Main ke De Ranch Bandung

Pakai aksesoris ala cowboy dan cowgirl. Boleh pakai aksesoris ini jika kita menunggang kuda

Pakai aksesoris ala cowboy dan cowgirl. Boleh pakai aksesoris ini jika kita menunggang kuda

Kala itu kawasan Bandung, Lembang dan sekitarnya diterpa hujan seharian. Tapi hal itu tidak menyurutkan semangat saya sekeluarga untuk jalan-jalan ke De Ranch. 40 menit perjalanan dari Noor Hotel (tempat kami menginap) ditambah waktu makan di Punclut, kami tiba di De Ranch dan Alhamdulillah hujan sempat berhenti meski sesaat.

Tiket masuk De Ranch (per Oktober 2016) untuk setiap hari kecuali Senin (karena libur) jam 09.00 – 17.00 adalah Rp. 5.000,- sudah termasuk kupon untuk ditukarkan dengan susu sapi segar. (Anak 2 tahun sudah bayar tiket).

Suasananya nyaman untuk mata dan pernafasan karena adem, penuh pepohonan dan rerumputan yang hijau nan luas.

Sebenarnya banyak permainan di sana, seperti delman, triker, the gold hunter, fun boat, flying fox, balon air, sepeda track, sepeda balita, loncat anak, mancing balita, panahan, kolam Indian Totem Web, trampolin, pony kidz, kidtrik, kuda ayun, peti luncur, delman luar, riding out. Sayangnya kami tidak sempat mencobanya karena hujan.

Saya dan Mas Fikri mencoba menunggang kuda berkeliling De Ranch secara bergantian karena harus menjaga anak. Please be note, setiap kuda di sini tidak boleh dinaiki lebih dari 1 orang (jadi harus 1 orang per kuda) dan maksimal beban kuda adalah 80kg (fiuh, untung saya masih di bawah 80kg). Per orang dikenakan biaya Rp. 25.000 untuk menunggang kuda maupun kuda poni untuk anak. Selain itu kita dipinjamkan kostum ala cowboy dan cowgirl untuk naik kuda, lucu juga sih untuk foto-foto di sana.

Kita dilarang membawa makanan dan minuman di luar karena di dalam banyak sekali pilihan makanan dan minuman yang bisa dibeli, mulai dari camilan hingga makanan berat. Toko souvenir dan oleh-oleh khas De Ranch juga ada di dalam. Complete!

Mozarella goreng dengan bumbu keju dan varian saos. Segini harganya 15rb. Enaakk,, dimakan hangat-hangat kejunya meleleh di dalam.

Mozarella goreng dengan bumbu keju dan varian saos. Segini harganya 15rb. Enaakk,, dimakan hangat-hangat kejunya meleleh di dalam.

Di De Ranch juga bisa lho foto untuk pre-wedding atau foto – foto profesional gitu, yang pasti ada rate-nya. Waktu itu pernah tanya, katanya biaya foto itu 2juta/6 jam dikasih pinjam 1-2 kuda selama 1 jam dan bisa menggunakan properti/wahana di sana untuk keperluan foto.

Deg-degan karena sudah lama tidak menunggang kuda. Kuda di sini besar-besar sekali, jadi lumayan tinggi dari kaki ke tanah.

Deg-degan karena sudah lama tidak menunggang kuda. Kuda di sini besar-besar sekali, jadi lumayan tinggi dari kaki ke tanah.

Kalau bingung naik apa ke sana, mending beli paket liburan aja di Big Bird by Blue Bird Group, karena mereka punya tiket wisata ke Bandung, salah satu tempat wisata tujuannya De Ranch. Tiketnya sudah termasuk transportasi Jakarta – Bandung – Jakarta, tiket masuk area wisata, tol, parkir, BBM, asuransi Jasa Raharja dan welcome drink. Mau cek? Klik aja di sini infonya.

14908181_10208388916544052_2277493478649493186_n

14925717_10208382948794862_7339846917620589097_n

Menginap di Noor Hotel Bandung

Gemes banget kan kamarnya :)

Gemes banget kan kamarnya 🙂

Siapa sangka di Bandung ada hotel unik berkonsep islami yang modern dengan furnitur yang unik dan spot-spot yang instagramable, sebut saja Noor Hotel yang terletak di Jl. Madura No. 6 Citarum, Bandung. Hotel ini memang tidak memiliki kolam renang, tapi ia memiliki ketertarikan sendiri. Katanya sih hotel ini occupancy-nya tinggi dan penuh terus. Bagaimana gak penuh kalau mata dibuat adem dengan suasana hotelnya yang memilih warna-warna utamanya calm seperti biru dan putih. Dengan begitu Noor Hotel bisa dikatakan sebagai muslim friendly boutique hotel.

Dari depan saja sudah terlihat cantik, kan....

Dari depan saja sudah terlihat cantik, kan….

Lobi Noor Hotel tampak depan

Lobi Noor Hotel tampak depan

Kami menginap di Noor Hotel tanggal 1-2 Oktober 2016 bersama anak dan suami dan reservasi dilakukan 3 minggu sebelumnya agar bisa mendapatkan kamar yang executive. Kami tidak sadar itu awal bulan dan weekend! Terbayangkan penuhnya Bandung seperti apa… Dari Pejaten berangkat jam 13.00 dan check-in di Noor Hotel jam 22.00! Yak, 10 jam perjalanan kami dari Jakarta ke Bandung melalui tol Cipularang. Selain karena volume kendaraan yang banyak, ada kontainer yang kecelakaan melintang 🙁 .

Ketika memasuki area lobi yang sudah penuh dengan mobil (karena parkirannya sempit), kami disambut oleh security hotel, ia ramah sekali layaknya menyambut pemilik rumah. Selain itu keramahan dirasakan ketika check-in. Receptionist-nya ramah dan proses check-in berlangsung singkat. Kami juga disuguhi kurma dan air zam-zam. Oh ia karena ini sudah malam, saya tidak melihat petugas perempuan (apakah ini memang procedure-nya mereka ya?)

