Menginap di The Westlake Resort Yogyakarta

Beruntungnya saya sebagai salah satu Mombassador SGM Batch 4 mendapatkan kesempatan Jalan-jalan, networking, dan belajar di Yogyakarta. Selama kegiatan Temu Bunda 2016, kami menginap di The Westlake Resort Yogyakarta.

Nostalgia rumah zaman dulu.

Nostalgia rumah zaman dulu.

Resort ini luaaaaasssss banget, konsep dan suasananya seperti rumah-rumah jaman dulu dimana memiliki taman yang lapang di tengah-tengah bangunan, mengingatkanku dengan rumah Almh Kakek-Nenek di Garut. Nuansanya old tapi modern, adem dan tenang.  Bahkan ketika jalan ke area kamar, rasanya seperti ada di Bali. Jika dapat kamar jauh, kita harus naik Buggy Car yang keliling atau bisa juga ditelepon dari kamar (Karna luasss bangett). Sebenarnya saya dapat kamar dekat dengan area utama, namun karena ada yang minta tukeran, jadi dapat kamar yang jauh. Yowislah gapapa, jadi naik Buggy Car terus (Di perumahan ga ada yang kaya begini sih :p ).

Mengarah ke kamar, kita harus pakai buggy car (jika dapat kamar jauh ya). Selagi menunggu Buggy Car, foto-foto dulu deh...

Mengarah ke kamar, kita harus pakai buggy car (jika dapat kamar jauh ya). Selagi menunggu Buggy Car, foto-foto dulu deh…

Sepertinya untuk batch 4 kebanyakan dapat yang deluxe room dengan view kolam dan kebun kecil, termasuk saya dan room-mate. Kamarnya lega dengan ukuran 32m2, kasurnya empuk, Cuma AC-nya kurang terasa dingin kalau siang dan sore hari, balkon-nya enak buat yoga (ceileh, kaya yang sering yoga aja….), air hangat berfungsi dengan baik, internet kenceng b-g-t.  Deluxe room ini tergolong lengkap dilengkapi dengan electronic key card system, 42” LED TV dengan saluran satelit, telepon, Coffee & Tea making facilities, mini bar, refrigerator, safe deposit box, hair dryer (berdasakan permintaan), wardrobe dan work/writing desk.

Belakang kamar deluxe ada teras dengan kolam kecil, berisi ikan-ikan kecil pula. Ademm...

Belakang kamar deluxe ada teras dengan kolam kecil, berisi ikan-ikan kecil pula. Ademm…

Luas ya kamarnya.. Jadi kalau mau bawa balita juga enak, si balita bisa lari-larian di kamar.

Luas ya kamarnya.. Jadi kalau mau bawa balita juga enak, si balita bisa lari-larian di kamar.

Kamar mandinya oke. Air hangat berfungsi sempurna.

Kamar mandinya oke. Air hangat berfungsi sempurna.

Fasilitas hotel-nya cukup lengkap dengan kolam renang dengan view langsung ke danau dan kedalamannya 1,55m, fasilitas memancing, sepeda-an, room service, dan ballroom yang luas. Salah satu favorit aku adalah ruangan yang menghadap ke kolam renang dan danau. Kursi-kursi dan ubinnya berasa lagi di rumah kakek-nenek (old house), mereka memakai kursi jengki ala jaman dulu dan ubin tehel yang bermotif. Serasa ‘pulang ke rumah’, enak banget kalau sore-sore nyantai di sana sambil merasakan angin sepoi-sepoi. Selain itu mereka juga punya semacam dermaga di dekat danau untuk tea-time atau mini gathering. Asik banget buat leyeh-leyeh sore atau di pagi hari. Staf mereka juga ramah-ramah, serasa di rumah deh….

Breakfast with a view . Nice ya...

Breakfast with a view . Nice ya…

Suka banget leyeh-leyeh di sini. Kursi dan ubinnya jadul banget, aku suka!

Suka banget leyeh-leyeh di sini. Kursi dan ubinnya jadul banget, aku suka!

Ini bukan timba benerin sih, tapi bener-bener mengingatkanku sama rumah Alm Nenek Kakek. Di tengah-tengah rumah ada taman dan timba-an.

Ini bukan timba benerin sih, tapi bener-bener mengingatkanku sama rumah Alm Nenek Kakek. Di tengah-tengah rumah ada taman dan timba-an.

View dari lobi tengah

View dari lobi tengah

Asyik ya suasananya, kaya kembali ke zaman dulu

Asyik ya suasananya, kaya kembali ke zaman dulu

Overall, saya puas menginap di sini. Resort ini bisa dipilih sebagai alternatif tempat menginap di Yogyakarta.

Kolam renang dan danau yang berdampingan.

Kolam renang dan danau yang berdampingan.

Ketemu mba Nuniek di dermaga Westlake. Hellooo Mba Nuniek...!

Ketemu mba Nuniek di dermaga Westlake. Hellooo Mba Nuniek…!

Berwisata Alam di Kalibiru Yogyakarta

Beberapa tahun belakangan ini di media sosial saya, dan mungkin juga Anda, penuh dengan foto-di-atas-pohon dengan latar belakang pemandangan Waduk Sermo dan pepohonan yang menyejukkan mata. Ya, ternyata spot foto tersebut berlokasi di Wisata Alam Kalibiru, Kulonprogo, D.I. Yogyakarta.

Minggu, 8 Januari 2017 saya dan keluarga suami berkunjung ke sana karena penasaran seperti apa berfoto di  ‘rumah pohon’ dengan pemandangan yang menakjubkan – membayangkan film Heart yang dibintangi Nirina dan Irwansyah :p .

Merayakan wedding anniversary di atas pohon dengan latar Waduk Sermo :)

Merayakan wedding anniversary di atas pohon dengan latar Waduk Sermo :)

Spot foto di Kalibiru ada 5; ada spot panggung (yang bisa digunakan untuk foto keluarga karena tempatnya luas, mungkin bisa sampai 10 orang) dan tangga untuk naiknya juga tidak curam dan pendek, spot bundar, spot love (spot 3), dan spot 2 yang menurut salah satu pengelola di sana adalah spot favorit.  Tadinya saya dan suami ingin berfoto di spot love, ternyata spot ini sedang penuh dan antrinya cukup lama, akhirnya kami ke spot 2 yang untungnya hanya menunggu 4 antrian (@antrian kurang lebih 10 – 15 menit termasuk persiapan, naik tangga, foto-foto di atas, sampai turun lagi dan memilih foto dari fotografer).

