Bulan Madu di Kampung Sampireun – Day 1

3 X 24 jam bersama berdua ( Perjalanan menuju Kampung Sampireun Garut )

3 X 24 jam bersama berdua ( Perjalanan menuju Kampung Sampireun Garut )

Kami berangkat di Jakarta pukul 08.30 pagi dan tiba di Kampung Sampireun pukul 13.30. Kampung Sampireun lokasinya mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi dan rutenya mudah. Patokannya adalah Pasar Samarang, belok ke kanan, terus ikuti jalan, dan nanti di sebelah kiri ada Kampung Sampireun (sebelum lokasi wisata Kebun Mawar). Sesampainya di receptionist, kami disambut dengan ramah ala priangan dan mendapatkan welcome snack (kerupuk) dan welcome drink (jahe). Rasanya nikmat banget, sehabis perjalanan, dihembuskan angin yang sejuk dan menyantap welcome snack & drink.

Jahe haneut (hangat) dan kerupuk menyambut kami di lobi Sampireun

Jahe haneut (hangat) dan kerupuk menyambut kami di lobi Sampireun

Kami mendapatkan kamar jenis ‘Kalapalua Suite Lake’ dengan nomor 1008 yang berada di pinggir danau. Setiap kamar yang ada di pinggir danau ini memiliki kano jika ingin bermain di danau dan jika ingin menuju ke restoran atau tempat spa. Setelah diantar room boy, ia memastikan kembali perlengkapan di kamar lengkap sehingga tamu tidak akan merasa kekurangan. Room boy keluar kamar, kami sudah disambut oleh bunga-bunga yang ada di kursi, souvenir (yang berisi handuk kecil dan mug Kampung Sampireun) di kasur dan tentunya mendapatkan dodol Garut yang terletak di dekat teh, kopi dan pemanas air.

Kapalua Suite Lake tampak nyamping

Kapalua Suite Lake tampak nyamping

 

Dapat kenang-kenangan dari Kampung Sampireun; handuk kecil dan mug.

Dapat kenang-kenangan dari Kampung Sampireun; handuk kecil dan mug.

 

Sofanya sudah ditaburi bunga

Sofanya sudah ditaburi bunga

Pukul 15.00 kami terkaget karena ada seseorang yang mengetok pintu kamar dari balkon (danau) ternyata petugas datang membawa welcome fruit, 2 buah jeruk Garut. Kami kira jika petugas datang dan akan memberikan sesuatu, ia akan datang dari pintu belakang, ternyata setiap petugas akan datang dari danau menggunakan perahu, kecuali house keeping.

Welcome fruit, jeruk Garut yang rasanya segar. Diantarkan oleh emang-emang dari pintu kolam (cukup mengagetkan)

Welcome fruit, jeruk Garut yang rasanya segar. Diantarkan oleh emang-emang dari pintu kolam (cukup mengagetkan)

 

Masing-masing kamar suite lake ada perahu yang bisa digunakan kapan saja

Masing-masing kamar suite lake ada perahu yang bisa digunakan kapan saja

Kamar

Kamarnya ini tidak ada AC (secara udaranya dingin, bo!), kasurnya king size yang besar dan empuk banget (nyaman lah pokoknya), view ke danau, wifi dengan sambungan kencang, dinding kamar terbuat dari bambu dengan sabut kelapa sebagai atapnya, ada sofa bed yang nyaman banget buat gogoleran (baca: tidur-tiduran), televisi datar 31” dengan satellite channels, koran, telepon dengan sambungan langsung, meja rias, kopi+teh+pemanas air, lemari dari bambu dan tentunya kamar mandi yang mewah. Kamar mandinya ini semi-outdoor. Jadi di bagian wastafel, WC, dan bathtub-nya indoor, sedangkan shower-nya tidak ada atapnya. Oh ya, untuk penerangan, jangan harap terang benderang seperti di hotel atau tempat penginapan lainnya, karena remang-remang meski sudah dinyalakan semua lampunya :P. Namanya juga tempat honeymoon dan tempat istirahat :).

Ini dalam kamarnya. Luas dan nyaman banget.

Ini dalam kamarnya. Luas dan nyaman banget.

Hari ini kami menikmati danau dari balkon sambil main congklak yang sudah disediakan (unik banget sih disediakan congklak) dan ‘ngendem’ di kamar. Sekitar pukul 16.00 kami menuju dengan kano ke restoran yang bernama “Seruling Bambu” untuk menyantap coffee break. Menunya ada pisang goreng dengan gula aren, singkong goreng dan kacang rebus serta kopi dan teh. Rasanya nikmat banget sambil duduk di pojok dekat pepohonan.  Selanjutnya kami kembali ke kamar menggunakan kano dan mulai ‘ngendem’ di kamar 🙂 .

Unik banget disediakan congklak. Benar-benar kearifan lokal!

Unik banget disediakan congklak. Benar-benar kearifan lokal!

 

Ke dan dari restoran menggunakan perahu. Deg-degan karena perahunya goyang-goyang. Hehee...

Ke dan dari restoran menggunakan perahu. Deg-degan karena perahunya goyang-goyang. Hehee…

 

Menikmati coffee break (pisang goreng, kacang rebus, teh dan kopi) di Seruling Bambu Restaurant

Menikmati coffee break (pisang goreng, kacang rebus, teh dan kopi) di Seruling Bambu Restaurant

Malam harinya setiap pukul 21.00 akan ada petugas yang berkeliling menggunakan kano, ternyata petugas tersebut membagikan bajigur ke setiap kamar. Hmm.. Memang deh Sampireun ini tidak akan membiarkan tamunya kelaparan di tengah-tengah cuaca dingin. Karena di hari pertama tidak ada acara makan malam dari paketnya, maka kami memutuskan room service dengan memesan Nasi Goreng Sampireun yang berisi telur dadar, ayam goreng, bakso, acar dan kerupuk.

Selesai makan, kami langsung tidur sampai keesokan harinya yang lebih seru!

Pesan nasi goreng untuk dibawa ke kamar. Rasanya lumayan lah. (Dinner hari pertama tidak termasuk dalam paket ya)

Pesan nasi goreng untuk dibawa ke kamar. Rasanya lumayan lah. (Dinner hari pertama tidak termasuk dalam paket ya)

One comment

Leave a Reply