Zam-Zam water as welcome drink and delicious date as welcome snack. Barakallahu..

Zam-Zam water as welcome drink and delicious date as welcome snack. Barakallahu..

Setelah itu kami langsung ke lantai 3 di kamar yang executive king. Keluar dari lift kami sudah terpana karena koridornya seperti kerajaan-kerajaan di film-film Eropa. Kami tambah tercengang ketika membuka pintu kamar. Kamar yang kami tempati sangat luas, kasurnya lega dan empuk, bantalnya banyak, ada sofa di depan ranjang, dan di dekat jendela. Furnitur di toiletnya juga bagus (sayang fotonya ada di HP saya yang tercuri 🙁  – ketika sudah di Jakarta).

Executive King - Room di Noor Hotel Bandung

Executive King – Room di Noor Hotel Bandung

 

Tuan Muda menikmati kamar dengan ngedot :p

Tuan Muda menikmati kamar dengan ngedot :p

Fasilitas yang didapatkan di sini: room service 24 jam, parkir gratis, brankas, AC yang berfungsi dengan baik, pemgering rambut (ini penting banget buat cewek hehe), TV, shower, kulkas, tv kabel dengan channel yang lengkap, WiFinya kencang, dan lokasinya strategis, dan yang saya suka lagi adalah adanya perlengkapan salat lengkap di setiap kamar! Ada mukena, sajadah, sarung, tasbih dan al-quran. Namun sayangnya mukenanya sudah bulukan yang ada di kamar saya (Di bawah ekspektasi saya yang menempati kamar eksekutif).

Karena kelaparan, kami memesan roti cane+kari ayam dan tahu lada garam yang keduanya rasanya enak dan cane-nya gak bikin eneg. Tapi yang saya heran, daftar minuman yang tertera di menu tidak tersedia entah kenapa. (Kalau tidak tersedia, ngapain dia bikin menu minuman yak?). Setelah bersih-bersih, kamipun tidur dengan nyenyak.

Yummyy...! Recommended menu from us!

Yummyy…! Recommended menu from us!

Keesokan harinya kami sarapan di restorannya bernama Emmy’s Kitchen yang terletak di dekat pintu masuk (di lobi). Duh bikin gemes banget deh sama kursi, meja, hiasan dan desain restorannya. Benar-benar berasa di kerajaan Eropa. Pilihan makanan lumayan banyak, dessert apalagi, makanan-nya enak-enak, dan saya paling suka karena  fresh juice-nya banyak (ada semangka, melon, jeruk) yang disediakan di gelas-gelas yang unik.

Tuan Muda lagi sarapan :)

Tuan Muda lagi sarapan 🙂

 

Zhaf asyik memilih fresh juice yang disediakan di gelas dan tempat yang unik

Zhaf asyik memilih fresh juice yang disediakan di gelas dan tempat yang unik

Ada cerita yang unik di sini. Kami lupa membawa baterai kamera cadangan maupun charger kamera. Untungnya ada tamu (ternyata kamarnya bersebelahan) yang memiliki kamera yang sama. Alhamdulillah ybs mau meminjamkan chargerannya kepada kami. Semoga Allah membalas kebaikan Mas dan Mbaknya ya :). Setelah kamera baterai terisi penuh, kami foto-foto di lobi dan di luar area hotel. Menjelang siang kami check-out untuk pergi ke De Ranch.

Area lobinya juga genic banget. Ini spot foto favorit, lokasinya dekat pintu lobi.

Area lobinya juga genic banget. Ini spot foto favorit, lokasinya dekat pintu lobi.

 

Ini juga masih di lobi, lokasinya paling dekat dengan front desk.

Ini juga masih di lobi, lokasinya paling dekat dengan front desk.

 

Another photo spot in lobby

Another photo spot in lobby

 

Jadi sekalian family picture deh :)

Jadi sekalian family picture deh 🙂

Overall, kami puas menginap di Noor Hotel. Kami akan merekomendasikan kepada siapapun untuk menginap di sini. Harganya sebanding dengan pelayanan yang didapat. Oke banget! Mereka juga menyediakan sepeda gratis untuk keliling dan layanan shuttle dari airport atau stasiun.

Noor Hotel juga bisa memberikan pengalaman gratis menginap di sini bagi kamu yang memiliki followers Instagram di atas 10k. Infonya klik di sini.

Reservasi Noor Hotel:

Call: +62 22 424 2010

Email: info@noorhotels.com

Rate: 9.5/10

 

Main di Miniapolis Plaza Indonesia

Senangnya bisa menepati janji ke diri sendiri; mengajak anak main di Miniapolis :p

Senangnya bisa mengajak anak main

Sejak belum menikah, setiap saya ke Plaza Indonesia pasti saya selalu terarah ke Miniapolis, dan saat itu saya berjanji jika saya sudah memiliki anak, saya akan membawa anak saya main di situ. Dulu saya kira Miniapolis itu versi mini Dunia Fantasi yang indoor, ternyata…. Beginilah pengalaman saya menepati janji kepada diri saya sendiri….

imageedit_1_9499484580

Sejak Zhaf latihan berjalan dan sampai bisa berjalan sendiri, kami membiasakan ia tidak menggunakan stroller lagi.

 

Zhaf senang berjalan dan berlari.

Zhaf senang berjalan dan berlari.

 

Antri beli tiket

Antri beli tiket

 

Setelah idul adha di perumahan, saya dan suami mengajak Zhaf, anak kami ke Miniapolis Plaza Indonesia. Saya sih sempat kaget karena ternyata di bawah imajinasi saya. Dengan tiket Rp. 120.000,- untuk anak dan Rp.30.000,- untuk pendamping (non-member), anak-anak bisa mengikuti permainan yang sedikit dengan area yang tidak terlalu luas. Area mandi bola-nya pun tidak terlalu besar dengan bola-bolanya yang berwarna putih, beda dengan mandi bola yang biasanya saya kenal, berwarna-warni. Mungkin ini menjadi salah satu ciri khas Miniapolis ya, bolanya   berwarna putih.

