Serba-Serbi Diare dan Tips Menghadapinya

Paling bete kan kalau anak atau anggota keluarga ada yang terkena diare? Rasanya pengen gitu keluarga bebas diare, bahkan impiannya Indonesia Merdeka Diare…! Dulu anak saya pernah diare gara-gara intoleransi laktosa. Di saat-saat ini kita sebagai Ibu pasti repot, apalagi bagi Ibu bekerja seperti saya. Izin/cuti kerja untuk mengurus anak, di rumah pun tidak bisa leha-leha karena harus siaga: mengganti popok, membersihkan yang terkena kotoran, memberi makanan dan minuman yang bergizi, dan tentunya pengeluaran rumah tangga membengkak karena harus membeli ekstra popok dan susu khusus anak alergi (tentu harganya lebih mahal dari susu sapi biasa). Rugi banget kan kalau anak kena diare ☹

Wah impian saya ini ternyata sejalan dengan Nutricia Sarihusada yang menggelar kampanye edukasi “Indonesia Merdeka Diare”.  “Nutricia Sarihusada melalui kampanye “Indonesia Merdeka Diare” adalah langkah nyata komitmen perusahaan terhadap  nutrisi untuk bangsa agar  anak Indonesia dapat menjadi anak generasi maju. Kami berharap melalui kampanye edukasi ini akan membuat banyak ibu yang semakin mengerti penanganan tepat diare pada anak” kata Nabhila Chairunissa, Brand Manager Digestive Care – Sari Husada.

Dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A (Medical Expert), Maria Melisa (Head of Brand SGM), Nabhila Chairunissa ( Brand manager digestive care - Sarihusada), Cindy Charlota (Public Figure Mom).

Dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A (Medical Expert), Maria Melisa (Head of Brand SGM), Nabhila Chairunissa ( Brand manager digestive care – Sarihusada), Cindy Charlota (Public Figure Mom).

Fakta Tentang Diare

  1. 1 dari 7 anak Indonesia pernah mengalami diare dengan frekuensi 2-6 kali dalam setahun. Jika diare berkelanjutan, bias berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak, antara lain berat badan anak.
  2. Penyebab diare yang paling umum adalah infeksi pada usus yang disebabkan oleh virus, bakteri atau parasit. Namun, penyebab terbanyak diare pada anak adalah Rotavirus, dan penelitian menemukan bahwa sebagian (30%) anak Indonesia yang mengalami diare karena Rotavirus juga mengalami intoleransi laktosa. (Unpublished data from Department of Pediatrics FK-UGM. Hasil penelitian di 6 rumah sakit di Indonesia. 2007.)
  3. Penelitian di negara lain bahkan mendapatkan angka kejadian intoleransi laktosa yang lebih tinggi, yakni sekitar 67% pada diare karena Rotavirus dan 49% pada diare non-Rotavirus. (Hu et al. Pak J Pharm Sci 2016;29:321-3)
  4. Pada saat diare terutama oleh Rotavirus, terjadi kerusakan jonjot usus, sehingga produksi beberapa enzim di jonjot usus yang berguna untuk proses pencernaan nutrisi, di antaranya enzim laktase, akan berkurang. Enzim laktase berguna untuk mencerna gula alami (laktosa) yang terdapat pada susu. Laktosa yang tidak tercerna akhirnya tidak dapat diserap sehingga menyebabkan diare semakin berat, kembung, dan tinja yang berbau asam. Kondisi ini disebut sebagai intoleransi laktosa.

Mom, Inilah yang Harus Dilakukan Ketika Anak Diare:

  1. Perhatikan anak tercukupi cairan-nya agar tidak dehidrasi dan kekurangan gizi
  2. Untuk anak yang masih mendapat ASI. Teruskan pemberiannya karena ASI adalah yang terbaik
  3. Cegah dehidrasi dengan larutan oralit
  4. Konsultasikan ke tenaga medis
  5. Jaga kebersihan tubuh dan lingkungan si kecil
  6. Pada beberapa keadaan, nutrisi bebas laktosa diberikan atas rekomendasi
  7. Saya juga baru dapat pengetahuan lagi dari acara ini. Menurut Dr. Ariani Dewi Widodo Sp.A(K) bahwa jika anak sedang diare, jangan kurangi porsi susu bubuknya, tapi lebih baik menambahkan porsi air agar nutrisi tetap terjaga.