Oke, aku ceritakan dari awal perjalanan ya… Waktu yang ditempuh dari kota Yogyakarta dengan kondisi lancar kurang lebih 1,5 jam. Setelah hampir sampai lokasi, kami ditawarkan untuk naik jeep karena medan-nya curam, sempit, jalannya ada yang beraspal, ada yang masih tanah dan berkerikil. Awalnya kami ingin pakai mobil sendiri saja, namun karena tidak ingin mengambil resiko, kami putuskan naik jeep dengan pengemudi yang berpengalaman. Muatan penumpang untuk jeep minimal 4, dan karena kami berenam (dengan Zhafran 2,4 tahun) maka 1 jeep bisa muat untuk kami saja. Harga yang dikeluarkan untuk naik jeep 5 orang PP: Rp. 200.000,- dan membayar parkir mobil Rp. 5.000,-.

Perjalanan dari tempat parkir ke lokasi wisata menggunakan jeep.

Perjalanan dari tempat parkir ke lokasi wisata menggunakan jeep.

imageedit_9_8056275818

Dari tempat parkir sampai ke lokasi, membutuhkan waktu sekitar 10 menit dan cukup membuat pusing. Kalau Zhafran anak saya sih senang-senang saja 😀 . Turun dari Jeep, ternyata kami harus berjalan kaki dan menanjak yang cukup melelahkan karena tanjakannya curam, apalagi saya saat itu pakai wedges 7 cm L . Saya kira lokasi ke spot foto tidak akan ada tanjakan curam. Ternyata oh ternyata harus nanjak-nanjak….

Ini pas turun, karena takut kepleset, aku lebih memilih nyeker nenteng sendal. Thanks to Oom Ocit udah gendong Zhaf :p

Ini pas turun, karena takut kepleset, aku lebih memilih nyeker nenteng sendal. Thanks to Oom Ocit udah gendong Zhaf :p

Sampai di post 1, kita harus membayar tiket Rp. 10.000,-/orang, lalu kita harus berjalan, menanjak, menuruni jalan lagi untuk ke spot- spot foto. Benar-benar harus berenergi deh kalau kesini.  Untuk foto di atas pohon, dikenakan biaya Rp. 15.000/orang. Untuk mendapatkan soft copy foto dari fotografer, dikenakan biaya Rp. 5.000/soft copy foto.

Untuk menaiki pohon di spot 2, kami harus naik tangga yang terbuat dari bamboo dan cukup tinggi, bahkan ada yang gak jadi naik karena ketakutan saat naik tangga. Kalau saya mah, hajar bleh! Sampai di atas pohon, pemandangannya memang bagus banget. Ijo royo-royo dan pemandangan Waduk Sermo yang cantik banget. Rasanya mau lama-lama di atas (eh terus inget antrian di bawah). Akhirnya setelah beberapa kali action, kami turun dan milih-milih foto yang mau dipindahin ke HP via card reader. Oh ia, kalau mau pindahin poto dari mas mbak-nya bisa pakai flashdisk, kabel data, dan memory card melalui card reader.

imageedit_3_6112516153

Indahnya pemandangan dari atas sini. Kita juga bisa melihat Waduk Sermo yang cantik.

Untuk fasilitas di sini lumayan mencukupi kebutuhan. Ada tempat salat meski tempatnya tidak terlalu lega namun cukup bersih. Untuk toilet, di sini toiletnya lumayan bersih, airnya besih dan WC jongkok. Untuk tempat makan, ada lah kalau untuk beli camilan-camilan serta minuman segar.

Last but not least, selamat jalan-jalan di Kalibiru!

 

Resume biaya wisata ke Kalibiru:

Biaya sewa jeep untuk 5 orang : Rp. 200.000,-

Parkir mobil: Rp. 5.000,-

Tiket masuk : Rp. 10.000,-/orang (Kala itu akhir masa liburan tahun baru)

Tiket poto di atas pohon P: Rp. 15.000,-/orang

Soft copy foto: Rp. 5.000/foto

(Belum termasuk makan dan minum). Oh ia di sini ada tahu bulat, lho….! Digoreng hangat-hangat. Gurih-gurih nyoy….! 😀

 

Tips dari mwulan:

  1. Pakai baju yang nyaman
  2. Pakaia sepatu flat/sepatu sport kalau perlu
  3. Bawa tisu kering, tisu basah, kalau bisa tisu penyerap keringat juga dibawa
  4. Bawa payung kalau musim hujan
  5. Bawa air mineral biar tidak terdehidrasi
  6. Bawa pasangan (Ups ini opsional ya :p).
  7. Tidak disarankan bawa anak yang masih digendong kecuali kamu kuat sekali :p.

 

 

 

 

 

 

 

Babymoon di Palembang

21 Juni 2014 – Babymoon kami lakukan ketika usia kehamilan saya berusia 6 bulan dengan kondisi kehamilan yang baik, sebelumnya sudah teruji dengan terbang ke Surabaya dan Bali karena dinas kantor.

Kami memutuskan babymoon ke Palembang karena lokasinya tidak terlalu jauh dari Jakarta, masih satu jam-an menggunakan pesawat. Waktu itu kami berangkat dari bandara Halim menggunakan Citilink jam 15.00 dan kami hampir saja ketinggalan pesawat karena saat itu Jakarta sedang macet dan hujan lebat. Sesampainya di bandara, penumpang yang lain sudah boarding. Jadi kami pas sekali sampainya. Selain itu saya hanya membawa tas tangan, dan suami membawa tas ransel, jadi tidak perlu bagasi sehingga kamu bisa langsung boarding.

Sampai di Bandara Sultan Mahmud Badarudin II Palembang pukul 16.00 kami langsung ke pool Blue Bird Palembang untuk bersilaturahmi  dengan rekan kerja di sana (Makasih yaa Mas Rudy Alwajan). Setelah itu kami langsung ke Hotel tempat kami menginap, yaitu Hotel Arista Palembang yang lokasinya dekat dengan Pool Blue Bird Palembang. Baca review Hotel Arista Palembang versi kami di sini.

Pertama kali kami ke Sumatera bersama, plus dedek bayi dalam perut. What a beautiful night...

Pertama kali kami ke Sumatera bersama, plus dedek bayi dalam perut. What a beautiful night…

imageedit_4_9703721091

Malamnya kami dinner di restoran River Side di samping Sungai Musi. Bagi saya, makan di sini adalah pengalaman kedua setelah waktu itu saya makan di sini menjamu para blogger acara Sea Games Palembang. Rezeki bagi kami karena pada saat itu mendapatkan tempat duduk dengan view yang indah (Disarankan pesan tempat dulu, thanks to Mba Mela yang sudah bantu reserve). Makanan di sini lezat-lezat, buat bumil dan pakmil ini bahagia deh pokoknya. Semoga dedek dalam perut juga senang makan seafood samping Sungai Musi 🙂 . Tak lupa kami foto-foto dengan latar jembatan Ampera dengan lampu-lampu cantik yang menyinarinya. Alhamdulillah atas rasa nikmat ini ya Allah….