Setelah bayar tiket, dapat gelang yang harus dipakai selama di dalam area

Setelah bayar tiket, dapat gelang yang harus dipakai selama di dalam area

Di sana ada 2 perosotan, 1 panggung lumayan besar, 2 unit permainan kaki, dan di atasnya dikelilingi area yang bisa dipanjat, ternyata ceritanya itu adalah rumah pohon – rumah pohon yang memungkinkan anak menemukan tempat bersembunyi, jadi ceritanya main hide-and-seek alias petak umpet dengan aman. Tapi menurut saya bagian atas terlalu gelap dan kurang menantang, tidak mencerminkan warna anak-anak yang colourful, yaa mungkin lagi-lagi itu menjadi ciri khasnya Miniapolis dengan temanya rumah pohon. Entahlah?

Bola di tempan mandi bola-nya berwarna putih

Bola di tempat mandi bola-nya berwarna putih

 

Zhaf kenalan dengan teman sebaya di sana.

Zhaf kenalan dengan teman sebaya di sana.

Kalau mau naik kereta-kereta-an atau naik carousel, ada biaya tambahan.. Tiketnya Rp. 60.000,- (non member) dan Rp. 40.000 (member). (Ini di luar area Hide & seek tapi masih di lantai yang sama).

Kalau dari segi karyawannya sih oke ya, ramah, friendly dan murah senyum, apalagi sama anak-anak.

Kalau ditanya apakah mau balik lagi main di Miniapolis Plaza Indonesia? Aku sih mikir-mikir lagi karena harganya yang lumayan dan tempatnya yang agak dark jadi jelek buat foto-foto hehee…..

Tips dari kami: Bawa kaos kaki ya untuk pendamping, karena lumayan juga harganya Rp. 30.000,- kalau beli langsung di lokasi.

Happy when he's happy :)

Happy when he’s happy 🙂

 

Emaknya malah deg-degan takut melewati sebidang kayu ini :D

Emaknya malah deg-degan takut melewati sebidang kayu ini 😀

 

Zhafranizzan and I

Zhafranizzan and I

 

Kegiatan motorik - Menanjat tangga

Kegiatan motorik – Menanjat tangga

 

 

Bulan Madu di Kampung Sampireun Garut – Day 3

imageedit_9_2454522997

Day 3

Hari ini hari terakhir kami bulan madu di Kampung Sampireun Garut. Pagi hari kami main congklak sambil menikmati surabi yang diantarkan oleh petugas, mandi dan mengayuh perahu ke restoran untuk sarapan. Setelah itu kami kembali ke kamar untuk gogoleran (tidur-tiduran) sejenak untuk berkemas-kemas. Pukul 10.00 kami check-out dan belanja ke Sukaregang (pusat kerajinan kulit).

Menginap di Kampung Sampireun menjadi momen yang sangat berkesan bagi kami, saya khususnya. Saya sangat mendambakan ke sini dengan soulmate, Alhamdulillah impian ini terkabul. Selama 60 jam lebih saya berduaan dengan suami dan menikmati quality time berdua di tempat romantis di Garut, karena quality time suami istri berdua harus dijaga lho untuk keharmonisan keluarga.

Senang banget ngasih makan ikan yang ginuk-ginuk (gendut-gendut) gini

Senang banget ngasih makan ikan yang ginuk-ginuk (gendut-gendut) gini

 

Suami jadi ingat masa kuliah, karena si akang kuliah di Perikanan :)

Suami jadi ingat masa kuliah, karena si akang kuliah di Perikanan 🙂

Kami memberikan apresiasi yang tinggi untuk staf dan manajemen Kampung Sampireun Garut atas pelayanannya yang luar biasa, ramah, berkesan, serasa pulang ke kampung halaman sendiri. Kami juga berterima kasih karena selama di Kampung Sampireun mobil kami dibersihkan sampai kinclong, benar-benar pelayanan yang ekstra untuk konsumen.

Sukses terus untuk Kampung Sampireun Resort & Spa Garut!

Sebelum kembali ke Jakarta, sempat bermain dengan ikan

Sebelum kembali ke Jakarta, sempat bermain dengan ikan

What a nice experience, honeymoon at Kampung Sampireun, Garut.

What a nice experience, honeymoon at Kampung Sampireun, Garut.

 

Para Wanita, Pertimbangkan 4 Hal Ini Saat Memilih Rok

Memakai rok akan menampilkan kesan feminim yang cantik, itulah sebabnya banyak wanita yang menyukai rok sebagai bawahan. Selain itu rok juga cocok dipadu padankan dengan atasan apapaun,  jadi kita bisa dengan mudah mix n match penampilan agar tampil beda. Namun untuk kamu yang belum mempunyai rok dan tertarik ingin membeli, perhatikan hal berikut ini ya sebagai pertimbangan sebelum menentukan rok yang tepat untuk kamu pakai

Bahan Rok

Kamu wajib memperhatikan bahan rok yang akan kamu beli. Bahan rok akan mempengaruhi bentuk saat kamu pakai. Untuk kamu yang berpinggul besar, hindari rok dengan bahan spandex atau jersey. Sebaiknya kamu memilih rok berbahan katun atau jeans. Begitu juga untuk kamu yang berbadan kecil bisa memilih rok berbahan chiffon maupun katun.

