Matikan Ponsel Sebelum Memasuki Pintu Pesawat Terbang

Pesawat terbang modern banyak sekali bergantung pada gelombang radio untuk menjalankan berbagai fungsi, termasuk komunikasi dengan menara kontrol, navigasi, dan pengaturan udara di dalam kabin. Interfensi gelombang radio yang berasal dari ponsel dapat mengacaukan fungsi-fungsi ini.

Pemakai ponsel mungkin tidak menyadari bahwa dalam keadaan standby pun ponsel tetap memancarkan sinyal elektro-magnetis yang berfungsi memberitahu komputer di jaringan telepon selular bahwa ponsel dalam keadaan aktif dan oleh sebab itu dapat dihubungi. Sinyal itu akan semakin kuat ketika pemancar di base terminal station (BTS) berkomunikasi dengan ponsel untuk menyampaikan panggilan ataupun mengirimkan pesan singkat (SMS).

Padahal, setelah pesawat tinggal landas dan mendekati cruising altitude, ponsel tidak akan dapat berfungsi karena jarak dari BTS ke pesawat terlalu jauh dan pesawat bergerak terlalu cepat sehingga sebelum ponsel terdeteksi dan terdaftar di salah satu sel jaringan ponsel ia sudah meninggalkan sel tersebut. Akibatnya, ponsel yang aktif akan terus menerus memancarkan sinyal elektromagnetis yang beresiko mengganggu berbagai peralatan penerbangan.

UU No 1 Tahun 2009 tentang penerbangan Bab XXII Pasal 412 ayat 5-7 : setiap orang di dalam pesawat udara selama penerbangan yang mengoperasikan peralatan elektronika yang menggangugu navigasi penerbangan dipidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp.200.000.000 (dua ratus juta rupiah).

Ayat berikutnya menyatakan bahwa apabila mengaibatkan kerusakan atau kecelekaan pesawat dan kerugian harta benda, ia dipidana penjara paling lama (5) tahun dan denda paling banyak Rp.2.500.000.000 (dua miliar lima ratus juta rupiah). Jika perbuatannya mengakibatkan cacat tetap atau matinya seseorang, ia dipidana penjara paling lama 15 tahun.

(Dikutip dari majalah Garuda edisi Februari 2013).

Jadi menurut saya, demi keselamatan bersama, matikanlah handphone dan peralatan elekronik lainnya yang memancarkan gelombang elektromagnetik sebelum memasuki pintu kabin dan hidupkanlah kembali ketika sudah sampai di bangunan bandara tujuan.

Cheers,

Wulan

Lucky, tidak sekedar lucky..

“Keberuntungan termasuk buah yang kita tanam..”

 

 

 

 

 

 

 

 

Siapa di sini yang percaya dengan keberuntungan? Saya pribadi percaya dengan adanya keberuntungan, tapi… (ada tapinya, nih..) Tapi setelah kita berusaha, berdoa, dan bekerja keras. Karena sesungguhnya keberuntungan itu adalah ‘buah yang kita tanam’. Menurut saya, di dunia ini tidak ada yang ‘sekonyong-konyong’ beruntung. Di balik ‘lucky’ tersimpan lika-liku cerita yang menarik untuk disimak dan diambil sisi positifnya.

Ada orang yang ‘tajir’, pasti kita menyebutkan she/he is very lucky. Tapi kita perlu melihat, mengapa dia bisa ‘tajir’. Kalau memang dia ‘tajir’ karena orang tuanya, ya betul dia ‘lucky’ karena dilahirkan di tengah keluarga yang berlebihan, tapi kita perlu melihat sisi lainnya. Mungkin saja keluarganya selama ini telah bekerja keras banting tulang sehingga akhirnya si anak ikut merasakan kesuksesan keluarganya. Si anak pula lah yang nantinya akan menentukan, dia tetap ‘tajir’ atau sebaliknya. Kita tidak bisa memilih dilahirkan di keluarga yang mana. Lucky itu sebenarnya pilihan kita!

Ada orang yang pintar dan sukses, kita juga pasti menyebutnya she/he is lucky person. Tapi di mana-mana tidak ada kesuksesan yang instan. Di baliknya ada usaha yang terekam di dalamnya.

