Pacaran Sama Suami

Tulisan ini terinspirasi dari pendapat teman yang menurutnya, aneh jika seorang suami istri malam minggu untuk sekedar makan atau nonton, kemudian anaknya dititipkan di Kakek-Nenek.

Menurut saya itu belum tentu salah, karena mereka kan keluarnya untuk nge-date (makan, nonton, dll) bukan untuk  melakukan hal yang negatif. Jadi its’s oke lah ya, asalkan tidak terlalu sering.

Dari beberapa referensi yang saya dapatkan, pasangan suami dan istri  yang telah memiliki anak, jika memungkinkan harus menyempatkan kencan berdua tanpa anak. Tujuannya untuk apa? Untuk membina relationship antara suami dan istri, menumbuhkan percik-percik asmara yang mungkin saja sudah memudar, saling mengungkapkan perasaan atau mengenang masa lalu yang indah, bisa juga menjadi terapi kejenuhan dan dan mengobati kepenatan.

Waktu berduaan juga manjur bagi pasangan yang sama-sama sibuk kerja di luar rumah. Jadi gini ya.. Sehari-hari si suami dan si istri sibuk bekerja dan menghabiskan waktu di jalan, keduanya hanya bertemu di rumah.  Di rumah pun mereka tidak ada waktu untuk urusan berdua karena sibuk mengurus anak, rumah dll. Jadi waktu berduaan untuk jalan berdua menjadi momen untuk berbagi cerita, berkeluh kesah, tertawa bersama, dan ini akan menghadirkan kembali kedekatan dan keakraban. Pada saat berdua ini, suami dan istri bisa membicarakan apa saja yang bersifat pribadi.

Waktu berduaan juga sangat penting bagi suami dan istri yang jam kerjanya tidak sama, mungkin salah satunya bekerja shift, maka suami dan istri harus pintar-pintar memilih waktu untuk berduaan. Tujuannya? Sama seperti yang saya jelaskan di paragraf atas. Contohnya saja saya dan suami. Saya kerja seperti kebanyakan pekerja (Senin – Jumat dan office hour) sedangkan suami bekerja shift yang hanya libur di 1 hari weekday. Maka kami berdua harus mencari waktu yang tepat untuk berdua. Bahkan saya dan suami selalu merencakan untuk pergi ke luar kota atau luar negeri untuk honeymoon lagi jika kondisi pekerjaan, kesehatan, dan keuangan memungkinkan untuk kami pergi.

Honeymoon lagi ke Bali untuk meningkatkan emotional bonding dengan suami dan refreshing.

Honeymoon lagi ke Bali untuk meningkatkan emotional bonding dengan suami dan refreshing.

Saya memang bukan ahli psikologi, tapi saya belajar dari informasi yang ada di majalah, internet, seminar-seminar maupun kumpul-kumpul sesama Urban Mama sehingga saya senang jika saya bisa menyimpulkannya dan menuliskannya di blog pribadi agar semakin banyak yang mengerti pentingnya membina hubungan harmonis dengan suami dan tidak ada pandangan sinis terhadap mereka (suami-istri) yang mau berduaan tanpa anak.

Jika tidak ada kakek-nenek yang bisa dititipkan?

Jika tidak ada, maka bisa menitipkan ke saudara atau orang terpercaya, namun tetap mengontrolnya via telepon dan membatasi waktu jalan berdua . Bersyukur jika Anda memiliki pembantu/baby sitter. Anda bisa menitipkan anak kepada baby sitter dan pulangnya membawa buah tangan uintuk mereka yang dititipkan.

Khusus penitipan di kakek-nenek, jika mereka kakek-nenek yang baik, mereka tidak akan keberatan kok dititipin cucunya sendiri, bahkan akan menawarkan. Alhamdulillah saya memiliki orang tua dan mertua yang baik. Jika saya dan suami sedang ke luar kota, mereka datang ke rumah untuk ikut mengurus anak saya meskipun sudah ada pembantu di rumah.

Jika tidak ada yang bisa dititipkan sama sekali?

Jangan khawatir, manfaatkan waktu tidur si kecil, mungkin bisa memasak bersama, menonton film dan hal-hal mengasikkan yang bisa dilakukan berdua.

Jadi, mau kemana weekend ini dengan suami?

Makan mie ayam berdua sehabis saya kuliah dan sebelum suami berangkat kerja.

Makan mie ayam berdua sehabis saya kuliah dan sebelum suami berangkat kerja.

 

 

 

Leave a Reply