Serba Serbi Alergi Susu Sapi

Bingung gak sih ketika anak kita terbukti alergi susu sapi? Itulah yang sempat kami rasakan sebagai orang tua, ketika si kecil mengalami alergi susu sapi. Selepas ASI ekslusif, si kecil mulai campur minum susu sapi, namun ternyata di beberapa badan dan wajahnya muncul ruam-ruam kemerahan hingga saluran pencernaan si kecil terganggu yang mengakibatkan diare. Gimana gak hancur melihat anak kesakitan karenanya? Akhirnya kami membawa si kecil ke dokter spesialis anak. Setelah melalui beberapa rangkaian pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa anak saya alergi susu sapi. Duh, terus gimana dong? Anak saya dikasih apa dong? Beberapa pertanyaan muncul di benak saya. Dokter menyatakan untuk tidak khawatir karena ada solusi untuk anak yang alergi susu sapi, yaitu minum susu soya.

Sempat bingung anak tidak tercukupi gizinya, mari kita telaah terlebih dahulu mengenai nutrsi pada anak. Sebenarnya bagaimana sih pemberian nutrisi anak usia >1 tahun? Untuk para BADUTA (Bayi di Bawah Dua Tahun) sebaiknya mulai diperkenalkan dengan makanan keluarga, hindari makanan terlalu berbumbu tajam, pedas, terlalu asam atau berlemak, berikan makanan yang bisa dipegang sendiri (finger snack), pemberian ASI/PASI tetap diteruskan, batasi gula, garam dan minyak, serta frekuensi pemberian makan untuk si kecil yaitu 3-4 kali dengan komposisi sebagai berikut: 2-3 porsi lauk-pauk, 2-3 porsi buah-buahan, 3-4 porsi mananan pokok, 3-4 porsi sayuran dan tentunya dibarengi dengan pemberian air putih. Jangan lupa untuk mencuci tangan ketika menyiapkan makanan dan menyuapi anak.

Nah, kalau ternyata nutrisinya tidak terpenuhi dengan baik, maka tumbuh kembang si kecil tidak akan optimal. Tahukah Anda bahwa anak-anak di Indonesia masih banyak yang malnutrisi sehingga menyebabkan anemia dan stunting?

Untuk itu kita sebagai orang tua perlu memperhatikan pemberian asupan makan dan minum untuk anak kita. Lalu bagaimana jika ternyata ada tantangan kesehatan, yang salah satunya alergi susu sapi? Padahal nutrisi yang terdapat pada susu sapi penting untuk tumbuh kembang yang optimal dan kehidupannya di masa mendatang.

Yuk Kenali Alergi Susu Sapi

Untuk kasus tidak bisa mengonsumsi minum sapi sebenarnya bisa dari alergi susu sapi, intoleransi laktosa dan galaktosemia. Tapi memang paling banyak penyebabnya ya alergi susu sapi dengan gejala saluran cerna terganggu (muntah, keram perut, kolik, dan diare), ruam pada kulit, gangguan saluran pernafasan (pilek alergi atau nafas grok-grok).

Yuk Konsultasikan ke Tenaga Kesehatan

Jika anak kita mengalami gejala-gejala yang telah disebutkan di atas, dibutuhkan pemeriksaan kadar IgE spesifik atau uji kulit alergi. Menurut Prof. Dr. Budi Setiabudiawa, dr., SpA(K)., M.Kes, “Sebaiknya orang tua memeriksakan anak ke dokter, karena belum tentu penyebab alergi dari apa yang dikonsumsi, tapi bisa jadi dari udara dll sehingga kita bisa memastikan bahwa gizi anak cukup terpenuhi. Jangan sampai kita menyalahi hati ayam ketika anak kita sembelit dan seterusnya tidak diberikan hati ayam lagi yang penting untuk pertumbuhan si kecil. Mungkin saja penyebab alerginya dari tungau yang ada di rumah.” Jadi, sebagai orang tua kita tidak boleh berasumsi ya!

Yuk Kendalikan Alergi Susu Sapi!