Siap jalan-jalan menyusuri Palembang dibantu dengan aplikasi Waze :p

Siap jalan-jalan menyusuri Palembang dibantu dengan aplikasi Waze :p

Keesokan harinya setelah check-out, kami berjalan-jalan menyusuri Kota Palembang menggunakan aplikasi waze (Alhamdulillah wisata bisa dengan mudahnya menggunakan waze. Oh Thanks to Waze!). Cuma gak enaknya, mata jadi mantengin waze, gak bisa menikmati jalanan Palembang. Pertama-tama kami menyusuri Jembatan Ampera menyebrangi Jembatan Musi menuju Jakabaring Sport Center yang di dalamnya ada Gelora Sriwijaya, Jakabaring Aquatic Stadium, wisma atlit dan masih banyak lagi (ini mengingatkan saya dengan Sea Games 2011 di mana saya menjadi media relations Sea Games 2011).

Jadi ingat zaman saya jadi tim sukses Sea Games 2011. Di tempat ini saya pernah bekerja dengan media dan blogger :)

Jadi ingat zaman saya jadi tim sukses Sea Games 2011. Di tempat ini saya pernah bekerja dengan media dan blogger :)

Tempat main-nya Sriwijaya FC nih.. Keren bangat Gelora-nya!

Tempat main-nya Sriwijaya FC nih.. Keren bangat Gelora-nya!

Setelah berkeliling dari Jakabaring, kami menuju ke Benteng Kuto Besak yang ternyata tidak ada apa-apanya, saya kira di dalamnya ada yang bisa dikunjungi, ternyata di dalamnya ada sekolah angkatan. Dari sana kami balik ke arah Jakabaring untuk ke masjid bergaya China, Masjid Cheng Ho. Karena belum waktunya salat, kami kembali ke hotel untuk istirahat sejenak dan melanjutkan wisata kuliner bersama salah satu rekan kami, namanya Mba Mela (Thanks to Mba Mela yang sudah mengajak kami jalan-jalan dan menraktir pindang pating khas Palembang). Setelah itu kami tak lupa makan dan beli pempek Candy yang terkenal itu. Sebenarnya sih di Palembang banyak pempek enak , bahkan lebih enak dari Pempek Candy. Hanya kali itu saya ingin memperkenalkan Pempek Candy yang sudah terkenal kepada suami saya. Hehee… Lalu kami jalan-jalan kota Palembang, melihat Pulo Kemaro dari kejauhan (batal nyeberang karena panas , maklum ya bumil).

Foto di depan Benteng Kuto Besak

Foto di depan Benteng Kuto Besak

 

Last stop di Masjid Cheng Ho dengan nuansa merah dan hijau yang kental. Masjid ini berada di dalam perumahan, jadi nanya-nanya sama orang Perumahannya untuk sampai ke sini.

Last stop di Masjid Cheng Ho dengan nuansa merah dan hijau yang kental. Masjid ini berada di dalam perumahan, jadi nanya-nanya sama orang Perumahannya untuk sampai ke sini.

Sore hari Babymoon kami selesai dan saatnya pulang ke Jakarta. Terima kasih Palembang atas memori yang indah kedua kalinya. Pertama saat saya menjadi tim Sea Games Palembang, kedua babymoon di Palembang 🙂

Jembatan Ampera ini menjadi saksi babymoon kami :)

Jembatan Ampera ini menjadi saksi babymoon kami :)

Menikmati Keindahan Bawah Laut Manado yang Luar Biasa

Manado, siapa yang tidak mengenal kota yang sangat fenomenal ini. Manado adalah Ibukota dari Sulawesi Utara, yang letaknya berada di Teluk Manado. Salah satu yang sangat terkenal dari Manado adalah keindahan bawah lautnya yang sangat memukau. Siapa yang tidak mengenal keindahan bawah laut Manado? Bahkan karena keindahannya, Manado dikukuhkan sebagai Ibukota terumbu karang dunia oleh World Coral Reef Conference (WCRC). Wow!

Pastinya bagi Anda yang pernah melihat langsung keindahan bawah laut Manado merasa sudah tidak heran lagi, karena keanekaragaman dan kekayaan terumbu karang di perairan ini mencakup sepertiga luasnya terumbu karang di dunia. Untuk Anda yang belum pernah melihat keindahan alam bawah laut Manado, atau baru melihatnya di TV. Anda bisa membuktikan dengan melihatnya sendiri, Maha Karya Sang Pencipta yang luar biasa.

Keindahan Taman Laut Bunaken. Sumber : kiritoshinon28.blogspot.co.id

Keindahan Taman Laut Bunaken. Sumber : kiritoshinon28.blogspot.co.id

Jarak Manado memang cukup jauh, terlebih bagi Anda yang berada di luar Pulau Sulawesi. Jarak yang jauh tentunya menjadikan harga tiket pesawat ke kota ini tidak murah. Namun jangan khawatir, Anda bisa mendapatkan harga termurah dari beberapa maskapai bertarif rendah, seperti Trigana Air. Cari tiket trigana air murah terbilang cukup mudah, Anda hanya cukup mengeceknya di online travel agent yang sudah terpercaya.

Jika urusan harga tiket sudah tidak menjadi kendala, maka mari tentukan tujuan wisata Anda. Apa saja wisata yang bisa Anda kunjungi di Manado? Simak ulasanya berikut ini.

  1. Taman Laut Bunaken

Jangan tanya mengenai taman laut yang sudah sangat mendunia ini, eksistensinya pun sama dengan Raja Ampat, Senggi, dan Sabang. Bagi Anda pencinta diving dan snorkeling, pastinya hal ini adalah salah satu yang paling Anda nantikan. Bagaimana tidak, di taman laut ini setidaknya terdapat 39 spot selam. Bahkan menjelajahinya dalam waktu sehari pun mungkin tidak akan cukup.

Sumber : kiritoshinon28.blogspot.co.id

Sumber : kiritoshinon28.blogspot.co.id

Hal ini tentu akan membuat Anda betah dan ingin berlama – lama di sini. Dari 39 spot selam, ternyata masing – masing spot memiliki nama tersendiri lho, seperti Lekuan 1, Lekuan 2, Lekuan 3, Muka Kampung, Mandolin, Fukui, dan lain-lain. Bagi Anda yang tidak bisa diving/snorkeling tak perlu khawatir, karena Anda juga dapat menikmati keindahan bawah laut dengan menggunakan perahu berkaca.