Wah semoga dengan kampanye dari Nutricia Sarihusada ini angka diare di Indonesia menurun dan Indonesia Merdeka Diare…..!

Yuks Mom, lebih peka dengan kondisi si kecil demi tumbuh kembangnya yang maksimal 🙂

Terima kasih Nutricia dan Sarihusada atas edukasinya mengenai diare. Very good event for everyone, especially for the parents.

Terima kasih Nutricia dan Sarihusada atas edukasinya mengenai diare. Very good event for everyone, especially for the parents.

Waktu Berkualitas Penentu Kebahagiaan Keluarga

Jika ditanya lebih baik kualitas atau kuantitas bersama anak? Saya tentu akan menjawab kualitas. Buat apa lama-lama atau sering bersama anak jika kita asik sendiri menonton televisi/film atau juga memainkan gadget kita? Dari hasil survey Indonesian Nutrition Association (INA) menyatakan bahwa “menghabiskan satu jam saja bersama anak dapat meningkatkan kebahagiaan ibu dan ayah secara signifikan, bahkan sampai dua minggu ke depan”. Selanjutnya hasil survei juga mengungkapkan bahwa ibu masih menduduki urutan teratas untuk perannya dalam pengasuhan anak, sementara ayah menempati urutan keempat setelah nenek atau kakek dan anggota keluarga lain, maupun guru.

Selama ini kita hanya mengetahui bahwa peran ayah yang utama adalah mencari nafkah, tapi siapa sangka bahwa ayah juga berperan dalam keharmonisan keluarga, lho! Menurut Psikolog Rini Hildayani , M.Si “Penting bagi ayah dan ibu untuk saling bekerja sama dalam memperbanyak interaksi dengan anak yang melibatkan komunikasi serta sentuhan fisik. Misalnya ketika anak melakukan sesuatu yang baik, orang tua bisa menunjukkan apresiasi melalui pujian dan belaian.”

Nah, saya ingin bercerita bagaimana suami saya memiliki bonding moment dengan anak kami, Zhafranizzan yang September 2016 ini genap berusia 2 tahun. Saya bersyukur memiliki suami yang care terhadap saya maupun anak saya. Bonding moment ini sudah dia jalankan sejak anak saya masih di dalam perut, mulai dari mengelus, mengajak berbicara, dan memperdengarkan doa untuknya. Ketika ia lahir, suami saya tak ragu untuk membersihkan kotoran, mengganti popok bahkan memandikannya. Oh ya, bahkan urusan menggunting kuku bayi pun dia lebih jago daripada saya, lho! Meski kami memiliki pengasuh anak, suami saya masih sering turun langsung mengurus anak seperti menyuapi, memakaikan baju dan bermain tentunya.

Menjemur bayi juga salah satu bonding time

Menjemur bayi juga salah satu bonding time

Kebetulan suami saya memiliki waktu kerja yang berbeda dengan saya, dia bisa pulang dari kantor jam 24.00 dan sampai rumah jam 01.00 dini hari. Kadang-kadang anak kami bangun di jam papanya pulang. Suami saya dengan sabar mengajaknya bermain, entah itu bermain mobil-mobilan, mengenalkan berbagai jenis binatang, hingga memainkan apa saja yang ada di rumah saat itu. Meski hanya 1 jam, bonding time ini berarti bagi si anak. Ia akan merasa diperhatikan, disayangi sehingga tumbuh kembang anak pun akan bagus. Contohnya saja anak kami saat ini sering mengejutkan dengan kata-kata di luar dugaan kami berdua sampai kami pun akan bilang “Wah, kok Zhafran bisa bilang itu ya…” Bonding time pun diteruskan ketika anak kami tidur. Setelah anak tidur dengan nyenyak, papanya akan mengusap kepala sambil mendoakannya, lalu mencium ubun-ubun kepalanya. Tentunya hal tersebut baik untuk religi sang anak. Melihatnya pun saya bahagia.

