Web-Wedding-Invitation

Alhamdulillah, dalam beberapa bulan ini Wulan dan Fikri akan melangsungkan pernikahan, maka kami pun memutuskan untuk membuat web wedding invitation untuk menyebarkan kabar kebahagiaan ini kepada saudara dan rekan-rekan.

Vendor yang kami gunakan adalah cycent.net

Recommended sekali menggunakan jasanya mereka karena pelayanannya cepat, sesuai deadline, layoutnya bagus, dan stafnya cepat tanggap serta mengetahui keinginan client-nya. So far so good! (Y)

Kalau urusan konten, diserahkan ke CPW . . Hehe :p

Silahkan berkunjung : www.fikriwulan.com

 

www.fikriwulan.com

 

Twitter: @fikriwulan

 

Kencan di Ragunan setelah Bekerja. That’s a good Idea!

Minggu, 5 Mei 2013, bertepatan dengan tugas  ‘Marketing Communications’ melakukan kegiatan promosi dan aktivasi di acara “Jakarta Race Series” yang diadakan di Kebun Binatang Ragunan. Agar acara tidak membosankan, saya mengajak pacar saya untuk membantu pekerjaan saya (lagi-lagi aku minta bantuan kamu dalam pekerjaanku yaaa. Hehe…). Saya pikir setelah event selesai, kami bisa jalan-jalan sebentar di BonBin (Kebon Binatang-Red).

Acara selesai pukul 10.00 dan setelah beres-beres, saya dan sang kekasih mulai nge-date nih, mulai dari sarapan kerak telor sambil lesehan (oh ia, harga kerak telor dengan telur ayam dibandrol seharga Rp.15.000). Setelah pengisian energi, kami langsung menuju “Pusat Primata Schmutzer” yang mempunyai koleksi primata asli Indonesia dan sebagian besarnya sudah mulai punah. Dahulu tempat ini dibangun sebagai tempat konservasi hewan primata, dan setelah selesai program tersebut, tempat ini bisa dikunjungi oleh publik. Untuk memasuki kawasan ini, kami harus membayar tiket masuk seharga Rp.5.000,- per orang dan menitipkan barang bawaan kami di tempat penitipan.

Kita harus menaiki tangga ini terlebih dahulu untuk menikmati area Pusat Primata

Ayoooo, yang sebelah kanan spesies apa??? :D

Kami pun mulai menaiki tangga yang membawa kami melihat gorila dari atas, namun sayangnya kami tidak menemukan gorila satupun, dan yang paling merasa sedih itu pacar saya karena dia antusias sekali melihat gorila :p.

Kecewa tidak melihat gorila, pacar saya terkesima dengan apa yang ada di Pusat Primata karena menurutnya tempatnya asri dan ia tidak menyangka ada tempat seperti itu di Jakarta. Pohonnya rindang dan tempatnya bagus dan bersih. Terlintas ide dari kami untuk melakukan pemotretan pre-wedding di sini.

We love you, Gorilla...!

Berkali-kali saya mengunjungi tempat ini, saya belum hafal alur perjalanannya. Mungkin sebaiknya pengelola membuat alur perjalanan yang jelas dan mudah dimengerti agar kita tidak nyasar ke kandang gorila :D.

Akhirnya sampailah kami di mulut goa yang gelap nan bau apek, ada akar-akar besar yang menggantung dan menempel di pohon, eh naluri pacar langsung terbangun untuk gelantungan di situ (ini sedikit lebay :p). Masuk ke goa, kami menemukan view yang indah banget karena di setiap sudut sudah disediakan kursi-kursi kayu nan lucu sambil menatap kaca besar yang menghadap ke Kandang Gorila. Agak seram memang, takutnya si gorila tiba-tiba muncul dan menyerang kaca. Di dalam goa ini ada jalan yang harus dilewati, jalan ini ditutupi oleh kaca dan tahukan kalian bahwa di bawah kaca itu isinya ular? Spooky abis, takut kacanya tiba-tiba retak dan kita jatuh ke lubang itu. Hihhh amit-amit (Duh, emang pada dasarnya saya paranoid!).

Wiiwww asiiikk gelantungan (Pintu memasuki goa)

Pintu Memasuki Goa

Setelah menjelajahi goa, kami berjalan dari satu kandang ke kandang lain untuk melihat primata lainnya seperti Siamang. Kaki kami terus melangkah, saya sambil bernostalgia karena pada saat kunjungan saya bersama teman-teman semasa SMP, tempat ini masih bagus, namun sekarang terlihat tidak terawat. Dahulu kami masih bisa bermain gelantungan di tali yang sudah disediakan, ada pasir pantainya, ada beberapa permainan, dan ada jalan setapak yang bagus sekali untuk pemotretan. Namun sekarang tempat-tempat itu sudah seperti tempat pembuangan jin sehingga banyak yang tidak mau ke sana. Tempat yang menyedihkan lainnya adalah tempat favorit saya, yaitu air mancur yang dikelilingi oleh ‘jamur-jamur raksasa’ dan kursi panjang dari  semen yang melingkarinya. Sekarang atap hiasan air mancur sudah patah dan tidak mengeluarkan air lagi. Sekarang tempat itu menyeramkan :(.

My Love... You are so loveable :*

Salah satu sudut di dalam gua. Keren kaaan! Eh kita bisa melihat gorilla dar sini, lho!

Jalan-jalan di Pusat Primata buat diri kita haus juga yaaa.. Tapi tadi minuman kita dititipin. Gimana dong? Eits, jangan khawatir karena di beberapa sudut sudah disiapkan keran yang akan mengeluarkan air minum. Tenang saja, air minumnya aman karena selalu mendapatkan pengawasan dan penelitian dari para ahlinya.

Setelah mengisi cairan, kami melanjutkan perjalanan-dari-kandang-ke-kandang lagi sampai kami menemukan danau, namun kami tidak kesana dan lebih memilih untuk melanjutkan perjalanan. Oh ia, di Pusat Primata ini ada tangga yang membawa kita ke atas pohon, lho.. Tapi sayangnya tangga ini ditutup dan sudah banyak yang rapuh. Sayang sekali sampai di kunjungan saya yang terakhir, fasilitas ini tidak direnovasi.

Kami berdua muat masuk ke dalam pohon ini

Ga nyangka ternyata Mas Fikri adalah sebuah gorilla (dilihat dari bayangannya) :p

Pusat Primata ini luas sekaliiiii. Kami baru saja menjelajahi sebagian kecil Kebun Binatang Ragunan, tapi capeknya luar biasa.. Kami pun memutuskan untuk berkunjung ke sini lagi dan membaginya ke dalam beberapa part. Mungkin nanti ada Ragunan part 1 , part 2, dan seterusnya untuk menjelajahi area-area lainnya :D.

Induknya berkulit hitam, anaknya bule. Anak tiri kah ?

Tips:

  1. Bagi yang ingin ke Pusat Primata Schmutzer, Anda bisa masuk lewat pintu barat (Cilandak KKO dekat Kompleks POLRI) karena dari situ yang paling dekat.
  2. Membawa makanan dan minuman dari rumah/dari luar.
  3. Bawalah kipas, jaga-jaga tidak ada angin yang berhembus..

Biaya yang dikeluarkan selama Ragunan Trip :

Karcis parkir motor: Rp. 3.000

Tiket Ragunan : @Rp. 4.000 + Rp.500 untuk asuransi

Tiket Pusat Primata : @Rp. 5.000

Kerak Telor : Rp. 15.000

1 Pecel + lontong : Rp. 10.000

2 Es tee : Rp.10.000

Total : Rp. 62.000,-