Warning: curl_init() has been disabled for security reasons in /home/mwulncom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 95

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mwulncom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 97

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mwulncom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 98

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mwulncom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 100

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mwulncom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 103

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mwulncom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 106

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mwulncom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 333

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mwulncom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 334

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mwulncom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 363

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mwulncom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 370

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mwulncom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 375

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mwulncom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 376

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mwulncom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 377

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mwulncom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 379

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mwulncom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 382

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mwulncom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 150

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mwulncom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 151

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mwulncom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 159

Warning: curl_exec() has been disabled for security reasons in /home/mwulncom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 162

Warning: curl_errno() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mwulncom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 167

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mwulncom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 181

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/mwulncom/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 182
02 | December | 2018 | Wulan Muhariani

Memilih Tempat Melahirkan Ideal Bagi Ibu Hamil

Bagi saya, memilih tempat melahirkan menjadi prioritas sebelum memilih dokter kandungan, dan saya serta suami memiliki kriteria khusus dalam memilih tempat bersalin. Tempat bersalin bisa di rumah sakit, rumah bersalin, ataupun di tempat bidan. Kami memilih di rumah sakit karena di sana tentunya tersedia perlengkapan medis yang lebih lengkap. Sebenarnya saya melahirkan 2 kali di RS Jakarta Medical Center, Warung Buncit, Jakarta Selatan, tapi kami sempat berencana melahirkan di Rumah Sakit Aulia, Jl Jeruk, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Rumah Sakit Aulia

Di kehamilan pertama, kami memutuskan untuk ke RS Aulia dengan dr. Meity Elvina, SpOG yang saat itu sedang jadwal di sana. Kami mendengar reputasi baik RS Aulia dari orang-orang terdekat kami, katanya RS Aulia itu banyak yang sukses melahirkan normal, dokternya bagus-bagus, manajemen dan petugas medis-nya pro-ASI, dan bagi yang beragama Islam akan dipanggilkan Ustadz untuk didoakan ketika anak kita sudah lahir. Ternyata, yang saya rasakan ketika tahun 2014: dokter memang bagus, tetapi kekurangannya adalah di fasilitas yang belum memadai seperti tidak ada mushola sampai kami harus masuk gang-gang sebelah RS untuk mencari tempat solat, tidak ada kantin sehingga kalau kehausan ya repot, mana ga ada minimarket terdekat kala itu, paling kalau lapar beli makanan dan minuman di Kedai H.Asari seberangnya.

Saya juga merasa perawat-nya masih junior (terlihat masih muda dan belum berpengalaman). Perawatnya ramah-ramah namun ga ada yang sukses nginfus atau pas ngambil darah, pasti lebam-lebam dan sakit deh bagian tubuh saya yang kena jarum.. Minusnya lagi waktu itu gak bisa pakai kartu, jadi benar-benar cash only (entah ya kalau sekarang). Fasilitas seperti toilet dan kebersihan agak minus, masak ya tangga ke poli kebidanan nyeremin banget buat ibu-ibu hamil. Tapi mungkin sekarang lebih bagus ya karena sudah renovasi? Oh ia Aulia ini sudah bertransformasi dari Rumah Sakit Ibu & Anak (RSIA) jadi RS umum.

Kalau ada pembaca yang sudah merasakan RS Aulia yang sudah bertransformasi, silakan meninggalkan komen ya di tulisan ini :). 

Rumah Sakit Jakarta Medical Center (RS JMC)

 Sebenarnya sama sekali ga ada niat buat melahirkan di RS JMC karena ini kan RS umum jadinya ga kepikiran kalua kebidanan-nya bagus. Ibu saya pun menganjurkan untuk melahirkan di JMC saja karena kami sudah familiar dengan RS ini, dekat dengan rumah orang tua (di Pejaten) dan dekat dengan kantor saya (di Mampang). Mungkin doa orang tua kali ya, jadinya melahirkan di JMC 2X hehe..