Panjang Rok

Panjang rok juga harus kamu pertimbangkan. Kamu harus memastikan terlebih dahulu panjang rok yang kamu pilih nyaman untuk dipakai. Tidak kepanjangan ataupun tidak kependekan. Kamu bisa menyesuaikan panjang rok yang dipilih dengan ke acara mana kamu akan pergi dengan menggunakan rok tersebut. Misalnya untuk pergi ke kantor, kamu harus menghindari rok yang terlalu mini dan lebih baik memakai rok dengan panjang sedengkul. Sebaliknya, kamu bisa menggunakan rok mini tersebut saat hangout bersama teman agar terlihat casual nan elegan.

Tentunya bagi muslimah seperti saya, panjang rok sudah mutlak yang menutupi mata kaki 🙂

Pakai rok untuk ke kampus bisa seperti ini. Atasan kaos polos hitam, rok warna pink muda, dan kerudung bermotif. Foto: Dokumen pribadi

Pakai rok untuk ke kampus bisa seperti ini. Atasan kaos polos hitam, rok warna pink muda, dan kerudung bermotif.
Foto: Dokumen pribadi

Model Rok

Selain bahan dan panjang rok, hal selanjutnya yang harus kamu perhatikan adalah model rok. Seperti bahan, model rok pun akan mempengaruhi bentuk tubuhmu saat dipakai. Model rok rempel sebaiknya dihindari untuk kamu yang tubuhnya berbentuk buah pir, karena akan semakin membuat bagian tubuh bawahmu terlihat lebih besar. Model rok bertumpuk bisa dicoba untuk kamu yang berbadan kecil agar menimbulkan kesan lebih berisi.

Merk Rok

Meskipun tidak terlalu penting, merk rok juga bisa jadi bahan pertimbangan saat kamu akan membeli rok. Merk yang terkenal memang harganya sedikit lebih mahal tetapi tentu saja kualitasnya sudah terbukti tahan lama. Hal ini penting karena kamu jadi bisa selalu memakai rok favoritmu tersebut tanpa harus khawatir akan cepat rusak.

Itulah 4 hal yang harus kamu pertimbangkan sebelum membeli rok. Untuk kamu yang masih bingung memilih rok berkualitas dengan model terkini, kamu bisa mengunjungi MatahariMall.com, e-commerce milik Lippo Group ini menyediakan rok wanita terlengkap dengan berbagai model dan merk yang tentunya saja cocok untuk kamu anak muda.

Bulan Madu di Kampung Sampireun – Day 2

Merayakan ulang tahun ke-29 suamiku di bawah bulan purnama, di tengah-tengah danau sampireun dengan rakit yang penuh cinta. Alhamdulillah

Merayakan ulang tahun ke-29 suamiku di bawah bulan purnama, di tengah-tengah danau sampireun dengan rakit yang penuh cinta. Alhamdulillah

Hari ke-2 bulan madu di Sampireun memiliki banyak aktivitas, diantaranya foto-foto dengan fotografer , spa-couple, candle light dinner dll. Pagi hari pukul 07.00 akan ada petugas yang keliling lagi, kali ini mereka membagikan sundanese snack, dan hari ini menunya adalah bubur lemu (bubur sumsum dalam bahasa Indonesia). Selesai menyantap bubur lemu, kami berkeliling area Kampung Sampireun dengan berjalan kaki sambil menuju restoran untuk sarapan dengan buffet menu. Rasa makanannya mengingatkan akan masakan rumah yang dimasak oleh Ibu dan Uwa saya di garut, rasanya seperti kembali ke masa lalu :’) . Sehabis sarapan, kami kembali ke kamar dan memberikan makan ikan (makanannya sudah dikasih 2 pack dari hotel ketika kami check-in).

Sarapan di tengah pepohonan yang rindang dan suasana yang sejuk

Sarapan di tengah pepohonan yang rindang dan suasana yang sejuk

Salah satu spot foto favorit pengunjung Kampung Sampireun

Salah satu spot foto favorit pengunjung Kampung Sampireun

Pukul 09.00 receptionist akan menelepon ke kamar untuk mengingatkan jadwal pemotretan. Ya, pemotretan! Seru banget, kan?! Rasanya saya baru menemukan paket honeymoon yang disertai dengan sesi foto oleh fotografer profesional. Sesi foto memakan waktu 30 – 45 menit di area yang sudah ditentukan oleh fotografer. Selesai sesi foto, kami memilih 1 foto yang dicetak 10 R (ini sudah termasuk ke dalam paket), namun jika kita ingin copy semua foto ke CD + Edit, tinggal menambahkan saja untuk fotografernya. Foto yang sudah dicetak dan CD-nya akan dikirim ke rumah / kantor setelah 2 Minggu kunjungan. (Nyatanya foto sudah sampai 9 hari dari kunjungan lho).

Foto-foto hasil AA fotografernya bisa dilihat di sini

Beberapa hasilnya seperti ini:

imageedit_1_5136511422

imageedit_3_9603100456

imageedit_5_2385512508

imageedit_7_2025849573

imageedit_9_4368124332

imageedit_11_9506775870

imageedit_13_2345425825

 

Selesai sesi foto, jam 10.00 adalah sesinya spa-couple. Wow banget kan?! Spa-nya ini menggunakan produk dari Martha Tilaar, kebayang deh mahalnya kalau kita gak beli paket. Untuk suami, ruangannya terpisah, di gubug yang sudah disediakan kamar mandinya. Pijatan terapisnya enak banget, waktu itu saya memilih lulur bengkoang, sedangkan suami memilih strawberry. Sebenarnya kami ditawarkan untuk menambah service berendam berdua seharga 250rb sepasang (normalnya 250rb per-orang) tapi tidak kami ambil karena toh di kamar kami sudah berendam :).

Ruang spa untuk perempuan, tempatnya lebih tinggi.

Ruang spa untuk perempuan, tempatnya lebih tinggi.

