Pengalaman Menggunakan Bus Tingkat ‘Putera Mulya’

Januari 2019, masyarakat dibuat kebingungan dengan mahalnya tiket pesawat yang berimbas dengan naiknya harga tiket kereta api, khususnya bagi perantau yang jauh dari daerah asalnya dan ingin pulang menjenguk keluarga. Tak terkecuali kami, The Azfilani Family yang mau menjemput anak sulung yang menghabiskan masa liburan di tempat Mbahnya, di Wonogiri, Solo. Kami berangkat menggunakan bus GMS dan pulangnya tanpa rencana kami memesan tiket bus Putera Mulya.

The Azfilani Famiy berfoto di samping bus tingkat Putera Mulya

 

First Executive Class harganya Rp. 225.000,- . Anak 3 tahun ke atas, full bayar.

Sebenarnya sudah lama kami mendengar ada bus tingkat dari Wonogiri ke Jakarta maupun sebaliknya – sekitar 2 tahun ke belakang, namun baru kali ini kami menaikinya untuk pulang ke Jakarta lanjut Depok. Awalnya kami bingung mau naik apa, kereta, pesawat atau bus saja? Lalu berangkatlah kami ke terminal Krisak yang tak jauh dari rumah Bapak-Ibu. Setelah tanya-tanya, ternyata bus tingkat Putera Mulya 30 menit lagi sampai (pukul 13.00) ke terminal Krisak dan kami ingin melihatnya, senyaman apa sih busnya? Setelah bus datang dan kami survey ke dalam, mantaplah hati untuk pesan tiketnya karena selain harganya terjangkau (dibandingkan naik moda transportasi lainnya), di dalam bus terlihat nyaman. Kami pesan untuk keesokan harinya dengan start dijemput jam 13.30 dari depan Taman Pusaka Wonogiri dan tujuan akhir Pondok Pinang, Jakarta Selatan, tapi kami bisa memilih turun sebelum lokasi akhir, maka kami request untuk turun di Cilandak.

Alhamdulillah bawa anak-anak naik bus dan gak rewel. Mereka menikmati perjalanan ini.

Bus tingkat ini terdiri dari 2 tingkat; tingkat pertama tentunya ada ruang kemudi, 6 seat ‘elegant class’ (configuration seat 1-2), toilet dan coffee maker, sedangkan tingkat kedua ada kira-kira 30-an kursi dengan configuration seat 2-2 yang dinamakan ‘first executive class’. Saat itu kami pesan di first executive class seharga Rp. 225.000,- karena elegant class seharga Rp. 325.000,- sudah penuh. Kenapa jomplang banget jumlahnya dan kenapa lebih mahal? Karena kursi di elegant class ini besarnya seperti naik pesawat business class, jadinya hanya muat 6 kursi saja deh. Perlu diingat, untuk anak di atas 3 tahun sudah bayar full ya…!

Suasana dalam bus tingkat dua

 

My son say “I like this bus” berulang-ulang 🙂

 

My daughter pun senang di dalam bus (Maaf foto blur, susah sekali moto anak-anak dalam keadan bus berjalan).

Kursi di first executive class tak kalah nyaman, sama-sama reclining seat, ada bantal, selimut, USB, AVOD (Audio/Video on Demand) untuk nonton film yang lumayan update (film Indonesia & internasional) dan mendengarkan musik. Kalau bosan dengan daftar film/musiknya, kita bisa mencolokkan flashdisk/USB yang disambungkan ke AVOD. Selain itu di tingkat kedua juga ada dispenser dengan air panas dan air biasa, wah ini sih penting banget buat yang bawa anak dan perlu air panas untuk menyeduh susu, penting juga buat orang yang minumnya banyak seperti saya 🙂 , untuk ‘nyeduh’ kopi, teh, bahkan mie instan juga bisa! Menariknya, setiap penumpang diberikan snack dan kopi instan beserta gelasnya untuk diseduh sendiri. Di dalam bus Putera Mulya juga disediakan ruangan khusus merokok yang muat untuk 2 orang. Wah wah sepertinya manajemen Putera Mulya tahu betul ya bagaimana memanjakan pelanggannya dari segala segmen; emak-emak, bapak-bapak perokok, tukang makan dan minum, tukang tidur dll hehe.

Tersedia pilihan film nasional dan internasional,yang update meski tidak terlalu banyak.

Setiap kursi mendapatkan box berisi 1 snack dan 1 minuman instan.

 

Dispenser di tingkat dua berisi air panas dan air biasa.

Bus akan berhenti 1x selama 30 menit untuk istirahat sekalian solat magrib. Naik bus ini tuh spesial banget, kami tentunya menjadi pusat perhatian dengan bus yang menjulang tinggi dan saat berhenti di tempat peristirahata, bus beda sendiri dan tempat makannya juga beda sendiri dengan bus-bus lain. Tempat makan penumpang Putera Mulya ber-AC, bersih dan ada toilet kering dan bersih di dalamnya, sayangnya penjaga toilet judesnya bukan main. Untuk musholla masih bergabung dengan penumpang bus lain, yaitu di belakang tempat makan bus lain. Makanan yang disediakan rasanya lezat; nasi, pilih 1 lauk, tumisan, sambal dan sop, serta minumnya teh manis panas. Nikmatnyaa…

Tempat makan bersih, ber-AC dan luas

 

Nasi, 1 lauk, 1 sayuran, sop, dan teh manis panas

Setelah itu bus akan kembali melaju ke Jakarta lewat tol yang baru, dan bus keluar di Cikarang sekalian menurunkan penumpang, lalu lanjut ke Bekasi Timur, Terminal Pulo Gebang, Pasar Rebo, Cilandak dan berakhir di Pondok Pinang. Kami sampai di Cilandak jam 02.30 malam, sehingga total perjalanan kami dari Wonogiri ke Jakarta memakan waktu 13 jam.

Menikmati perjalanan..

Bagaimana cara pesan tiketnya?

  1. Kalau dari Jakarta, selain menggunakan telepon, bisa pakai Traveloka dan aplikasi Red Bus. Dari Pondok Pinang berangkat pukul 14.30. Nomor telepon agen Pondok Pinang: 082311256267
  1. Kalau dari Wonogiri, hanya bisa telepon ke agen. Untuk agen di Krisak bisa menghubungi 081329414078

Tips

Jika mengincar duduk di elegant class atau di bagian depan first executive class, pesan dari jauh-jauh hari, minimal 1 minggu sebelumnya.

Apa kata mwulan?

Bisnya nyaman, tapi gak bisa ngebut ya karena mungkin tinggi hehe..  My Son say “I like this bus!” berulang-ulang. Cocok untuk alternatif bepergian lintas Jawa, hanya kekurangannya kebanyakan menurunkan penumpang pas sampai Cikarang dan Bekasi. Mungkin kalau tidak berputar-putar, sampainya lebih cepat. Overall kami puas dengan layanan bus Putera Mulya, merekomendasikannya kepada Anda dan suatu saat akan menggunakan bus ini lagi.