Kehamilan yan pertama saya ke JMC hanya untuk ‘mencoba’ dan observasi, kala itu dengan dr Arju Anita SpOG yang sedang praktik. Karna kurang puas dan mau ‘mencoba’ dokter lain, bulan ke-4 kami sempat ke dr. Hervy SpOG dan Bu dokter inilah yang membocorkan jenis kelamin anak kami tanpa diminta hehehe… “Wah Bu, monasnya keliatan!” Katanya saat itu ketika USG saya :p . Setelah itu saya kembali ke dr Anita hanya untuk meminta surat rekomendasi dokter karena mau bepergian menggunakan pesawat. Tapi saya tetap periksa rutin di Aulia dengan dr Meity.

Sampai pada akhirnya karena kondisi kehamilan yang memburuk, saya di-observasi dan melahirkan dengan persalinan sesar di JMC dengan dr. Arju Anita SpOG.

Setelah merasakan 2x melahirkan di JMC, saya sangat merekomendasikan JMC sebagai tempat persalinan karena:

  1. Harga terjangkau

Yap, kami sudah survey beberapa RS swasta di Jaksel dan JMC paling murah lho tapi pelayanannya prima! Lahiran yang pertama itu di kelas 2 (3 orang) habis 20juta something, itupun karena banyak tindakan. Lahiran yang kedua habis 20jutaan juga tapi ga sebanyak lahiran pertama dan kami milih kelas 1 (2 orang) lalu upgrade ke kamar utama (sendiri).

Setiap ruangan di kelas 2, 1 dan utama sebenarnya sama ya. Ada TV dengan TV kabel, kulkas, dan kamar mandi dengan shower (tapi enggak ada air hangat). Cuma memang agak sempit ya kalau room-sharing di JMC. Nah kalau di kelas utama, tambahannnya ada sofa untuk yang nunggu. Sama yang membedakan itu di makanan. Kalau kelas 1 makanannya pakai melamin yang jadi 1 tapi ada sekatnya, kalau kelas utama pakai piring / mangkok beling yang terpisah-pisah. Lalu jika di kelas 1 buahnya buah potong kaya semangka dan melon, kelas utama buahnya lebih beragam seperti pir dll. Oh ia, di kelas utama ini kita bisa milih menu untuk keesokan harinya + dipinjamin termos dan dikasih teh/susu (bisa milih).

  1. Dokter Ahli Berpengalaman

Wah, kalau masalah dokter sih ternyata TOP semua ya.. Apalagi katanya dr Anita SpOG itu udah biasa menangani yang gawat janin kaya aku, dan dr Mariza SpoG juga sama berpengalaman. Alhamdulillah bersyukur banget  pas lahiran kedua, dr Mariza tandeman sama dr Anita yang tau riwayat kehamilan aku. Dokter anaknya juga bagus-bagus, ada dr. Rebecca SpA yang menangani anak kami yang pertama (dokter yang Panjang banget antriannya dan banyak yang cocok berobat sama dr Rebecca, termasuk anakku Zhafran). Lalu ada dr. Irma Rochima SpA yang praktik di Brawijaya juga.

Tadinya pas lahir anak kedua, pengen sama dr Rebecca juga tapi sayangnya beliau tidak bisa dan yang available dr. Irma. Bu dr Rebecca sampai nyamperin kami di ruang VK untuk meminta maaf karena tidak bisa memenuhi permintaan saya (Ndak apa dok, mungkin anak kedua jodohnya sama dr Irma). Bu dr Irma ini orangnya asik juga buat berkonsultasi, gak pelit informasi tentang tumbuh kembang anak, orangnya mungil dan ngomongnya lembut. Alhamdulillah aku dan anak-anakku ditangani dokter spesialis yang hebat-hebat!

  1. Pelayanan ramah

Suster, bidan dan bagian administrasinya juga ramah, ga ada yang jutek. Ini penting banget sih dimana kita lagi butuh support sebagai Ibu yang baru melahirkan, belum bisa ngapai-ngapain karena sesar. Jadi H+1 sesar kita akan dilap oleh bidan, hari-hari berikutnya dilap sama keluarga atau mandi sendiri. Bidan-bidan juga selalu standby kalau kita butuh bantuan,mereka juga kasih edukasi gimana caranya mengatasi rasa sakit, mijetin dan bersihin payudara, ngajarin mijetin biar ASI lancar dll. Bahkan bidan juga sangat mengerti dengan kondisi aku, malah ada yang matiin TV dan lampu biar aku istirahat. Mereka engga mau tensi aku naik dan kenapa-kenapa. Katanya kalau bayinya tidur, aku harus tidur which is I agree. 

