Babymoon di Palembang

21 Juni 2014 – Babymoon kami lakukan ketika usia kehamilan saya berusia 6 bulan dengan kondisi kehamilan yang baik, sebelumnya sudah teruji dengan terbang ke Surabaya dan Bali karena dinas kantor.

Kami memutuskan babymoon ke Palembang karena lokasinya tidak terlalu jauh dari Jakarta, masih satu jam-an menggunakan pesawat. Waktu itu kami berangkat dari bandara Halim menggunakan Citilink jam 15.00 dan kami hampir saja ketinggalan pesawat karena saat itu Jakarta sedang macet dan hujan lebat. Sesampainya di bandara, penumpang yang lain sudah boarding. Jadi kami pas sekali sampainya. Selain itu saya hanya membawa tas tangan, dan suami membawa tas ransel, jadi tidak perlu bagasi sehingga kamu bisa langsung boarding.

Sampai di Bandara Sultan Mahmud Badarudin II Palembang pukul 16.00 kami langsung ke pool Blue Bird Palembang untuk bersilaturahmiĀ  dengan rekan kerja di sana (Makasih yaa Mas Rudy Alwajan). Setelah itu kami langsung ke Hotel tempat kami menginap, yaitu Hotel Arista Palembang yang lokasinya dekat dengan Pool Blue Bird Palembang. Baca review Hotel Arista Palembang versi kami di sini.

Pertama kali kami ke Sumatera bersama, plus dedek bayi dalam perut. What a beautiful night...

Pertama kali kami ke Sumatera bersama, plus dedek bayi dalam perut. What a beautiful night…

imageedit_4_9703721091

Malamnya kami dinner di restoran River Side di samping Sungai Musi. Bagi saya, makan di sini adalah pengalaman kedua setelah waktu itu saya makan di sini menjamu para blogger acara Sea Games Palembang. Rezeki bagi kami karena pada saat itu mendapatkan tempat duduk dengan view yang indah (Disarankan pesan tempat dulu, thanks to Mba Mela yang sudah bantu reserve). Makanan di sini lezat-lezat, buat bumil dan pakmil ini bahagia deh pokoknya. Semoga dedek dalam perut juga senang makan seafood samping Sungai Musi šŸ™‚ . Tak lupa kami foto-foto dengan latar jembatan Ampera dengan lampu-lampu cantik yang menyinarinya. Alhamdulillah atas rasa nikmat ini ya Allah….

Siap jalan-jalan menyusuri Palembang dibantu dengan aplikasi Waze :p

Siap jalan-jalan menyusuri Palembang dibantu dengan aplikasi Waze :p

Keesokan harinya setelah check-out, kami berjalan-jalan menyusuri Kota Palembang menggunakan aplikasi waze (Alhamdulillah wisata bisa dengan mudahnya menggunakan waze. Oh Thanks to Waze!). Cuma gak enaknya, mata jadi mantengin waze, gak bisa menikmati jalanan Palembang. Pertama-tama kami menyusuri Jembatan Ampera menyebrangi Jembatan Musi menuju Jakabaring Sport Center yang di dalamnya ada Gelora Sriwijaya, Jakabaring Aquatic Stadium, wisma atlit dan masih banyak lagi (ini mengingatkan saya dengan Sea Games 2011 di mana saya menjadi media relations Sea Games 2011).

Jadi ingat zaman saya jadi tim sukses Sea Games 2011. Di tempat ini saya pernah bekerja dengan media dan blogger :)

Jadi ingat zaman saya jadi tim sukses Sea Games 2011. Di tempat ini saya pernah bekerja dengan media dan blogger :)

Tempat main-nya Sriwijaya FC nih.. Keren bangat Gelora-nya!

Tempat main-nya Sriwijaya FC nih.. Keren bangat Gelora-nya!

Setelah berkeliling dari Jakabaring, kami menuju ke Benteng Kuto Besak yang ternyata tidak ada apa-apanya, saya kira di dalamnya ada yang bisa dikunjungi, ternyata di dalamnya ada sekolah angkatan. Dari sana kami balik ke arah Jakabaring untuk ke masjid bergaya China, Masjid Cheng Ho. Karena belum waktunya salat, kami kembali ke hotel untuk istirahat sejenak dan melanjutkan wisata kuliner bersama salah satu rekan kami, namanya Mba Mela (Thanks to Mba Mela yang sudah mengajak kami jalan-jalan dan menraktir pindang pating khas Palembang). Setelah itu kami tak lupa makan dan beli pempek Candy yang terkenal itu. Sebenarnya sih di Palembang banyak pempek enak , bahkan lebih enak dari Pempek Candy. Hanya kali itu saya ingin memperkenalkan Pempek Candy yang sudah terkenal kepada suami saya. Heheeā€¦ Lalu kami jalan-jalan kota Palembang, melihat Pulo Kemaro dari kejauhan (batal nyeberang karena panas , maklum ya bumil).

Foto di depan Benteng Kuto Besak

Foto di depan Benteng Kuto Besak

 

Last stop di Masjid Cheng Ho dengan nuansa merah dan hijau yang kental. Masjid ini berada di dalam perumahan, jadi nanya-nanya sama orang Perumahannya untuk sampai ke sini.

Last stop di Masjid Cheng Ho dengan nuansa merah dan hijau yang kental. Masjid ini berada di dalam perumahan, jadi nanya-nanya sama orang Perumahannya untuk sampai ke sini.

Sore hari Babymoon kami selesai dan saatnya pulang ke Jakarta. Terima kasih Palembang atas memori yang indah kedua kalinya. Pertama saat saya menjadi tim Sea Games Palembang, kedua babymoon di Palembang šŸ™‚

Jembatan Ampera ini menjadi saksi babymoon kami :)

Jembatan Ampera ini menjadi saksi babymoon kami :)

Leave a Reply