Saya ingin berbagi pengalaman pribadi, keberuntungan yang saya alami. Mulai dari urusan karir, kehidupan sehari-hari, hingga percintaan. Di umur saya yang masih muda (22) , saya sudah menjabat posisi penting di sebuah perusahaan ternama di Indonesia tanpa perlu proses melamar karena saya diajak oleh manajemen perusahaan tersebut. Tidak saya pungkiri semua karena ada factor ‘lucky’ di samping usaha-usaha saya selama ini. Ketika itu perusahaan tersebut adalah klien tempat saya bekerja, dan entah mengapa marketing communication-nya memutuskan untuk resign sehingga saya ditawarkan untuk menggantikan posisinya hingga sekarang.

Ternyata, ‘lucky’ saya tidak hanya di situ. Saya menemukan seseorang yang sangat berarti bagi saya (baca:pacar) di kantor tersebut sehingga kami berencana untuk menjalin hubungan yang serius.. Sebenarnya masih banyak ‘lucky’ lainnya yang saya alami, mulai dari hal kecil, hingga hal-hal yang besar seperti tadi. Tak lupa saya ucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala buah yang telah ditanam.. Alhamdulillah..

Semoga yang membaca tulisan saya mengenai ‘lucky’ ini mendapatkan keberuntungan yang luar biasa pula.

Kabar-kabar baik itu….

13 Desember 2012, aku mendapatkan banyak kabar baik, yaitu mengenai kelulusanku.. Aku menjadi lulusan terbaik dari jurusan Hubungan Masyarakat (cum laude, bo..!) dan Mas Fikri, lulus presentasinya dan dia resmi lepas dari management trainee dan menjadi Kasub. Subhanallah,Alhamdulillah,Allahu Akbar! Kedua kabar tersebut aku terima sangat berdekatan.. Semoga Allah selalu melancarkan semua urusan aku dan Mas Fikri..

Untuk Mas Fikri, selamat ya mas.. Tanggung jawab Mas Fikri kini semakin berat, semoga mas Fikri bisa menjalaninya dengan penuh keikhlasan dan rasa syukur, dan aku dapat terus mendukung Mas Fikri tanpa lelah..

Another ‘deg-degan’ waiting you… :p

Sebuah semangat kecil untuk Mas-ku . Semoga bisa berdampak besar :')

Tips Memilih Pemimpin (Berdasarkan kisah pribadi)

Tahun ini saya  memutuskan menjadi bagian atau pengurus dari suatu organisasi sebuah profesi di Indonesia.  Calon pengurus diwajibkan melihat presentasi calon ketua. Kebetulan saya tidak mencalonkan diri sebagai ketua karena ehm, kesibukan :p. Ternyata ada beberapa kandidat (ketua & wakil ketua) yang presentasi program kerjanya untuk satu tahun ke depan.

Melihat dari beberapa pasangan tersebut, saya pun ingin sedikit berspekulasi dan memberikan tips dalam memilih ‘pemimpin’, terlebih kita-kita warga DKI akan memilih Gubernur juga.

1)      Seharusnya kita mendukung pemimpin yang mengetahui keadaan internal

2)      Pemimpin yang visible (mempunyai visi ke depan dan mempunyai solusinya)

3)      Pemimpin yang dapat mengayomi anggotanya

4)      Pemimpin yang ga ‘songong’.. eh boleh sih songong dikit, asal kerjanya bener aja dan bisa persuade anggotanya. Kalau songongnya nyebelin sih jangan mimpi jadi ketua. Haha :p

5)      Tidak terlalu ambisius

6)      Down to earth

7)      Percuma aja kalau orang punya program yang bagus tapi dia ga punya tim yang bisa mendukung dia, ga berhasil memperkuat tim internal, nah kalau gitu, bagaimana bisa sebuah organisasi semakin dikenal masyarakat luas ?

IMO, saya lebih memilih calon pemimpin yang meskipun mempunyai program yang sangat sederhana, tapi mempunyai orang-orang hebat di belakangnya yang akan senantiasa mendukungnya dan membantu mewujudkan visi misi organisasi..

Daaannn saya pun ketahuan deh akan memilih siapa.. hehe :p

BTW, Pada akhirnya semua pilihan itu akan jatuh ke tangan kamu juga sih, terserah mau pilih yang mana. Negara kita kan negara demokratis J

“Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang – undang “

–          UUD 1945 pasal 28  –  

 (Ini bukan co-past! Suer!)