Menikmati bawah laut dari kaca kapal. Sumber : kiritoshinon28.blogspot.co.id

Menikmati bawah laut dari kaca kapal. Sumber : kiritoshinon28.blogspot.co.id

Sumber : tempatberliburwisata.blogspot.co.id

Selain diving, snorkeling, dan naik perahu berkaca, terdapat beberapa kegiatan yang Anda lakukan di sini. Seperti, foto bawah air, berjemur, dan berkeliling di Pulau Bunaken. Selain Pulau Bunaken, terdapat pula Pulau Siladen yang juga memiliki keindahan alam yang sungguh luar biasa.

  1. Pulau Siladen

Pulau Siladen terletak di sebelah timur Pulau Bunaken, karena lokasinya yang masih di Taman Laut Bunaken jadi tak perlu ragukan lagi mengenai pulau yang satu ini. Pulau ini memiliki hamparan pasir putih bersih, air laut yang jernih, serta suasana yang sangat tenang. Pulau ini juga memiliki dua spot selam yang sangat menarik untuk dijelajahi, yaitu Siladen 1 dan Siladen 2.

Pulau Siladen merupakan salah satu pulau di kepulauan taman laut bunaken. Sumber: pasirpantai.com Pulau Siladen merupakan salah satu pulau di kepulauan taman laut bunaken. Sumber: pasirpantai.com

Pulau Siladen merupakan salah satu pulau di kepulauan taman laut bunaken. Sumber: pasirpantai.com

Soal akomodasi, pulau ini juga memiliki akomodasi seperti resort dan homestay yang fasilitasnya cukup baik. So, pulau ini sangat layak untuk dikunjungi jika Anda berlibur di Bunaken.

  1. Taman Laut Tumbak

Taman laut Tumbak berada di Desa Tumbak Kabupaten Minahasa Tenggara, untuk menuju taman laut ini dibutuhkan sekitar 3 jam perjalanan dari Kota Manado. Pesona yang dimiliki taman laut ini sangatlah mengagumkan dan tak kalah dengan Taman Laut Bunaken. Setidaknya di taman laut ini terdapat 20 spot selam yang bisa Anda jelajahi, seperti Taman Karang, Pintu Samudera, Napo Kecil, Bohaga Kecil dan lain – lain.

Dari kota Manado, kita harus menempuh perjalanan darat selama tiga jam menuju Tumbak. Sumber: breaktime.co.id

Dari kota Manado, kita harus menempuh perjalanan darat selama tiga jam menuju Tumbak. Sumber: breaktime.co.id

Meskipun keindahan bawah laut taman ini mampu menyamai Taman Laut Bunaken, namun sayangnya tempat ini belum terlalu dikenal oleh masyarakat luas. Bagaimana, apakah Anda ingin mencoba mengunjungi taman laut ini dan mengenalkannya pada dunia?

  1. Pulau Lembeh

Pulau Lembeh adalah salah satu pulau yang berada di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara. Untuk menuju pulau ini dari Kota Manado dibutuhkan waktu sekitar satu jam, yaitu 45 menit perjalanan darat dari Kota Manado ke Kota Bitung, dan 15 menit perjalanan laut untuk menuju pulau ini.

Sumber : backpackerindonesia.com

Sumber : backpackerindonesia.com

 

Pulau ini adalah salah satu pulau yang patut Anda kunjungi ketika di Provinsi Sulawesi Utara, karena pulau ini memiliki 88 spot mneyelam. Wow! Banyak sekali bukan? Keanekaragaman bawah laut di pulau ini sangat menarik, namun sama seperti Taman Laut Tumbak, pulau ini juga kalah terkenal dengan Taman Laut Bunaken.

Bagaimana, sangat banyak sekali bukan spot menyelam yang akan Anda temui di Sulawesi Utara. Bahkan mungkin waktu satu bulan penuh pun kurang untuk menjelajahi keindahan bawah laut yang ada di sini. So, tunggu apa lagi? Yuk explore Sulawesi Utara!

 

Main ke De Ranch Bandung

Pakai aksesoris ala cowboy dan cowgirl. Boleh pakai aksesoris ini jika kita menunggang kuda

Pakai aksesoris ala cowboy dan cowgirl. Boleh pakai aksesoris ini jika kita menunggang kuda

Kala itu kawasan Bandung, Lembang dan sekitarnya diterpa hujan seharian. Tapi hal itu tidak menyurutkan semangat saya sekeluarga untuk jalan-jalan ke De Ranch. 40 menit perjalanan dari Noor Hotel (tempat kami menginap) ditambah waktu makan di Punclut, kami tiba di De Ranch dan Alhamdulillah hujan sempat berhenti meski sesaat.

Tiket masuk De Ranch (per Oktober 2016) untuk setiap hari kecuali Senin (karena libur) jam 09.00 – 17.00 adalah Rp. 5.000,- sudah termasuk kupon untuk ditukarkan dengan susu sapi segar. (Anak 2 tahun sudah bayar tiket).

Suasananya nyaman untuk mata dan pernafasan karena adem, penuh pepohonan dan rerumputan yang hijau nan luas.

Sebenarnya banyak permainan di sana, seperti delman, triker, the gold hunter, fun boat, flying fox, balon air, sepeda track, sepeda balita, loncat anak, mancing balita, panahan, kolam Indian Totem Web, trampolin, pony kidz, kidtrik, kuda ayun, peti luncur, delman luar, riding out. Sayangnya kami tidak sempat mencobanya karena hujan.

Saya dan Mas Fikri mencoba menunggang kuda berkeliling De Ranch secara bergantian karena harus menjaga anak. Please be note, setiap kuda di sini tidak boleh dinaiki lebih dari 1 orang (jadi harus 1 orang per kuda) dan maksimal beban kuda adalah 80kg (fiuh, untung saya masih di bawah 80kg). Per orang dikenakan biaya Rp. 25.000 untuk menunggang kuda maupun kuda poni untuk anak. Selain itu kita dipinjamkan kostum ala cowboy dan cowgirl untuk naik kuda, lucu juga sih untuk foto-foto di sana.

Kita dilarang membawa makanan dan minuman di luar karena di dalam banyak sekali pilihan makanan dan minuman yang bisa dibeli, mulai dari camilan hingga makanan berat. Toko souvenir dan oleh-oleh khas De Ranch juga ada di dalam. Complete!

Mozarella goreng dengan bumbu keju dan varian saos. Segini harganya 15rb. Enaakk,, dimakan hangat-hangat kejunya meleleh di dalam.