Dalam 1 bulan sekali hingga dua kali (karena saya kuliah), kami merencakan kegiatan ke luar rumah, misalnya berolahraga di taman, maupun berekreasi ke tempat wisata. Minggu lalu kami menyempatkan jalan-jalan ke Monas. Mulai dari menggunakan taksi, Commuter Line, dan bajaj, kami melakukan bonding time bersama dengan berinteraksi satu sama lain. Anak saya senang sekali melihat dan merasakan sesuatu yang baru seperti naik Commuter Line, naik bajaj dan bisa lari sepuasnya di area Monas. Saya percaya bonding time seperti ini akan menentukan karakternya dan tentunya akan berdampak positif terhadap keluarga kecil kami. Tubuh kami sehat, jiwa kami terikat 🙂

Nestle 2

Menggunakan Taksi untuk ke stasiun

Menggunakan Taksi untuk ke stasiun

Naik Commuter Line dari Suasiun UI sampai Gondangdia

Naik Commuter Line dari Suasiun UI sampai Gondangdia

Untuk memenuhi kalsium dan kebutuhan-minum-susu Zhafran, kami memberikan Nestlé LACTOGROW yang memiliki kandungan Asam Linoleat (Omega 6), Asam Alfa-Linolenat (Omega 3), minyak ikan, 11 vitamin dan 7 mineral. Kebetulan anak saya tidak bisa minum sembarang susu dikarenakan pencernaannya bermasalah, Alhamdulillah Zhafran cocok mengonsumsi Nestlé LACTOGROW. Alhamdulillah lagi ketika saya diundang di acara press conference Nestlé Lactogrow Happy Date with Legendaddy – Happy Winter Land, isi goodie bag-nya ada 2 kotak susu Nestlé LACTOGROW. Alhamdulillah rezeki anak saleh :). Sayangnya saya tidak sempat mengajak anak saya bermain di Happy Winter Land karena bentrok dengan jadwal kuliah. Huhuhu 🙁 BTW masih ada cara lain kok untuk bonding moment dengan anak, salah satunya saat memberikan dia susu Nestlé LACTOGROW :).

Choky Sitohang, salah satu Legendaddy juga hadir di acara  Nestlé LACTOGROW

Choky Sitohang, salah satu Legendaddy juga hadir di acara Nestlé LACTOGROW

Inilah 5 Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi yang Baru Lahir

Merawat bayi yang baru lahir adalah rutinitas yang menyenangkan sekaligus mendebarkan bagi orangtua baru. Sebab orangtua baru masih harus banyak belajar untuk memenuhi segala kebutuhan bayi. Soal urusan perlengkapan bayi bisa diselesaikan dengan belanja online di MatahariMall. Sebab pilihan perlengkapan bayi di MatahariMall sangat modern dan siap memenuhi semua kebutuhan bayi.

Lain halnya soal kebutuhan imunisasi dasar lengkap untuk si buah hati. Setidaknya para orangtua harus tahu perihal 5 imunisasi dasar lengkap ini untuk si kecil yang baru lahir.

Imunisasi Hepatitis B

Hepatitis B merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Serangan terhadap organ hati jelas akan menimbulkan risiko kesehatan yang berbahaya bagi bayi. Bayi baru lahir berusia 0 hingga 7 hari biasanya patut mendapatkan imunisasi hepatitis B tahap pertama. Selanjutnya, imunisasi diberikan pada bayi berusia 1 hingga 2 bulan. Masih ada pula imunisasi tahap ketiga untuk batita berusia 6 bulan hingga 1,5 tahun.

DPT

DPT adalah singkatan untuk penyakit Dipteri, Pertusis, dan Tetanus. Dipteri merupakan penyakit yang menyerang saluran tenggorokan. Sedangkan pertusis adalah infeksi saluran pernapasan yang ditandai dengan gejala batuk hebat hingga radang paru-paru. Penyakit yang terakhir yang tetanus adalah infeksi kuman yang menyerang sistem saraf dan otot.

Imunisasi Polio

Wabah polio memang sudah tidak lagi menjangkiti masyarakat Indonesia. Namun kewaspadaan terhadap penyakit ini harus tetap dilakukan secara seksama. Bayi berusia 0 hingga 4 bulan harus menerima imunisasi polio untuk mencegah penyakit yang berisiko menyebabkan kelumpuhan ini.

BCG

Imunisasi yang satu ini diberikan pada bayi berusia maksimal 1 bulan untuk mencegah penyakit TBC (tuberkulosis). Imunisasi yang satu ini biasanya akan menimbulkan bekas di kulit berupa jaringan parut disertai sedikit benjolan di permukana kulit.

Campak

Biasanya para orangtua mengetahui tentang infomasi imunisasi penyakit ini. Bayi berusia 9 bulan sudah bisa memperoleh imunisasi campak. Ketika beranjak besar dan sudah memasuki usia sekolah, biasanya sejumlah sekolah akan mengadakan program imunisasi campak untuk para muridnya.