 

Si Akang udah nungguin aku spa :)

Si Akang udah nungguin aku spa 🙂

 

Tempat spa suami, lokasinya di dalam gubug-gubug dekat kolam renang

Tempat spa suami, lokasinya di dalam gubug-gubug dekat kolam renang

Selesai spa-couple, kami menuju ke Seruling Bambu Restoran yang lokasinya tidak begitu jauh dari tempat spa untuk makan siang (ini sudah termasuk harga paket). Saya memilih menu ‘Nasi Tutug Oncom’ yang disajikan dengan tahu, tempe, ayam goreng, lalaban, sayur asem, sambal dan rempeyek’ dan untuk dessert, sebenarnya pasangannya Nasi Tutug Oncom dengan es kelapa muda, namun saya minta ditukar dengan buah-buahan. Suami saya memilih ‘Bebek Rangu’ yang disajikan dengan nasi putih, karedok, rempeyek, dan sambal hijau serta es campur sebagai dessert. Wah lagi-lagi kami mendapatkan kenikmatan dari makanan dan dessert-nya. Enaaaaakkk banget! Apalagi es campurnya berkesan banget rasanya :).

Makan siangnya aku

Makan siangnya Mas Fikri

 

Makan siangnya Mas Fikri

Makan siangnya Aku. Ini es campurnya enak banget deh… Kayanya es campur terenak yang pernah dimakan. Nyaaam

Selesai makan, kami kembali ke kamar untuk istirahat dan sorenya keluar sebentar untuk makan bakso aci di daerah kota. Sebelum magrib kami sudah kembali ke resort karena floating candle light dinner menunggu kami. Pukul 19.20 ada petugas yang menjemput kami untuk diantar ke rakit tempat candle light dinner. Sungguh romantis, berada di tengah danau, diterangi bulan purnama, diiringi suara jangkrik, diterangi lilin-lilin, menyantap hidangan spesial bersama orang yang dicintai. Alhamdulillah, ini adalah malam spesial bagi kami, dan ini adalah candle light dinner kami yang pertama dalam seumur hidup kami.

Our very first candle light dinner. Di tengah danau pula. Alhamdulillah Ya Allah...

Our very first candle light dinner. Di tengah danau pula. Alhamdulillah Ya Allah…

 

Makan malamnya aku

Makan malamnya aku

 

Makan malamnya Mas Fikri

Makan malamnya Mas Fikri

Untuk makanannya, saya menyantap “Bistik Jawa” yang terdiri dari Bistik daging sapi 180gr disajikan dengan nasi liwet goreng, tumis sayuran, keripik kentang, telor rebus serta pudding mouse with fruits dan kelapa aren Sampireun sebagau dessert-nya. Suami saya menyantap “Fish grill lemon buter sauce” yang terdiri dari grill fish served with puree potato, blanched green bean and tomato cherry and french garlic bread serta fruits yoghurt dan fresh cream panacotta sebagau dessertnya.  Selesai candle light dinner selama 1 Jam, kami kembali ke kamar. Lagi-lagi jam 21.00 kami sudah disuguhkan bajigur (wah benar-benar program penggendutan di sini).

Bulan Madu di Kampung Sampireun – Day 1

3 X 24 jam bersama berdua ( Perjalanan menuju Kampung Sampireun Garut )

3 X 24 jam bersama berdua ( Perjalanan menuju Kampung Sampireun Garut )

Kami berangkat di Jakarta pukul 08.30 pagi dan tiba di Kampung Sampireun pukul 13.30. Kampung Sampireun lokasinya mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi dan rutenya mudah. Patokannya adalah Pasar Samarang, belok ke kanan, terus ikuti jalan, dan nanti di sebelah kiri ada Kampung Sampireun (sebelum lokasi wisata Kebun Mawar). Sesampainya di receptionist, kami disambut dengan ramah ala priangan dan mendapatkan welcome snack (kerupuk) dan welcome drink (jahe). Rasanya nikmat banget, sehabis perjalanan, dihembuskan angin yang sejuk dan menyantap welcome snack & drink.

Jahe haneut (hangat) dan kerupuk menyambut kami di lobi Sampireun

Jahe haneut (hangat) dan kerupuk menyambut kami di lobi Sampireun

Kami mendapatkan kamar jenis ‘Kalapalua Suite Lake’ dengan nomor 1008 yang berada di pinggir danau. Setiap kamar yang ada di pinggir danau ini memiliki kano jika ingin bermain di danau dan jika ingin menuju ke restoran atau tempat spa. Setelah diantar room boy, ia memastikan kembali perlengkapan di kamar lengkap sehingga tamu tidak akan merasa kekurangan. Room boy keluar kamar, kami sudah disambut oleh bunga-bunga yang ada di kursi, souvenir (yang berisi handuk kecil dan mug Kampung Sampireun) di kasur dan tentunya mendapatkan dodol Garut yang terletak di dekat teh, kopi dan pemanas air.

Kapalua Suite Lake tampak nyamping

Kapalua Suite Lake tampak nyamping

 

Dapat kenang-kenangan dari Kampung Sampireun; handuk kecil dan mug.

Dapat kenang-kenangan dari Kampung Sampireun; handuk kecil dan mug.

 

Sofanya sudah ditaburi bunga

Sofanya sudah ditaburi bunga

Pukul 15.00 kami terkaget karena ada seseorang yang mengetok pintu kamar dari balkon (danau) ternyata petugas datang membawa welcome fruit, 2 buah jeruk Garut. Kami kira jika petugas datang dan akan memberikan sesuatu, ia akan datang dari pintu belakang, ternyata setiap petugas akan datang dari danau menggunakan perahu, kecuali house keeping.