Mozarella goreng dengan bumbu keju dan varian saos. Segini harganya 15rb. Enaakk,, dimakan hangat-hangat kejunya meleleh di dalam.

Di De Ranch juga bisa lho foto untuk pre-wedding atau foto – foto profesional gitu, yang pasti ada rate-nya. Waktu itu pernah tanya, katanya biaya foto itu 2juta/6 jam dikasih pinjam 1-2 kuda selama 1 jam dan bisa menggunakan properti/wahana di sana untuk keperluan foto.

Deg-degan karena sudah lama tidak menunggang kuda. Kuda di sini besar-besar sekali, jadi lumayan tinggi dari kaki ke tanah.

Deg-degan karena sudah lama tidak menunggang kuda. Kuda di sini besar-besar sekali, jadi lumayan tinggi dari kaki ke tanah.

Kalau bingung naik apa ke sana, mending beli paket liburan aja di Big Bird by Blue Bird Group, karena mereka punya tiket wisata ke Bandung, salah satu tempat wisata tujuannya De Ranch. Tiketnya sudah termasuk transportasi Jakarta – Bandung – Jakarta, tiket masuk area wisata, tol, parkir, BBM, asuransi Jasa Raharja dan welcome drink. Mau cek? Klik aja di sini infonya.

14908181_10208388916544052_2277493478649493186_n

14925717_10208382948794862_7339846917620589097_n

Menginap di Noor Hotel Bandung

Gemes banget kan kamarnya :)

Gemes banget kan kamarnya :)

Siapa sangka di Bandung ada hotel unik berkonsep islami yang modern dengan furnitur yang unik dan spot-spot yang instagramable, sebut saja Noor Hotel yang terletak di Jl. Madura No. 6 Citarum, Bandung. Hotel ini memang tidak memiliki kolam renang, tapi ia memiliki ketertarikan sendiri. Katanya sih hotel ini occupancy-nya tinggi dan penuh terus. Bagaimana gak penuh kalau mata dibuat adem dengan suasana hotelnya yang memilih warna-warna utamanya calm seperti biru dan putih. Dengan begitu Noor Hotel bisa dikatakan sebagai muslim friendly boutique hotel.

Dari depan saja sudah terlihat cantik, kan....

Dari depan saja sudah terlihat cantik, kan….

Lobi Noor Hotel tampak depan

Lobi Noor Hotel tampak depan

Kami menginap di Noor Hotel tanggal 1-2 Oktober 2016 bersama anak dan suami dan reservasi dilakukan 3 minggu sebelumnya agar bisa mendapatkan kamar yang executive. Kami tidak sadar itu awal bulan dan weekend! Terbayangkan penuhnya Bandung seperti apa… Dari Pejaten berangkat jam 13.00 dan check-in di Noor Hotel jam 22.00! Yak, 10 jam perjalanan kami dari Jakarta ke Bandung melalui tol Cipularang. Selain karena volume kendaraan yang banyak, ada kontainer yang kecelakaan melintang 🙁 .

Ketika memasuki area lobi yang sudah penuh dengan mobil (karena parkirannya sempit), kami disambut oleh security hotel, ia ramah sekali layaknya menyambut pemilik rumah. Selain itu keramahan dirasakan ketika check-in. Receptionist-nya ramah dan proses check-in berlangsung singkat. Kami juga disuguhi kurma dan air zam-zam. Oh ia karena ini sudah malam, saya tidak melihat petugas perempuan (apakah ini memang procedure-nya mereka ya?)

Zam-Zam water as welcome drink and delicious date as welcome snack. Barakallahu..

Zam-Zam water as welcome drink and delicious date as welcome snack. Barakallahu..

Setelah itu kami langsung ke lantai 3 di kamar yang executive king. Keluar dari lift kami sudah terpana karena koridornya seperti kerajaan-kerajaan di film-film Eropa. Kami tambah tercengang ketika membuka pintu kamar. Kamar yang kami tempati sangat luas, kasurnya lega dan empuk, bantalnya banyak, ada sofa di depan ranjang, dan di dekat jendela. Furnitur di toiletnya juga bagus (sayang fotonya ada di HP saya yang tercuri 🙁  – ketika sudah di Jakarta).

Executive King - Room di Noor Hotel Bandung

Executive King – Room di Noor Hotel Bandung

 

Tuan Muda menikmati kamar dengan ngedot :p

Tuan Muda menikmati kamar dengan ngedot :p

Fasilitas yang didapatkan di sini: room service 24 jam, parkir gratis, brankas, AC yang berfungsi dengan baik, pemgering rambut (ini penting banget buat cewek hehe), TV, shower, kulkas, tv kabel dengan channel yang lengkap, WiFinya kencang, dan lokasinya strategis, dan yang saya suka lagi adalah adanya perlengkapan salat lengkap di setiap kamar! Ada mukena, sajadah, sarung, tasbih dan al-quran. Namun sayangnya mukenanya sudah bulukan yang ada di kamar saya (Di bawah ekspektasi saya yang menempati kamar eksekutif).

Karena kelaparan, kami memesan roti cane+kari ayam dan tahu lada garam yang keduanya rasanya enak dan cane-nya gak bikin eneg. Tapi yang saya heran, daftar minuman yang tertera di menu tidak tersedia entah kenapa. (Kalau tidak tersedia, ngapain dia bikin menu minuman yak?). Setelah bersih-bersih, kamipun tidur dengan nyenyak.

Yummyy...! Recommended menu from us!

Yummyy…! Recommended menu from us!

Keesokan harinya kami sarapan di restorannya bernama Emmy’s Kitchen yang terletak di dekat pintu masuk (di lobi). Duh bikin gemes banget deh sama kursi, meja, hiasan dan desain restorannya. Benar-benar berasa di kerajaan Eropa. Pilihan makanan lumayan banyak, dessert apalagi, makanan-nya enak-enak, dan saya paling suka karena  fresh juice-nya banyak (ada semangka, melon, jeruk) yang disediakan di gelas-gelas yang unik.

Tuan Muda lagi sarapan :)

Tuan Muda lagi sarapan :)

 

Zhaf asyik memilih fresh juice yang disediakan di gelas dan tempat yang unik

Zhaf asyik memilih fresh juice yang disediakan di gelas dan tempat yang unik

Ada cerita yang unik di sini. Kami lupa membawa baterai kamera cadangan maupun charger kamera. Untungnya ada tamu (ternyata kamarnya bersebelahan) yang memiliki kamera yang sama. Alhamdulillah ybs mau meminjamkan chargerannya kepada kami. Semoga Allah membalas kebaikan Mas dan Mbaknya ya :). Setelah kamera baterai terisi penuh, kami foto-foto di lobi dan di luar area hotel. Menjelang siang kami check-out untuk pergi ke De Ranch.