Nah, selain memenuhi kebutuhan perlengkapan bayi, sudahkah para orangtua memberikan imunisasi dasar lengkap untuk si buah hati yang baru lahir?

Kalau belum, yuk segera hubungi dokter anak dan buatlah jadwal untuk imunisasi secepatnya.

 

Alhamdulillah Zhafranizzan bisa imunisasi sesuai jadwalnya, kecuali imunisasi tambahan yang sedang langka :(

Alhamdulillah Zhafranizzan bisa imunisasi sesuai jadwalnya, kecuali imunisasi tambahan yang sedang langka :(

Anak Anda Sering Tantrum? Ini Solusinya!

Bersuskur menjadi seorang Ibu. Membangun interaksi yang dekat dengan buah hati akan memberikan banyak pelajaran bagi saya.

Bersyukur menjadi seorang Ibu. Membangun interaksi yang dekat dengan buah hati akan memberikan banyak pelajaran bagi saya.

Menjadi orangtua adalah proses belajar seumur hidup. Pengetahuan sebagai orangtua senantiasa bertambah dan diuji dalam mendidik buah hati. Kalau Anda termasuk orangtua muda, maka membangun interaksi yang dekat dengan buah hati akan memberikan banyak pelajaran bagi Anda.

Karakter setiap orang berbeda-beda, begitu pun halnya dengan karakter anak Anda. Ada anak kecil yang penurut dan ada juga yang sering marah atau ngambek jika keinginannya tidak terpenuhi. Salah satu gejala yang ditunjukkan oleh anak yang sedang marah adalah tantrum.

Apa Itu Tantrum?

Tantrum bisa didefinisikan sebagai ungkapan emosi pada anak-anak yang terjadi saat keinginannya tidak terpenuhi. Tantrum bisa dialami oleh anak-anak berusia 1 hingga 5 tahun dengan cara yang sangat variatif. Ada anak yang berteriak-teriak, menangis histeris, memukul orang di sekitarnya, atau berguling-guling di lantai saat mengalami tantrum.

Mengapa Tantrum Bisa Terjadi?

Salah satu hal yang menjadi pencetus tantrum adalah perilaku orangtua yang terlalu memanjakan anak. Orangtua yang selalu menuruti keinginan anaknya atau berusaha menghibur sang anak saat anak tersebut kecewa justru bisa mencetuskan perilaku tantrum pada anak.

Hal ini terjadi karena anak seringkali tidak dapat meluapkan emosinya pada saat yang tepat. Jadilah emosi yang terakumulasi tersebut malah dilampiaskan pada waktu-waktu tertentu. Misalnya ketika keinginannya benar-benar tidak bisa dikabulkan oleh orangtua.

Cara Ampuh Mengatasi Tantrum

Jangan panik dengan perilaku tantrum yang terjadi pada buah hati Anda. Solusinya, Anda bisa memilih untuk diam dan tidak mempedulikan anak yang sedang tantrum. Kondisi tantrum biasanya berlangsung selama kurang lebih 2 menit. Setelah emosi anak Anda mereda, barulah Anda bisa memberikan penjelasan mengapa Anda tidak dapat mengabulkan permintaannya. Jalinlah kedekatan emosional dengan buah hati Anda agar perangainya menjadi lebih penurut dan mau menjadi pendengar Anda.

Jalin kedekatan emosional dengan berbelanja bersama di MatahariMall.com.

Meluangkan waktu bersama bisa menjadi sarana yang efektif dalam dalam meningkatkan emosional. Kedekatan emosional dapat dibentuk dengan berbagai cara. Berolahraga bersama, berbelanja bersama bisa jadi salah satunya. Di waktu senggang, Anda bisa mengajak buah hati Anda untuk memilih kebutuhannya dengan mengakses https://www.mataharimall.com. Tidak menuruti keinginan bukan berarti Anda tidak menyayangi anak Anda. Ajarkan mengenai batasan antara kebutuhan dan keinginan pada anak sedini mungkin. Selain itu, MatahariMall juga bisa membuat Anda mendapatkan produk kebutuhan anak secara praktis dan hemat.

Memilih aneka barang-barang kebutuhan di MatahariMall bersama keluarga pasti sangat menyenangkan.

 

Milih diapers bersama di mataharimall.com sambil quality time bersama anak

Milih diapers bersama di mataharimall.com sambil quality time bersama anak