanya yang luar biasa, jadi gini yang saya tangkap:

“Keberuntungan itu sebenarnya tidak ada. Jika orang itu disebut beruntung, berarti itu adalah energi positif/energi baik yang ia kumpulkan.”

Selama ini kita selalu berpikir bahwa kehidupan orang lain itu enak sekali dan menyenangkan daripada kita dan kita berpikir bahwa orang itu sangat beruntung, padahal ‘keenakan’ dia itu adalah balasan dari sikap dia selama ini yang baik dan energinya dia yang positif.

Jadi kalau disimpulkan, karma does exist dan hukum kekekalan energi bisa berlaku di sini. Jika orang itu berbuat baik, maka kebaikan itu akan membalas dengan sendirinya melalui apa saja.

Jadi jika teman-teman merasa hidupnya kurang beruntung, coba deh berbuat baik dengan tulus, Insya Allah kebaikan itu akan berkumpul membantu Anda.

Nah, bagaimana dengan orang yang minim ibadah namun hidupnya bahagia? Kalau menurut saya, berbuat baik itu harus vertikal dan horizontal, vertikal di sini berarti beribadah kepada Tuhan YME dan horizontal berarti baik terhadap sesama. Nah, jika vertikal ini tidak dilakukan, maka bisa saja kebahagiaan yang-kita-lihat-dari-orang-lain-itu adalah ‘down payment’ dari Tuhan. Jadi orang itu diberikan kebahagiaan yang semu dan sewaktu-waktu akan diambil oleh-Nya misalnya sakit keras, kehilangan orang yang disayang, dan masih banyak lagi.

Intinya kita harus: Cerdas, Keras, iklhas.

Berfoto bersama Pak Jamil Azzaini, Kiyadon Pacific Place, 9 Oktober 2015

Berfoto bersama Pak Jamil Azzaini, Kiyadon Pacific Place, 9 Oktober 2015

 

Leave a Reply