Welcome fruit, jeruk Garut yang rasanya segar. Diantarkan oleh emang-emang dari pintu kolam (cukup mengagetkan)

Welcome fruit, jeruk Garut yang rasanya segar. Diantarkan oleh emang-emang dari pintu kolam (cukup mengagetkan)

 

Masing-masing kamar suite lake ada perahu yang bisa digunakan kapan saja

Masing-masing kamar suite lake ada perahu yang bisa digunakan kapan saja

Kamar

Kamarnya ini tidak ada AC (secara udaranya dingin, bo!), kasurnya king size yang besar dan empuk banget (nyaman lah pokoknya), view ke danau, wifi dengan sambungan kencang, dinding kamar terbuat dari bambu dengan sabut kelapa sebagai atapnya, ada sofa bed yang nyaman banget buat gogoleran (baca: tidur-tiduran), televisi datar 31” dengan satellite channels, koran, telepon dengan sambungan langsung, meja rias, kopi+teh+pemanas air, lemari dari bambu dan tentunya kamar mandi yang mewah. Kamar mandinya ini semi-outdoor. Jadi di bagian wastafel, WC, dan bathtub-nya indoor, sedangkan shower-nya tidak ada atapnya. Oh ya, untuk penerangan, jangan harap terang benderang seperti di hotel atau tempat penginapan lainnya, karena remang-remang meski sudah dinyalakan semua lampunya :P. Namanya juga tempat honeymoon dan tempat istirahat :).

Ini dalam kamarnya. Luas dan nyaman banget.

Ini dalam kamarnya. Luas dan nyaman banget.

Hari ini kami menikmati danau dari balkon sambil main congklak yang sudah disediakan (unik banget sih disediakan congklak) dan ‘ngendem’ di kamar. Sekitar pukul 16.00 kami menuju dengan kano ke restoran yang bernama “Seruling Bambu” untuk menyantap coffee break. Menunya ada pisang goreng dengan gula aren, singkong goreng dan kacang rebus serta kopi dan teh. Rasanya nikmat banget sambil duduk di pojok dekat pepohonan.  Selanjutnya kami kembali ke kamar menggunakan kano dan mulai ‘ngendem’ di kamar 🙂 .

Unik banget disediakan congklak. Benar-benar kearifan lokal!

Unik banget disediakan congklak. Benar-benar kearifan lokal!

 

Ke dan dari restoran menggunakan perahu. Deg-degan karena perahunya goyang-goyang. Hehee...

Ke dan dari restoran menggunakan perahu. Deg-degan karena perahunya goyang-goyang. Hehee…

 

Menikmati coffee break (pisang goreng, kacang rebus, teh dan kopi) di Seruling Bambu Restaurant

Menikmati coffee break (pisang goreng, kacang rebus, teh dan kopi) di Seruling Bambu Restaurant

Malam harinya setiap pukul 21.00 akan ada petugas yang berkeliling menggunakan kano, ternyata petugas tersebut membagikan bajigur ke setiap kamar. Hmm.. Memang deh Sampireun ini tidak akan membiarkan tamunya kelaparan di tengah-tengah cuaca dingin. Karena di hari pertama tidak ada acara makan malam dari paketnya, maka kami memutuskan room service dengan memesan Nasi Goreng Sampireun yang berisi telur dadar, ayam goreng, bakso, acar dan kerupuk.

Selesai makan, kami langsung tidur sampai keesokan harinya yang lebih seru!

Pesan nasi goreng untuk dibawa ke kamar. Rasanya lumayan lah. (Dinner hari pertama tidak termasuk dalam paket ya)

Pesan nasi goreng untuk dibawa ke kamar. Rasanya lumayan lah. (Dinner hari pertama tidak termasuk dalam paket ya)

Bulan Madu di Kampung Sampireun Garut

Bulan Madu (lagi) di Kampung Sampireun - Hasil foto fotografer Kampung Sampireun

Bulan Madu (lagi) di Kampung Sampireun – Hasil foto fotografer Kampung Sampireun

Bingung cari tempat untuk bulan madu? Dari berbagai macam pilihan lokasi yang ada, saya akan merekomendasikan Kampung Sampireun, Garut. Sepertinya Kampung Sampireun ini sudah cukup terkenal di masyarakat, khususnya masyarakat Jawa Barat. Lokasinya juga masih bisa ditempuh dengan perjalanan darat dari Jakarta dengan menghabiskan waktu kurang lebih 5 jam.

Yeayyy Alhamdulillah sampai di Kampung Sampireun Garut...!

Yeayyy Alhamdulillah sampai di Kampung Sampireun Garut…!

 

Lobi Kampung Sampireun

Lobi Kampung Sampireun

 

Lobi Kampung Sampireun , ada yang main musik khas Sunda menyambut kami

Lobi Kampung Sampireun , ada yang main musik khas Sunda menyambut kami

Kampung Sampireun memiliki paket honeymoon lengkap yang diberi nama paket ‘Honeymoon Swiss Van Java’ dengan harga paket Rp. 3.500.000- dan kita akan mendapatkan:

  • Menginap 2 malam di kamar yang ada di pinggir danau
  • 2X sarapan
  • 1x makan siang
  • 1x floating candle light dinner
  • Sekoteng & surabi setiap hari
  • Perawatan spa untuk istri & suami
  • Photo Couple
  • Tax & service 21%

Terjangkau kan harganya? Secara kalau menginap biasa, semalamnya bisa 3,3 juta ke atas untuk kamar di pinggir danau. Baiklah, saya akan mulai cerita pengalaman saya dan suami berbulan-madu (lagi) di Sampireun. Siapa bilang bulan madu hanya untuk pengantin baru ? :p

Kamar Kalapalua Suite Lake. Saya kira kami akan disambut dengan bunga-bunga di atas kasur beserta handuk yang dibentuk bebek :p

Kamar Kalapalua Suite Lake. Saya kira kami akan disambut dengan bunga-bunga di atas kasur beserta handuk yang dibentuk bebek :p

Kamar mandi semi outdoor

Kamar mandi semi outdoor

 

Betapa indah dan sejuknya ketika membuka pintu kamar ke arah danau.

Betapa indah dan sejuknya ketika membuka pintu kamar ke arah danau.