  1. Lokasi strategis

Di pinggir jalan Warung Buncit, dekat sama Pizza Hut, Pejaten Village (kalau mau sekalian nge-mall), bisa pakai angkutan umum dan TransJakarta (turun di Halte Warung Buncit). Jadi kalau ada yang meu jenguk, Insya Allah mudah dijangkau.

  1. Pro-ASI

Kalau bayi kita kondisinya vit, mereka ga akan membiarkan kita kasih susu formula. ASI is the best! Mereka juga melakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) setelah bayi dilahirkan jika kondisi Ibu & bayi sehat serta memungkinkan untuk IMD. Alhamdulillah di kelahiran kedua ini saya bisa IMD dan kata dokternya ASI langsung keluar. Yeayy…!!

  1. Makanan Lezat

Saya juga suka di JMC karena makanan-nya lezat, pas di lidah saya, gak hambar. Kalau kita ada di kamar utama ke atas, maka menunya bisa dipilih, termasuk mau buah apa. Lalu untuk kamar utama, kita dipinjamkan termos isi air panas, dan sore bisa milih susu atau teh. Kalau di VIP, ada minuman Teh Botol Kotak.

Makanan di kantin juga lezat-lezat dengan harga yang terjangkau. Kantin-nya sudah buka pukul 05.00 sd 22.00 dan favoritku tahu goreng, pisang goreng, kwetiau goreng, dan minumnya ice lemon tea.

Pasien di kamar utama ke atas yang mendapatkan makan-nya bisa memilih menu.

Semua pilihannya enaakk…

  1. Room-In dengan Bayi

Ini juga penting sih buat saya, bisa se-ruangan dengan dedek bayi jika semua kondisi memungkinkan. Namanya bayi baru lahir, pasti kita seorang Ibu maunya dekat terus kan dengan bayinya, dan kalau menyusui jadi lebih mudah serta cepat.

Asyiknya rooming-in dengan bayi. Bisa lihat anak kita kapan saja.

  1. Fasilitas di Kamar

Di kamar utama, pasien sendiri dengan reclining bed, lalu ada sofa untuk yang nunggu, AC yang berfungsi sangat baik, televisi cukup besar dengan adanya TV kabel (suami seneng banget), dan kamar mandi dengan shower tapi tidak ada air panas. Di kamar juga sudah disediakan alas di kasur (takutnya darah nifas bocor), sikat & pasta gigi kecil, handuk kecil, dan sabun batangan.

Ruang Utama di RS JMC – Waktu aku di-observasi. Ruangannya nyaman dan pas untuk sendiri dan ditemanin suami.

  1. Bekal untuk pulang

Ternyata ketika saatnya pulang, kami ‘dibekali’ termometer air raksa (manual), kain kasa untuk membersihkan tali pusar, dan buku kesehatan anak – gunanya untuk mencatat riwayat kelahiran & kesehatan termasuk catatan imunisasi.

Kiri: Paspor kesehatan anak pertama. Kanan: Paspr kesehatan anak kedua (Sampulnya aja yang beda, isinya sih sama). Surprisenya adalah data-data orang tua dan bayi sudah diisikan oleh pihak RS dan tulisannya better than me. Jadi ku tak usah ribet-ribet nulis. Hhee…

Biaya?

Kurang dari 20juta dengan pelayanan terbaik. The best lah JMC! Terima kasih untuk manajemen, dokter, bidan, karyawan, cleaning service, security, pokoknya semua keluarga besar Jakarta Medical Center.

Oh ia, dan yang pasti di JMC tidak terasa seperti di rumah sakit, nyaman, tidak bau, dan tidak horor 😀 .

Kurang lebih 8 bulan selalu menyambangi poli ini 🙂

Ruangan operasi, ruangan VK & r. melahirkan ada di sebrang kantin.