Area lobinya juga genic banget. Ini spot foto favorit, lokasinya dekat pintu lobi.

Area lobinya juga genic banget. Ini spot foto favorit, lokasinya dekat pintu lobi.

 

Ini juga masih di lobi, lokasinya paling dekat dengan front desk.

Ini juga masih di lobi, lokasinya paling dekat dengan front desk.

 

Another photo spot in lobby

Another photo spot in lobby

 

Jadi sekalian family picture deh :)

Jadi sekalian family picture deh :)

Overall, kami puas menginap di Noor Hotel. Kami akan merekomendasikan kepada siapapun untuk menginap di sini. Harganya sebanding dengan pelayanan yang didapat. Oke banget! Mereka juga menyediakan sepeda gratis untuk keliling dan layanan shuttle dari airport atau stasiun.

Noor Hotel juga bisa memberikan pengalaman gratis menginap di sini bagi kamu yang memiliki followers Instagram di atas 10k. Infonya klik di sini.

Reservasi Noor Hotel:

Call: +62 22 424 2010

Email: info@noorhotels.com

Rate: 9.5/10

 

Main di Miniapolis Plaza Indonesia

Senangnya bisa menepati janji ke diri sendiri; mengajak anak main di Miniapolis :p

Senangnya bisa mengajak anak main

Sejak belum menikah, setiap saya ke Plaza Indonesia pasti saya selalu terarah ke Miniapolis, dan saat itu saya berjanji jika saya sudah memiliki anak, saya akan membawa anak saya main di situ. Dulu saya kira Miniapolis itu versi mini Dunia Fantasi yang indoor, ternyata…. Beginilah pengalaman saya menepati janji kepada diri saya sendiri….

imageedit_1_9499484580

Sejak Zhaf latihan berjalan dan sampai bisa berjalan sendiri, kami membiasakan ia tidak menggunakan stroller lagi.

 

Zhaf senang berjalan dan berlari.

Zhaf senang berjalan dan berlari.

 

Antri beli tiket

Antri beli tiket

 

Setelah idul adha di perumahan, saya dan suami mengajak Zhaf, anak kami ke Miniapolis Plaza Indonesia. Saya sih sempat kaget karena ternyata di bawah imajinasi saya. Dengan tiket Rp. 120.000,- untuk anak dan Rp.30.000,- untuk pendamping (non-member), anak-anak bisa mengikuti permainan yang sedikit dengan area yang tidak terlalu luas. Area mandi bola-nya pun tidak terlalu besar dengan bola-bolanya yang berwarna putih, beda dengan mandi bola yang biasanya saya kenal, berwarna-warni. Mungkin ini menjadi salah satu ciri khas Miniapolis ya, bolanya   berwarna putih.

Setelah bayar tiket, dapat gelang yang harus dipakai selama di dalam area

Setelah bayar tiket, dapat gelang yang harus dipakai selama di dalam area

Di sana ada 2 perosotan, 1 panggung lumayan besar, 2 unit permainan kaki, dan di atasnya dikelilingi area yang bisa dipanjat, ternyata ceritanya itu adalah rumah pohon – rumah pohon yang memungkinkan anak menemukan tempat bersembunyi, jadi ceritanya main hide-and-seek alias petak umpet dengan aman. Tapi menurut saya bagian atas terlalu gelap dan kurang menantang, tidak mencerminkan warna anak-anak yang colourful, yaa mungkin lagi-lagi itu menjadi ciri khasnya Miniapolis dengan temanya rumah pohon. Entahlah?

Bola di tempan mandi bola-nya berwarna putih

Bola di tempat mandi bola-nya berwarna putih

 

Zhaf kenalan dengan teman sebaya di sana.

Zhaf kenalan dengan teman sebaya di sana.

Kalau mau naik kereta-kereta-an atau naik carousel, ada biaya tambahan.. Tiketnya Rp. 60.000,- (non member) dan Rp. 40.000 (member). (Ini di luar area Hide & seek tapi masih di lantai yang sama).

Kalau dari segi karyawannya sih oke ya, ramah, friendly dan murah senyum, apalagi sama anak-anak.

Kalau ditanya apakah mau balik lagi main di Miniapolis Plaza Indonesia? Aku sih mikir-mikir lagi karena harganya yang lumayan dan tempatnya yang agak dark jadi jelek buat foto-foto hehee…..

Tips dari kami: Bawa kaos kaki ya untuk pendamping, karena lumayan juga harganya Rp. 30.000,- kalau beli langsung di lokasi.

Happy when he's happy :)

Happy when he’s happy :)

 

Emaknya malah deg-degan takut melewati sebidang kayu ini :D

Emaknya malah deg-degan takut melewati sebidang kayu ini :D

 

Zhafranizzan and I

Zhafranizzan and I

 

Kegiatan motorik - Menanjat tangga

Kegiatan motorik – Menanjat tangga

 

 

Bulan Madu di Kampung Sampireun Garut – Day 3

imageedit_9_2454522997

Day 3

Hari ini hari terakhir kami bulan madu di Kampung Sampireun Garut. Pagi hari kami main congklak sambil menikmati surabi yang diantarkan oleh petugas, mandi dan mengayuh perahu ke restoran untuk sarapan. Setelah itu kami kembali ke kamar untuk gogoleran (tidur-tiduran) sejenak untuk berkemas-kemas. Pukul 10.00 kami check-out dan belanja ke Sukaregang (pusat kerajinan kulit).

Menginap di Kampung Sampireun menjadi momen yang sangat berkesan bagi kami, saya khususnya. Saya sangat mendambakan ke sini dengan soulmate, Alhamdulillah impian ini terkabul. Selama 60 jam lebih saya berduaan dengan suami dan menikmati quality time berdua di tempat romantis di Garut, karena quality time suami istri berdua harus dijaga lho untuk keharmonisan keluarga.

Senang banget ngasih makan ikan yang ginuk-ginuk (gendut-gendut) gini

Senang banget ngasih makan ikan yang ginuk-ginuk (gendut-gendut) gini

 

Suami jadi ingat masa kuliah, karena si akang kuliah di Perikanan :)

Suami jadi ingat masa kuliah, karena si akang kuliah di Perikanan :)

Kami memberikan apresiasi yang tinggi untuk staf dan manajemen Kampung Sampireun Garut atas pelayanannya yang luar biasa, ramah, berkesan, serasa pulang ke kampung halaman sendiri. Kami juga berterima kasih karena selama di Kampung Sampireun mobil kami dibersihkan sampai kinclong, benar-benar pelayanan yang ekstra untuk konsumen.