 

Kamar kami dari pintu yang dari danau

Kamar kami dari pintu yang dari danau

 

Siap naik perahu :)

Siap naik perahu 🙂

Saya akan bercerita pengalaman kami bulan madu (lagi) di Kampung Sampireun Garut ke dalam beberapa part, karena banyaknya kisah kami di sana, maka rasanya tidak cukup jika dituangkan ke dalam 1 artikel.

Silakan klik artikel di bawah ini untuk cerita lengkapnya:

Bulan Madu di Kampung Sampireun Day-1

Bulan Madu di Kampung Sampireun Day-2

Bulan Madu di Kampung Sampireun Day-3

Oh ia, saya senang banget ketika saran saya direalisasikan oleh manajemen Kampung Sampireun, yaitu aktif di media sosial!

Semenjak saya menuliskan saran saya di guest comment, yaitu untuk aktif di media sosial, Kampung Sampireun sekarang semakin aktif lho media sosialnya, salah satunya Instagram @sampireunresort .

Alamat Kampung Sampireun:

Jl. Raya Samarang Kamojang KM 4
Kp. Ciparay Desa Sukakarya
Kec. Samarang Kab. Garut,
Jawa Barat – Indonesia

+62262 – 542 393

+6281 323 007 130

info@kampungsampireun.com

sales@kampungsampireun.com.

(Patokannya itu di pertigaan sebelum pasar Samarang, belok kanan dan ikuti jalan saja, nanti sebelum Kebun Mawar, di sebelah kiri ada plang masuk Kampung Sampireun).

 

Pengalaman Naik Mpok Siti (City Tour Jakarta)

Mpok Siti adalah City Tour Bus keliling (sebagian kecil) Jakarta. Ya, sebagian kecil karena bis ini hanya keliling ke beberapa titik yang sudah ditentukan sesuai temanya; History of Jakarta, Art & Culinary, Shopping Experience / Jakarta Modern. Bis ini berbeda dengan bis yang lainnya karena memiliki tingkat di atasnya (bis tingkat) yang tentunya menjadi spot favorit para turis. Bis ini jenisnya bermacam-macam sesuai sponsornya.

Sabtu itu saya dan keluarga mencoba bagaimana rasanya naik bus tingkat pariwisata. Sebelumnya saya sudah pernah mencoba menaiki bis tingkat ketika saya 4 tahun bersama kedua orang tua dan ingin mengulang kembali momen tersebut bersama keluarga saya yang baru; suami dan anak saya Zhafran yang berumur 2 tahun.

Awalnya saya bingung mencari informasi mengenai Mpok Siti ini. Saya sudah browsing di Google, tweet ke Pemprov DKI, tweet ke @CityTourJakarta dan tidak ada yang membalas. Akhirnya setelah menyisir timeline @CityTourJakarta ,saya mengetahui bahwa semua informasi seputar Mpok Siti bisa ditanyakan ke @PT_TransJakarta . Bertanyalah saya ke @PT_TransJakarta , namun hal itu tidak menjawab pertanyaan saya seputar Mpok Siti. Tweet saya pun hanya dibalas 1X, padahal setelah itu saya masih ada pertanyaan lagi seperti:

  1. Sebaiknya naik dari mana? (start)
  2. Berapa lama waktu perjalanan?
  3. Berapa lama harus menunggu di halte (bis datang berapa jam sekali)?
  4. Apakah bisnya berhenti di setiap titik atau hanya melewati saja?

Tidak ada lagi yang menjawab pertanyaan saya, sampai akhirnya saya merasakan sendiri.

Jadi, kami memutuskan untuk naik Mpok Siti dari halte di depan Balai Kota yang ada logo “City Tour”. Kami menaiki bus History of Jakarta yang disponsori oleh salah satu bank berwarna merah dan ternyata kami harus turun/finish di depan Museum Bank Indonesia. Pengalaman pertama ini saya merasa tidak puas karena waktunya sebentar, dari Balai Kota hanya melewati titik Museum Nasional dan Museum Arsip RI dan berakhir depan Museum Bank Indonesia. Jika ingin lanjut, kami harus ke depan Bank BNI 46 Kota Tua (menyebrang dari Museum Bank Indonesia).

Pengalaman pertama kali naik Mpok Siti

Pengalaman pertama kali naik Mpok Siti

Selain itu kami tidak puas karena tidak berhasil duduk di paling depan dan jendela kami terhalang oleh stiker luar bus sehingga tidak leluasa melihat pemandangan luar. Mungkin sebaiknya bis pariwisata tidak usah ditempel stiker-stiker kali ya.. Saat itu bis yang kami tumpangi diberikan stiker “Merdeka 71” karena masih dalam rangka hari kemerdekaan. Kami juga kecewa dengan pengemudi yang terkesan terburu-buru dan menyuruh kami cepat-cepat turun, padahal kami para penumpang sedang antri turun, lho….! Suaranya pun tidak ramah , berbeda dengan ‘pramugari’-nya. BTW tugasnya si pendamping pengemudi ini apa ya? Sepertinya hanya menyambut penumpang di awal ketika naik dan memberikan karcis saja. Kenapa tidak sekalian menjadi pemandu ya? Karena Mpok Siti ini tidak ada pemandu wisatanya.

Pandangan kami terhalang oleh stiker bus :(

Pandangan kami terhalang oleh stiker bus 🙁

Akhirnya, saya pun bisa menjawab pertanyaan saya sendiri:

  1. Sebaiknya naik dari mana? Untuk bis Historical of Jakarta, sebaiknya naik dari Bank BNI yang ada di Kota Tua (dekat stasiun Kota).
  2. Berapa lama waktu perjalanan? Dari Balai Kota ke Finish di Museum Bank Indonesia menghabiskan waktu 15 menit dengan macet saat itu.
  3. Berapa lama harus menunggu di halte (bis datang berapa jam sekali)? Saat itu kami menunggu 3 menit untuk mendapatkan bus.
  4. Apakah bisnya berhenti di setiap titik atau hanya melewati saja? Bisnya berhenti di setiap titik dan kita bebas naik turun di titik tersebut.