 

Perpisahan

Perpisahan adalah hal yang setiap orang tidak menginginkannya..
Seburuk apapun keadaan kita, dalam lubuk hati yang paling dalam, kita tidak
ingin berpisah darinya.
Pertemuan dan perpisahan adalah satu paket yang pasti tidak dapat dipisahkan.
Namun jika memang perpisahan harus terjadi, manusia tidak ada daya untuk
menangkalnya..
Perpisahan ada yang memang terpisahkan dengan takdir, dan ada pula
perpisahan yang memang keputusan dari orang tersebut..
Jika perpisahan yang berasal dari orang tersebut, itu mungkin untuk kebaikan
orang tersebut..
Sesungguhnya berat sekali untuk memilih, perpisahan itu adalah hasil pilihan
manusia..

Semoga orang-orang yang membaca tulisan ini tidak akan pernah
menyesal dengan apa yang dipilihnya dan menyukai perpisahannya meski berat.
Hidupmu adalah hidupmu, kamulah penentu kebahagiaanmu.. kamulah penentu
masa depanmu.
Selamat untuk Anda yang mempunyai hati yang ikhlas dan kuat dalam menghadapi perpisahan itu..

Misteri Coat yang Tertukar

Ini bukan kisah antara putri yang tertukar, namun kisah antara coat yang tertukar… Bagaimana ceritanya? Jadi ceritanya begini, waktu itu gw mesen coat warna coklat via butik online di facebook, bagus banget apalagi dipadupadankan dengan dress. harganya Rp. 80.000,- sudah termasuk ongkos kirim. Transaksi pun selesaidi hari Senin dan butik onlinenya mengirimkan coat gw di hari yang sama, dan gw tinggal menunggu kedatangan coat tersebut di rumah. Gw udah ngebayangin coat yang ‘sudah’ menjadi hak milik gw tersebut akan dipakai saat gw di luar negeri dan akan gw padupadankan dengan boat. ah keren!

Hari Rabu,10 Agustus 2011 gw pulang dari kantor dan saat itu gw lihat bungkusan coklat ada di atas televisi (ga tahu kenapa nyokap gw naronya di atas televisi). Langsung aja gw buka dengan semangat 45, pas sobekan pertama, gw melihat kok warnanya pink dan bahannya beda dari yang diphoto. gw kira gw ditipu sama butiknya itu, langsung aja gw robek dengan sekuat tenaga itu paket. Lho kok? coatnya warna PINK dan lebih pendek dari yang gw pesen. Mata gw pun langsung beralih ke bungkusan coklat yang ada alamatnya. Nah lho, kok ditujukan bukan untuk gw tapi untuk DEWI di SIDOARJO. deng deng… kejanggalan pun terjadi

Ada apa ini gerangan? gw langsung cek dong ke facebooknya. Ternyata itu pink coat harganya cuma Rp. 50.00o. OMG, itu kan lebih murah dari yang gw pesen dan JELEK banget! NORAK! langsung aja gw sms ke butiknya… selidik punya selidik, kayaknya barang gw tertukar sama yang di Sidoarjo. Setelah gw minta nomor resi gw dan nomor resi orang Sidoarjo itu gw pun memutuskan untuk cek ke web, di sana tertulis bahwa ia (orang Sidoarjo) sudah menerima paketnya, which is itu paket punya gw, tapi dia ngakunya belum nerima paket itu.

Jangan sampai cewe itu malah kesengsem sama coat yang udah gw beli. Gw ga rela dunia akhirat! ini semua gara-gara salah satu jasa pengiriman di Indonesia dengan inisial J. Gw ga tau kesalahan ada di bagian mana, yang jelas orang tersebut sudah berdosa karena tidak bisa menyampaikan amanah dengan baik dan dia juga tidak menjalankan pekerjaannya dengan penuh tanggung jawab (baca: ga becus)… Gw langsung kirim email ke custmercarenya jam 10 malam dan mendapatkan balasannya di jam 1 malam. Sampai gw menulis ini blog, belum ada lagi kelanjutannya. Doakan saja ya coat yang tertukar bisa kembali ke pangkuan pemilik yang seharusnya. Aminnn… Terima kasih

Ini dia coat yang SEHARUSNYA gw miliki

 

Ini seharusnya bukan punya gw !