Sukses terus untuk Kampung Sampireun Resort & Spa Garut!

Sebelum kembali ke Jakarta, sempat bermain dengan ikan

Sebelum kembali ke Jakarta, sempat bermain dengan ikan

What a nice experience, honeymoon at Kampung Sampireun, Garut.

What a nice experience, honeymoon at Kampung Sampireun, Garut.

 

Bulan Madu di Kampung Sampireun – Day 2

Merayakan ulang tahun ke-29 suamiku di bawah bulan purnama, di tengah-tengah danau sampireun dengan rakit yang penuh cinta. Alhamdulillah

Merayakan ulang tahun ke-29 suamiku di bawah bulan purnama, di tengah-tengah danau sampireun dengan rakit yang penuh cinta. Alhamdulillah

Hari ke-2 bulan madu di Sampireun memiliki banyak aktivitas, diantaranya foto-foto dengan fotografer , spa-couple, candle light dinner dll. Pagi hari pukul 07.00 akan ada petugas yang keliling lagi, kali ini mereka membagikan sundanese snack, dan hari ini menunya adalah bubur lemu (bubur sumsum dalam bahasa Indonesia). Selesai menyantap bubur lemu, kami berkeliling area Kampung Sampireun dengan berjalan kaki sambil menuju restoran untuk sarapan dengan buffet menu. Rasa makanannya mengingatkan akan masakan rumah yang dimasak oleh Ibu dan Uwa saya di garut, rasanya seperti kembali ke masa lalu :’) . Sehabis sarapan, kami kembali ke kamar dan memberikan makan ikan (makanannya sudah dikasih 2 pack dari hotel ketika kami check-in).

Sarapan di tengah pepohonan yang rindang dan suasana yang sejuk

Sarapan di tengah pepohonan yang rindang dan suasana yang sejuk

Salah satu spot foto favorit pengunjung Kampung Sampireun

Salah satu spot foto favorit pengunjung Kampung Sampireun

Pukul 09.00 receptionist akan menelepon ke kamar untuk mengingatkan jadwal pemotretan. Ya, pemotretan! Seru banget, kan?! Rasanya saya baru menemukan paket honeymoon yang disertai dengan sesi foto oleh fotografer profesional. Sesi foto memakan waktu 30 – 45 menit di area yang sudah ditentukan oleh fotografer. Selesai sesi foto, kami memilih 1 foto yang dicetak 10 R (ini sudah termasuk ke dalam paket), namun jika kita ingin copy semua foto ke CD + Edit, tinggal menambahkan saja untuk fotografernya. Foto yang sudah dicetak dan CD-nya akan dikirim ke rumah / kantor setelah 2 Minggu kunjungan. (Nyatanya foto sudah sampai 9 hari dari kunjungan lho).

Foto-foto hasil AA fotografernya bisa dilihat di sini

Beberapa hasilnya seperti ini:

imageedit_1_5136511422

imageedit_3_9603100456

imageedit_5_2385512508

imageedit_7_2025849573

imageedit_9_4368124332

imageedit_11_9506775870

imageedit_13_2345425825

 

Selesai sesi foto, jam 10.00 adalah sesinya spa-couple. Wow banget kan?! Spa-nya ini menggunakan produk dari Martha Tilaar, kebayang deh mahalnya kalau kita gak beli paket. Untuk suami, ruangannya terpisah, di gubug yang sudah disediakan kamar mandinya. Pijatan terapisnya enak banget, waktu itu saya memilih lulur bengkoang, sedangkan suami memilih strawberry. Sebenarnya kami ditawarkan untuk menambah service berendam berdua seharga 250rb sepasang (normalnya 250rb per-orang) tapi tidak kami ambil karena toh di kamar kami sudah berendam :).

Ruang spa untuk perempuan, tempatnya lebih tinggi.

Ruang spa untuk perempuan, tempatnya lebih tinggi.

 

Si Akang udah nungguin aku spa :)

Si Akang udah nungguin aku spa :)

 

Tempat spa suami, lokasinya di dalam gubug-gubug dekat kolam renang

Tempat spa suami, lokasinya di dalam gubug-gubug dekat kolam renang

Selesai spa-couple, kami menuju ke Seruling Bambu Restoran yang lokasinya tidak begitu jauh dari tempat spa untuk makan siang (ini sudah termasuk harga paket). Saya memilih menu ‘Nasi Tutug Oncom’ yang disajikan dengan tahu, tempe, ayam goreng, lalaban, sayur asem, sambal dan rempeyek’ dan untuk dessert, sebenarnya pasangannya Nasi Tutug Oncom dengan es kelapa muda, namun saya minta ditukar dengan buah-buahan. Suami saya memilih ‘Bebek Rangu’ yang disajikan dengan nasi putih, karedok, rempeyek, dan sambal hijau serta es campur sebagai dessert. Wah lagi-lagi kami mendapatkan kenikmatan dari makanan dan dessert-nya. Enaaaaakkk banget! Apalagi es campurnya berkesan banget rasanya :).

Makan siangnya aku

Makan siangnya Mas Fikri

 

Makan siangnya Mas Fikri

Makan siangnya Aku. Ini es campurnya enak banget deh… Kayanya es campur terenak yang pernah dimakan. Nyaaam

Selesai makan, kami kembali ke kamar untuk istirahat dan sorenya keluar sebentar untuk makan bakso aci di daerah kota. Sebelum magrib kami sudah kembali ke resort karena floating candle light dinner menunggu kami. Pukul 19.20 ada petugas yang menjemput kami untuk diantar ke rakit tempat candle light dinner. Sungguh romantis, berada di tengah danau, diterangi bulan purnama, diiringi suara jangkrik, diterangi lilin-lilin, menyantap hidangan spesial bersama orang yang dicintai. Alhamdulillah, ini adalah malam spesial bagi kami, dan ini adalah candle light dinner kami yang pertama dalam seumur hidup kami.

Our very first candle light dinner. Di tengah danau pula. Alhamdulillah Ya Allah...

Our very first candle light dinner. Di tengah danau pula. Alhamdulillah Ya Allah…

 

Makan malamnya aku

Makan malamnya aku

 

Makan malamnya Mas Fikri

Makan malamnya Mas Fikri

Untuk makanannya, saya menyantap “Bistik Jawa” yang terdiri dari Bistik daging sapi 180gr disajikan dengan nasi liwet goreng, tumis sayuran, keripik kentang, telor rebus serta pudding mouse with fruits dan kelapa aren Sampireun sebagau dessert-nya. Suami saya menyantap “Fish grill lemon buter sauce” yang terdiri dari grill fish served with puree potato, blanched green bean and tomato cherry and french garlic bread serta fruits yoghurt dan fresh cream panacotta sebagau dessertnya.  Selesai candle light dinner selama 1 Jam, kami kembali ke kamar. Lagi-lagi jam 21.00 kami sudah disuguhkan bajigur (wah benar-benar program penggendutan di sini).

