Perjuangan mendapatkan Abekani

“Tas yang akan memilih pemiliknya”

Kedengaran aneh gak sih? Kenapa harus tas yang memilih pemiliknya, bukankah kita kalau punya uang, tinggal beli saja produknya sehingga kita bisa menjadi pemiliknya? Memang aneh, tapi itu nyata, di Abekani. Apa itu Abekani? Abekani adalah produk kulit (mostly tas) asal Yogyakarta sejak tahun 2009 yang didirikan oleh Tunjung yang lebih dikenal dengan Tunjung Abekani. Selain tas, ada juga dompet, id card, pouch, name tag, dan aksesoris lainnya yang berbahan kulit.

Selain yang di belakang, yang aku pegang juga keren 🙂

Uang saja tidak cukup membeli Abekani dengan cara semestinya. Mengapa semestinya? Karena ada beberapa orang yang menggunakan kesempatan ini menjual tas Abekani dengan harga tinggi di marketplace-marketplace lain. Jadi semua pembelian dan transaksi itu lazimnya dilakukan di Facebook Group Abekani(an) Lovers. Abekanian adalah nama pecinta Abekani. Untuk mendapatkan produk Abekani fresh from WS (dari pabriknya), Anda perlu doa yang banyak, sinyal internet yang mendukung, jempol yang lincah, otak yang harus serius dan konsen serta tentunya keberuntungan. Percuma saja kalau otak dan jempol sudah bekerja dengan baik, ketentuan dari Mbok Tunjung-lah yang akan menentukan. Makin penasaran yaa dengan si Abekani ini? Sebelum kita ‘rebutan’ beli produk Abekani, kita harus join di secret group-nya. Dulu sih katanya sempat open, tapi karena kebanyakan penyusup, jadi lebih sering dibuat secret.

Kenapa saya bisa tergila-gila dan terlihat obsesi dengan produk Abekani itu dimulai dari artikel di Line Today mengenai produk kulit yang digandrungi oleh banyak orang, salah satunya Abekani. Karena sedang hamil, saya jadi ngidam dan semakin mencari tahu dan tambah penasaran plus kepincut. Saya pun mencari teman-teman yang punya kenalan member Abekani dan akhirnya dibantu Bunda Lia Olivia (Kenalan sesama Mombassador). Temannya Bunda Lia ini, yaitu Mba Yulia sudah lama bergabung jadi member Abekani. Sayangnya karena sedang ketat proses penerimaan anggota, saya tidak putus asa. Saya follow semua media social Mbok Tunjung dan mention beliau. Alhamdulillah Mbok Tunjung merespon mention saya di Twitter. Setelah itu kami berteman di Facebook dan setelah ia invite saya, entah kenapa saya gagal terus jadi membernya sampai bolak-balik message Mbok Tunjung sampai saya bosan sendiri. Nah, di tengah kebosanan tapi penasaran itu, saya iseng-iseng ketik facebook groupnya dan klik ‘confirm’ menerima undangan, Alhamdulillah masoooookkkk….!

Saya berhasil gabung di Agustus 2018, namun baru berhasil dapat produknya di akhir April 2019. Tak terasa 8 bulan lamanya penantian ini pecah telor juga mendapatkan tas baru dari pabriknya. Sebenarnya bisa sih beli kalau ada yang jual prelove-nya, tapi kok kurang greget gitu ya. Hehe… Tas pertama yang saya dapatkan adalah c-bag 3tone ukuran small berwarna olive-off white dan black di bagian pegangannya. Sebenarnya saya tuh bukan fans tas kecil, tapi tas ini sangat spesial karena ternyata dia sudah memilih saya dan mudah-mudahan menjadi pemancing di periode selanjutnya. Oh ya, dan ketika saya berhasil mendapatkan tas ini, saya merasakan apa itu yang namanya embargo. Jadi ketika kita berhasil membeli, kita tidak boleh ikutan membeli produk selama 4X NL (Numpang Lewat) – waktu dimana kita bisa membeli produk. Sedangkan NL berlangsung 1-2 minggu 1X, setiap Jumat. Bagaimana cara ikutan NL?

Sensasi membeli produk Abekani tuh emang beda banget deh !

Benar saja, setelah saya mendapatkan C-Bag ini, NL berikutnya saya mendapatkan dompet LW-001 warna havana (cokelat muda) untuk suami yang bulan Mei lalu ulang tahun. Semoga NL/MD berikutnya saya bisa mendapatkan tas jenis Lumongga, Emersonia yang peach/blue dan dompet untuk perempuan seperti Safine. Kenapa saya gak posting keinginan saja sebagai WL? Karena saya ingin dapat tasnya baru dari pabriknya. Perasaan ketika membuka paket dari Abekani tuh bikin deg-degan, karena pertama kalinya mencium bau dan memegang kulit yang baru diproses dari pabriknya menjadi sebuah karya yang indah.

Tas Abekani-ku pertama. Ternyata C-bag ukuran S berwarna olive-off white ini memilihku merawatnya!

Oh ya, saya juga semakin suka dengan Abekani karena mereka mempekerjakan penduduk lokal sehingga secara tidak langsung kita mendukung perekonomiannya mereka juga. Sebagia bahan dalam tas, Abekani menggunakan kain lurik yang dibuat khusus oleh pengrajin di Yogya – ini juga secara tidak langsung kita melestarikan kain lurik asli Indonesia. Tidak hanya itu, Abekani juga rajin membayar pajak karena setiap produk yang kita beli, kita juga membayar ppn dan disetorkan oleh mereka dengan tertib.

Liat deh kulitnya, menul-menul! Jahitannya rapi, pas dibuka dari dus dan dust bag-nya , uhm wangi semerbak…!

Kalau dipikir-pikir ya, di Abekani tuh kita diajarkan keikhlasan ketika koleksi kita dijual kepada yang menginginkan (karena sudah terlalu banyak tas di rumah), mengajarkan kedisiplinan karena kita harus mantengin laptop/hp di jam yang sudah ditentukan, mengajarkan itu ketelitian dan kecekatan karena kita harus mengisi form/comment dengan cepat dan tepat (Big no no untuk typo), mengajarkan kesabaran dengan internet/traffic dunia maya yang tidak bisa diprediksi, mengajarkan kesabaran manakala gagal membeli produk yang diinginkan dan mengajarkan rasa syukur ketika kita berhasil mendapatkan produk yang kita mau.

Abekani, oh Abekani.. Terima kasih telah mewarnai lemariku!

Penasaran bagaimana caranya gabung di Abekani(an) Lovers dan bagaimana cara membeli tas/produknya? Cek di sini.