Pentingnya Susu untuk Tumbuh Kembang Anak

Susu dan Kehidupan Kita

Susu sudah lekat dengan kehidupan kita, mulai kita dilahirkan ke dunia ini, yang dikonsumsi pertama kali adalah susu, khususnya Air Susu Ibu (ASI) – ekslusif 6 bulan dan banyak juga yang meneruskannya hingga usia anak 2 tahun. Namun terkadang jika anak sudah cukup besar, susu dilupakan karena anak lebih suka makan dan minum selain susu.


Data Badan Pusat Statistik tahun 2017 menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia hanya mengonsumsi 16,62 kg susu per kapita per tahun. Sebagai pembanding, di tahun yang sama, tingkat konsumsi susu Filipina adalah 17,8 kg/kapita/tahun; Thailand 22,2 kg/kapita/tahun; Myanmar 26,7 kg/kapita/tahun; dan Malaysia 36,2 kg/kapita/tahun. Walau demikian, konsumsi susu masyarakat Indonesia sebenarnya meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2000, tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia hanya berada di angka 6,4 kg per kapita per tahun, lalu pada 2005, angka itu meningkat menjadi 9,3 kg/kapita/tahun. Meski begitu, tetap saja, tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia tidak cukup tinggi. Padahal, susu penting untuk tumbuh kembang anak.

Manfaat Susu untuk Tumbuh Kembang Anak

Susu memiliki kandungan penting dalam tumbuh kembang anak, seperti lemak yang dibutuhkan untuk perkembangan otak. Penelitian menunjukkan bahwa susu bermanfaat dalam pembentukan tulang untuk jangka panjang, karena susu kaya akan kalsium. Susu juga menyediakan karbohidrat sebagai sumber energi yang dibutuhkan anak untuk aktivitasnya sepanjang hari.


Selain itu, susu memiliki kandungan gizi seperti protein kasein yang bermanfaat dalam meningkatkan penyerapan mineral, seperti kalsium dan fosfor, sedangkan protein ehey sangat baik untuk pertumbuhan dan pemeliharaan otot. Susu juga mengandung vitamin dan mineral, di antaranya adalah vitamin B12, kalsium, riboflavin dan fosfor. Selain itu, kebanyakan produk susu juga diperkaya dengan vitamin lain, termasuk vitamin A dan D.

Mengonsumsi susu juga menurunkan peluang stunting lho bun! Stunting adalah kondisi dimana tubuh anak perawakannya pendek. Sayangnya masih banyak yang belum mengerti dan peduli dengan kondisi ini. Pemantauan Status Gizi (PSG) 2017 menunjukkan prevalensi Balita stunting di Indonesia masih tinggi, yakni 29,6 persen di atas batasan yang ditetapkan WHO sebesar 20 persen.

Dampak paling merugikan dari stunting khususnya terhadap perkembangan otak. Riset menunjukkan stunting mengurangi IQ sebesar 5-11 poin. Nilai sekolah anak-anak jadi lebih rendah. Bukan itu saja, anak-anak yang lahir dengan berat badan kurang punya peluang 2,6 kali lebih kecil untuk melanjutkan ke pendidikan tinggi. Saat anak terkena stunting, produktivitas mereka akan berkurang saat usia muda – capaian pendidikan lebih rendah menghasilkan pekerjaan dengan pemasukan lebih kecil. Info lebih lanjut tentang stunting, klik di sini.

Nah, untuk meminimalisir resiko stunting, orang tua perlu memenuhi nutrisi si kecil, selain dengan makanan yang bergizi, sayur dan buah, minum susu juga dapat menunjang penurunan resiko stunting.

Tips Memilih Susu Pertumbuhan untuk Anak

  1. Sesuaikan dengan usia
  2. Pertimbangkan rasa yang lezat
  3. Perhatikan kandungan nutrisinya

Bagaimana Jika Anak Alergi Susu Sapi?

Tenang Bunda, jika anak terbukti alergi susu sapi, maka kita bisa memberikan si kecil susu formula yang terbuat dari kedelai/soya. Menurut Prof Dr. dr. Rini Sekartini, SpA(K), “Formula dengan isolat protein soya merupakan nutrisi yang tidak kalah baik bagi pertumbuhan dan perkembangan si kecil. Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa pola pertumbuhan, kesehatan tulang dan fungsi metabolisme, fungsi reproduksi, endokrin, imunitas, dan sistem saraf otak dari anak-anak pengonsumsi protein susu sapi dengan isolate protein soya tidak berbeda secara signifikan dengan anak-anak yang mengonsumsi susu sapi.”


Jangan lupa menerapkan 3K (Kenali, Konsultasikan dan Kendalikan). Baca juga cerita saya ketika si kecil mengalami alergi susu sapi.

Ketika anak sulung saya terbukti alergi susu sapi, kami memberikan susu SGM Eskplor Soya agar anak dapat tetap mengonsumsi susu untuk tumbuh kembangnya.

Leave a Reply