Tentunya kita harus mengindari pemberian susu sapi dan turunannnya dan memberikan nutrisi alternatif pengganti susu sapi, bisa dengan susu formula protein terhidrolisa (ekstensif dan asam amino) dan formula kedelai (soya). Bedanya apa? Untuk pencegahan (karena mungkin ada riwayat alergi dari keluarga), sebaiknya si kecil diberikan susu formula protein terhidrolisa, namun jika si kecil sudah terkena alergi, maka dianjurkan mengonsumsi minum formula kedelai (soya).

Menurut Prof Dr. dr. Rini Sekartini, SpA(K), “Formula dengan isolat protein soya merupakan nutrisi yang tidak kalah baik bagi pertumbuhan dan perkembangan si kecil. Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa pola pertumbuhan, kesehatan tulang dan fungsi metabolisme, fungsi reproduksi, endokrin, imunitas, dan sistem saraf otak dari anak-anak pengonsumsi protein susu sapi dengan isolate protein soya tidak berbeda secara signifikan dengan anak-anak yang mengonsumsi susu sapi.”

 

Susu Generasi Maju , susu pertumbuhan anak

“Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan orang tua, yang paling penting adalah alternatif nutrisi agar kebutuhan makronutrien, termasuk protein, dan mikronutrien, tetap terpenuhi”, ujar Prof Dr dr Rini Sekartini SpA(K)

Solusi Persembahan Sarihusada untuk Para Orang Tua yang Anaknya Alergi Susu Sapi

Ternyata nih, seorang aktris & Ibu, Natasha RIzky (istrinya Desta Club 80’s) pernah mengalami hal yang sama dengan saya, anaknya yang bernama Miskha tidak cocok mengonsumsi susu sapi. Mereka awalnya khawatir dengan pemenuhan nutrisi si kecil, tapi akhirnya merasa terbantu dengan adanya alternatif solusi nutrisi seperti formula soya yang membantu orang tua memenuhi nutrisi terbaik bagi si kecil.

Aktris dan seorang Ibu, Natasha Rizky menceritakan pengalaman dengan anak alergi susu sapi. “Saya tidak khawatir lagi dengan alergi yang dialami si kecil, selama ditangani dengan tepat tidak menghalangi tumbuh kembang anak kok. Dia tetap bisa maju bersama protein yang disediakan oleh makanan yang bukan dari susu sapi,”

Nah, pada tanggal 28 Agustus 2019 lalu SGM menghadirkan inovasi terbaru dengan meluncurkan SGM Eksplor Advance+ Soya yang dilengkapi dengan 5 kebaikan ComplinutriSoy+ Soya yang dilengkapi dengan 5 kebaikan ComplinutriSoy+ untuk membantu penuhi kebutuhan nutrsi si kecil. Susu SGM Eksplor Advance+ Soya sebagai solusi nutrisi dalam membantu optimalisasi tumbuh kembang anak-anak yang tidak cocok dengan protein susu sapi, dilengkapi 5 kebaikan ComplinutriSoy+ sebagai berikut: 100% Isolat Protein Soya berkualitas, minyak ikan, omega 3 & 6, bebas laktosa, sumber serat, serta 13 vitamin dan 7 mineral.

Selamat atas peluncuran inovasi terbaru SGM Eksplor Advance+ Soya yang dilengkapi dengan Complinutri+

Tidak hanya itu, SGM Eskplor Advance+ Soya juga menyuarakan dukungan dan semangat kepada kita para orang tua bahwa kita memiliki peranan penting dalam pemenuhan nutrisi si kecil. Dengan alternatif nutrisi yang tepat, si kecil tetap dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal agar kelak dapat mencapai potensi prestasi dan tumbuh menjadi Anak Generasi Maju.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar alergi, yuk cek di sini.

Inilah tampilan dari SGM Eksplor Advance+ Soya dengan ComplinutriSoy+ yang menyediakan solusi nutrisi dalam membantu optimalisasi tumbuh kembang anak-anak yang tidak cocok dengan protein susu sapi.