Overall, saya sih mengapresiasi ide adanya Mpok Siti ini. Hanya saya harap adanya manajemen yang bagus, pemandu dan pengemudi yang ramah, dan kejelasan informasi mengenai bis ini.

Oh ia, setiap saya lihat bis merah ini beredar di Jakarta, bawaan-nya keki karena punya bad impression sama bis ini. Sayang banget 🙁

Pemotretan Pre-Wedding

Dari dulu saya ingin sekali pemotretan pre-wedding dengan konsep unik dan jadul, misalnya foto di Pasar Malam. Untungnya Mas Fikri (yang saat itu masih menjadi calon suami) setuju dengan konsep yang aku mau. Ini beberapa tahap yang dibutuhkan untuk pemotretan pre-wedding:

  1. Mencari konsep

Konsep yang kami tentukan adalah konsep pacaran jadul di pasar malam. Konsep ini tercetus karena saya suka dengan hal-hal yang jadul, dan salah satu yang identik adalah pasar malam.

Konsep pasar malam masih jarang digunakan untuk foto pre-wed

Konsep pasar malam masih jarang digunakan untuk foto pre-wed

  1. Menentukan lokasi

Ketika itu saya kesulitan mencari Pasar Malam. Sudah browsing di internet maupun media sosial, saya tidak menemukan jawabannya. Sampai saya hopeless mau mengganti konsep foto pre-wed. Ketika saya sudah menyerah, saya menemukan Pasar Malam di area yang dekat rumah saya, yaitu di samping Gedung Marinir Cilandak. Ketika kami pulang meninjau rumah kami, kami melihat ada pasar malam yang dilengkapi dengan area permainan ala pasar malam seperti kincir, kuda-kudaan, dan masih banyak lagi. Ternyata setiap bulan puasa, di Cilandak memang diadakan Pasar Malam. Haduh, kemana saja ya saya? :p .

Mengenai izin, Awalnya kami sempat bingung harus memohon izin kepada siapa untuk berfoto di sini, takutnya kami harus izin ke pengelola, panitia atau bahkan preman di sana. Kami sempat kesulitan menemui panitia/pengelola, akhirnya kami izin ke orang-orang yang berkumpul (mungkin panitia) dan mereka bilang silakan saja.

Budget yang dikeluarkan: Rp. 0,-

Foto di kora-kora dengan properti gulali yang sudah kempes karena dingin :D

Foto di kora-kora dengan properti gulali yang sudah kempes karena dingin 😀

  1. Menyiapkan Kostum

Kami menggunakan kostum yang ada saja, saya menggunakan dress midi biru berbunga-bunga, sepatu datar (flat shoes), tas-tas jamannya Sarah dan Jaenab Si Doel, dan rambut lurus digerai menggunakan bando minimalis. Mas Fikri menggunakan kemeja putih polos, celana denim dan sepatu hitam.
Budget yang dikeluarkan: Rp. 0,-

imageedit_6_6854966796

  1. Mencari fotografer

Beruntungnya kami memiliki teman seorang fotografer, namanya Apyut. Dia sudah sering memotret saya, dari jaman saya single dan suka poto-poto sendiri atau poto sama teman.

Budget yang dikeluarkan: Rp. N/A (harga teman hehe). Btw thanks yaaa Apyut sudah menjadi bagian tim sukses pernikahan FikriWulan :).

imageedit_12_5012457899

  1. Menyiapkan make-up sendiri/stylist

Untuk make-up, saya menggunakan make-up sendiri dan natural saja. Sahabat saya Achi yang membantu mendandani saya plus menjadi pengarah gaya. Jadi ketika prewed, kami pergi ber-empat; Saya, Mas Fikri, Aput dan Achi.

Budget yang dikeluarkan: Rp. 0,- (Thanks Achi yang udah bantuin make-up-in gw dari jaman lamaran dan prewed).

imageedit_10_5528583239

Nah, cerita pre-wednya begini…

Ketika itu bulan Juli 2013 bertepatan dengan bulan puasa dan diadakannya Pasar Malam (selalu ada di bulan puasa). Setelah salat isya, kami bersama-sama pergi ke Cilandak Marinir. Unfortunately, sesampainya di sana sempat hujan deras sampai make-up saya luntur, tapi pemotretan harus jalan terus. Sekitar pukul 08.30 hujan berubah menjadi gerimis, kami melakukan poto di permainan kora-kora, kincir, kuda-kudaan dan tong setan.

Ada yang berkesan bagi saya saat melakukan pemotretan, yaitu keramahan dari orang-orang Pasar Malam. Mereka sangat welcome, ramah dan membantu pemotretan kami. Awalnya saya takut mereka terganggu dengan kegiatan kami. Ternyata mereka malah menawarkan diri untuk membantu, misalnya menyalakan listrik yang sempat dipadamkan karena hujan. Mereka menonton kami yang sedang berfoto dan mereka terlihat gembira sambil menggoda kami. Di akhir pemotretan, kami menanyakan apakah ada biaya yang harus dikeluarkan untuk itu semua? Mereka sepakat menjawab “Tidak ada…”. Kami terkejut, mereka membantu dengan ikhlas. Ini adalah momen pemotretan pre-wedding yang berkesan untuk kami.

Kami hanya bisa mendoakan kepada  tim Pasar Malam yang saat itu membantu kami, kepada Aput sang fotografer, Achi untuk make-up dan pengarah gaya. Semoga kebaikan kalian dibalas oleh Allah SWT. Amiin….

Foto-foto lebih lengkap bisa di lihat di album ini.

imageedit_4_9329226128