Bulan Madu di Kampung Sampireun – Day 2

Merayakan ulang tahun ke-29 suamiku di bawah bulan purnama, di tengah-tengah danau sampireun dengan rakit yang penuh cinta. Alhamdulillah

Merayakan ulang tahun ke-29 suamiku di bawah bulan purnama, di tengah-tengah danau sampireun dengan rakit yang penuh cinta. Alhamdulillah

Hari ke-2 bulan madu di Sampireun memiliki banyak aktivitas, diantaranya foto-foto dengan fotografer , spa-couple, candle light dinner dll. Pagi hari pukul 07.00 akan ada petugas yang keliling lagi, kali ini mereka membagikan sundanese snack, dan hari ini menunya adalah bubur lemu (bubur sumsum dalam bahasa Indonesia). Selesai menyantap bubur lemu, kami berkeliling area Kampung Sampireun dengan berjalan kaki sambil menuju restoran untuk sarapan dengan buffet menu. Rasa makanannya mengingatkan akan masakan rumah yang dimasak oleh Ibu dan Uwa saya di garut, rasanya seperti kembali ke masa lalu :’) . Sehabis sarapan, kami kembali ke kamar dan memberikan makan ikan (makanannya sudah dikasih 2 pack dari hotel ketika kami check-in).

Sarapan di tengah pepohonan yang rindang dan suasana yang sejuk

Sarapan di tengah pepohonan yang rindang dan suasana yang sejuk

Salah satu spot foto favorit pengunjung Kampung Sampireun

Salah satu spot foto favorit pengunjung Kampung Sampireun

Pukul 09.00 receptionist akan menelepon ke kamar untuk mengingatkan jadwal pemotretan. Ya, pemotretan! Seru banget, kan?! Rasanya saya baru menemukan paket honeymoon yang disertai dengan sesi foto oleh fotografer profesional. Sesi foto memakan waktu 30 – 45 menit di area yang sudah ditentukan oleh fotografer. Selesai sesi foto, kami memilih 1 foto yang dicetak 10 R (ini sudah termasuk ke dalam paket), namun jika kita ingin copy semua foto ke CD + Edit, tinggal menambahkan saja untuk fotografernya. Foto yang sudah dicetak dan CD-nya akan dikirim ke rumah / kantor setelah 2 Minggu kunjungan. (Nyatanya foto sudah sampai 9 hari dari kunjungan lho).

Foto-foto hasil AA fotografernya bisa dilihat di sini

Beberapa hasilnya seperti ini:

imageedit_1_5136511422

imageedit_3_9603100456

imageedit_5_2385512508

imageedit_7_2025849573

imageedit_9_4368124332

imageedit_11_9506775870

imageedit_13_2345425825

 

Selesai sesi foto, jam 10.00 adalah sesinya spa-couple. Wow banget kan?! Spa-nya ini menggunakan produk dari Martha Tilaar, kebayang deh mahalnya kalau kita gak beli paket. Untuk suami, ruangannya terpisah, di gubug yang sudah disediakan kamar mandinya. Pijatan terapisnya enak banget, waktu itu saya memilih lulur bengkoang, sedangkan suami memilih strawberry. Sebenarnya kami ditawarkan untuk menambah service berendam berdua seharga 250rb sepasang (normalnya 250rb per-orang) tapi tidak kami ambil karena toh di kamar kami sudah berendam :).

Ruang spa untuk perempuan, tempatnya lebih tinggi.

Ruang spa untuk perempuan, tempatnya lebih tinggi.

 

Si Akang udah nungguin aku spa :)

Si Akang udah nungguin aku spa :)

 

Tempat spa suami, lokasinya di dalam gubug-gubug dekat kolam renang

Tempat spa suami, lokasinya di dalam gubug-gubug dekat kolam renang

Selesai spa-couple, kami menuju ke Seruling Bambu Restoran yang lokasinya tidak begitu jauh dari tempat spa untuk makan siang (ini sudah termasuk harga paket). Saya memilih menu ‘Nasi Tutug Oncom’ yang disajikan dengan tahu, tempe, ayam goreng, lalaban, sayur asem, sambal dan rempeyek’ dan untuk dessert, sebenarnya pasangannya Nasi Tutug Oncom dengan es kelapa muda, namun saya minta ditukar dengan buah-buahan. Suami saya memilih ‘Bebek Rangu’ yang disajikan dengan nasi putih, karedok, rempeyek, dan sambal hijau serta es campur sebagai dessert. Wah lagi-lagi kami mendapatkan kenikmatan dari makanan dan dessert-nya. Enaaaaakkk banget! Apalagi es campurnya berkesan banget rasanya :).

Makan siangnya aku

Makan siangnya Mas Fikri

 

Makan siangnya Mas Fikri

Makan siangnya Aku. Ini es campurnya enak banget deh… Kayanya es campur terenak yang pernah dimakan. Nyaaam

Selesai makan, kami kembali ke kamar untuk istirahat dan sorenya keluar sebentar untuk makan bakso aci di daerah kota. Sebelum magrib kami sudah kembali ke resort karena floating candle light dinner menunggu kami. Pukul 19.20 ada petugas yang menjemput kami untuk diantar ke rakit tempat candle light dinner. Sungguh romantis, berada di tengah danau, diterangi bulan purnama, diiringi suara jangkrik, diterangi lilin-lilin, menyantap hidangan spesial bersama orang yang dicintai. Alhamdulillah, ini adalah malam spesial bagi kami, dan ini adalah candle light dinner kami yang pertama dalam seumur hidup kami.

Our very first candle light dinner. Di tengah danau pula. Alhamdulillah Ya Allah...

Our very first candle light dinner. Di tengah danau pula. Alhamdulillah Ya Allah…

 

Makan malamnya aku

Makan malamnya aku

 

Makan malamnya Mas Fikri

Makan malamnya Mas Fikri

Untuk makanannya, saya menyantap “Bistik Jawa” yang terdiri dari Bistik daging sapi 180gr disajikan dengan nasi liwet goreng, tumis sayuran, keripik kentang, telor rebus serta pudding mouse with fruits dan kelapa aren Sampireun sebagau dessert-nya. Suami saya menyantap “Fish grill lemon buter sauce” yang terdiri dari grill fish served with puree potato, blanched green bean and tomato cherry and french garlic bread serta fruits yoghurt dan fresh cream panacotta sebagau dessertnya.  Selesai candle light dinner selama 1 Jam, kami kembali ke kamar. Lagi-lagi jam 21.00 kami sudah disuguhkan bajigur (wah benar-benar program penggendutan di sini).

5 comments

Leave a Reply