Bulan Madu di Kampung Sampireun – Day 1

3 X 24 jam bersama berdua ( Perjalanan menuju Kampung Sampireun Garut )

3 X 24 jam bersama berdua ( Perjalanan menuju Kampung Sampireun Garut )

Kami berangkat di Jakarta pukul 08.30 pagi dan tiba di Kampung Sampireun pukul 13.30. Kampung Sampireun lokasinya mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi dan rutenya mudah. Patokannya adalah Pasar Samarang, belok ke kanan, terus ikuti jalan, dan nanti di sebelah kiri ada Kampung Sampireun (sebelum lokasi wisata Kebun Mawar). Sesampainya di receptionist, kami disambut dengan ramah ala priangan dan mendapatkan welcome snack (kerupuk) dan welcome drink (jahe). Rasanya nikmat banget, sehabis perjalanan, dihembuskan angin yang sejuk dan menyantap welcome snack & drink.

Jahe haneut (hangat) dan kerupuk menyambut kami di lobi Sampireun

Jahe haneut (hangat) dan kerupuk menyambut kami di lobi Sampireun

Kami mendapatkan kamar jenis ‘Kalapalua Suite Lake’ dengan nomor 1008 yang berada di pinggir danau. Setiap kamar yang ada di pinggir danau ini memiliki kano jika ingin bermain di danau dan jika ingin menuju ke restoran atau tempat spa. Setelah diantar room boy, ia memastikan kembali perlengkapan di kamar lengkap sehingga tamu tidak akan merasa kekurangan. Room boy keluar kamar, kami sudah disambut oleh bunga-bunga yang ada di kursi, souvenir (yang berisi handuk kecil dan mug Kampung Sampireun) di kasur dan tentunya mendapatkan dodol Garut yang terletak di dekat teh, kopi dan pemanas air.

Kapalua Suite Lake tampak nyamping

Kapalua Suite Lake tampak nyamping

 

Dapat kenang-kenangan dari Kampung Sampireun; handuk kecil dan mug.

Dapat kenang-kenangan dari Kampung Sampireun; handuk kecil dan mug.

 

Sofanya sudah ditaburi bunga

Sofanya sudah ditaburi bunga

Pukul 15.00 kami terkaget karena ada seseorang yang mengetok pintu kamar dari balkon (danau) ternyata petugas datang membawa welcome fruit, 2 buah jeruk Garut. Kami kira jika petugas datang dan akan memberikan sesuatu, ia akan datang dari pintu belakang, ternyata setiap petugas akan datang dari danau menggunakan perahu, kecuali house keeping.

Welcome fruit, jeruk Garut yang rasanya segar. Diantarkan oleh emang-emang dari pintu kolam (cukup mengagetkan)

Welcome fruit, jeruk Garut yang rasanya segar. Diantarkan oleh emang-emang dari pintu kolam (cukup mengagetkan)

 

Masing-masing kamar suite lake ada perahu yang bisa digunakan kapan saja

Masing-masing kamar suite lake ada perahu yang bisa digunakan kapan saja

Kamar

Kamarnya ini tidak ada AC (secara udaranya dingin, bo!), kasurnya king size yang besar dan empuk banget (nyaman lah pokoknya), view ke danau, wifi dengan sambungan kencang, dinding kamar terbuat dari bambu dengan sabut kelapa sebagai atapnya, ada sofa bed yang nyaman banget buat gogoleran (baca: tidur-tiduran), televisi datar 31” dengan satellite channels, koran, telepon dengan sambungan langsung, meja rias, kopi+teh+pemanas air, lemari dari bambu dan tentunya kamar mandi yang mewah. Kamar mandinya ini semi-outdoor. Jadi di bagian wastafel, WC, dan bathtub-nya indoor, sedangkan shower-nya tidak ada atapnya. Oh ya, untuk penerangan, jangan harap terang benderang seperti di hotel atau tempat penginapan lainnya, karena remang-remang meski sudah dinyalakan semua lampunya :P. Namanya juga tempat honeymoon dan tempat istirahat :).

Ini dalam kamarnya. Luas dan nyaman banget.

Ini dalam kamarnya. Luas dan nyaman banget.

Hari ini kami menikmati danau dari balkon sambil main congklak yang sudah disediakan (unik banget sih disediakan congklak) dan ‘ngendem’ di kamar. Sekitar pukul 16.00 kami menuju dengan kano ke restoran yang bernama “Seruling Bambu” untuk menyantap coffee break. Menunya ada pisang goreng dengan gula aren, singkong goreng dan kacang rebus serta kopi dan teh. Rasanya nikmat banget sambil duduk di pojok dekat pepohonan.  Selanjutnya kami kembali ke kamar menggunakan kano dan mulai ‘ngendem’ di kamar 🙂 .

Unik banget disediakan congklak. Benar-benar kearifan lokal!

Unik banget disediakan congklak. Benar-benar kearifan lokal!

 

Ke dan dari restoran menggunakan perahu. Deg-degan karena perahunya goyang-goyang. Hehee...

Ke dan dari restoran menggunakan perahu. Deg-degan karena perahunya goyang-goyang. Hehee…

 

Menikmati coffee break (pisang goreng, kacang rebus, teh dan kopi) di Seruling Bambu Restaurant

Menikmati coffee break (pisang goreng, kacang rebus, teh dan kopi) di Seruling Bambu Restaurant

Malam harinya setiap pukul 21.00 akan ada petugas yang berkeliling menggunakan kano, ternyata petugas tersebut membagikan bajigur ke setiap kamar. Hmm.. Memang deh Sampireun ini tidak akan membiarkan tamunya kelaparan di tengah-tengah cuaca dingin. Karena di hari pertama tidak ada acara makan malam dari paketnya, maka kami memutuskan room service dengan memesan Nasi Goreng Sampireun yang berisi telur dadar, ayam goreng, bakso, acar dan kerupuk.

Selesai makan, kami langsung tidur sampai keesokan harinya yang lebih seru!

Pesan nasi goreng untuk dibawa ke kamar. Rasanya lumayan lah. (Dinner hari pertama tidak termasuk dalam paket ya)

Pesan nasi goreng untuk dibawa ke kamar. Rasanya lumayan lah. (Dinner hari pertama tidak termasuk dalam paket ya)